Sunday, 2 July 2017

Tarif Taxi Online Kini Tak Murah Lagi, Sudah Sama dengan Taxi Konvensional

MAJALAH ICT – Jakarta. Tarif baru taxi online mulai diberlakukan mulai 1 Juli 2017. Dengan adanya tarif batas atas dan bawah tidak ada bedanya naik taxi online dengan taxi biasa. tarif kompetitif sudah tidak ada lagi. Sehingga, dengan adanya tarif baru ini, maka tarif taxi online dan taxi konvensional sudah tidak ada bedanya. 

Sebenarnya, aturan mengenai tarif ini sudah berlaku mulai 1 April 2017, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, namun memang diberikan maa transisi 3 bulan. Dengan tarif baru batas atas dan batas bawah opertor taxi online sudah tidak dapat seenaknya menggunakan tarif sesuai hitungan mereka sendiri, namun harus mengikut aturan yang ada tersebut.

Kementerian Perhubungan mengaku sudah menyiapkan sejumlah sanksi bagi operator taksi online yang tak memenuhi ketentuan tarif. Pemerintah sendiri telah menetapkan tarif batas bawah dan atas bagi taksi online. “Sanksinya sesuai peraturan berlaku ada mulai dari teguran, pemutusan kerja ataupun penonaktifan aplikasi itu sendiri,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Pudji Hartanto. Pudji menegaskan bahwa pihaknya akan terus memonitor supaya peraturan terkait tarif ini berjalan. Pihaknya akan menindak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita ada proses namanya monitoring, pengawasan, nanti apabila ada hal yang belum dilaksanakan kita lakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tuturnya.

Mengenai tarif taksi online ini, Pudji mengungkapkan bahwa penetapan dilakukan berdasarkan usulan dari kepala daerah. Pemerintah kemudian membagi dua wilayah terkait penetapan tarif taksi online. Wilayah I yakni meliputi Sumatera, Jawa dan Bali. Sementara wilayah II meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua. “Memang berdasarkan usulan daerah, masing-masing gubernur, kepala daerah mengusulkan ke pemerintah pusat sudah kita evaluasi, kita sudah samakan. Ada pembagian wilayah 1 dan 2,” kata dia.

Adapun untuk batas bawah wilayah I yakni Rp 3.500 per km dan batas atasnya Rp 6.000 per km. Sementara wilayah II yakni batas bawahnya Rp 3.700 per km dan batas atasnya Rp 6.500 per km.  “1 Juli sudah ditetapkan PM 26 berlaku sebenarnya nggak ada masalah, sudah diundangkan 3 bulan lalu. Transisi pertama terkait masalah KIR, stiker. Sekarang masalah tarif, kuota dan STNK,” pungkasnya.

Selain mengatur tarif batas atas dan batas bawah juga ada peraturan lainnya seperti ada angkutan sewa dan angkutan sewa khusus, kapasitas silinde, jumlah angkutan sewa khusus dibatasi dengan  peraturan gubernur, kewajiban STNK Berbadan hukum, KIR, bengkel, pajak, pool, akses dashboard dan sanksi.

 

 



Snapchat Kini Sediakan Pengaturan Geofilter dalam dalam Aplikasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengguna Snapchat akan dapat merancang geofilter dari dalam aplikasi, tanpa perlu menggunakan studio desain online.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pengguna telah mengirimkan puluhan ribu desain geofilter untuk acara-acara seperti pertunangan dan kelulusan melalui sebuah studio online, sebuah fitur diluncurkan pada bulan Februari 2016. Kini mereka dapat melakukannya dari aplikasi itu sendiri.

Pengguna dapat memanfaatkan “on-demand geofilters” di setting mereka untuk mengakses “studio kreatif mobile all-new”, walaupun mereka dapat memilih tema dan mempersonalisasi filter dengan teks, Bitmojis, dan stiker.

Geofilters hanya ditampilkan berdasarkan lokasi, dan pengguna dapat memilih agar filter tersedia di suatu acara atau mencakup area, selama antara satu jam dan sembilan puluh hari.

Pengguna akan menerima pemberitahuan setelah filter disetujui, setelah itu mereka perlu melakukan pembayaran. Harga mulai dari 5,99 dolar, berdasarkan faktor seperti berapa lama pengguna menginginkan filter tersedia dan bagaimana permintaan lokasi yang mereka pilih saat itu. Custom geofilters juga digunakan oleh bisnis untuk mempromosikan brand atau event. Fitur ini hanya tersedia di AS saat ini tapi “mungkin akan segera berkembang ke daerah lain”, kata Snap.

Pada bulan November 2016, Snap bermitra dengan Foursquare untuk memanfaatkan data intelijen lokasi dan memperbaiki teknologi geofilter. Awal tahun ini, Snap mengakuisisi Ditempatkan, perusahaan berfokus untuk mengukur kunjungan toko dan transaksi offline untuk pengiklan, untuk memperbaiki alat Snap to Store miliknya sendiri, yang menentukan peningkatan kunjungan toko setelah pengguna melihat kampanye iklan.

 



12 Tahun yang Lalu, Hari Ini, Grup Band Pink Floyd Reuni

12 Tahun yang Lalu, Hari Ini, Grup Band Pink Floyd Reuni Fans Pink Floyd usia berapa pun, yang memboikot Starbucks […]

from Rosediana Diary http://ift.tt/2ty3NLM
via IFTTT

Saturday, 1 July 2017

Menebak Kepribadian Berdasarkan 11 Olahraga Kesukaan

Menebak Kepribadian Berdasarkan 11 Olahraga Kesukaan Kamu lebih suka olahraga apa? Apakah yang di kelas dan bergrup? Olahraga solo? Bersepeda? […]

from Rosediana Diary http://ift.tt/2ucO1Du
via IFTTT

Reuni Sebagai Ajang Silaturahmi, Bukan Membanding-bandingkan Diri

Reuni Sebagai Ajang Silaturahmi, Bukan Membanding-bandingkan Diri “Enggak mau dateng ke acara reuni, ah! Malu… daku enggak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi…” “Ah, daku mah kismin. Kaleng kue Monde juga isinya rengginang alot. Enggak pede mau datangnya juga…” “Reuni? Mau sih mau, tapi daku mah apa atuh…” Pernahkah ada teman kita yang berkata […]

from Rosediana Diary http://ift.tt/2tvAb1N
via IFTTT

Kembangkan Uang Digital, BRI akan Gandeng Perusahaan Fintech

MAJALAH ICT – Jakarta. Untuk mengembangkan layanan keuangan digital untuk nasabah, Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menggandeng beberapa perusahaan financial technology (fintech). Kerja sama dengan perusahaan fintech rencananya akan dilakukan pada bulan ini.

Disampaikan Direktur Utama BRI Suprajarto, kerja sama terkait pengembangan terutama yang terkait dengan peminjaman uang digital atau digital loan. Pihaknya akan menggandeng beberapa perusahaan fintech. “Ada beberapa Fintech yang mungkin akan signing dengan kita. Skema kerja sama dengan Fintech nanti berbentuk join operation,” ungkapnya. Meski begitu, Suprajarto enggan menyebutkan perusahaan Fintech mana saja yang akan bekerja sama dengan pihaknya.

Diungkapkannya juga, pihaknya memang sedang fokus mengembangkan digital banking. Dan untuk mengembangkan perbankan digital ini, BRI telah menunjuk salah satu anak perusahaannya yakni BRI Agro untuk lebih menggarapnya. Baru setelah sudah disetjui, katanya, layanan akan ambil untuk pasarkan di BRI.

BRI kini juga sedang mengoptimalkan layanan satelit yang dimilikinya. Selain untuk keperluan sendiri, BRSat akan dimanfaatkan pula untuk layanan kepada nasabah karena banyak nasabah yang memerlukan alat komunikasi semacam satelit.

 



Facebook Masih Serius Gunakan Drone Untuk Berikan Akses Internet ke Wilayah Terisolir

MAJALAH ICT – Jakarta. Facebook menyelesaikan tes kedua dari pesawat bertenaga surya Aquila, yang dimaksudkan untuk memberikan jangkauan broadband ke wilayah yang tidak terhubung, termasuk pendaratan yang berhasil. Ini menandakan Facebook masih serius untuk memberikan layanan internet dengan teknologi drone, ke wilayah yang terisolir.

Tes tersebut berlangsung bulan lalu, kata raksasa jaringan sosial tersebut, dengan Aquila terbang selama 1 jam dan 46 menit sebelum mendarat “dengan sempurna” di lokasi yang disiapkan. Ini penting, karena tes sebelumnya, yang melibatkan penerbangan 90 menit, diakhiri dengan “kegagalan struktural hanya beberapa detik sebelum mendarat”, yang menyebabkan kerusakan sayap tambahan.

“Menghubungkan orang melalui pesawat bertenaga tinggi dengan ketinggian tinggi adalah tujuan yang berani, tapi tonggak seperti penerbangan ini membuat bulan kerja keras sepadan,” kata perusahaan itu dalam sebuah posting blog.

“Dalam beberapa bulan mendatang, kami sangat antusias untuk mengambil pelajaran dari penerbangan kedua kami yang sukses untuk melanjutkan kemajuan program Aquila untuk membantu mendekatkan dunia melalui konektivitas,” lanjutnya.

Sementara tes kedua cukup signifikan, masih ada beberapa cara untuk melangkah sebelum jelas bahwa Aquila dapat berhasil dalam tujuannya untuk menyediakan konektivitas broadband di area yang sulit dijangkau. Menurut laporan tahun lalu, perusahaan tersebut sedang dalam pembicaraan dengan berbagai pemerintah untuk melakukan uji coba konektivitas pada tahun 2018 – dengan India merupakan pasar yang mungkin.

Pembicaraan semacam itu perlu menangani masalah-masalah seperti penggunaan kendaraan udara tak berawak di dan di seluruh wilayah perbatasan negara.

Dan Facebook bukan satu-satunya perusahaan yang bekerja di bidang ini. Google merintis proyek yang menggunakan balon, yang disebut Project Loon, setelah menghentikan penyelidikannya terhadap potensi pesawat tak berawak. Google telah bekerja sama dengan beberapa operator di Indoneisa untuk menerbangkan loon. Sayangnya, kemajuan kerja sama ini hingga kini tidak ketahuan sampai di mana.