Wednesday, 4 October 2017

Hitachi Vantara Perdalam Internet of Things Untuk Industri dan Area Layanan

MAJALAH CT – Jakarta. Hitachi Vantara, anak perusahaan milik Hitachi Ltd. (TSE: 6501), hari ini mengumumkan pengangkatan dua eksekutif baru untuk mendukung Internet of Things (IoT) untuk industri dan portofolio layanan perusahaan. Brad Surak ditunjuk sebagai chief product and strategy officer (CPSO) untuk mengawasi pengembangan portofolio solusi Hitachi Vantara; sementara John Murphy ditunjuk untuk memajukan portofolio layanan Hitachi Vantara selaku vice president untuk manajemen penawaran.

Berita tersebut diumumkan pada pembukaan perusahaan Hitachi Vantara di ajang konferensi pengguna NEXT pertama Hitachi, di mana Hitachi meluncurkan platform Lumada IoT yang telah disempurnakan, bersama dengan penawaran baru lainnya, termasuk Hitachi IoT Appliance, Hitachi Enterprise Cloud dan Hitachi Smart Data Center di antara penawaran lainnya.

Brad Surak bergabung dengan Hitachi Vantara dari GE Digital, di mana ia sebelumnya menjabat sebagai chief operating officer perusahaan. Sebelumnya, Brad memegang peranan sebagai chief product officer, di mana ia bertanggung jawab atas solusi IoT global dan portofolio produk industri GE. Sebelum bergabung dengan GE, Surak menjabat sebagai general manager untuk Mobile Analytic Applications dan merupakan chief operating officer dari unit Business Analytics Solutions di SAP. Ia juga telahg berpengalaman memegang posisi eksekutif di Business Objects, Cambridge Technology Partners, dan Ernst & Young. Dalam peran barunya sebagai CPSO di Hitachi Vantara, Surak akan bertanggung jawab untuk mendorong rencana bisnis produk dan teknologi perusahaan untuk mendatangkan inovasi cerdas ke pasar yang memberikan nilai dan hasil yang luar biasa bagi pelanggan dan mitra bisnis Hitachi.

“Jangkauan dan kedalaman keahlian teknologi operasional dan informasi Hitachi membedakan Hitachi dari pemain lainnya di pasar solusi digital dan IoT industri serta memberinya keuntungan unik,” kata Surak. “Saya sangat senang dapat bergabung dengan tim Hitachi Vantara untuk mendorong strategi produk komprehensif yang menjawab tantangan bisnis terbesar pelanggan kami dari satu sisi ke intinya hingga hasil akhir.”

John Murphy bergabung dengan Hitachi Vantara dari IBM, di mana dia sebelumnya memimpin pengembangan produk dan manajemen produk untuk IBM Watson Data Platform. Selama masa jabatannya, ia juga memegang peran kunci dalam analisis data dan bisnis manajemen konten perusahaan. Sebelum berkarya di IBM, John memegang peran kepemimpinan di sejumlah organisasi perangkat lunak, mulai dari perusahaan pemula (startup) hingga perusahaan besar di berbagai industri, termasuk perbankan, hiburan, consulting dan teknologi tinggi (high tech). Melapor kepada Chief Solutions and Services Officer Hitachi Vantara Bobby Soni, John akan memimpin manajemen penawaran terpadu untuk perusahaan dalam rangka mendukung pengembangan portofolio solusi dan layanan digital dan strategi bisnis Hitachi Vantara.

“Hitachi secara berani memposisikan dirinya untuk memberikan layanan dan solusi yang banyak dicari oleh perusahaan modern yang digerakkan oleh data,” kata John. “Saya bangga dapat bergabung dengan tim yang sangat fokus untuk melayani kebutuhan pelanggannya, dan tak pernah berkompromi dalam komitmennya untuk menyediakan model dan inovasi pengiriman yang unik yang mereka butuhkan untuk memanfaatkan data mereka dengan sebaik-baiknya dan bersaing secara lebih efektif di pasar mereka.”

Diluncurkan oleh Hitachi, Ltd. pada tanggal 19 September 2017, Hitachi Vantara merupakan entitas bisnis baru yang menggabungkan operasi, teknologi, kekayaan intelektual dan sumber daya manusia dari Hitachi Data Systems, Hitachi Insight Group dan Pentaho menjadi perusahaan terpadu tunggal yang berfokus pada inovasi digital. Perusahaan ini sekarang secara agresif tengah memperluas tim kepemimpinan eksekutifnya untuk mendukung implementasi perangkat lunak, solusi dan layanan terbaik di kelasnya, bagi perusahaan-perusahaan global yang ingin mentransformasi bisnis mereka dan berinovasi dengan data.

“Di lingkungan pasar, di mana kemampuan kita untuk mendatangkan inovasi digital ke pasar dengan kecepatan dan kelincahan semakin penting untuk melayani pelanggan dengan lebih baik, penting bagi kami untuk terus memperdalam rangkaian pelayanan kami dengan tenaga-tenaga terbaik di industri,” kata Brian Householder, president dan chief operating officer, Hitachi Vantara. “Hitachi Vantara tengah membangun tim eksekutif kelas dunia yang memiliki keahlian domain mendalam di setiap sudut portofolio kami – mulai dari infrastruktur data dan perangkat lunak, maupun cloud dan analytics, hingga solusi industri dan digital. Inilah sebabnya mengapa kami sangat senang menyambut Brad Surak dan John Murphy ke dalam keluarga Hitachi. Kami berharap dapat mempercepat evolusi dan peningkatan penawaran teknologi, solusi dan layanan kami di bawah kepemimpinan mereka.”

 



Tuesday, 3 October 2017

Telkom akan Pasarkan Produk IoT Buatan PT INTI

MAJALAH ICT – Jakarta.  PT Telkom Indonesia Tbk akan memasarkan produk-produk perangkat dengan teknologi berbasis internet (internet of things/IoT devices) dari PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI).

Sinergi kedua perusahaan tersebut resmi dengan telah menandatangi nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama tersebut. IoT Device yang tercakup dalam nota kesepaham tersebut di antaranya Smart KTP Reader, Peralatan Navigasi Sipil, Smart Meeting, Smart Meter, System Control Unit, IP PBX, serta fiber opticand accessories.

Selain itu, PT INTI akan menyediakan IoT devices untuk Telkom Group maupun di luar TelkomGroup melalui PT PINS Indonesia, anak Perusahaan Telkom. Dian Rachmawan, direktur enterprise & business service Telkom, mengatakan, sinergi kedua BUMN tersebut akan dapat meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan bisnis kedua perusahaan melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

“Sinergi ini merupakan langkah strategis guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi bisnis kedua perusahaan dengan prinsip saling menguntungkan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Dian.

Mengenai kerja sama ini, Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara mengatakan bahwa sinergi yang komprehensif tersebut diharapkan berlanjut tidak hanya pada induk perusahaan, tetapi juga pada anak perusahaan. “Kerja sama dengan Telkom merupakan bentuk kerja sama eksklusif. Tetapi tidak menutup kemungkinan kami akan bekerja sama dengan anak usaha Telkom supaya menjadi The Leading IoT Company di Indonesia,” katanya.

 



Pengaturan Soal Kepemilikan dan Pemanfaatan Frekuensi Harus Jelas dalam UU Penyiaran Baru

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisioner KPI Pusat, Agung Suprio, mengusulkan Undang-undang Penyiaran yang baru mengatur secara tegas pasal soal kepemilikan lembaga penyiaran dan pemanfaatan frekuensi milik publik oleh lembaga penyiaran. Penegasan itu diperlukan untuk menghapus adanya praktek monopoli atau kepemilikan tunggal serta penyalahgunaan frekuensi publik untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Menurut Agung, aturan soal kepemilikan lembaga penyiaran dapat mengadopsi aturan kepemilikan saham dalam regulasi Bank Indonesia (BI). Dalam aturan BI itu dijelaskan kepemilikan Bank umum tidak boleh dikuasai oleh satu orang atau dimonopoli.

“Aturan BI mengenai kepemilikan sangat jelas dan tegas dan itu saya kira bisa diterapkan dalam aturan di UU Penyiaran,” kata Agung di depan peserta fokus grup diskusi (FGD) dengan tema “Frekuensi Publik dalam Perspektif Fiqh”, yang berlangsung di kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU).

UU Penyiaran yang baru harus tegas menjelaskan bahwa frekuensi publik tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Frekuensi ini merupakan sumber daya terbatas dan karena itu harus dimanfaatkan dengan benar dan tepat untuk kepentingan masyarakat.

“Di dalam UU Penyiaran tahun 2002 pengaturan mengenai kepemilikan dan pemanfaatan frekuensi tidak tegas dan itu menjadi kelemahan UU Penyiaran sekarang,” jelas Agung yang diamini Komisioner KPI Pusat, Ubaidillah, yang hadir dalam diskusi tersebut.

Agung juga mengusulkan supaya UU Penyiaran baru dapat memasukan pasal soal sanksi denda terhadap pelanggar aturan P3 dan SPS. “Pasal soal denda akan memberi efek jera bagi lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran karena secara finansial mereka akan mengalami kerugian. Jika ini diterapkan besar kemungkinan kualitas konten di lembaga penyiaran akan membaik,” jelasnya.

Adapun soal pengawasan konten, lanjut Agung, hal itu merupakan kewenangan mutlak yang harus dimiliki KPI dalam UU Penyiaran baru. Karena itu, pengawasan konten ini harus selaras dengan adanya penguatan pada sanksi terhadap pelanggaran, kelembagaan serta anggaran.

Diskusi yang berlangsung dinamis dan hangat di ruang rapat lantai 4 Gedung PB NU itu juga dihadiri Dirjen Dirjen PPI Kemenkominfo, Ahmad M. Ramli, dan Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail.

 



Hanya Setengah dari Perusahaan Produk Konsumen Paham Menggunakan IoT untuk Bisnis

MAJALAH ICT – Jakarta. SAP SE hari ini mengumumkan hasil penelitian global pertama yang merinci tren adopsi Internet of Things (IoT) di industri produk konsumen (CP).

Pasar IoT terus berkembang pesat dan diperkirakan akan mencapai nilai 1,29 triliun dolar AS pada tahun 2020. Meski perusahaan produk konsumen sangat ingin mengadopsi IoT, mereka perlu mengetahui cara meraih nilai tambah dari teknologi IoT. Penelitian atas para eksekutif di industri ini menghasilkan tiga temuan penting dimana kurang dari separuh perusahaan produk konsumen paham bagaimana menggunakan IoT untuk kasus bisnis tertentu. Kemudian, nilai bisnis sesungguhnya dari adopsi teknologi IoT di industri produk konsumen terletak pada efisiensi proses. Perusahaan yang terdepan dalam hal adopsi IoT memprioritaskan proses dan keterampilan, sementara yang lainnya masih lamban dalam memutuskan langkah yang diambil

“Perusahaan produk konsumen menghadapi kondisi bisnis yang berubah dengan cepat dengan menerapkan solusi inovatif,” kata E. J. Kenney, wakil presiden senior, Unit Bisnis Industri Produk Konsumen di SAP. “Untuk memanfaatkan IoT secara efektif, menyelaraskan tujuan bisnis di seluruh rantai pasokan harus menjadi prioritas utama. Inti digital dan platform real-time merupakan kunci menuju transformasi digital. ”

Pemimpin adopsi IoT memprioritaskan proses dan keterampilan, sementara yang lainnya masih tertinggal dalam tahap melakukan penelitian atau konsultasi dengan pakar pihak ketiga.

Selain itu, temuan dari studi global SAP menunjukkan bahwa adopsi strategis IoT di industri produk konsumen memerlukan keselarasan di tiga bidang: memahami IoT, mengetahui di area mana IoT paling sesuai untuk bisnis mereka, dan memiliki kemampuan untuk membangun sebuah kasus bisnis yang nyata untuk IoT. Misalnya, hanya 41 persen perusahaan produk konsumen yang mengakui penerapan yang jelas atas IoT ke dalam bisnis mereka. Hanya 39 persen organisasi yang memiliki pemahaman yang jelas tentang apa itu IoT, dan masih sedikit – yakni 36 persen perusahaan – dapat membangun kasus bisnis untuk adopsi IoT.

Hasil ini juga menunjukkan perbedaan mencolok antara perusahaan produk konsumen yang dianggap terdepan dan yang lamban dalam adopsi IoT. Misalnya, walau 46 persen pemimpin telah menyatakan bahwa alokasi anggaran yang lebih besar untuk strategi IoT merupakan langkah kunci untuk membuka potensi nilai bisnis, hanya 14 persen dari mereka yang tertinggal dalam adopsi IoT memprioritaskan anggaran untuk teknologi tersebut.

 



Masuk ke Jayapura, Grab Lengkapi Kehadiran Layanan di Seluruh Indonesia dari Aceh Hingga Papua

MAJALAH ICT – Jakarta. Grab, platform pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile di Asia Tenggara, mengembangkan layanannya ke 75 kota di Indonesia dan menjadi platform layanan pemesanan kendaraan pertama yang melayani pengguna dari Banda Aceh, Aceh hingga Jayapura, Papua.

Ekspansi tersebut sejalan dengan misi utama Grab untuk menjadikan transportasi dapat diakses oleh semua orang dan ikut andil dalam menyelesaikan tantangan transportasi lokal dengan menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau dengan tarif tetap hanya lewat satu sentuhan di ponsel pintar.

“Layanan Grab di kota-kota terbaru akan senantiasa mengikuti aspek-aspek keselamatan yang telah kami tetapkan, mulai dari kegiatan operasional harian, pelatihan pengemudi hingga fitur-fitur teknologi dimana keselamatan merupakan prioritas bagi Grab. Dengan jangkauan layanan yang tersebar di tujuh negara dan lebih dari 60 juta unduhan, kami siap menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat lokal maupun pelancong dari Asia Tenggara,” papar Mediko Azwar, Marketing Director Grab Indonesia.

Grab memiliki program keselamatan yang menyeluruh, mulai dari kegiatan operasional harian, pelatihan pengemudi hingga fitur-fitur teknologi, untuk memastikan pengemudi dan penumpang Grab terlindungi dengan baik selama perjalanan mereka.

Pemeriksaan latar belakang yang ketat: Mitra pengemudi Grab diwajibkan untuk mengikuti serangkaian latar belakang yang ketat dan juga pelatihan dengan kode etik yang harus dipatuhi. Seperti informasi detail mitra pengemudi untuk memastikan keamanan perjalanan, para penguna dapat mengakses nama, plat kendaraan dan foto pengendara di aplikasi, sehingga mereka mengetahui sejak awal pengendara yang akan menjemput mereka.

Kemudian layanan pelanggan:, dimana baik mitra pengemudi dan pengemudi dapat menghubungi layanan pelanggan yang tersedia 24/7. Ada juga Share-My-Ride yang mana penumpang dapat berbagi informasi mengenai perjalanannya dengan teman dan kerabat untuk memonitor perjalanan secara real-time. Baik mitra pengemudi maupun penumpang juga memperoleh perlindungan asuransi secara gratis yang disediakan Grab. Selain itu, penumpang dapat mengetahui tarif perjalanan di muka dan tidak perlu khawatir akan kenaikan tarif terutama saat berkendara di tengah kemacetan berkat tarif Grab yang tetap.

Grab menjawab sejumlah tantangan transportasi yang krusial dan mewujudkan kebebasan transportasi bagi 620 juta orang di Asia Tenggara. Produk utama Grab mencakup layanan pemesanan mobil sewaan, ojek, dan taksi. Grab merupakan platform layanan pemesanan transportasi nomor 1 di Asia Tenggara dengan pangsa pasar sebesar 95% dalam pemesanan taksi (taxi-hailing) pihak ketiga, serta pangsa pasar sebesar 72% untuk pemesanan kendaraan pribadi (private vehicle hailing) dan saat ini menghantarkan layanan di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Myanmar. Berdasarkan hasil riset dari TNS, sebuah perusahaan riset global, Grab adalah brand yang paling sering digunakan di Indonesia dibandingkan dengan aplikasi ride-hailing dan aplikasi pemesanan taksi lainnya.



4 Kunci Utama Agar Introvert Merasa Bahagia Tanpa Berubah atau Menjadi Orang Lain

Sebagian besar orang introvert sudah kebal dengan berbagai pandangan orang. Ya dianggap kaku, pemalu, pendiam, enggak bisa gaul, naif, atau […]

from Rosediana Diary http://ift.tt/2xV6N6n
via IFTTT

Monday, 2 October 2017

Garmin Hadirkan Pusat Servis Lokal di Indonesia Demi Memberikan Pengalaman Terbaik

MAJALAH ICT – Jakarta. Garmin Indonesia mengumumkan langkah terbaru dengan mendirikan pusat servis lokal yang resmi dibuka hari ini. Prakarsa ini menambah satu lagi bukti konkrit komitmen Garmin Indonesia untuk memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pelanggan. Hal ini juga semakin mengukuhkan komitmen Garmin dalam mengembangkan pusat layanan premium di Indonesia.

“Memberikan yang terbaik sudah sejak dulu menjadi inti dari prakarsa Garmin, termasuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Kami punya orang-orang yang mampu memberikan solusi bagi semua masalah pelanggan melalui pengetahuan mendalam tentang merek, produk, dan layanan pelanggan di seluruh titik interaksi kami di Indonesia,” kata Engelhard (Al) Sundoro, Managing Director untuk Garmin South Asia.

Garmin akan memberikan layanan cepat bagi pelanggan di Indonesia dengan titik pengumpulan yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, dari Sumatra hingga Papua. Pusat servis lokal Garmin akan membantu dan melaksanakan setiap proses, mulai dari perbaikan kecil hingga perbaikan yang sangat teknis, dengan standar yang berkualitas. Perangkat bukan hanya harus bekerja secara fungsional, tetapi juga harus terlihat bagus.

Garmin melakukan inspeksi dan pengujian untuk memeriksa kondisi dan fungsionalitas perangkat sesampainya perangkat tersebut di lokasi pelayanan yang ditentukan. Selain itu, Garmin juga memberikan perbaikan semua fungsi secara penuh, mulai dari masalah yang berkaitan dengan software maupun hardware, hingga perbaikan teknis tingkat tinggi, yang akan mengembalikan perangkat ke standar perbaikan fungsional terbaik. “Kami meyakini diagnosis yang akurat akan meningkatkan efisiensi keseluruhan proses layanan purnajual,” kata Al.