Saturday, 2 December 2017

XL Axiata Kembali Raih Penghargaan Atas Penerapan Good Corporate Governance

MAJALAH ICT – Jakarta. Komitmen dan keseriusan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) atas penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) kembali mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan komunitas terkait. Pada ajang The 9th IICD Corporate Governance Conference & Award 2017, XL Axiata berhasil meraih dua penghargaan terkait dengan penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan, yaitu The Best Equitable of Shareholders dan Top 50 of The Biggest Market Capitalization Public Listed Companies, di mana XL Axiata masuk dalam peringkat 20 besar. Corporate Secretary XL Axiata, Murni Nurdini, menerima kedua penghargaan tersebut di Jakarta.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, “ Ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan bagi XL Axiata bisa mendapatkan apresiasi. Penghargaan ini membuktikan bahwa perusahaan kami diakui dan dipercaya oleh masyarakat dan juga pemangku kepentingan terkait sebagai perusahaan yang memiliki Tata Kelola Perusahaan yang Baik ( Good Corporate Governance ). Kedepan tentunya kami akan selalu berupaya untuk terus konsisten dalam menjaga reputasi perusahaan melalui implementasi tata kelola perusahaan yang baik dan profesional, termasuk tentunya dalam pengelolaan keterbukaan informasi, transparansi dan memelihara kepercayaan dari pelanggan XL Axiata, para pemegang saham, dan para pihak terkait lainnya. Dengan terus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, harapannya XL Axiata akan terus mampu bersaing dalam industri yang semakin kompetitif di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

IICD Award merupakan ajang yang menilai penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) pada perusahaan publik di seluruh Indonesia. Inisiator ajang bergengsi ini adalah Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), sebuah organisasi non-profit di bidang tata kelola. Acara ini juga dihadiri oleh Ir. Hoesen M.M, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagi XL Axiata, penghargaan IICD Award ini adalah penghargaan yang kelima kalinya telah berhasil diraih sejak tahun 2013.

Penilaian pada ajang ini dilakukan oleh tim IICD dengan menggunakan acuan penerapan komponen tata kelola perusahaan berdasarkan pedoman GCG Scorecard yang digunakan di tingkat ASEAN yang meliputi antara lain hak-hak pemegang saham, perlakuan setara kepada pemegang saham, peranan pemangku kepentingan, keterbukaan informasi dan transparansi, serta tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris. Penilaian ini mengambil sumber antara lain dari situs resmi perseroan, laporan tahunan, laporan keuangan peseroan, serta keterbukaan informasi perseroan yang dimuat di website Bursa Efek Indonesia.

 



Telkomsel Dukung Hari Jadi Kabupaten Lebak ke-189 denan Hadirkan Aplikasi Silamat

MAJALAH ICT – Jakarta. Merayakan hari jadi Kabupaten Lebak ke-189 tahun yang jatuh pada tanggal 2 Desember 2017, Telkomsel sebagai operator telekomunikasi dengan komunitas pelanggan terbesar di Indonesia berkomitmen untuk bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak mengawal pengembangkan potensi kearifan lokal dari masyarakat Lebak dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan layanan telekomunikasi yang dapat meningkatkan gaya hidup digital masyarakat Lebak.

Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Ririn Widaryani mengatakan “Mewakili Manajemen Telkomsel wilayah operasional Area Jabotabek Jabar, kami mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten Lebak yang ke-189 tahun. Kami berharap komitmen serta sinergi bersama yang telah terbangun selama ini, baik melalui Pemkab, Muspida serta elemen masyarakat Lebak dapat terus terbangun dan semakin berkembang, terutama dalam meningkatkan adopsi pemanfaatan layanan telekomunikasi berbasis gaya hidup digital hingga wilayah pelosok.”

Dalam kesempatan puncak perayaan acara hari jadi Kabupaten Lebak yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Lebak, Telkomsel melalui wilayah operasional Area Jabotabek Jabar bersama Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meluncurkan penggunaan aplikasi publik berbasis Smart City yang dinamakan SILAMAT (Sistem Informasi Kelahiran dan Kematian) yang ditandai dengan penandatangan kerja sama antara Telkomsel dengan Pemkab Lebak. Aplikasi publik berfungsi sebagai sistem pendaftaran adminitrasi data kelahiran dan kematian berbasis aplikasi online yang dibangun oleh Telkomsel dan nantinya sumber informasi yang terkumpul akan dimanfaatkan oleh jajaran Pemkab Lebak untuk mengefisienkan jalur birokrasi pendataan laporan kelahiran dan kematian warga Kabupaten Lebak.

Aplikasi SILAMAT ini nantinya akan terhubung secara langsung dengan pusat data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lebak. Melalui pemanfaatan layanan aplikasi ini, masyarakat Kabupaten Lebak akan diberi kemudahan untuk mendaftarkan informasi kelahiran dan kematian keluarga dan kerabat secara online dan mobile. Setelah mendaftar online melalui SILAMAT, masyarakat cukup membawa bukti hasil pendaftaran online dan kelengkapan berkas administrasi asli ke Dinas Duckcapil Kabupaten Lebak untuk verifikasi lanjutan. Kini, aplikasi SILAMAT sudah dapat diunduh secara gratis melalui smartphone dengan OS Android di Google PlayStore.

Ririn lebih lanjut menjelaskan, konsistensi Telkomsel dalam mendorong percepatan adopsi teknologi telekomunikasi berbasis digital di Kabupaten Lebak ini merupakan wujud nyata dari sejumlah audiensi dan sinergi bersama Pemkab Lebak kurun beberapa waktu terakhir, yang mana salah satu tujuannya adalah menciptakan ekosistem gaya hidup digital yang ramah dan sejalan dengan nilai kearfian lokal masyarakat Kabupaten Lebak.

Salah satu sinergi yang akan diperkuat adalah dengan menghadirkan layanan Telkomsel berbasis solusi layanan korporasi guna memudahkan koordinasi dan komunikasi operasional jajaran Pemkab Lebak, dengan penyediaan fitur paket Team Plan dilengkapi layanan bebas nelpon dan sms antar pegawai Pemkab Lebak serta paket kuota data khusus dengan harga terjangkau.

Ririn menambahkan, belum lama Telkomsel juga menggelar kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) Baktiku Negeriku yang dipusat di Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak. Dalam kesempatan tersebut, Telkomsel melibatkan Serikat Pekerja dan karyawan di wilayah opersional Area Jabotabek Jabar untuk berpartisipasi langsung dalam sejumlah rangkaian kegiatan sosial membantu pembangunan di desa tersebut, seperti bersama jajaran Muspida setempat antara lain TNI dan Kecamatan menggelar aksi panen padi bersama, bersih-bersih sekolah hingga kegiatan sosialisasi program internetBAIK guna mengawal pemanfaatan layanan internet yang tepat guna sesuai dengan karakter dan lingkungan masyarakat desa tersebut.

Selain itu, Telkomsel juga membangun sejumlah sarana fasilitas kebersihan dan sanitasi umum yang dapat dimanfaatkan secara bersama oleh warga desa Cisungsang. Telkomsel juga membangun dan melengkapi fasilitas Digital Center desa Cisungsang dengan sejumlah perangkat penunjang akses internet seperti komputer, modem serta layanan wifi gratis yang diharapkan dapat mendorong warga desa memanfaatkan internet sebagai sarana untuk lebih memperkenalkan potensi kearifan dan wisata lokal yang ada sehingga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Saat ini, Telkomsel secara konsisten terus mengembangkan fasilitas jaringan di wilayah Kabupaten Lebak, terutama di sejumlah titik populasi masyarakat yang memiliki pengembangan potensi kearifan lokal. Hingga akhir kuartal tiga lalu, pertumbuhan jumlah BTS Telkomsel di Kabupaten Lebak mencapai 21%, yang mana 48% penambahan jaringannya sudah berteknologi terdepan 4G LTE. Penambahan jumlah dan cakupan jaringan ini diharapkan akan memberikan pengalaman akses broadband dan digital yang maksimal oleh masyarakat Lebak, di mana trafik penggunaan layanan data di Kabupaten Lebak telah meningkat hingga 175% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” pungkas Ririn.

 



Mengatasi Penyakit Khas Indonesia, Masuk Angin, Tanpa Menggunakan Obat

Apa istilah medis untuk masuk angin? Apa Bahasa Inggris dari masuk angin? Menurut Hellosehat.com, ternyata sejauh ini tidak ada. Kalau […]

from Rosediana Diary http://ift.tt/2zXisUZ
via IFTTT

Friday, 1 December 2017

Sidang Konvensi KKNI 2017 Telekomunikasi Hasilkan Tiga Kerangka Kualifikasi Bidang Telekomunikasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi Sumber Daya Manusia Informatika (Pusbang Litprof SDM Informatika), Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Badan Litbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaksanakan kegiatan Konvensi Nasional Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Telekomunikasi di Jakarta.

Konvensi itu menghasilkan tiga kerangka kualifikasi yaitu Telekomunikasi Satelit, Fiber Optik, dan Akses Wireless.
Kegiatan yang diawali dengan pembukaan oleh Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, Komisioner BRTI, Pejabat Kementerian Tenaga Kerja, Komisioner BNSP, tim perumus, Akademisi dan Praktisi di bidang Telekomunikasi dan Informatika Indonesia, serta Asesor tersertifikasi dari dari kedua bidang tersebut. Selain itu diikuti 90 orang peserta aktif dari tiga kelompok, yaitu: Fiber Optik, Akses Seluler, dan Satelit.

Menurut Kapusbang Litprof SDM Informatika Hedi M. Idris, sidang kali ini ditujukan menerapkan Peraturan Presiden RI No.8 Tahun 2012, khususnya ketentuan Pasal 9 ayat (1) tentang Penerapan KKNI. Secara khusus bahasan Sidang Konvensi mengenai bidang telekomunikasi. Sidang Konvensi Telekomunikasi dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan mengenai KKNI yang telah disusun tim perumus sekaligus mengumpulkan umpan balik guna menyempurnakan Skema KKNI tersebut. “Sasaran kegiatan agar peserta yang hadir mampu memberikan masukan, saran, kritik mengenai Skema KKNI Bidang Telekomunikasi sehingga didapatkan hasil akhir yang maksimal. Konvensi ini merupakan lanjutan dari kegiatan Pra Konvensi yang telah dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2017,” jelas Hedi M. Idris.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Basuki Yusuf Iskandar menyatakan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni selalu akan diikuti perkembangan sektor pendukung perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Menurutnya, pada saat bersamaan membutuhkan peningkatkan kemampuan dan kompetensi SDM sesuai dengan tuntutan kebutuhan pasar kerja global.

“Memerlukan hubungan timbal balik antara pihak penyedia SDM dengan dunia industri yang membutuhkan. Hubungan tersebut berupa keterbukaan dan kerja sama dalam menentukan standar kebutuhan kualifikasi kompetensi SDM yang dipersyaratkan. Berupa perumusan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang dilakukan oleh pihak industri dan pengembangan program pendidikan untuk memenuhi standar kebutuhan tersebut oleh pihak penyedia SDM,” kata Basuki.

Secara khusus, Kepala Balitbang SDM menjelaskan dukungan dan kebijakan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. “Diantaranya adalah dengan memfasilitasi kegiatan penyusunan Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, yang merupakan upaya yang dilakukan untuk menentukan kemampuan dan keahlian yang harus dimiliki setiap orang yang akan bekerja pada bidang keahlian tertentu. Di samping itu standar kompetensi keahlian tersebut harus memiliki kesetaraan dengan standar sertifikasi yang telah dimiliki oleh masing masing produk yang berlaku di dunia kerja,” jelasnya.

Kepala Badan juga menyebutkan pengaruh teknologi dalam perubahan SKKNI. “Berkembangnya teknologi akan berakibat berubahnya pola manajemen yang berimplikasi pada perubahan peta okupasi sehingga akhirnya akan mengubah SKKNI eksisting,” tambahnya.

Stadium General dan Sidang Konvensi

Dua pembicara, yaitu Ketua Komisi Pelaksana Sertifikasi BNSP Asrizal Tatang dan Komisioner BRTI I Ketut Pribadi Kresna mengupas berbagai aspek mengenai RKKNI dan SKKNI Bidang Telekomunikasi. Tatang mengatakan dasar penyusunan KKNI sebagai amanat Perpres No. 8 Tahun 2012. “Penyusunan RKKNI menjadi KKNI merupakan amanat Perpres No. 8 Tahun 2012, disana terdapat tiga pilar utama pengembangan SDM berbasis Kompetensi, yaitu: KKNI/SKKNI, Competency based training, dan Competency based assessment,” katanya.

Lebih lanjut Tatang membedakan apa yang disebut ijazah dengan sertifikat. “Ijazah adalah bukti penyelesaian program pendidikan dan diberikan gelar akademik tanpa batas waktu, atau sampai penerima ijazah meninggal dunia sementara sertifikat adalah bukti seseorang mampu bekerja dalam bidang apa, kemudian akan diberi gelar profesi yang berlaku tergantung durasi waktu,” jelasnya.

I Ketut Pribadi Kresna memaparkan semua jenis perizinan di bidang telekomunikasi yang membutuhkan standar kompetensi SDM dalam pengelolaannya. “Di Indonesia berdasarkan UU 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi menjelaskan tiga jenis penyelenggaraan telekomunikasi, yaitu: penyelenggara jaringan yang terbagi jaringan tetap dan bergerak, penyelenggara Jasa telekomunikasi yang terbagi atas teleponi dasar, nilai tambah teleponi, dan multimedia. Penyelenggara terakhir adalah Telekomunikasi khusus yang lebih dominan dilakukan oleh sektor negara,” jelasnya.

 

 



XL Axiata Perluas Jaringan 4.5G di Jakarta Hingga Wilayah Terluar Kepulauan Seribu

MAJALAH ICT – Jakarta. PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus melakukan perluasan jaringan layanan Data berkualitas di berbagai daerah. Kali ini jaringan 4.5G XL dengan akses internet berkecepatan tinggi hadir melayani masyarakat di Pulau Lancang Besar, salah satu pulau di wilayah terluar Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kehadiran jaringan berkecepatan tinggi XL Axiata ini mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh warga setempat yang sebagian besar memang adalah pelanggan XL Axiata.

Vice President Region XL Axiata Jabodetabek, Bambang Parikest mengatakan, “Pertumbuhan pengguna layanan data di area Kepuluan Seribu terus meningkat. Hingga akhir Oktober 2017 tercatat hampir 70% dari sekitar 10.000 total pelanggan XL Axiata yang ada di Kepulauan Seribu telah menggunakan layanan data. Untuk itu, kami ingin semakin banyak lagi masyarakat di Kepulauan Seribu dapat menikmati layanan data sama seperti masyarakat yang ada di kota-kota besar. Kami juga akan terus berupaya memperkuat jaringan 4.5G dengan memperluas jaringan XL hingga ke pulau-pulau lainnya, sehingga warga dapat memanfaatkan sarana teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas mereka, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.”

Selain di Pulau Lancang Besar, sejak Juni 2017 lalu, XL Axiata juga telah melakukan modernisasi jaringan 4.5G XL pada BTS-BTS yang ada di Kepuluan Seribu, seperti BTS di Pulau Kelapa, Pulau Pantara, Pulau Pari, Pulau Pramuka dan Pulau Putri. Dengan telah menggunakan teknologi 4.5G, seluruh masyarakat di Kepuluan Seribu sudah bisa menikmati akses internet cepat dan berkualitas di jaringan XL Axiata.

Kebutuhan pelanggan di Kepulauan Seribu terhadap layanan data yang berkualitas juga terus tumbuh. Hal ini terlihat dari terus meningkatnya trafik layanan data di wilayah tersebut yang mencapai 31% dalam setahun terakhir. Selain itu, hingga akhir Oktober 2017 jumlah pelanggan di sana yang telah menggunakan smartphone 4G tercatat sebanyak 43%, jumlah tersebut meningkat 122% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan angka ini akan terus meningkat seiring tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan data.

Tak hanya bermanfaat bagi masyarakat, kualitas jaringan komunikasi dengan akses internet berkecepatan tinggi ini juga dapat bermanfaat untuk mendukung para pelaku usaha di bidang pariwisata. Kepulauan Seribu selama ini telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terkemuka di Utara Jakarta. Banyak resort wisata bahari di wilayah tersebut. Layanan data berkecepatan tinggi tentu akan bisa mendukung aktivitas wisata di sana, baik bagi para pelaku usaha, maupun juga para wisatawan.

Sementara itu, dalam upaya mendukung para nelayan di Pulau Lancang Besar, pada Minggu (26/11) lalu, XL Axiata telah bekerjasama dengan perangkat desa dan komunitas nelayan setempat berupaya membantu meningkatkan pemahaman warga mengenai berbagai manfaat layanan data dan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas mereka. Tidak hanya itu, XL Axiata juga memberikan fasilitas gratis berupa perangkat mobile broadband lengkap dengan akses internet cepat dan kuota besar. Perangkat tersebut bisa dimanfaatkan secara kolektif untuk berbagai keperluan produktif.

Selanjutnya, XL Axiata berkomitmen untuk terus memajukan masyarakat melalui penyediaan dan pelatihan lanjutan mengenai pemanfaatan teknologi digital dan metode distribusi digital melalui jaringan 4.5G. Pelatihan-pelatihan yang akan diberikan tersebut diharapkan akan bisa membantu meningkatkan produktivitas dalam menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari para nelayan, yang pada akhirnya bisa berdampak positif pada perbaikan kualitas hidup mereka. Selain itu, warga juga bisa memanfaatkan ketersediaan layanan data berkualitas untuk tujuan-tujuan pendidikan dan aktivititas sosial lainnya, mengingat keberadaan mereka yang ada di kepulauan.

 



Bank DBS Fokus Kembangkan Inovasi dan Digitalisasi dalam Meningkatkan Wirausaha Sosial di Asia

MAJALAH ICT – Jakarta. Neal Cross, Managing Director dan Chief Innovation Officer DBS Bank menjadi pembicara di acara Asia Corporate Innovation Summit 2017 dengan tema transformasi digital. Neal Cross yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang teknologi inovasi, dan layanan finansial, secara khusus membahas topik “Jungle Innovation: Sebuah perjalanan social enterprise yang berubah menjadi strategi inovasi Bank DBS”. Melalui pendekatan pengembangan inovasi from people to process, Bank DBS berhasil meghasilkan produk dan layanan yang diperuntukkan tidak hanya bagi individu dan bisnis, namun berupaya agar inovasi yang diciptakan dapat memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat luas.

Selama 3 tahun di Bank DBS, Neal Cross menjadi pendorong agenda inovasi Bank DBS secara regional, sejalan dengan visi perusahaan untuk membentuk masa depan perbankan. Bekerjasama dengan stakeholder internal dan pihak eksternnal, Neal memiliki visi untuk menjadikan Bank DBS layaknya perusahaan Fintech dengan menanamkan mind-set startup digital kepada seluruh karyawan sebagai bagian dari budaya perusahaan. Hal ini pula yang turut membawanya berhasil dinobatkan sebagai Most Disruptive CIO / CTO pada Talent Unleased Awards 2017.

 



TelkomGroup Berhasil Sabet Enam Penghargaan pada Ajang Frost & Sullivan Indonesia Excellence Award 2017

MAJALAH ICT – Jakarta. Lembaga konsultan bisnis internasional Frost & Sullivan memberikan anugerah kepada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai “Indonesia Telecom Service Provider of The Year” dan “2017 Indonesia Fixed Broadband Service Provider of The Year”. Direktur Consumer Service Telkom Mas’ud Khamid menerima penghargaan tersebut di ajang “Frost & Sullivan Indonesia Excellence Award 2017” yang digelar di Jakarta.

Tiga anak perusahaan Telkom juga memperoleh penghargaan serupa. PT Telkomsel (Telkomsel) memenangkan dua penghargaan, yakni Indonesia Digital Services Provider dan Indonesia m-money Service Provider of The Year untuk layanan TCASH. Selain itu, PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) meraih Indonesia Managed Service Provider of The Year, sedangkan PT Infomedia Nusantara (Infomedia) memperoleh penghargaan Indonesia Outsourcing Contact Service Provider of The Year.

Mas’ud Khamid menyampaikan terima kasih kepada Frost & Sullivan yang kembali menganugerahkan penghargaan tersebut. “Penghargaan ini adalah pencapaian yang membanggakan karena mencerminkan respon positif pelanggan dan masyarakat terhadap inovasi-inovasi layanan yang diciptakan TelkomGroup secara berkelanjutan, khususnya dalam membangun digital lifestyle di Indonesia. Capaian ini juga merupakan bentuk kepercayaan stakeholders terhadap TelkomGroup”, ujar Mas’ud Khamid.Peraihan penghargaan ini juga menunjukkan konsistensi TelkomGroup dalam mempertahankan kinerja bisnis yang baik dari tahun ke tahun.

Frost & Sullivan memberikan penghargaan tersebut karena TelkomGroup dinilai memiliki kepemimpinan superior, inovasi teknologi, pelayanan pelanggan terbaik, serta pengembangan strategis produk yang unggul dalam industrinya masing-masing. Perusahaan telekomunikasi digital plat merah ini juga dinilai mampu melampaui batasan sebagai perusahaan dengan kinerja memuaskan tapi juga menunjukkan kontribusinya dalam perkembangan perekonomian Indonesia.

Mas’ud Khamid berharap, berbagai penghargaan yang diperoleh TelkomGroup ini dapat menghadirkan berbagai inovasi, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam upaya pengembangan ekonomi digital Indonesia.

Penghargaan 2017 Indonesia Fixed Broadband Service Provider of The Year diraih setelah Telkom berhasil menunjukkan keunggulannya sebagai penyedia layanan fixed broadband terbaik. Pada kuartal III-2017, layanan Fixed Broadband Telkom memperoleh pertumbuhan yang cukup berarti dengan mencatatkan 4,75 juta pelanggan. Jumlah tersebut termasuk 2,34 juta pelanggan IndiHome dengan ARPU IndiHome tercatat sebesar Rp 308 ribu. Hingga akhir September 2017, pelanggan IndiHome meningkat 53,6% dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebanyak 1,52 juta pelanggan.

Laba bersih Telkom naik sebesar 21,7% menjadi 17,92 triliun. Kenaikan laba bersih tersebut didorong pendapatan yang naik 12,5% menjadi Rp 97 triliun. Sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari segmen Data, Internet & IT Service yang tumbuh sebesar 30,5%. Segmen Data, Internet & IT Service menjadi kontributor utama pertumbuhan kinerja dengan menyumbang sebesar 43,8% dari total pendapatan Perseroan.

Selain itu, prestasi sebagai Indonesia Digital Service Provider of The Year yang diraih oleh Telkomsel merupakan salah satu wujud komitmen menyediakan layanan digital terbaik untuk menciptakan Great Customer Experience. Hingga Kuartal III 2017, pendapatan Digital Services Telkomsel mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 30,7% menjadi Rp 2,74 triliun. Key product & services dalam segmen ini diantaranya Digital Lifestyle (VAS,Video,Games & Market Place, Music), Digital Banking & Advertising, Enterprise Digital Services (T-Drive, T-Bike, dsb), serta Mobile Financial Services dengan produk TCASH dan T-Wallet.

Sementara penghargaan Indonesia m-money Service Provider of The Year yang juga diperoleh Telkomsel merupakan apresiasi terhadap layanan TCASH Telkomsel, yang merupakan inovasi TelkomGroup dalam teknologi financial untuk mendukung pengembangan Less-cash Society di Indonesia. Sebagai layanan uang elektronik, TCASH dapat digunakan oleh semua pelanggan Telkomsel, baik pascabayar ataupun prabayar.

“Sekali lagi, TelkomGroup menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan apresiasi kepada perusahaan. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi manajemen dan karyawan TelkomGroup untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan masyarakat,” tutup Mas’ud Khamid.