Tuesday, 2 January 2018

Presiden Jokowi: BSSN Sangat Penting untuk Antisipasi Perkembangan Dunia Siber

MAJALAH ICT – Jakarta. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 133 Tahun 2017 mengenai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadikan lembaga tersebut berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden setelah sebelumnya berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Peraturan perubahan tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 16 Desember 2017.

Terkait hal ini, Kepala Negara menyebut bahwa perubahan tersebut diperlukan dalam rangka penguatan peran dan fungsi BSSN ke depannya.

“Ini adalah sebuah badan yang sangat penting dan ke depannya sangat diperlukan oleh negara terutama dalam mengantisipasi perkembangan dunia siber yang pertumbuhannya cepat sekali,” ujarnya usai menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru, Selasa, 2 Januari 2018.

Dengan pertimbangan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah memandang perlu melakukan perubahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara.

Atas pertimbangan tersebut, pada 16 Desember 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara (tautan: Perpres Nomor 133 Tahun 2017).

Dalam perubahan ini ditegaskan, BSSN adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden (sebelumnya melalui Menko Polhukam), dan dipimpin oleh Kepala.

Selain itu, dalam perubahan ini organisasi BSSN terdapat jabatan baru Wakil Kepala yang merupakan unsur pimpinan, dan mempunyai tugas membantu Kepala.

“Wakil Kepala bertanggung jawab kepada Kepala,” bunyi Pasal 5A ayat (2) Perpres ini.

Terkait dengan perubahan-perubahan tersebut, maka Pasal 36 Perpres tentang BSSN berubah menjadi: “Kepala BSSN menyampaikan laporan kepada Presiden mengenai hasil pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan” (sebelumnya kepada Presiden melalui Menko Polhukam).

Menurut Perpres ini, Wakil Kepala, Sekretaris Utama, dan Deputi merupakan jabatan struktural eselon I.a atau jabatan pimpinan tinggi madya.

“Wakil Kepala, Sekretaris Utama, dan Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 47 Perpres ini.

Dalam Perpres ini ditegaskan, Kepala BSSN diberikan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 16 Desember 2017 itu.

 



Pasar Wearable Device Meningkat, Smartwatch Jadi Kian Populer

MAJALAH ICT – Jakarta. Pasar wearable device diperkirakan akan mencatat kenaikan lebih dari 100 juta pengiriman pada tahun 2021, dengan jam tangan cerdas menggantikan gelang sebagai produk paling populer di segmen ini.

Angka yang dikeluarkan oleh perusahaan analis IDC memperkirakan keseluruhan pasar yang dapat dipakai akan tumbuh dari 113,2 juta pengiriman pada 2017 menjadi 222,3 juta pada tahun 2021, yang merupakan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 18,4 persen.

IDC mencatat sementara yang paling populer yang dapat dipakai sampai saat ini adalah band kebugaran dasar seperti Xiaomi Mi Band atau Fitbit Charge, “barang yang dapat dipakai dengan cepat menjadi komoditas”. Perusahaan mengantisipasi pertumbuhan satu digit rendah dalam kategori ini hingga 2021, sementara jam tangan berada di jalur untuk mengambil alih di bagian atas segmen perangkat yang dapat dipakai.

Pengiriman kiriman diperkirakan meningkat dari 61,5 juta menjadi 149,5 juta pada 2021, “karena lebih banyak vendor – terutama merek fashion – dan konektivitas seluler yang terpasang pada jam tangan cerdas membantu mendorong pertumbuhan”.

Jitesh Ubrani, analis riset senior untuk pelacak perangkat mobile IDC mengatakan bahwa langkah dari gelang ke jam tangan memperkenalkan pendapatan tambahan bagi vendor dan distributor karena “harga jual rata-rata diperkirakan akan meningkat”. Dia mencatat masih ada perjuangan untuk bergerak melampaui kasus penggunaan kesehatan dan kebugaran “dan meyakinkan konsumen untuk membelanjakan lebih banyak untuk utilitas yang mungkin tidak segera jelas akan menjadi tantangan”.

“Di sinilah merek fashion memiliki kesempatan untuk bersinar karena basis pelanggan mereka tidak cenderung memprioritaskan fitur,” tambahnya.

IDC memprediksikan pengiriman jam tangan pintar akan mencapai 71,5 juta unit pada 2021, naik dari 31,6 juta pada 2017, yang dipimpin oleh Apple Watch.

Kategori lain yang diatur untuk produk wearable divice ke depan akan menjadi pakaian sensor-sarat, dipimpin oleh step counting shoes. Earwear, termasuk headphone nirkabel yang menawarkan fitur tambahan seperti pelacakan kebugaran atau pembesaran audio, juga akan tumbuh: IDC memperkirakan pengiriman akan mencapai 10,6 juta pada akhir 2021.

 



12 Ribu Kampanye Galang Dana Online Dimulai di Tahun 2017

MAJALAH ICT – Jakarta. Sepanjang 2017, galang dana dan donasi online semakin populer di Indonesia. Kitabisa.com sebagai situs galang dana terbesar di Indonesia melaporkan tren positif: lebih dari 12.000 kampanye galang dana dibuat selama 2017. Highlight terpenting adalah bagaimana penetrasi internet sejalan dengan publik yang kian familiar dengan kegiatan galang dana online sebagai solusi terhadap berbagai masalah sosial.

Kitabisa.com mencatat bahwa kampanye untuk membantu keluarga / teman yang sakit adalah yang paling populer, yaitu 24% dari total seluruh donasi, diikuti oleh isu kemanusiaan (16%), dan Rumah Ibadah (10%). Ada juga kisah viral seperti biaya pengobatan Adam Fabumi (574 juta), ajakan Ridwan Kamil untuk membantu Rohingya (4,3 Miliar), patungan Pesawat R80 karya BJ Habibie (7,4 Miliar), hingga yang terbaru fans Kpop Indonesia yang menggalang dana untuk Palestina (400 juta).

Tren baru pun muncul di kalangan figur publik: semakin banyak artis dan influencers yang melakukan penggalangan dana online mulai dari Raisa, Tatjana Saphira, Chelsea Islan, Chicco Jerikho, Glenn Fredly, Maudy Ayunda, Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, Ippho Santosa hingga figur pemerintahan seperti Wakil Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Ricky Pesik juga ikut melakukan penggalangan dana.

Trend Donasi Online

2017 menunjukkan tren positif crowdfunding di Indonesia. Pengguna Kitabisa.com bertumbuh hingga 500.000 orang, dan tercatat 183.000 orang diantaranya pertama kali berdonasi. Sepanjang 2017, ada 12.000 kampanye galang dana, naik tiga kali lipat dari tahun 2016. Dan secara total, lebih dari 193 Milyar donasi terkumpul melalui Kitabisa.com.

Alfatih Timur, CEO dari Kitabisa.com menyatakan bahwa bagi Kitabisa.com, tren di tahun 2017 ini menunjukkan bahwa galang dana online menjadi salah cara memperjuangkan harapan. “Dari ratusan orang tua yang berjuang menggalang dana untuk kesembuhan anaknya, Driver Ojek Online yang membantu kakek yang ia temui di jalan, hingga ribuan netizen Indonesia yang mendukung mimpi Eyang Habibie untuk membangun pesawat sendiri. 2017 adalah tahun kita menyalakan harapan dan meyakini bahwa orang baik tidak boleh kalah berisik”.

Tetapi lebih dari itu, Kitabisa.com telah menunjukkan cara termudah menggandeng publik untuk menggalang pendanaan. Trend galang dana online yang telah dikampanyekan sepanjang 2017 kian menunjukkan hasil, melalui Kitabisa.com kini siapa saja bisa mencari dukungan tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga orang terdekatnya yang memang membutuhkan bantuan. Lebih dari sekedar dana, tapi juga harapan bagi mereka yang sakit ataupun cahaya bagi mereka yang memiliki ide kreatif dan membutuhkan biaya pendidikan.

 



Monday, 1 January 2018

Perpres Keberadaan Badan Siber dan Sandi Negara Direvisi, BSSN Kini Langsung di Bawah Presiden

MAJALAH ICT – Jakarta. Dengan pertimbangan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah memandang perlu melakukan perubahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara.

Atas pertimbangan tersebut, pada 16 Desember 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara (tautan: Perpres Nomor 133 Tahun 2017).

Dalam perubahan ini ditegaskan, BSSN adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden (sebelumnya melalui Menko Polhukam), dan dipimpin oleh Kepala.

Selain itu, dalam perubahan ini organisasi BSSN terdapat jabatan baru Wakil Kepala yang merupakan unsur pimpinan, dan mempunyai tugas membantu Kepala.

“Wakil Kepala bertanggung jawab kepada Kepala,” bunyi Pasal 5A ayat (2) Perpres ini.

Terkait dengan perubahan-perubahan tersebut, maka Pasal 36 Perpres tentang BSSN berubah menjadi: “Kepala BSSN menyampaikan laporan kepada Presiden mengenai hasil pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan” (sebelumnya kepada Presiden melalui Menko Polhukam).

Menurut Perpres ini, Wakil Kepala, Sekretaris Utama, dan Deputi merupakan jabatan struktural eselon I.a atau jabatan pimpinan tinggi madya.

“Wakil Kepala, Sekretaris Utama, dan Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 47 Perpres ini.

Dalam Perpres ini ditegaskan, Kepala BSSN diberikan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 16 Desember 2017 itu.

 



Telkom Pastikan Layanan Prima Saat Perayaan Pergantian Tahun 2018

MAJALAH ICT – Jakarta. Setelah berhasil melalui masa lonjakan trafik pada Hari Raya Natal pekan lalu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menjaga layanan telekomunikasi TelkomGroup tetap prima sebagai upaya memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan saat pergantian Tahun Baru 2018. Pemantauan teknis terhadap infrastruktur telekomunikasi serta pelayanan pelanggan dilakukan secara menyeluruh sebagai upaya menjaga kualitas jaringan dan kenyamanan pelanggan saat terjadinya lonjakan trafik komunikasi di malam Tahun Baru 2018.

Untuk memastikan kehandalan jaringan dan layanan TelkomGroup, jajaran Direksi TelkomGroup melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke beberapa posko teknis infrastruktur dan pelayanan pelanggan TelkomGroup sesaat sebelum malam pergantian Tahun Baru 2018 (31/12). Lokasi yang dikunjungi, antara lain Posko TelkomGroup Integrated Operation Center, Posko Layanan Business & Enterprise serta Contact Center 147, Posko Layanan Wholesale & International, Posko Operational Layanan IndiHome & UseeTV, GraPARI Alia, dan Integrated Operation Center Telkomsel.

Direktur Network & IT Solution Telkom Zulhelfi Abidin mengungkapkan, TelkomGroup menambah kapasitas jaringan agar mampu melayani kebutuhan komunikasi yang meningkat dibandingkan hari-hari biasa. “Kami memahami bahwa momen Tahun Baru dirayakan oleh seluruh masyarakat, sehingga trafik komunikasi baik voice maupun data akan meningkat tajam. Kami siap melayani kebutuhan dan mengupayakan kenyamanan maksimal bagi seluruh pelanggan dan masyarakat,” ujar Zulhelfi. Dikatakan Zulhelfi, TelkomGroup telah melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh infrastruktur dan layanan melalui Posko TelkomGroup Siaga Natal dan Tahun Baru sejak 22 Desember dan akan berakhir pada 3 Januari 2018.

Dalam kunjungannya, jajaran Direksi TelkomGroup juga berinteraksi langsung dengan para petugas posko mengenai aktivitas monitoring yang dilakukan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Di akhir kunjungan, jajaran direksi TelkomGroup memberikan bingkisan tahun baru sebagai bentuk dukungan moril kepada para petugas posko yang bersiaga selama 7 x 24 jam.

“Kami menyiapkan sebanyak 592 unit Mobile GraPARI, 103 unit BTS Mobile Telkomsel, dan 816 unit mobil IndiHome serta menyiagakan sebanyak 15.910 personil di seluruh posko untuk memastikan layanan prima di lebih dari 700 area publik seperti fasilitas ibadah, mall & area indoor, serta area penting lainnya,” papar Zulhelfi Abidin.

Di akhir kunjungan, atas nama seluruh jajaran manajeman dan karyawan TelkomGroup, Zulhelfi Abidin menyampaikan selamat tahun baru kepada seluruh pelanggan TelkomGroup dan masyarakat Indonesia. “Mewakili jajaran manajemen dan seluruh karyawan TelkomGroup, kami ucapkan Selamat Tahun Baru 2018. Semoga kondisi jaringan dan layanan TelkomGroup yang stabil ini dapat terus dipertahankan, meskipun terdapat lonjakan trafik yang signifikan saat pergantian tahun. Kami juga berharap di tahun 2018 TelkomGroup dapat meningkatkan layanan kepada seluruh pelanggan dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi bangsa guna mengembangkan masyarakat digital Indonesia. Sebagai perusahaan telekomunikasi digital milik negara, di tahun mendatang kami juga akan terus berkomitmen mendukung tercapainya visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” pungkas Zulhelfi.

 



Trafik Layanan Data XL Axiata Meningkat Hingga 146 Persen

MAJALAH ICT – Jakarta. Trafik layanan data PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) Hari Raya Natal mengalami peningkatan, melebihi trafik di hari biasa. Peningkatan trafik data terlihat terjadi di sepanjang 3 hari sebelum Natal, 25 Desember 2017, hingga 2 hari setelahnya. Selama 5 hari tersebut, trafik data secara rata-rata meningkat lebih dari 5% dari hari-hari biasa dan paling tinggi kenaikannya adalah di tanggal 25 Desember 2017 dengan kenaikan yaitu 9%. Sementara dibandingkan dengan periode Natal tahun lalu, trafik layanan data meningkat sebesar 146%. Akses ke layanan data dan video streaming menjadi pendorong utama kenaikan trafik tersebut.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya mengatakan, “Dari pemantauan kami, puncak kenaikan trafik data terjadi sejak malam Natal dan sehari setelahnya. Pelanggan terlihat melakukan akses ke media sosial secara lebih intens. Mungkin pada mengucapkan Selamat Natal, selain secara verbal tertulis, juga dengan melakukan video call. Layanan video call memang saat ini memungkinkan dilakukan dengan kualitasyang lebih baik di lebih banyak daerah karena semakin luas jaringan internet cepat 4G LTE XL Axiata.”

Facebook, Twitter, Instagram, dan Youtube masih menjadi tempat masyarakat dan pelanggan XL Axiata untuk menghabiskan aktivitasnya di dunia digital. Secara rata-rata, akses ke media sosial berbagai platform naik sebesar 15%. Dari ragam media sosial itu, mereka juga mengakses informasi berita yang disediakan media, menyampaikan pesan pribadi, chatting, bahkan juga melakukan belanja. Sementara itu, kaum muda banyak mengakses layanan video di Youtube. Selain itu, akses ke video atau film juga banyak dilakukan di website atau aplikasi penyedia video on demand antara lain iflix.

Sementara itu terkait area dengan kenaikan trafik tertinggi, wilayah Yogyakarta menyumbang kenaikan tertinggi dengan 24%. Untuk wilayah dengan komunitas pemeluk Nasrani lebih banyak seperti Sumatera Utara dan Sulawesi, kenaikan masing-masing mencapai 19% dan 7%.

 



Meski Sudah 100 Ribu Unit, XL Axiata Perluas Terus Jaringan ke Berbagai Pelosok Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperluas jaringan layanan telekomunikasi dan data ke berbagai penjuru Indonesia. Saat ini jumlah infrastuktur BTS (Base Transceiver Station) yang telah dibangun juga terus mengalami penambahan dan kini telah mencapai lebih dari 100 ribu unit. Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini menyebut terus bertambahnya jumlah BTS ini merupakan bukti komitmen kuat XL Axiata untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan perluasan daerah layanan baru di berbagai wilayah di Indonesia.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menambahkan, “Kini, jaringan XL Axiata telah menjangkau di semua kota/kabupaten di sebagian besar provinsi yang ada di Indonesia. BTS milik XL Axiata berdiri di Pulau Weh di ujung paling Barat dan di Merauke serta Jayapura di ujung paling Timur Nusantara. BTS kami juga ada di sejumlah pulau-pulau terpencil dan terdepan, seperti di Semeulue, Natuna, dan Sebatik. Kini pun kami sedang mendirikan BTS di desa-desa yang sangat terpencil di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Barat, yang selama ini sama sekali belum ada jaringan telekomunikasi.”

BTS XL Axiata kini berada di tengah-tengah masyarakat hingga setidaknya tingkat kecamatan di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan, dan Sulawesi. Menurut Dian, saat ini kemungkinan jumlah total BTS milik XL Axiata telah lebih dari 100 ribu karena perusahaan juga masih terus melakukan pembangunan jaringan di berbagai wilayah, baik untuk meningkatkan kualitas layanan untuk merespon semakin bertambahnya pelanggan, juga untuk ekspansi ke wilayah baru. Salah satu wilayah baru adalah di Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana kami sedang membangun jaringan yang akan menjangkau sebagian besar kota/ kabupaten di wilayah tersebut. Beberapa di antaranya bahkan sudah bisa beroperasi.

Dengan terus meningkatnya trafik semua jenis layanan, baik voice, SMS,maupun data, maka penguatan jaringan harus dilakukan untuk menjaga kualitas layanan. Salah satu caranya adalah dengan menambah jumlah BTS. Demikian juga dengan upaya XL Axiata untuk memperluas wilayah layanan ke berbagai daerah, keberadaan BTS sekaligus menjadi alat utama menghantarkan layanan kepada pelanggan. Untuk itulah, BTS XL Axiata terus menempatkan pembangunan infrastruktur jaringan sebagai prioritas dalam alokasi belanja modal (capex). Rata-rata setiap tahun, pembangunan jaringan mendapatkan alokasi capex hingga 70%.

Dari 100 ribu BTS yang dimiliki XL Axiata saat ini, sekitar 65% nya merupakan BTS 3G & 4G untuk mendukung layanan data dan 35% nya merupakan BTS 2G. Pembangunan infrastruktur BTS 3G & 4G terus akan dilakukan selaras dengan fokus XL Axiata untuk menjadi perusahaan penyedia layanan koneksi data pilihan di Indonesia. Saat ini secara nasional sebanyak 360 kota/kabupaten di seluruh Indonesia juga telah terjangkau layanan internet cepat 4G LTE (melebihi dari target 330 kota/kabupaten), termasuk di antaranya ratusan kota/kabupaten di Jawa, Bali, Lombok, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, hingga akhir Oktober 2017 pelanggan layanan Data secara umum juga terus meningkat seiring dengan bertambahnya pelanggan yang menggunakan smartphone yang mencapai 70% dari total pelanggan. Sementara itu, pelanggan layanan XL 4G LTE juga terus tumbuh dan telah mencapai lebih dari 24 juta dari total pelanggan.

Di NTT Cakup 20 Kota/Kabupaten

Untuk pembanguhan infrastruktur  jaringan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga saat proses pembangunan terus berjalan. Untuk tahap awal pembangunan jaringan direncanakan  akan menjangkau 20 kota/kabupaten yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Belu, Kabupaten Ende, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sikka, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Tengah, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Timor Tengah Utara.

Jaringan yang baru di NTT yang mulai dibangun sejak Agustus 2017 tersebut  meliputi jaringan data, baik 3G U900 maupun 4G LTE. Total akan ada lebih dari 420 BTS 3G U900 & 4G yang akan mendukung jaringan di NTT ini. Salah satu area yang akan mendapatkan layanan 4G LTE adalah Kabupaten Manggarai Barat dengan kota utama Labuhan Bajo. Layanan internet berkecepatan tinggi di Labuhan Bajo diharapkan juga akan menjadi sarana pendukung bagi industri wisata di sana yang kini namanya semakin mendunia.

Perluasan jaringan di NTT juga dibarengi degan pembangunan ekosistem pendukung agar masyarakat di sana bisa dengan mudah mendapatkan produk layanan XL Axiata, termasuk layanan data. Ekosistem yang dimaksud antara lain jaringan penjualan produk XL Axiata, juga layanan pelanggan. XL Axiata berharap, tahap awal pembangunan ini sudah akan mulai bisa dinikmari pada awal Desember 2017 di sebagian area.