Wednesday, 3 January 2018

SAP Tambahkan Kapabilitas Solusi Berbasis Cloud

MAJALAH ICT – Jakarta. SAP SE mengumumkan tambahan kapabilitas perencanaan untuk SAP Integrated Business Planning, solusi berbasis cloud bagi perencanaan penjualan dan operasional, prediksi dan peramalan permintaan, optimisasi inventaris dan supply barang, serta manajemen respon.

Kemampuan-kemampuan ini membantu pelanggan untuk meningkatkan pematangan perencanaan awal dengan memperpanjang perencanaan supply chain hingga ke dunia luar perusahaan. “Ekspektasi pelanggan akan solusi perencanaan supply chain berubah sangat cepat, dan perusahaan semakin membutuhkan perencaaan kolaboratif yang luas yang mencakup pihak-pihak di luar persahaan itu sendiri,” kata Hans Thalbauer, senior vice president untuk Digital Chain and IoT, SAP.

“Solusi perencanaan yang terintegrasi kami menggunakan jaringan pemasok yang kolaboratif dari SAP untuk memungkinkan pelanggan kami untuk bergabung dan berkolaborasi secara langsung dengan pemasok mereka selama proses perencanaan dan pematangan rencana.”

Robert Meshew, chief technology officer, Microsoft Supply Chain, mengatakan: “Kami menyadari bahwa kami membutuhkan platform yang dapat terukur, fleksibel, dan adaptif dengan ambisi masa depan kami. Kami mengawasi investasi senilai 300 juta dolar pada perbaikan modal kerja dengan peningkatan sebesar 5%. Tingkat pelayanan kami semakin meningkat dan inventaris kami menurun untuk mendukung permintaan yang sama dari pelanggan akhir kami.”

Diakui sebagai pemimpin dalam bidang perencanaan rantai pasokan oleh lembaga peneliti independen IDC and Gartner, SAP Integrated Business Planning melayani banyak perusahaan dari berbagai industri. Bertujuan untuk membantu perusahaan mendapatkan manfaat dari pengurangan inventaris dan peningkatan pelayanan pelanggan, kapabilitas baru ini termasuk kolaborasi pihak pemasok dengan prediksi dan integrasi pesan dengan SAP Ariba Supply Chain Collaboration for Buyers Solution menyediakan visibilitas ramalan bagi pemasok dan pemasok berkomitmen kembali pada perencanaan. Juga tersedia visibilitas pada inventaris pemasok. Visibilitas pada umur penyimpanan tersisa/kadaluwarsa inventaris pada pusat distribusi yang berhadapan langsung dengan pelanggan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk melakukan perencanaan secara tepat.

Kemudian, visibilitas pada faktor-faktor yang berpengaruh pada pengiriman gagal, target inventaris yang meleset dan penyesuaian nilai untuk optimisasi supply barang memberikan tingkat ketepatan yang dibutuhkan untuk membuat keputusan korektif dan preventis untuk sekarang dan masa depan. Peningkatan pada prediksi permintaan membebaskan pelanggan untuk membuat prediksi permintaan jangka pendek yang lebih baik dengan meningkatkan data point-of-sale agar dapat bereaksi lebih baik terhadap pembelian konsumen.

Kini pelanggan juga dapat memetakan penghentian produk menggunakan kurva fase keluar semasa prediksi statistik, sehingga mengurangi pengulangan peningkatan permintaan untuk produk yang ada di masa akhir hidup. Kemampuan untuk menggambarkan beberapa tingkat waktu di saat yang sama memampukan pelanggan untuk melihat volume dan saldo mingguan, bulanan, dan triwulanan secara bersamaan, mengurangi persyaratan navigasi dan menyediakan informasi yang lebih baik dan lebih mudah dikonsumsi.

 



Tuesday, 2 January 2018

Jokowi Lantik Djoko Setiadi Sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara

MAJALAH ICT – Jakarta. Presiden Joko Widodo hari ini melantik Mayjen TNI Djoko Setiadi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Istana Negara, Jakarta. Djoko Setiadi sendiri merupakan Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), yang sesuai aturan terbaru dijadikan Badan Siber dan Sandi Negara bersama Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta IDSIRTII.

Pelantikan didahului dengan pembacaan keputusan presiden Nomor 30P/2017. Keppres tersebut berisi pemberhentian dengan hormat Djoko Setiadi sebagai Kepala Lembaga Sandi Negara. Keppres juga berisi pengangkatan Djoko sebagai kepala BSSN. “Dilantik Djoko Setiadi sebagai Kepala BSSN,” kata Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP.

Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Jokowi serta para tamu. Hadir dalam upacara pelantikan ini Wakil Presiden Jusuf Kalla, jajaran menteri kabinet kerja hingga sejumlah pimpinan lembaga negara.

 

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 133 Tahun 2017 mengenai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadikan lembaga tersebut berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden setelah sebelumnya berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Peraturan perubahan tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 16 Desember 2017.

Terkait hal ini, Kepala Negara menyebut bahwa perubahan tersebut diperlukan dalam rangka penguatan peran dan fungsi BSSN ke depannya.

“Ini adalah sebuah badan yang sangat penting dan ke depannya sangat diperlukan oleh negara terutama dalam mengantisipasi perkembangan dunia siber yang pertumbuhannya cepat sekali,” ujarnya usai menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru, Selasa, 2 Januari 2018.

Dengan pertimbangan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah memandang perlu melakukan perubahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara.

Atas pertimbangan tersebut, pada 16 Desember 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara (tautan: Perpres Nomor 133 Tahun 2017).

Dalam perubahan ini ditegaskan, BSSN adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden (sebelumnya melalui Menko Polhukam), dan dipimpin oleh Kepala.

Selain itu, dalam perubahan ini organisasi BSSN terdapat jabatan baru Wakil Kepala yang merupakan unsur pimpinan, dan mempunyai tugas membantu Kepala.

 



Radio Diyakini akan Tetap Eksis Di Era Internet

MAJALAH ICT – Jakarta. Keberadaan radio dinilai akan tetap bisa eksis meski saat ini adalah era internet. Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah Muhammad Rofiuddin menyatakan sejak dulu radio dipandang sebagai media lama yang akan ditelan zaman. “Namun pada kenyataannya, hingga kini keberadaan radio masih tetap eksis. Bahkan di kota-kota besar, bisnis dan eksistensi radio sangat diperhitungkan,” kata Rofiuddin saat menjadi pembicara dalam acara “Menikahkan Radio dengan Perkembangan Teknologi dan Informasi” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Magelang dan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kota Magelang.

Rofiuddin sebagaimana dilansir laman resmi KPI, mengakui penggunaan internet saat ini terus mengalami peningkatan yang cukup pesat. Saat ini, alat komunikasi dan platform media yang selalu menempel dibawa seseorang adalah gadget, smart phone maupun mobile phone. Semakin mudah dan murahnya akses internet ikut mendorong penggunaan medium jenis ini terus meningkat.  Menurut Rofiuddin, keberadaan internet harus dijadikan peluang oleh para pengelola radio. Untuk itu, pengelola radio menggunakan internet untuk ikut menopang radio. Misalnya, pengelola radio harus berinteraksi dengan para pendengar dengan menggunakan media sosial (seperti Face Book, Twitter, Instragram dan lain-lain) maupun aplikasi messanger (seperti WhatApp dan BlackBerry Messanger). Untuk mengakses radio, pengelola radio juga bisa membuat versi streaming.

Survei Nielsen Consumer Media View (Survei Nielsen Indonesia 2017) menyebut bahwa penetrasi radio masih menempati urutan keempat dibanding jenis media lain. “Televisi masih menjadi media utama bagi masyarakat Indonesia, dimana penetrasinya mencapai 96 persen,” katanya.
Selanjutnya media luar ruang dengan penetrasi 53 persen, internet 44 persen, dan di posisi keempat media radio 37 persen. Adapun penetrasi media koran hanya 7 persen serta majalah dan tabloid 3 persen.

Rofiuddin menyatakan, jika dibandingkan hasil survey 2016, penetrasi radio mengalami penurunan. Tapi sangat sedikit, yakni 1 persen. “Penetrasi media yang kenaikan sangat cepat hanyalah internet. Lima tahun lalu (2012), penestrasi internet baru mencapai 26 persen tapi tahun ini (2017) sudah mencapai 44 persen,” kata Rofiuddin.

Adapun survey Nielsen Radio Audience Measurement pada kuartal ketiga 2016 menemukan bahwa 57 persen dari total pendengar radio berasal dari Generasi Z dan Millenials. Sebanyak empat dari sepuluh orang pendengar radio mendengarkan radio melalui perangkat yang lebih personal, yaitu mobile phone.  Angka penetrasi mingguan tersebut menunjukkan  radio masih didengarkan oleh sekitar 20 juta orang konsumen di Indonesia. Para pendengar radio di 11 kota di Indonesia yang disurvei Nielsen ini setidaknya menghabiskan rata-rata waktu 139 menit per hari.

Menurut Nielsen, waktu mendengarkan radio per minggu, masih tumbuh dari tahun ke tahun. Pada 2014, pendengar radio hanya menghabiskan waktu selama 16 jam per minggunya. Adapun pada 2015 dan 2016 masing-masing 16 jam 14 menit dan 16 jam 18 menit per pekan. “Hasil survey diatas menjadi salah satu bukti bahwa radio belum akan mengalami masa suram,” kata Rofiuddin.

Dia menambahkan saat ini juga banyak sekali orang yang ingin mendirikan radio. Namun, keinginan itu tak bisa direalisasi semuanya karena pendirian radio terkait dengan ketersediaan kanal frekuensi. “Logikanya, untuk apa orang berebut ingin mendirikan radio jika radio tidak memiliki prospek. Tapi saat ini banyak orang berebut ingin mendirikan radio,” kata Rofiuddin.

Beberapa kunci agar radio bisa eksis di era internet adalah radio harus memberikan informasi yang up to date dan terpercaya. Di era internet yang banyak berseliweran berita bohong dan informasi palsu maka radio harus bisa menjadi pencerah dan penunjuk informasi yang valid. Radio juga harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi; radio harus meningkatkan interaksi dengan pendengar, terutama di media sosial dan aplikasi messanger; radio harus menggandeng lembaga/instansi lain; serta radio harus memperbanyak membuat acara-acara off air.

Adapun dari sisi sumber daya manusianya, pengelola radio dituntut memiliki kompetensi dan kualifikasi tinggi. Selain itu, mereka juga harus menguasai teknologi dan mampu mengoperasikan peralatan (tidak gaptek). “Perkembangan zaman harus menjadi tantangan dan peluang, bukan hambatan,” kata Rofiuddin.

 



Natal dan Tahun Baru Trafik Layanan Data Meningkat Hingga 10,7 Petabyte, Trafik Tertinggi dari Yogyakarta

MAJALAH ICT – Jakarta. Telkomsel sukses mengawal dan melayani kebutuhan komunikasi pelanggan pada periode Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Pada momen pergantian tahun tersebut tercatat trafik layanan data atau payload Telkomsel mencapai 10,7 petabyte atau meningkat 42% dibandingkan rata-rata payload pada hari normal 2017 sebesar 7,5 petabyte perhari. Dibandingkan dengan periode Tahun Baru 2016/2017, trafik layanan data kali ini melonjak 151%. Wilayah dengan kenaikan trafik layanan data tertinggi adalah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dengan peningkatan 56% dibandingkan hari normal, diikuti Jawa Barat (51%) dan Sulawesi (50%).

Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati mengatakan, “Tingginya peningkatan trafik layanan data antara lain dipicu oleh meningkatnya aktivitas pelanggan yang mengunggah foto atau video aktivitas momen sebelum dan setelah pergantian tahun melalui berbagai aplikasi media sosial. Selain itu, penggunaan smartphone dan komputer tablet untuk melakukan video streaming dan komunikasi melalui aplikasi pesan instan juga meningkat pada periode tersebut.”

Kontribusi tertinggi penggunaan layanan data secara umum berasal dari aktivitas di media sosial yang mencapai 35%. Pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk menyaksikan film atau video secara streaming dengan kontribusi sebesar 31%. Sementara itu, komunikasi berbasis teks, serta panggilan suara dan panggilan video melalui aplikasi pesan instan memberikan andil sekitar 8% terhadap penggunaan layanan data.

Sementara itu, penurunan trafik terjadi untuk layanan suara dan SMS. Dibandingkan dengan trafik pada hari normal, trafik layanan suara menurun 6% menjadi 1,3 miliar menit, sementara trafik layanan SMS menurun 5% menjadi 659 juta SMS.

“Pergeseran perilaku pelanggan dalam menggunakan layanan sudah kami prediksi sebelumnya, di mana layanan data kini semakin dominan digunakan pelanggan. Meski demikian, pelanggan di beberapa wilayah masih intensif menggunakan layanan suara dan SMS dalam berkomunikasi selama periode Tahun Baru,” ungkap Adita.

Papua dan Maluku menjadi regional yang mengalami kenaikan trafik layanan suara tertinggi dengan peningkatan sekitar 7% dibandingkan hari normal. Sementara itu, wilayah dengan kenaikan trafik layanan SMS tertinggi adalah Kalimantan dengan peningkatan sekitar 22% dibandingkan hari normal.

“Kami bersyukur berbagai persiapan yang kami lakukan selama beberapa bulan terakhir mampu menghasilkan layanan yang prima selama periode pergantian tahun. Bagi kami kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi di momen-momen spesial seperti Tahun Baru amat penting. Kami berupaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar pelanggan semakin nyaman dalam berkomunikasi menggunakan layanan Telkomsel setiap saat,” jelas Adita.

Untuk mengantisipasi lonjakan trafik layanan yang sudah rutin terjadi pada momen pergantian tahun, sejak jauh hari Telkomsel telah memperkuat seluruh elemen jaringan di seluruh Indonesia. Optimalisasi jaringan telah dilakukan di 709 titik keramaian utama seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, tempat wisata, hotel dan tempat penginapan, serta rumah ibadah, termasuk 14 titik yang menjadi prioritas utama pengamanan jaringan dan 13 pusat perbelanjaan yang membutuhkan kualitas layanan broadband yang handal.

Beberapa aktivitas yang dilakukan Telkomsel di antaranya mengerahkan 103 unit compact mobile base station (Combat) atau Mobile BTS dan menambah kapasitas untuk layanan internet menjadi 1.740 Gbps. Dari sisi pelayanan pelanggan, Telkomsel telah menyiagakan 592 Mobile GraPARI (MoGi) dan 359 outlet Siaga yang menyediakan kartu perdana, layanan isi ulang pulsa, serta aktivasi berbagai layanan digital. Pelanggan pun bisa memperoleh layanan di sekitar 430 GraPARI Siaga di seluruh wilayah Indonesia.

Berikut data performansi layanan Telkomsel pada Periode Tahun Baru 2017/2018:
Trafik Layanan

Layanan

Trafik Puncak

Tahun Baru 2017/2018

Perbandingan dengan Trafik Puncak Tahun Baru 2016/2017

Perbandingan dengan Trafik Hari Normal 2017

Data

10,7 petabyte

Naik 151 Persen

Naik 37 Persen

SMS

659 Juta SMS

Turun 28 Persen

Turun 5 Persen

Suara

1,3 Miliar Menit

Turun 9 Persen

Turun 6 Persen

 



Kawal Lonjakan Trafik Malam Tahun Baru, Telkomsel Sudah Operasikan Frekuensi 2,3 GHz

MAJALAH ICT – Jakarta. Melewati momen pergantian tahun, Telkomsel wilayah operasional Area Jabotabek Jabar sukses mengawal lonjakan trafik khususnya layanan data yang didominasi pemanfaatan akses internet, social media, chatting, streaming video, hingga live blogging oleh para pelanggan yang merayakan puncak pergantian tahun 2018 di sejumlah titik keramaian. Selain menguatkan kualitas BTS yang sudah ada, serta menyiagakan tambahan 24 Compact Mobile BTS (COMBAT), di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar juga telah diiimplementasikan 90 BTS dengan teknologi frekuensi TDD (Time Division Duplex) 2,3 Ghz di sejumlah titik perayaan malam tahun baru.

Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel Ririn Widaryani mengatakan “Telkomsel bersyukur dapat mengawal momen pergantian tahun ini dengan sukses dan tanpa kendala yang berarti. Dengan kesiapan jaringan serta ketersediaan produk dan layanan yang telah diantisipasi sejak beberapa waktu sebelumnya, pelanggan di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar dapat dengan nyaman mengakses beragam layanan terdepan Telkomsel serta mengabadikan momen keseruan tahun baru dengan pengalaman yang berbeda.”

Pada momen puncak perayaan tahun baru 2018 ini, Telkomsel Area Jabotabek Jabar mencatat terjadi lonjakan trafik layanan berbasis data hingga 31%, yang seiring dengan dengan semakin kuatnya adopsi layanan berbasis broadband dan digital. Trafik layanan data di terbesar terjadi di wilayah Jabotabek, dengan total pemakaian mencapai 465 TB. Sedangkan di wilayah Jawa Barat peningkatan trafik layanan data mencapai 48%.

Untuk implementasi jaringan berteknologi frekuensi TDD 2,3 GHz dengan kapasitas mencapai 30MHz, sekitar 90 BTS berteknologi terdepan tersebut telah disiagakan di 141 titik keramaian puncak malam tahun baru, seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, alun-alun kota hingga titik transit seperti bandar udara, stasiun, pelabuhan dan terminal. Lonjakan trafik layanan data tertinggi yang menggunakan jaringan BTS TDD 2,3 GHz ini terjadi di wilayah destinasi wisata Taman Impian Jaya Ancol sebesar 55%, Taman Mini Indonesia Indah hingga 51%, dan Alun-alun kota Sumedang yang mencapai 25% dibanding trafik pada hari biasa.

Ririn lebih lanjut menambahkan, secara keseluruhan selama momen perayaan pergantian tahun wilayah destinasi wisata Taman Impian Jaya Ancol menjadi titik dengan total trafik layanan data tertinggi di wilayah Jabotabek, sebesar 7.75 TB. Sedangkan untuk wilayah Jawa Barat, trafik layanan data tertinggi dengan total trafik layanan data mencapai 12 TB terjadi di titik destinasi rekreasi Cipanas, Kota Bunga Bogor.

Antisipasi lonjakan trafik layanan data dengan menyiagakan tambahan 24 COMBAT juga terbukti mampu mengatasi lonjakan kapasitas pemanfataan layanan data berbasis broadand dan digital di sejumlah titik perayaan malam tahun baru. Seperti di wilayah destinasi wisata Pantai Anyer yang mengalami kenaikan trafik mencapai total 519 GB serta Batu Karas dengan total utilisasi sebesar 251 GB.

“Telkomsel terus berkomitmen untuk mengawal kenyamanan pelanggan dalam mengakses beragam keunggulan produk dan layanan terdepan, terutama layanan broadband dan digital. Untuk itu, selain memastikan kesiapan fasilitas jaringan, Telkomsel juga menyiagakan ratusan gerai penjualan di setiap lokasi keramaian, termasuk tetap mengoperasikan 94 titik layanan pelanggan GraPARI seperti hari normal, dengan dua GraPARI beroperasi 24 jam di Jakarta dan Bandung. Kami berharap kesuksesan mengantisipasi lonjakan trafik layanan serta kepastian ketersediaan produk dapat memberikan bukti nyata dalam mengakses beragam layanan terdepan Telkomsel,” pungkas Ririn.

Frekuensi 2,3 GHz baru didapatkan Telkomsel pada Oktober lalu melalui lelang terbuka yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika.

 



E-Commerce akan Jadi Primadona Investasi di 2018

MAJALAH ICT – Jakarta. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan investasi di sektor e-commerce 2018 akan meningkat. Hal ini didorong oleh perkembangan ekonomi digital yang tengah berkembang pesat baik di Indonesia maupun luar negeri. Demikian dikatakan Kepala BKPM Thomas Lembong.

“Arus modal yang masuk ke ekonomi digital, e-commerce begitu gencar sekali. Ini menambah arus modal masuk dan laju pertumbuhan investasi,” kata Thomas Lembong. Lembong di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, menambahkan, sektor e-commerce diprediksi menjadi alternatif lain bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dijelaskan Thomas Lembong, peran dari investasi sektor e-commerce dari keseluruhan total investasi masih sangat kecil. Padahal kontribusinya terhadap pertumbuhan investasi terbilang cukup besar mencapai 60 hingga 80 persen per tahun.

“Untuk sumbangan kontribusi terhadap pertumbuhan cukup besar jadi karena pertumbuhan invetasi di e-commerce 60 sampai 80 persen per tahun meskipun kecil tapi pertumbuhannya luar biasa. Jadi kontribusi terhadap pertumbuhan sangat besar,” jelas dia.

Selain e-commerce, BKPM memperkirakan sektor pariwisata akan menarik minat investasi pada tahun ini. Setiap tahunnya sektor investasi di pariwisata tumbuh antara 35 sampai dengan 45 persen.

“Investasi ke sektor jasa potensinya paling besar, misalnya pendidikan. Makanya Bapak Presiden gencar mau menderegulasi, membuka sektor universitas, karena pasti banyak yang investasi dan banyak yang mau,” katanya.

 



Presiden Jokowi: BSSN Sangat Penting untuk Antisipasi Perkembangan Dunia Siber

MAJALAH ICT – Jakarta. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 133 Tahun 2017 mengenai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadikan lembaga tersebut berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden setelah sebelumnya berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Peraturan perubahan tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 16 Desember 2017.

Terkait hal ini, Kepala Negara menyebut bahwa perubahan tersebut diperlukan dalam rangka penguatan peran dan fungsi BSSN ke depannya.

“Ini adalah sebuah badan yang sangat penting dan ke depannya sangat diperlukan oleh negara terutama dalam mengantisipasi perkembangan dunia siber yang pertumbuhannya cepat sekali,” ujarnya usai menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Sudirman Baru, Selasa, 2 Januari 2018.

Dengan pertimbangan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pemerintah memandang perlu melakukan perubahan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara.

Atas pertimbangan tersebut, pada 16 Desember 2017, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017 tentang Badan Siber dan Sandi Negara (tautan: Perpres Nomor 133 Tahun 2017).

Dalam perubahan ini ditegaskan, BSSN adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden (sebelumnya melalui Menko Polhukam), dan dipimpin oleh Kepala.

Selain itu, dalam perubahan ini organisasi BSSN terdapat jabatan baru Wakil Kepala yang merupakan unsur pimpinan, dan mempunyai tugas membantu Kepala.

“Wakil Kepala bertanggung jawab kepada Kepala,” bunyi Pasal 5A ayat (2) Perpres ini.

Terkait dengan perubahan-perubahan tersebut, maka Pasal 36 Perpres tentang BSSN berubah menjadi: “Kepala BSSN menyampaikan laporan kepada Presiden mengenai hasil pelaksanaan tugas pemerintahan di bidang keamanan siber secara berkala atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan” (sebelumnya kepada Presiden melalui Menko Polhukam).

Menurut Perpres ini, Wakil Kepala, Sekretaris Utama, dan Deputi merupakan jabatan struktural eselon I.a atau jabatan pimpinan tinggi madya.

“Wakil Kepala, Sekretaris Utama, dan Deputi diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Kepala sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyi Pasal 47 Perpres ini.

Dalam Perpres ini ditegaskan, Kepala BSSN diberikan hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

“Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal II Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 16 Desember 2017 itu.