Friday, 2 March 2018

Gelar RUPSLB, MKNT Target Rampungkan Pembangunan Ekosistem Digital di 2018

MAJALAH ICT – Jakarta. Perusahaan telekomunikasi berbasis digital PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlokasi di kantor pusat MKNT di Gedung AXA Tower lantai 42, Jakarta. Agenda utama yang menjadi bahasan dalam RUPSLB ini adalah pengumuman rangkap jabatan sementara untuk Direktur Utama Jefri Junaedi yang kini resmi menjabat sebagai Direktur Keuangan MKNT.

Penunjukan tersebut didasarkan pada rekomendasi yang diberikan oleh Komite Nominasi & Remunerasi yang sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Pasca pengumuman RUPSLB, Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi mengungkapkan apresiasinya atas kinerja dan prestasi yang diberikan oleh Direktur Keuangan terdahulu untuk Perseroan. “Selama dua tahun Bapak Setiawan bergabung dengan MKNT, telah banyak tantangan dan pengalaman berharga yang beliau hadapi bersama dengan kami. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi sedalam-dalamnya kepada beliau atas kerja kerasnya dalam membangun MKNT,” ucap Jefri.

Posisi sebagai Direktur Keuangan akan dirangkap dengan posisi Direktur Utama MKNT sampai penetapan direksi definitif. Saat ini, jajaran direksi MKNT berdasarkan hasil RUPSLB Maret 2018 adalah sebagai berikut:

1. Direktur Utama merangkap Direktur Keuangan, Jefri Junaedi

2. Direktur, Roby Tan

3. Direktur Marketing dan Sales, Ivan Ekancono

4. Direktur Independen, Syarif Syarial Ahmad

Tahun 2018 dijadikan MKNT kian menunjukkan kompetensinya di bidang distribusi pulsa tanah air. Memegang lebih dari 15 kluster dengan total 150.000 mitra, MKNT menargetkan untuk memanfaatkan layanan digital guna memperkuat kinerja Perseroan. Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi menyatakan, tahun ini merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan cita-cita Perseroan dalam hal optimalisasi teknologi untuk mendukung efisiensi bisnis.

“Kami menilai tahun 2018 menyimpan prospek bisnis yang sangat potensial. Industri dan penggunaan smartphone yang semakin tinggi akan meningkatkan kebutuhan masyarakat pada komunikasi. Untuk itu, MKNT telah menyiapkan strategi untuk dapat membantu UMKM siap memenuhi kebutuhan komunikasi tersebut. Kami menargetkan agar tahun ini segala persiapan untuk membangun ekosistem digital di internal perseroan bisa segera rampung dan direalisasikan,” tutur Jefri.

Berdiri sejak tahun 2008, MKNT memiliki bisnis utama di bidang distribusi pulsa dan starter pack untuk produk Telkomsel di Jawa, Bali dan Sumatera. Perseroan bekerjasama dengan operator telekomunikasi PT Telkomsel Indonesia Tbk dalam mendistribusikan voucher isi ulang dengan Produk Ponsel Perseroan, maupun dijual secara retail langsung kepada pengguna. Secara spesifik, MKNT mengantungi kurang lebih 95% pendapatannya dari bisnis pulsa dan penjualan terbesar untuk gadget berasal dari merk Samsung, Oppo, dan Huawei. Dari sisi kemitraan, MKNT menargetkan untuk meningkatkan jumlah mitra sebesar 16,67 persen atau menjadi 175.000 mitra. Baru-baru ini, MKNT telah meresmikan penambahan outlet baru di daerah Pondok Gede, Jakarta Timur.

“Sebagai perusahaan yang selalu bersentuhan dengan teknologi, MKNT ditantang untuk terus giat berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan. Karenanya kami berharap, dengan dibangunnya ekosistem digital di dalam perusahaan, hal ini bisa menjadi pembuka jalan bagi kami untuk terus melihat peluang-peluang bisnis baru yang mendatangkan profit lebih tinggi untuk Perseroan,” lanjutnya.

Sepanjang kuartal ketiga tahun 2017, MKNT sukses mencatatkan laba bersih Rp 37,2 miliar, meningkat dari Rp 2,29 miliar atau naik sebesar 1524,45 persen jika dibandingkan dengan laba bersih pada akhir Desember 2016.

 



5 Catatan Ketika Kamu Tidak Mau Pura-Pura Kuat dan Memilih Menyerah dengan Baik-Baik

Tidak, kamu tidak mesti berkoar-koar tentang segala masalah dan keluhanmu di media sosial. Tetapi, kamu juga tidak mesti berpura-pura kalau […]

from Rosediana Diary http://ift.tt/2FKj53T
via IFTTT

Thursday, 1 March 2018

Penuhi TKDN, Vivo Smartphone Luncurkan Seri Terbaru

MAJALAH ICT – Jakarta. Vivo Smartphone digadang-gadang akan mengeluarkan produk terbaru mereka dalam waktu dekat. Rumor ini diperkuat dengan dikeluarkannya sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) PT Vivo Mobile Indonesia oleh Kementerian Perindustrian. Dalam laman tersebut disebutkan tipe Vivo 1722 dan Vivo 1723 memperoleh tingkat TKDN sebesar 30,98%. Artinya, kedua tipe Vivo Smartphone ini layak untuk dipasarkan di Indonesia.

Resminya bakal calon produk terbaru Vivo Smartphone mengantongi sertifikasi TKDN ini pun telah diunggah blogger pengamat teknologi, Ary Mozta. Dalam jejaring sosial twitter miliknya, ia mengunggah sertifikat TKDN yang telah diterima Vivo Smartphone pada 15 Februari 2018 lalu. Namun belum pasti seri apakah yang nanti akan diluncurkan, pasalnya Ary pun tidak menjelaskan spesifikasi kedua tipe Vivo Smartphone tersebut.

Satu hal yang pasti, rumor ini turut menyita perhatian publik “Menjadi menarik melihat apa yang akan dirilis Vivo Smartphone untuk pasar Indonesia selanjutnya mengingat Layar dengan bezel tipis dan rasio ‘kekinian’ tengah menjadi tren. Semoga Generasi penerus Vivo V7 dapat memberikan peningkatan dari berbagai fitur dan spesifikasi” ungkap Wiku Baskoro, Editor in Chief segmen lifestyle DailySocial.id mengenai kemungkinan produk terbaru Vivo Smartphone. Jadi apakah benar Vivo Smartphone akan meluncurkan seri terbarunya? Nampaknya kita masih harus bersabar ya menunggu kepastian resmi dari Vivo Smartphone.

 



Memasuki Era Perangkat Rumah Pintar bersama Candy

MAJALAH ICT – Jakarta. Setelah sukses diluncurkan di Singapura pertengahan tahun lalu, brand perangkat rumah elektronik terkemuka asal Italia Candy kini siap meramaikan pasar perangkat rumah elektronik di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, brand yang berdiri sejak tahun 1945 ini, akan hadir di Indonesia dengan rangkaian produk generasi baru yang seluruhnya telah terkoneksi dengan internet, di antaranya adalah mesin cuci interaktif Bianca dan Watch & Touch Oven. Untuk memulai langkahnya di Indonesia Candy Group menggandeng PT Berkat Andijaya Elektrindo (BAE) sebagai distributor tunggal.

Ditemui di acara Candy Brand Launching di Jakarta, General Manager Overseas Operations, Executive Board Member Candy Group Marco Corno mengungkap optimismenya bahwa keunggulan teknologi Candy akan diterima dengan baik oleh pasar perangkat rumah elektronik di Indonesia. “Pada tahun 2014, kami adalah perusahaan pertama yang meluncurkan rangkaian produk perangkat rumah yang terkoneksi Wi-Fi. Dialog berkesinambungan dan pertukaran informasi yang intensif dengan pelanggan telah membantu kami mengumpulkan data-data penting tentang interaksi konsumen dengan perangkat rumah elektronik. Tentu saja, hal ini bermanfaat untuk mengembangkan produk dan mempelajari ekspektasi mereka terhadap produk-produk generasi baru,” papar Marco Corno.

Memiliki sebuah hunian yang nyaman serta aman adalah impian semua orang. Di era di mana teknologi telah mengambil peranan di berbagai aspek dalam kehidupan manusia, hunian juga tidak ketinggalan mendapatkan manfaat peranan teknologi ini — menjadikan “rumah pintar” sebuah produk yang cukup dinikmati. Rumah masa depan akan berisi produk-produk yang terkoneksi internet dan dilengkapi kemampuan membuat hidup lebih mudah, lebih ringkas dan lebih nyaman. Di Eropa, produk-produk Candy telah menjadi pemimpin pasar dengan kemampuannya memadukan inovasi dan kemudahan penggunaan, sehingga menyederhanakan dan meningkatkan kualitas kehidupan pengguna.

Sejak tahun 2014, Candy memperkenalkan teknologi Simply-Fi, sebagai aplikasi tunggal pertama yang mengontrol produk-produk perangkat rumah elektronik yang terkoneksi dengan Wi-Fi. Sekarang, Simply-Fi telah semakin canggih dengan kemampuan pengaturan jarak jauh dengan proximity technology yang mudah digunakan dan benar-benar mempermudah hidup penggunanya. Saat ini, Candy Group adalah perusahaan perangkat rumah elektronik di dunia yang seluruh rangkaian produknya telah terkoneksi dengan internet.

“Menjadi yang pertama dalam mengembangkan produk unik dan inovatif telah berakar dalam DNA Candy yang selalu berusaha mempermudah kehidupan konsumen dengan terus menerus menghadirkan produk inovatif dan user-friendly. Hal ini membuat kami selalu mampu mengantisipasi revolusi teknologi di pasaran,” ungkap Marco Corno menambahkan.

Desain produk-produk Candy sendiri berfokus pada Smartness sebagai value utamanya. Bagi Candy, ‘Smart’ diterjemahkan dengan menawarkan perangkat rumah pintar yang dirancang sebagai solusi praktis untuk menjawab kebutuhan konsumen. Hasilnya adalah produk-produk ikonik dengan dimensi ramping dan fitur-fitur yang dibuat sesuai keinginan konsumen, serta desain produk yang mewakili esensi dan karakter brand asal Italia.

Memulai langkah besarnya di Indonesia, Candy akan memperkenalkan dua produk unggulannya, yaitu Bianca, mesin cuci pertama yang memiliki intuisi dan fitur-fitur unggul yang mudah digunakan. Bianca akan mendengarkan dan memahami kebutuhan penggunanya, serta menjalankan program yang paling efektif dan cocok sesuai dengan kebutuhan spesifik pencucian. Untuk pertama kalinya, Anda bisa bicara dengan mesin cuci melalui ponsel pintar (smartphone) menggunakan fungsi ‘Talking Bianca’. Dengan dialog yang alami dan interaksi yang cerdas, Bianca memahami kebutuhan individual dan membantu pengguna memilih program pencucian yang tepat, merekam kebiasaan mencuci dan menyediakan tips mencuci yang bermanfaat.

Ditemui di acara yang sama, Overseas Distributors Commercial Director Candy Group Carlos Carneiro memaparkan lebih jauh keunggulan Bianca. “Mesin cuci dari Candy, akan berfungsi sebagai asisten pribadi pertama yang mengambil alih peran Anda dalam mencuci. Teknologi Mix Power Jet Plus akan memberi solusi mencuci yang cepat, efisien dan ekonomis dan memberikan hasil cuci terbaik untuk seluruh pakaian Anda, tanpa perlu lagi menuangkan deterjen langsung ke pakaian Anda karena teknologi Mix Power System+ CANDY yang telah dipatenkan dapat mencampur sedikit demi sedikit air dan deterjen ke pakaian untuk hasil sempurna dalam waktu yang singkat,” papar Carlos Carneiro.

Intuisi Bianca tidak hanya diterjemahkan dengan kemampuannya berdialog dengan cerdas, tetapi juga menghadirkan kreativitas khas Italia yang bisa diaktifkan dan dikombinasikan dengan satu sentuhan untuk semua program dan pilihan. Kehadiran Bianca memperkaya rangkaian produk terkoneksi dari Candy, plus Candy simply-Fi App yang memungkinkan pengaturan jarak jauh melalui smartphone, bahkan kemampuan mengakses berbagai program pencucian, mengontrol konsumsi dan memberi notifikasi yang berguna bagi perawatan mesin cuci.

Candy Watch & Touch Oven dilengkapi dengan full-touch door display, menandai terobosan di pasar oven dalam hal inovasi dan kemampuan mengelola momen-momen pengolahan makanan dengan sentuhan sederhana.

“Pintu oven seluruhnya berfungsi sebagai command panel dengan layar 19 inci yang mengontrol dan mengawasi setiap tahap pemasakan. Kamera pintu yang terintegrasi, akan memberikan gambar dekat dari seluruh proses memasak Anda tanpa harus membuka pintu oven. Anda dapat melihat dan mengawasi proses memasak, waktu yang tersisa, suhu di dalam, dan semua prosedur lewat layar. Teknologi Candy simply-Fi connectivity juga memudahkan pengguna untuk mengamati proses memasak dari jarak jauh menggunakan tablet atau ponsel pintar (smartphone),” papar Carlos Carneiro menjelaskan.

Memasak tidak pernah semudah ini. Pengguna juga bisa memanfaatkan video resep yang bisa ditonton di pintu oven, sehingga pengguna bisa mendapatkan “live teaching” untuk mengikuti tahap demi tahap memasak. Oven ini juga sudah dirancang untuk mewujudkan masakan sesuai resep, sehingga menjamin hasil terbaik dan mengurangi kegagalan memasak.

Candy Watch & Touch Oven adalah pilihan high-end dengan fitur-fitur premium dan desain ikonik. Dengan kapasitas ruang hingga 78 lt dan multifungsi, memungkinkan pengguna memasak menu hingga 5 tahap pemasakan dengan hasil mengagumkan. Dengan produk ini, Candy mengekspresikan karakter brand Italia seperti, kreativitas dan style layaknya cita rasa asli Italia.

Di Indonesia, Candy siap bersaing dengan menawarkan produk perangkat rumah elektronik dengan kemampuan terkoneksi yang mempermudah penggunaannya. Selain itu, produk-produk Candy juga terus menerus melakukan penyempurnaan dengan beradaptasi pada kebutuhan konsumen dan komitmen memberikan level layanan yang lebih baik.

Ditemui di acara yang sama, Andy Arif Widjaja, Managing Director PT Berkat Andijaya Elektrindo dan Distributor Tunggal Candy di Indonesia mengakui bahwa saat ini, konektivitas telah memasuki seluruh aspek kehidupan kita dan akan terus berkembang. “Dengan alasan ini, kami optimis bahwa perangkat rumah elektronik dengan konsep simple and smart living yang ditawarkan oleh Candy akan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin digital-savvy dan terkoneksi dengan internet,” ungkap Andy Arif Widjaja.

 



Ruckus memperkenalkan IoT Suite untuk Memungkinkan Jaringan Akses IoT yang Aman

MAJALAH ICT – Jakarta. Ruckus Networks, perusahaan dari ARRIS, mengumumkan Ruckus IoT Suite, yang memungkinkan organisasi untuk membangun jaringan akses IoT yang aman dengan mudah yang mengkonsolidasikan beberapa jaringan IoT lapisan fisik ke dalam sebuah jaringan tunggal. Lebih lanjut, Ruckus IoT Suite meningkatkan kecepatan waktu pengembalian investasi (return on investment/ROI) dan mengurangi biaya penyebaran dengan cara memungkinkan penggunaan infrastruktur umum antara jaringan area lokal nirkabel (Wireless Local Area Network/WLAN) dan jaringan akses IoT.

Menurut perusahaan riset pasar IDC, infrastruktur tepi IoT muncul sebagai domain pertumbuhan pokok dan prioritas perusahaan untuk mendukung ruang aplikasi IoT yang sedang berkembang. Dalam pasar infrastruktur tepi IoT – yang diperkirakan mencapai hampir $3,4M pada tahun 2021 – peralatan jaringan adalah segmen dengan pertumbuhan tercepat, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) mencapai lebih dari 30%, yang didorong oleh kebutuhan akan kontinuitas aplikasi dan kinerja tinggi ditambah dengan konektivitas yang andal dan aman.

“Penyebaran jaringan IoT yang aman dalam perusahaan belum digunakan karena pasar yang terpecah dengan solusi titik sebagai aplikasi satu kali atau kasus penggunaan,” tutur Rohit Mehra, wakil presiden, infrastruktur jaringan, IDC. “Jaringan akses IoT multi-standar yang mendayagunakan kemampuan perangkat keras, perangkat lunak dan keamanan yang ada adalah suatu keharusan bagi kebanyakan organisasi untuk menyebarkan IoT. Ruckus IoT Suite mengatasi seluk-beluk ini dan merupakan langkah awal yang baik untuk memungkinkan peluncuran jaringan IoT multi-mode yang lebih luas.”

“Organisasi melihat lebih jauh pada IoT untuk membantu meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan pendapatan dan memperkaya pengalaman pelanggan, namun kemampuan mereka untuk melakukannya dibatasi oleh jaringan IoT mandiri saat ini,” kata Dan Rabinovitsj, presiden, Ruckus Networks. “Ruckus menangani pasar dengan menyediakan solusi penting antara dunia sensor, kamera dan hal-hal dalam dunia big data dan analisis.. Kami tidak hanya menemukan fragmentasi pada lapisan PHY, kami telah menciptakan API terbuka untuk cloud publik dan swasta yang memungkinkan integrasi yang mudah dan aman dengan berbagai mitra.”

Membangun Jaringan Akses IoT Terkonsolidasi

Jaringan akses IoT harus mengkonsolidasikan beberapa teknologi akses sambil memungkinkan kemampuan penyediaan, pengelolaan dan keamanan yang ditemukan dalam jaringan berbasis IP modern. Jaringan semacam itu harus memfasilitasi komunikasi antar titik akhir dan menyediakan integrasi dengan perangkat lunak dan layanan analisis. Ruckus IoT Suite terdiri dari Ruckus IoT-ready access points (APs) atau Titik Akses IoT Ruckus, Ruckus IoT Modules atau Modul IoT Ruckus, Ruckus SmartZone Controller atau Pengontrol SmartZone Ruckus, dan Ruckus IoT Controller atau Pengontrol IoT Ruckus.

Masalah keamanan merupakan faktor utama terhadap penundaan penyebaran solusi IoT. Ruckus IoT Suite mangatasi masalah tersebut melalui pendekatan multi lapis, termasuk sertifikat digital, isolasi lalu lintas, keamanan fisik dan enkripsi.

Perusahaan dan organisasi yang menerapkan IoT harus mengurangi waktu pengembalian modal dan meningkatkan ROI untuk membenarkan penyebaran. Dengan menetapkan kebijakan solusi inter-IoT dengan teknologi operasional dan teknologi pelanggan terdepan dalam industri, organisasi penyedia solusi bisa lebih cepat menyadari keuntungan dari investasi IoT. Dengan menggunakan jaringan akses IoT Ruckus dan solusi dari mitra ekosistem IoT Ruckus, pihak hotel, sekolah dan universitas, dan kota cerdas memperoleh manfaat dengan cara meningkatkan pengalaman pengguna akhir.

“Sebagai produsen kunci terkemuka di dunia yang memungkinkan kunci cerdas dan terhubung untuk pelaku bisnis perhotelan, sehingga memungkinkan para tamu untuk membuka kamar dengan cepat dan mudah dengan menggunakan kartu kunci atau perangkat seluler, kami menyediakan kunci berbasis jaringan dengan kemampuan online yang memaksimalkan pengoperasian, layanan tamu dan keamanan,” ujar Cris Davidson, wakil presiden utama, ASSA ABLOY Hospitality. “Perusahaan dapat melanjutkan misinya untuk menyediakan solusi keamanan yang ditingkatkan bagi industri perhotelan dengan bermitra bersama perusahaan yang memiliki pemikiran yang sama yang terus berupaya meningkatkan dan merampingkan teknologi untuk meningkatkan keamanan hotel. Kami sangat bersemangat untuk bergabung dengan Ruckus Networks untuk memungkinkan konektivitas online yang aman ini untuk kunci pintu kami dari Ruckus IoT Suite terbaru.”

“IoT memungkinkan kota dan bisnis beroperasi secara lebih efisien, memberikan layanan inovatif dan memungkinkan model bisnis baru,” kata Von Cameron, wakil presiden, Amerika, Actility. “Kolaborasi kami dengan Ruckus Networks, menggabungkan platform konektivitas ThingPark IoT dengan Suite IoT baru mereka, menyediakan platform yang mudah digunakan yang memungkinkan organisasi berbagai skala untuk menghubungkan perangkat cerdas dan hemat biaya dengan jaringan LoRaWAN. Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Ruckus dan memungkinkan model penyebaran baru yang inovatif dan hemat biaya, yang akan mempercepat penyebaran ekosistem pelanggan yang besar dan berkembang pesat dalam solusi LoRaWAN Actility.”

“Kolaborasi kami memungkinkan pengguna IoT mengalami integrasi yang lancar antara IoT dan platform analisis serta perangkat tepi IBM yang didukung oleh IoT Suite dari Ruckus,” tutur Bernard Kufluk, manajer produk platform IoT Watson, IBM. “Kini pengguna dapat mengambil data dari berbagai perangkat tepi, yang berjalan di jaringan IoT Ruckus. Kemudian data tersebut dapat dianalisis langsung menggunakan IoT Edge Analytics dari Watson, yang terintegrasi dengan Ruckus IoT Suite dan cloud. Kami menantikan kelanjutan kolaborasi yang kuat ini.”

 



Setelah India, WhatsApp akan Berikan Layanan Keuangan di Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. WhatsApp lewat versi beta sedang menguji fitur transfer uang di India dengan tujuan meluncurkan “produk dengan fitur lengkap”, National Payment Corporation of India (NPCI) mengumumkan. Setelah India, WhatsApp dikabarkan juga akan memberikan layanan serupa di pasar Indonesia.

Di India, layanan yang diberikan tersebut menggunakan nomor telepon pelanggan yang terhubung ke rekening bank untuk memungkinkan pembayaran dan merupakan perampokan pertama WhatApp ke transfer uang.

India adalah salah satu pasar terbesar WhatsApp, dengan lebih dari 200 juta pengguna. Peluncuran beta akan memiliki “basis pengguna terbatas sebesar 1 juta dan rendah per batas transaksi,” kata pernyataan NCPI, menambahkan empat bank akan terlibat untuk membantu distribusi beban transaksi antar bank. Saat ini, bank ICICI terbesar ketiga di India memproses transfer dana ke WhatsApp.

Pasar pembayaran mobile India menjadi semakin kompetitif. Berita tentang fitur pembayaran WhatsApp hadir bersamaan dengan layanan pembayaran Google Tez di negara ini mendapatkan pembaruan besar yang memungkinkan pengguna membayar tagihan utilitas dan lainnya.

Platform terbesar di India adalah homegrown one – Paytm. Didukung oleh Alibaba dan SoftBank, perusahaan ini mengkhawatirkan layanan WhatsApp.

Menurut laporan media, pendiri Paytm Vijay Shekhar Sharma mengatakan bahwa Facebook Facebook WhatsApp “secara terbuka menjajah sistem pembayaran kami dan menyesuaikan UPI dengan keuntungan mereka.”

Indonesia disebut-sebut merupakan pasar lebih menjanjikan daripada India. Dengan penggunaan WhatsApp yang cukup besar, dan kecenderungan kenaikan penggunaan teknologi finansial, hanya soal waktu layanan keuangan WhatsApp akan hadir di tanah air.

 



Menkominfo Jadi Saksi Kerja Sama Lazada dan Bank BRI

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Lazada dan Bank BRI untuk meningkatkan skala bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Ia menginginkan kerja sama antara platform marketplace dan bank itu mampu menarik minat para pelaku usaha baru dan dapat membantu UMKM mengetahui kebutuhan pasar ekonomi digital saat ini.

“Sekarang atau nanti, suka tidak suka, sistem harus kita ubah dari Business to Consumer (B2C) System menjadi Consumer to Consumer (C2C) System, sehingga pemerintah membutuhkan pelaku usaha baru agar UMKM ini bisa terus berkembang,” paparnya usai penandatanganan Nota Kesepahaman Lazada dan BRI dalam Acara #UpgradeUKM 2018 di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta.

Menurut Menteri Kominfo, pemerintah tidak bisa menolak perusahaan asing yang ingin memperluas pasar dengan melakukan kerja sama dengan perusahaan di Indonesia. Bahkan menurutnya, melalui kerja sama itu, Indonesia memiliki kesempatan memperluas pasar ekonomi digital.

“Kami meminta bantuan Lazada untuk membantu aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia dengan melakukan survei mengenai produk apa yang sedang dibutuhkan saat ini agar dapat dicarikan UMKM yang sesuai sehingga mampu menambah nilai jual ekspor,” tambahnya.

Kolaborasi Lazada dan BRI dinilai merupakan bentuk kesamaan visi untuk mendorong UMKM binaan menjadi technopreneurs di dunia e-Commerce.  “Pertumbuhan ekonomi digital sudah sangat luar biasa dengan kombinasi antar 4 unicorn terbesar di Indonesia yaitu Go-Jek, Tokopedia, Traveloka dan Buka Lapak. Apresiasi pasar sudah berubah, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” pungkasnya.

Acara #UpgradeUKM 2018 dihadiri oleh Co-CEO Lazada Indonesia Florian Holm, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BRI Sis Apik Wijayanto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Tjahya Widayanti dan juga didukung oleh BRI, NinjaXpress, Koinworks, Emerhub, Investree, Sun Fish, dan Sooca Photo.