Friday, 6 April 2018

Gadjian dan digibank by DBS Kolaborasi Co-Marketing

MAJALAH ICT – Jakarta. Startup penyedia aplikasi penggajian dan pengelolaan SDM Gadjian kembali mengumumkan kolaborasi terbarunya dengan pihak perbankan, kali ini dengan produk digibank by DBS. Kolaborasi co-marketing antara Gadjian dan digibank by DBS memungkinkan perusahaan-perusahaan pengguna Gadjian dapat menikmati layanan aplikasi Gadjian maupun aplikasi pencatatan absensi Hadirr dengan biaya lebih murah jika mereka mengunduh dan mengaktifkan aplikasi digibank di smartphone mereka.

Komitmen digibank by DBS memberikan pengalaman beraktivitas perbankan yang lebih mudah dan menyenangkan bagi para nasabah, khususnya millenials sehingga mereka bisa Live More, Bank Less diejawantahkan dengan kolaborasi dengan ekosistem startup Gadjian.

Kolaborasi antara Gadjian dan digibank merupakan kolaborasi kedua Gadjian dengan pihak perbankan, setelah sebelumnya platform penggajian ini mengumumkan integrasi dengan Mandiri Cash Management terkait pembayaran gaji karyawan.

“Kerja sama dengan digibank merupakan salah satu bentuk inovasi kami untuk memberi manfaat lebih bagi pengguna platform Gadjian dan Hadirr,” ujar Afia R Fitriati, CEO dan Co-founder Gadjian dan Hadirr. “Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberi contoh tentang kerja sama yang saling menguntungkan antara pemain industri perbankan dan pemain industri startup digital.”

Dalam kerja sama ini, setiap perusahaan pengguna ataupun calon pengguna aplikasi Gadjian dan Hadirr akan mendapatkan diskon penggunaan aplikasi Gadjian atau Hadirr jika karyawan mereka mengunduh aplikasi digibank dengan kode promo khusus. Diskon akan semakin besar jika jumlah karyawan yang mengaktivasi aplikasi digibank semakin banyak.

Leonardo Koesmanto, Executive Director – Head of Digital Banking, PT Bank DBS Indonesia menambahkan, “Memberikan pengalaman perbankan yang jauh lebih mudah, nyaman, menyenangkan dan sesuai dengan ritme gaya hidup konsumen digibank adalah prioritas utama kami. Semakin banyak aspek kehidupan millennials yang terjadi dalam kemudahan genggaman smartphone mereka, termasuk aspek gajian maupun absensi. Kami harap pengguna aplikasi digibank by DBS serta Gadjian bisa Live more, Bank less dengan semakin seamlessnya input maupun output keuangan mereka.”

Pihak Gadjian maupun pihak digibank sepakat bahwa di masa yang akan datang, kolaborasi ini dapat berkembang ke pengembangan fitur maupun bentuk-bentuk kolaborasi lainnya.

Menurut EY Fintech Adoption Index 2017 yang disusun oleh firma konsultansi Ernst & Young, kolaborasi dengan para pemain industri digital –khususnya fintech– merupakan strategi yang harus diadopsi oleh para pemain industri perbankan agar terus dapat bersaing di era percepatan teknologi.



Permatabank dan Line Today Dorong Gerakan #CountMEin

MAJALAH ICT – Jakarta. Bertempat di Glass House Level 8, The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, PermataBank bersama dengan LINE TODAY meluncurkan gerakan #CountMEin yang diwujudkan dalam bentuk single dan video movement Money Honey #CountMEin oleh Dipha Barus dan Monica Karina. Gerakan ini merupakan bagian dari inisiatif #BicaraUang oleh PermataBank yang bertujuan untuk meningkatkan literasi finansial di kalangan millennials. Inisiatif tersebut secara luas memiliki tujuan untuk memberikan edukasi kepada generasi millennials tentang pentingnya menikmati hidup di era yang serba digital ini tanpa harus khawatir tentang keuangan mereka.

#CountMEin adalah statement untuk mereka yang berani bilang “IYA” di tiap peluang dan tantangan, apa pun yang terjadi. Saatnya menentukan masa depan sendiri dan menjawab semua tantangan untuk memenuhi gaya hidup saat ini, sambil menata kesiapan finansial masa depan. Karena hidup hanya sekali, jadikan lebih berarti!

Dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa masyarakat kini semakin dimanjakan oleh berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi canggih, PermataBank bersama dengan LINE TODAY melakukan kolaborasi dengan Dipha Barus untuk menciptakan sebuah gerakan melalui musik. PermataBank dan LINE TODAY menyadari bahwa musik adalah salah satu media yang sangat efektif digunakan untuk berekspresi, dan media yang sangat dekat dengan generasi millenials. Lewat gerakan #CountMEin, PermataBank dan LINE TODAY ingin memberikan sudut pandang baru kepada kalangan millennials bahwa banyak cara untuk menikmati hidup di era digital ini tanpa harus kehilangan kendali atas persoalan finansial mereka.

Hadir dalam peluncuran gerakan #CountMEin yang dikemas dalam suasana casual ini diantaranya adalah Ivy Widjaja – Head of Customer Segmentation and Marketing PermataBank, Febriamy Hutapea – Head of Partnership LINE TODAY, Dipha Barus – DJ & produser electronic dance music terkemuka Indonesia, senior manajemen PermataBank & LINE Today serta para jurnalis.

Ivy Widjaja, Head of Customer Segmentation and Marketing PermataBank mengatakan, “melalui single dan gerakan #CountMEin ini, kami sangat berharap dapat membantu generasi muda Indonesia untuk secara perlahan namun pasti, termotivasi untuk senantiasa memiliki sikap positif terhadap tantangan apapun yang mereka hadapi di era modern ini. Gerakan ini juga merupakan bukti komitmen PermataBank sebagai salah satu bank nasional yang turut mendukung gerakan literasi finanasial Indonesia melalui makna dari single #CountMEin. Komitmen ini pun kami tunjukkan melalui penyediaan produk-produk perbankan yang sangat mengerti gaya hidup masyarakat saat ini. Kami dengan sangat bangga menghadirkan produk-produk perbankan, untuk para masyarakat, terutama anak muda untuk dapat terus menunjukan eksistensinya tanpa harus lupa untuk menikmati hidup.”

Gerakan #CountMEin sebelumnya telah disebarluaskan melalui berbagai teaser di media sosial, seperti #CountMEin video challenge yang dapat diikuti oleh masyarakat luas. Dengan mem-posting video #CountMEin versi mereka, masyarakat dapat berbagi cerita mengenai cara unik mereka dalam menikmati hidup, sekaligus berlomba untuk mendapatkan rewards menarik setiap harinya dari PermataBank dan LINE TODAY. #CountMEin video challenge telah mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para penggiat media sosial.

Okta Wiguna, Lead of LINE TODAY Indonesia mengatakan, “Kami sangat bangga terlibat dalam gerakan #CountMEin dengan PermataBank di mana kami menjadi platform eksklusif untuk peluncuran music video “Money Honey” dari Dipha Barus. Program ini sejalan dengan komitmen LINE TODAY untuk memberikan konten yang positif, menginspirasi dan mengedukasi masyarakat Indonesia. Dengan mayoritas pembaca LINE TODAY yang merupakan generasi millenials, kami berharap program ini bisa dipahami dengan mudah dan membuat mereka lebih sadar pentingnya pengaturan keuangan sejak dini serta memotivasi untuk meraih mimpi mereka.”

Disamping itu, melalui single terbarunya, Dipha Barus berharap dapat memberikan motivasi lebih kepada generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman mereka dan mendapatkan apa yang mereka mau dengan memanfaatkan gaya hidup yang sudah serba digital. Single Money Honey #CountMEin pertama kali dirilis pada 30 Maret 2018 lalu. Single tersebut sudah terlebih dahulu diputarkan oleh berbagai platform musik dan stasiun radio Indonesia, dan juga telah didengarkan oleh lebih dari 150 ribu pendengar.

 



RI Berpotensi Kembangkan IKM dengan Teknologi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM) yang terintegrasi dengan teknologi digital di tengah menghadapi era revolusi industri keempat. Apalagi, berdasarkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0, aspek penguasaan teknologi akan menjadi penentu utama keberhasilan dalam implementasi Industri 4.0 yang akan memberikan arah yang jelas bagi pergerakan Indonesia di masa depan.

“Dalam kegiatan penumbuhan dan pengembangan IKM nasional melalui teknologi digital, Kementerian Perindustrian telah membuat e-Smart IKM.,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih ketika menjadi narasumber pada Indonesia Industrial Summit 2018 di Jakarta.

Sejak diluncurkan e-Smart IKM pada akhir 2016, nilai transaksi di marketplace tersebut telah melebihi Rp320 juta yang didominasi berasal dari komoditas makanan dan minuman, logam, furnitur, kerajinan, fesyen, herbal, serta produk industri kreatif lainnya.

“Dalam upaya mendorong pelaku IKM kita terlibat di e-Smart IKM, kami telah melaksanakan workshop agar mereka dibekali pelatihan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya,” jelas Gati. Pada tahun 2017, sebanyak 1.730 IKM telah mengikuti lokakarya e-Smart IKM, yang ditargetkan tahun 2018 dapat menggandeng 4.220 IKM dan 2019 mencapai 10 ribu IKM di seluruh Indonesia.

Selain itu, pembinaan dalam program e-Smart IKM juga meliputi pemantauan data performansi setiap pelaku usaha yang telah tergabung dalam e-Smart IKM. “Nantinya hasil yang didapat akan terlihat berapa jumlah pelaku IKM yang sukses dalam transaksinya atau menjadi champion, dan mereka yang belum sukses dalam transaksinya, bahkan di-suspend,” imbuhnya.

Bagi mereka yang telah sukses, menurut Gati, pihaknya akan memberikan fasilitasi agar mereka dapat mengakses pasar yang lebih luas. “Akses pasar akan diberikan hingga ke pasar global. Untuk itu, kami memfasilitasi pengembangan produk sesuai standar global dan juga diikuti sebagai peserta pameran internasional,” tuturnya.

Bahkan, mereka pun berpeluang untuk menjadi reseller produk-produk IKM lain, yang diharapkan kisah suksesnya menjadi inspirasi bagi para pelaku IKM untuk tumbuh dan berkembang. Sedangkan bagi yang belum sukses atau bahkan di-suspend oleh marketplace, Ditjen IKM akan mengembangkan agregator, yakni platform yang mengumpulkan produk IKM dan memfasilitasi penjualan online.

“Termasuk logistik dan layanan pelanggan, yang dapat dilakukan oleh Koperasi, Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) IKM, dan IKM champion. Kami telah mengidentifikasi beberapa faktor penyebabnya, antara lain ketiadaan waktu untuk berjualan online karena sibuk berproduksi atau sudah memiliki distributor sendiri,” paparnya.

Gati menambahkan, faktor lainnya yang menjadi penyebab belum suksesnya pelaku IKM di pasar online, yaitu dari segi karakteristik produk. “Maksudnya adalah produknya tidak dijual eceran, atau produknya bersifat business to business (B2B), seperti IKM yang memproduksi mesin dan peralatan produksi,” ujarnya. Hal ini akan coba dipecahkan melalui kerja sama B2B dengan marketplace seperti indonetwork, indotrading, atau alibaba.

Dalam upaya mendorong pelaku IKM nasional masuk ke marketplace, Kemenperin beserta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sejak tahun 2017 telah bekerja sama mengenai fasilitasi akses internet di sentra IKM seluruh Indonesia. “Sampai saat ini sudah terpasang di empat titik sentra IKM, dan empat titik lainnya sedang menyusul,” ungkapnya.

Keempat sentra IKM yang sudah terpasang, yaitu di Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), Polewali Mandar (Sulawesi Barat), Bondowoso (Jawa Timur) dan Lampung, serta sisanya yang masih dalam proses pemasangan akses internet adalah di Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Seram Bagian Barat (Maluku).

5G di Kawasan Industri

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah akan meningkatkan jaringan internet 5G di kawasan industri dalam upaya mendukung implementasi Industri 4.0. Untuk mewujudkannya, Kemenperin akan berkoordinasi dengan Kemenkominfo guna membahas regulasinya serta menggandeng PT Telkom selaku operator penyedia layanan internet untuk perencanaan teknisnya.

Menurut Airlangga, dalam upaya penerapan jaringan internet 5G di kawasan industri tersebut, saat ini masih dirancang peta wilayah pemasangannya. “Industri 4.0 membutuhkan kecepatan data hingga 5G. Kalau datanya pakai yang lemot, ketika mau lihat proses di pabrik dan yang tampil dimonitor akan ada time lag, waktu yang tidak cocok,” ungkapnya.

Menperin menjelaskan, memasuki era digital saat ini harus diimbangi dengan kualitas jarigan internet yang cepat. Pemasangan jaringan internet 5G tersebut terkait dengan pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Pemerintah telah mendorong industri memasuki dunia digital. Ada lima sektor pengembangan industri manufaktur yang akan menjadi percontohan, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika,” paparnya.

Airlangga menambahkan, lima sektor itu merupakan industri andalan yang tengah diprioritaskan pengembangannya di hampir seluruh dunia. “Sekitar 84 persen ekonomi dunia disokong oleh sektor-sektor tersebut. Ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tiga ribu kali,” ucapnya.

Bahkan, saat ini pengembangan IKM juga menjadi salah satu langkah strategis mewujudkan ekonomi inklusif, yang sifatnya sama dengan e-commerce platform. Dengan demikian, IKM dapat bersaing secara global. “Untuk itu, industri nasional membutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi,” tegas Airlangga.

Pengembangan sektor IKM dalam negeri telah lama berperan penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Kemenperin mencatat, jumlah unit usaha IKM di dalam negeri terus mengalami peningkatan setiap tahun. Misalnya, pada tahun 2013, sebanyak 3,43 juta IKM, naik menjadi 3,52 juta IKM pada tahun 2014. Kemudian, mampu mencapai 3,68 juta IKM di tahun 2015, dan bertambah lagi hingga 4,41 juta tahun 2016. Pada tahun 2017 jumlah IKM diperkirakan lebih dari 4,5 juta unit usaha.

Rencana penerapan jaringan internet 5G ini ditargetkan mulai terlaksana saat perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus mendatang. “Waktu Asian Games akan kita buat prototype-nya,” pungkasnya.

 



Ini Jawaban Infinix Menjawab Pembekuan Ijin Edar Produk Infinix Type X603 – 3G oleh Kominfo

MAJALAH ICT – Jakarta. Menindaklanjuti pernyataan Kominfo mengenai Pembekuan Sertifikat Perangkat Telepon Seluler Merek Infinix Type X603 – 3G no 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung, Infinix Mobility sebagai perusahaan manufaktur smartphone Infinix sangat menyayangkan kejadian ini dan berharap agar tidak akan terulang lagi untuk kedepannya.

PT. Bejana Nusa Agung, selaku distributor smartphone Infinix di Indonesia akan menindaklanjuti dan menaati keputusan dari kementrian Kominfo. Pada dasarnya, Infinix ingin beroperasi dan menjual produknya sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia. Infinix berkomitmen untuk selalu menghormati dan menaati segala peraturan pemerintah setempat termasuk persyaratan dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Infinix Mobility menambahkan bahwa smartphone premium Infinix Zero 5 (X603 LTE) yang telah memenuhi persyaratan TKDN 30,63% no 144/ILMATE/TKDN/2018 dan sertifikat postel nomor 54666/SDPPI/2018 dan Made In Indonesia masih tersedia dan dapat di beli di pasaran hingga saat ini. (berbeda dengan sertifikat nomor 52139/SDPPI/2017 yang dibekukan oleh kominfo).

Sebelumnya, disampaikan Kementerian Kominfo bahwa menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait penjualan perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 di situs e-commerce milik Lazada Indonesia serta hasil klarifikasi dengan PT. Bejana Nusa Agung berdasarkan Berita Acara Klarifikasi Perdagangan Perangkat Telekomunikasi PT. Bejana Nusa Agung nomor 301/BA/KOMINFO/DJSDPPI.4/04/2018 tanggal 3 April 2018, ditemukan adanya pelanggaran pemenuhan ketentuan persyaratan teknis atas perangkat pesawat telepon seluler dimaksud.

“Pelanggaran dimaksud terkait dengan sertifikat perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung yang hanya memiliki kemampuan 3G, namun ditemukenali bahwa perangkat tersebut juga memiliki kemampuan teknologi LTE sehingga tidak sesuai dengan persyaratan teknis,”  terang Kementerian Kominfo dalam pernyataan tertulisnya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka sertifikat perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung dibekukan dan dinyatakan tidak berlaku.

Atas pembekuan sertifikat dimaksud, PT. Bejana Nusa Agung harus menarik produk pesawat telepon seluler yang telah didistribusikan serta melaporkan hasilnya kepada Menteri  Komunikasi dan Informatika.

 

 



Inilah Rencana Babak Baru Pasca Grab Indonesia Akuisi Uber

MAJALAH ICT – Jakarta. Grab, perusahaan teknologi terkemuka di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan babak baru Grab Indonesia menyusul pengumuman akuisisi operasional Uber di Asia Tenggara pada tanggal 26 Maret lalu. Akuisisi terbesar yang pernah dijalin oleh perusahaan internet di Asia Tenggara tersebut akan memungkinkan Grab untuk dapat melayani masyarakat Indonesia lebih baik lagi, termasuk para mitra pengemudi maupun penumpang di hampir 120 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

“Saya sangat bangga dapat menjadi bagian dari Grab dan akuisisi terbesar yang pernah dijalin oleh perusahaan internet di Asia Tenggara. Kesepakatan ini menunjukkan potensi startup-startup di wilayah Asia Tenggara yang luar biasa untuk dapat meraih kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi Tanah Air mereka,” ungkap Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia.

“Tahun 2017 menjadi momen untuk menetapkan landasan untuk berbagai cara baru dalam melayani masyarakat Indonesia. Tahun 2018 adalah waktunya kami mewujudkan rencana yang didasarkan pada landasan tersebut. Dalam jangka pendek, akuisisi ini menandakan lebih banyak mitra pengemudi dan lebih banyak penumpang guna menciptakan pasar yang lebih efisien. Seiring dengan penggunaan yang kian meningkat, biaya pelayanan juga akan mengalami penurunan dan penghematan yang kami lakukan dapat diberikan baik kepada mitra pengemudi maupun penumpang. Dalam jangka panjang, kami memiliki ambisi yang lebih besar lagi. Grab akan menjadi mobile platform online to offline (O2O) nomor 1. Bagi masyarakat Indonesia, kami hadir di sini untuk ikut mengatasi berbagai tantangan terbesar, seperti kemacetan, inklusi keuangan, dan peningkatan penghasilan keluarga,” tambah Ridzki.

Sebagai bagian dari master plan Grab 4 Indonesia untuk menciptakan jutaan peluang penghasilan melalui ekonomi digital, Grab hari ini mengumumkan rencana ekspansi lanjutan tidak hanya untuk lini bisnis utamanya di bidang transportasi, tapi juga GrabFood, GrabExpress, GrabPay serta pengenalan GrabFinancial di Indonesia.

Hari ini, 3 juta masyarakat Indonesia teklah menikmati manfaat dari ekonomi digital melalui kemitraan lokal Grab dengan Kudo, PayTren, dan Madhang. Saat ini Grab memproyeksikan hal ini akan menciptakan peluang bagi 100 juta usaha kecil (micro-entrepreneurs) di wilayah Asia Tenggara pada tahun 2020.

Babak baru Grab Indonesia berarti penambahan mitra pengemudi pada platform Grab menunjukkan bahwa para penumpang telah diuntungkan. Dengan lebih banyak mitra pengemudi, kebutuhan transportasi penumpang akan terpenuhi dengan lebih cepat. Mereka akan menikmati waktu tunggu yang lebih pendek, serta menikmati layanan kendaraan yang lebih nyaman dengan harga terjangkau melalui satu platform. Dengan platform transportasi utama yang efisien dari segi biaya, Grab dapat lebih fokus banyak cara untuk membantu masyarakat Indonesia menikmati manfaat dari ekonomi digital. Hal ini mencakup menikmati pengiriman makanan, lebih banyak layanan online melalui agen-agen, baik di kota-kota kecil dan kota-kota besar, serta memperkenalkan layanan pinjaman untuk masyarakat yang belum memiliki latar belakang pinjaman.

Grab telah melihat antusiasme yang besar dari mitra pengemudi Uber ke platform Grab. 75% dari seluruh mitra pengemudi Uber di Indonesia telah bergabung ke Grab, tiga hari sebelum aplikasi Uber dinonaktifkan di Indonesia. Grab berharap jumlah tersebut dapat terus meningkat.

Penghasilan mitra pengemudi dan inisiatif kesejahteraan telah menjadi daya tarik bagi mantan mitra pengemudi Uber. Grab telah menjalankan berbagai inisiatif kesejahteraan pengemudi melalui program GrabSejahtera. Mitra pengemudi Grab mendapatkan penghasilan rata-rata 34% lebih banyak per jam dibandingkan upah rata-rata di Indonesia.

Proses transisi ke Grab telah berjalan dengan lancar bagi sebagian besar mitra pengemudi Uber. Seluruh mitra pengemudi Uber di luar Jakarta dan seluruh pengemudi UberX di Jakarta dapat dengan mudah melengkapi formulir pendaftaran Grab secara online, tanpa harus datang ke Grab Driver Centre.

Grab tetap berkomitmen pada aspek keselematan dan mewajibkan seluruh mitra pengemudi baru untuk lulus pelatihan dan tes keselamatan. Setelah memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut, mitra pengemudi baru dapat mulai berkendara dan mendapatkan dalam waktu 24 jam.

Di samping peluang pendapatan bagi mitra pengemudi, ekosistem Grab menciptakan peluang tambahan untuk rekanan merchant dan mitra agen. Saat ini, dengan akuisisi bisnis layanan pengantaran Uber, akan dengan cepat memperluas GrabFood dan juga menyediakan lebih banyak pekerjaan untuk kurir pengiriman barang dan mendukung UMKM lokal. Grab juga akan menjajaki diperkenalkannya GrabFinancial di Indonesia yang mencakup pembayaran mobile, micro-financing, asuransi, dan layanan keuangan lainnya.

Saat ini, Grab telah memberdayakan lebih dari tiga juta micro-entrepreneur di seluruh Indonesia. Dengan ekspansi yang pesat dan beragam pembaruan dalam transportasi utama, juga GrabFood, GrabExpress, GrabPay, dan pengenalan Grab Financial, Grab memproyeksikan dapat menciptakan peluang pendapatan bagi 100 juta wirausaha mikro di Indonesia pada tahun 2020.

“Kami yakin bahwa akuisisi ini akan memberi dampak positif bagi Indonesia, dimana hal ini dapat membantu mengatasi beberapa permasalahan lokal lebih cepat dan dengan cara yang lebih efisien. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah guna mendorong negara ini lebih maju, untuk Indonesia yang lebih baik,” tutup Ridzki.

 



Thursday, 5 April 2018

Wagub DKI Mendukung Penuh Program KPID Wujudkan Penyiaran Sehat

MAJALAH ICT – Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menerima audiensi KPID DKI, di ruang rapat Wakil Gubernur. Wagub didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Dian Ekowati bertemu dengan para Komisioner KPID DKI Periode 2018-2021.

Dalam  rapat audiensi tersebut para komisioner KPID DKI memaparkan program KPID tahun 2018. Program unggulan KPID adalah literasi  media kepada masyarakat Jakarta dalam rangka mengkampanyekan Penyiaran yang positif dan melindungi masyarakat dari dampak konten negatif televisi dan radio.

“KPID DKI Jakarta harus jadi garda terdepan informasi bagi masyarakat, apalagi di era teknologi informasi seperti saat ini. Hoax di mana-mana,” ujar Sandiaga.

Sandiaga berharap KPID DKI Jakarta dapat melaksanakan tugasnya dengan baik mewujudkan penyiaran sehat bagi masyarakat terutama warga Jakarta. “KPID tidak boleh surut kinerjanya, apapun programnya kami akan support dan jika ada permasalahan kita akan cari solusinya,” tegas Wagub

Dalam pertemuan tersebut, Komisioner KPID DKI Jakarta memaparkan sejumlah program yang sudah dilaksanakan KPID maupun rencana program ke depan. “KPID DKI Jakarta harus jadi barometer, tugas utama kami adalah melindungi warga dari konten negatif yang merusak warga Jakarta,” kata Ketua KPID DKI Jakarta Kawiyan.

Selain itu, menurut Kawiyan,  KPID DKI Jakarta juga harus melindungi  kepentingan masyarakat dari penggunaan frekuensi milik rakyat, yang digunakan lembaga penyiaran baik melalui televisi maupun radio,  dari kepentingan politik.

Apalagi, tahun 2019 Indonesia akan memasuki tahun politik dimana televisi dan radio akan berada di pusaran kepentingan politik dan kepentingan masyarat.  “Sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kita memiliki tujuan yang sama melayani masyarakat.  KPID DKI Jakarta berharap mendapatkan dukungan dan sinergi demi kepentingan warga Jakarta, “ papar Kawiyan.

 



Kecolongan Lewat Belaja Online, Pemerintah Bekukan Sertifikat Ponsel INFINIX Type X603 – 3G

MAJALAH ICT – Jakarta. Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait penjualan perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 di situs e-commerce milik Lazada Indonesia serta hasil klarifikasi dengan PT. Bejana Nusa Agung berdasarkan Berita Acara Klarifikasi Perdagangan Perangkat Telekomunikasi PT. Bejana Nusa Agung nomor 301/BA/KOMINFO/DJSDPPI.4/04/2018 tanggal 3 April 2018, ditemukan adanya pelanggaran pemenuhan ketentuan persyaratan teknis atas perangkat pesawat telepon seluler dimaksud.

“Pelanggaran dimaksud terkait dengan sertifikat perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung yang hanya memiliki kemampuan 3G, namun ditemukenali bahwa perangkat tersebut juga memiliki kemampuan teknologi LTE sehingga tidak sesuai dengan persyaratan teknis,”  terang Kementerian Kominfo dalam pernyataan tertulisnya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka sertifikat perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung dibekukan dan dinyatakan tidak berlaku.

Atas pembekuan sertifikat dimaksud, PT. Bejana Nusa Agung harus menarik produk pesawat telepon seluler yang telah didistribusikan serta melaporkan hasilnya kepada Menteri  Komunikasi dan Informatika.