Wednesday, 1 August 2018

Guna Perkuat Produk Lokal di Pasar Indonesia, Blanja Berikan Pelatihan UKM di 3 Kota

MAJALAH ICT – Jakarta. BLANJA.com bekerjasama dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menggelar workshop pelatihan UKM di 3 kota yaitu Jakarta, Yogyakarta dan Bandung. Setelah sebelumnya digelar di Jakarta, Yogyakarta dan diikuti oleh kurang lebih 200 pelaku usaha, kini Bandung menjadi tuan rumah ke-3 yang akan dikunjungi.

Menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Baru 6-7 % kontribusi produk lokal, dari semua produk yang terlisting di marketplace di Indonesia.

Oleh karena itu, Monika Viany, Strategic Seller Development BLANJA.com menyatakan Melalui workshop ini, kami ingin mengajak para pelaku UKM untuk memanfaatkan platform marketplace BLANJA.com untuk meningkatkan pemasarannya, tidak hanya berjualan di media sosial, terlebih lagi di BLANJA.com juga menyediakan laman khusus untuk produk lokal yaitu Asli Indonesia.

Marketplace, sebuah kanal pemasaran yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM, menawarkan one stop service bagi para pelaku usaha perorangan maupun perusahaan. Tidak hanya sebagai kanal untuk memasarkan produk lebih luas lagi, melainkan juga berbagai kemasan marketing untuk meningkatkan awareness dan transaksi penjual.

“Bisnis model marketplace membutuhkan kerjasama berbagai elemen ekosistemnya, salah satunya dari sisi penjual. Penjual diharuskan rajin membuka toko online-nya, menjaga ketersediaan stok produk, berkomitmen dengan pengiriman dan kesesuaian pemesanan barang, dll.” lanjut Viany.

Berdasarkan pengalaman, UKM yang sukses berjualan di BLANJA.com, biasanya sangat inovatif, baik dari segi tampilan toko, produk, packaging dan promo. Dan di sini kami hadir untuk memberikan pembekalan, jaringan baru, dan solusi bagi para pelaku UMKM untuk bertransformasi secara digital sehingga bisa berdagang secara online lebih cepat, aman, dan efisien.

“Harapannya, akan lebih banyak lagi UKM – UKM sukses lainnya sehingga produk lokal bisa semakin diminati dan cintai tidak hanya oleh masyarakat Indonesia itu sendiri tapi juga dunia,” tutup Viany.

 



Perkuat Kontribusi di Sektor MICE, LOKET Siap Ramaikan GIIAS 2018

MAJALAH ICT – Jakarta. LOKET melalui salah satu produk intinya Loket for Business (LFB) dipercaya untuk mengelola sistem ticketing management dari salah satu gelaran event otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Acara tahunan ini merupakan salah satu event berskala besar dimana setidaknya jumlah pengunjung yang diprediksi hadir akan mencapai lebih dari 450.000 orang.

Berlangsung pada tanggal 2 – 12 Agustus 2018, LOKET telah menyiapkan sejumlah teknologi khusus mulai dari sistem distribusi dan penjualan tiket, hingga persiapan di lokasi event selama sebelas hari tersebut untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung serta memastikan tidak terdapat tumpukan antrian pengunjung yang mengantri untuk membeli tiket langsung (on the spot) dan saat mereka akan memasuki lokasi pameran nantinya.

Menurut VP Marketing LOKET Ario Adimas, traffic management pengunjung dalam event pameran cukup berbeda dengan event-event seperti konser musik atau olahraga. “Event seperti pameran ini memiliki tantangan tersendiri khususnya dalam sistem pengelolaan pengunjung, dimana mereka cenderung berada di lokasi dalam waktu lama untuk menikmati booth-booth produk otomotif yang dipamerkan. Traffic management skill menjadi sangat penting khususnya untuk mengatur jalur pengunjung yang hendak membeli tiket ataupun memasuki venue. Karenanya, kami juga menyebarkan tim yang bertugas menjual tiket kepada calon pengunjung agar tidak perlu mengantri lama di booth tiket. Beragam upaya ini kami lakukan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung event. Dengan beragam kemudahan yang kami tawarkan, LOKET berharap GIIAS 2018 akan menjadi gelaran eksibisi yang berkesan bagi pengunjung dan promotor,” tutur Dimas.

Sebagai produk yang fokus menangani kemitraan dengan promotor atau perusahaan, Loket for Business (LFB) yang memang fokus di lini Business to Business (B2B) selalu menyediakan layanan kustomisasi teknologi sesuai kebutuhan penyelenggara. “Melalui teknologi penjualan tiket online yang dimiliki chanel kami GO-TIX, kami berharap calon pengunjung bisa mengakses tiket GIIAS 2018 dengan cepat, mudah dan nyaman tanpa perlu antri dengan adanya layanan ini,” tambah Dimas.

Pengunjung akan mendapatkan tiket digital ataupun karcis dengan barcode untuk pembelian on-the-spot yang akan dipindai (scan) sebagai tanda bukti pembelian tiket. Sebagai official ticket management service provider GIIAS 2018, LOKET akan mendistribusikan tiket online melalui GO-TIX yang bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp 50.000.

Sebagai salah satu pilar bisnis yang dilayani Loket for Business (LFB), bisnis MICE di Indonesia masih memiliki banyak potensial. “Melalui teknologi yang dimiliki LOKET, kami berharap bisa mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan MICE yang punya daya saing, nilai bisnis dan dapat dinikmati masyarakat luas. Kami juga ingin mendukung pelaku event tanah air dengan teknologi-teknologi terbaru untuk meningkatkan perekonomian melalui sektor MICE yang terus menggeliat,” tutup Dimas.

 



Inilah Trend Inovasi Ekosistem Startup Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Sebanyak 15 dari 17 perusahaan rintisan (startup) yang melahirkan inovasi-inovasi baru ditampilkan dalam showcase eksklusif bertajuk “The Uncovered Innovation” yang diadakan oleh GK – Plug and Play pada siang ini (1/8). Dalam acara ini, kelima belas startup bergantian melakukan presentasi singkat untuk menjelaskan inovasi yang mereka lakukan. Lima belas teknologi inovasi ini berasal dari berbagai industri mulai dari Fintech, Agriculture, Mobility, hingga Energy.

“Selama beberapa bulan kemarin kami melakukan pencarian inovasi yang bukan sekedar terlihat menarik, namun benar-benar bisa bermanfaat untuk masyarakat Indonesia. Inovasi yang akan Anda lihat ini adalah penemuan yang akan mengubah cara kita berinteraksi, mengubah cara kita belajar, cara kita bekerja, cara kita hidup, dan bahkan mengubah masa depan. Mulai dari teknologi yang bisa membuat pengiriman vaksin dan darah ke remote area dengan drone sampai dengan aerial spectral imagery untuk agriculture yang menampilkan informasi dengan akurasi tinggi mengenai air, nutrisi, dan sebagainya,” ungkap Wesley Harjono, Managing Director Plug and Play Indonesia saat membuka acara.

Berdasarkan pengalaman GK-Plug and Play dalam membangun ekosistem startup Indonesia dua tahun terakhir, GK – Plug and Play menilai kualitas startup di Indonesia terus meningkat. Hal tersebut bisa dilihat dari terus meningkatnya jumlah startup yang dipilih oleh GK-Plug and Play di dalam program akseleratornya. Berdasarkan pembagian industri startup yang mendaftarkan diri di program GK-Plug and Play, Wesley menilai beberapa tahun belakangan ini kebanyakan startup berfokus pada service dan software, namun beberapa waktu terakhir ini lebih banyak startup yang mulai merancang produk atau hardware di bidang Agriculture, Internet of Things (IoT), Mobility, dan Sustainability. “Hal itu mengingat akan keberadaan negara Indonesia sebagai negara agraris sehingga banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu perkembangan di bidang pertanian. Disisi lain, Indonesia juga negara maritim di mana akses masih menjadi salah satu tantangannya. Kami berharap startup-startup ini dapat mengisi kekosongan-kekosongan yang saat ini masih terjadi,” tutup Wesley.

1. Asura | www.asura.co.id

Asura merupakan platform yang memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan asuransi yang sesuai dengan kebutuhannya. Setelah pengguna memasukkan data, Asura kemudian melakukan analisa terhadap profil tersebut untuk memberikan rekomendasi produk asuransi yang tepat. Saat ini, Asura telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan Asuransi ternama di dunia.

2. AeroEnvoy

AeroEnvoy mengirimkan berbagai suplai medis seperti darah dan vaksin melalui drone ke rumah sakit dan klinik di daerah pedesaan untuk memotong waktu pengiriman.

3. Tekno | www.teknojek.com

Teknojek merupakan merupakan mobile application pertama yang bekerja dengan sistem pyramid scheme di mana driver dapat merekrut pengemudi lainnya untuk menjadi bagian dari jaringannya.

4. Bildeco | bildeco.com

Bildeco merupaka e-commerce bahan bangunan pertama di Indonesia yang menghubungkan pembeli dengan seluruh lini distribusi dari produsen bahan bangunan secara mudah, murah dan efisien. Bildeco hadir dengan beragam produk-produk mulai dari kebutuhan material pekerjaan sampai dengan finishing. Selain itu, Bildeco juga melayani berapa pun besarnya kebutuhan pengguna dengan harga yang kompetitif dan memastikan keaslian produk yang dibeli. Bildeco juga melayani pengiriman ke lokasi yang Anda inginkan dengan mitra logistik terbaik.

5. Bahasa.Ai

Bahasa.ai merupakan chatbot berbahasa Indonesia yang memanfaat teknologi kecerdasan buatan (AI).

6. Halofina | halofina.com

Halofina adalah asisten keuangan pribadi virtual yang dapat membantu penggunanya dalam mengelola keuangan dan investasi untuk mencapai tujuan keuangan penggunanya. Di balik teknologi asisten virtual adalah pakar di dunia keuangan yang menentukan bagaimana strategi dan logika Halofina berjalan.

7. Gradana | gradana.co.id

Gradana.co.id memiliki visi untuk membantu masyarakat dalam memperoleh rumah hunian dengan skema pembayaran yang ringan. Gradana.co.id merupakan portal yang mempertemukan pembeli dan pendana untuk kebutuhan cicilan uang muka (DP) rumah. Pada tahap awal, Gradana memfasilitasi pembiayaan unit properti di primary market dari pengembang (developer) yang sudah bekerja sama dengan Gradana. Dengan skema Gradana, Pembeli dapat mencicil uang muka hingga 36 bulan, lalu melanjutkan sisa KPR ke bank komersial.

8. Merapi Tani

Merapi Tani menggunakan smart soil sensor technology, intelligence valve, dan analisis pertanian untuk membantu perusahaan yang bergerak di bidang agrikultur sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam mengoptimalkan perkebunan mereka.

9. Resync Technology | www.resynctech.com

RESync adalah Platform Manajemen di bidang Energi yang menggunakan cloud computing, pengontrol real time, dan analisis prediktif untuk memastikan reabilitas dan efisiensi untuk grid dan smart microgrid. Sistem control RESync mengotomatiskan sistem energy dengan cara mengelola sumber pembangkit (solar, baterai, genset, dan sebagainya) dan beban permintaan berdasarkan variable tarif listrik.

10. BLH Aqua | blhat.com

BLHAqua mengkhususkan diri dalam pengembangan teknologi efisiensi air. Produk pertama BLHAqua bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan. Namun, teknologi tersebut akan dapat diterapkan pada industri lain dalam waktu dekat.

11. Yousolar | yousolar.com

Yousolar menciptakan menciptakan produk revolusioner berupa sistem baterai solar + PowerBlock TM yang merupakan catu daya utama ke rumah ataupun bisnis tanpa utility approval – atau bahkan utility connection. Produk ini merupakan sebuah unit kontrol cerdas yang memadukan tenaga surya, baterai, dan utilitas dengan lancar untuk daya yang andal. PowerBloc TM memberikan pasokan listrik yang konstan dan penuh apa pun yang terjadi.

12. Datarobot | www.datarobot.com

DataRobot memungkinkan para Business Analyst yang tidak memiliki pengetahuan tentang machine learning atau programming sekalipun untuk membangun analisis prediktif terhadap bisnisnya. DataRobot menggunakan machine learning otomtis yang dapat membangun dan memberikan model prediksi yang akurat dalam waktu yang singkat.

13. Ceres Imaging | www.ceresimaging.net

Ceres Imaging adalah startup yang membantu petani mengoptimalkan aplikasi air dan pupuk mereka dengan aerial spectral imagery. Adapun gambar multispectral dengan resolusi tersebut diambil dengan pesawat terbang-rendah dan diproses menggunakan pemrosesan gambar canggih dan teknk permodelan tanaman. Gambar tersebut menampilkan informasi dengan akurasi tinggi mulai dari informasi real-time mengenai air dan nutrisi, parasit, distribusi tanaman yang tidak teratur dan lainnya dari setiap tanaman yang ditanam di tempat tersebut.

14. Calty Farm | caltyfarm.com

Kost-Kostan Ternak (Calty Farm) adalah aplikasi beternak online yang memudahkan penggunanya untuk beternak secara online melalui aplikasi mobile, tanpa harus memiliki lahan, keterampilan, dan waktu untuk merawat hewan ternak berupa sapi perah kemudian hasil dari pemerahan akan ditampung oleh industri pengolahan susu. Calty Farm berkerja sama dengan peternak rakyat dan sentra peternakan rakyat (SPR) kemudian menghubungkan investor peternakan.

15. Pijar Psikologi | pijarpsikologi.org

Pijar Psikologi hadir sebagai sarana edukasi mengenai isu-isu kesehatan mental dan psikologi yang mudah diakses. Tujuan kami sederhana. Dengan adanya pengetahuan, maka orang akan dengan mudah menyadari. Dengan timbulnya kesadaran, maka stigma negatif mengenai permasalahan psikologis dapat dikurangi. Harapan kami, mencari bantuan psikologis bukan lagi hal yang perlu ditakuti.

16. Circle Doo | circledoo.com

Circledoo hadir sebagai sebuah solusi dalam memberikan suatu metode belajar yang mudah, murah dan menyenangkan. Di Circledoo orang bisa belajar melalui temu online, streaming maupun video rekaman, baik dari Circledoo maupun dari sesama member.

17. Top Karir | www.topkarir.com

Top Karir adalah portal karir yang ditujukan bagi anak muda Indonesia dengan menawarkan beragam pilihan pengembangan karir, mulai dari informasi terkait kesempatan kerja (magang, pekerjaan tetap maupun pekerjaan paruh waktu), beasiswa kelanjutan pendidikan, pelatihan dan sertifikasi serta informasi terkait kewirausahaan.

 



Grab Luncurkan Fitur Anti Tuyul dan Grab Driver Center di Tangerang

MAJALAH ICT – Jakarta. Grab, mobile platform O2O terkemuka di Asia Tenggara, hari ini meluncurkan fitur terbaru ‘Anti Tuyul’ yang tersemat di aplikasi mitra pengemudi Grab dan fasilitas Grab Driver Center Tangerang sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Grab terhadap kesejahteraan dan produktivitas mitra pengemudi. Hal ini juga merupakan salah satu dari rangkaian inisiatif Grab untuk terus meningkatkan taraf hidup mitra pengemudi yang terangkum dalam empat pilar utama, yaitu dukungan, pemberdayaan, penghasilan, serta komunitas.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia mengungkapkan, “Pencapaian 2 miliar perjalanan Grab di Asia Tenggara yang berhasil dicapai Grab pada Juli tahun ini tidak lepas dari usaha dan kerja keras para mitra pengemudi. Kami berusaha untuk terus mendengarkan aspirasi dan masukan dari mereka, serta secara aktif mencari tahu apa yang dapat kami tingkatkan untuk memberikan kualitas pelayanan terbaik dalam meningkatkan pengalaman berkendara mereka bersama Grab. Kehadiran fitur ‘Anti Tuyul’ dalam aplikasi Grab dan fasilitas Grab Driver Center dapat mendukung aktivitas para mitra pengemudi yang dinamis, serta meningkatkan kenyamanan para mitra pengemudi GrabCar saat berkunjung sekaligus meningkatkan produktivitas mereka dalam memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan.”

Fitur Anti Tuyul sendiri merupakan tindak lanjut dari kesuksesan kampanye “Grab Lawan Opik!” yang diluncurkan pada awal tahun 2018. Berkat kehadiran fitur ini dalam aplikasi Grab versi terbaru, perangkat mitra pengemudi yang memiliki aplikasi ‘fake GPS’ atau lebih dikenal dengan sebutan Tuyul untuk melakukan tindak kecurangan dengan mengelabui GPS dengan menentukan lokasi palsu akan diblokir dari platform Grab. Mitra pengemudi harus menghapus seluruh aplikasi fake GPS dari perangkat yang bersangkutan untuk memperoleh kembali akses terhadap akunnya mitra pengemudi Grab.

 

“Pengunaan aplikasi sejenis fake GPS ini tidak hanya merugikan para pelanggan karena harus menunggu lebih lama karena posisi pengemudi lebih jauh dari apa yang tertera di GPS, tapi juga terutama merugikan mitra pengemudi yang bekerja keras secara jujur tanpa melakukan tindak kecurangan seperti penggunaan aplikasi Tuyul tersebut. Peluncuran fitur Anti Tuyul ini menegaskan komitmen Grab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan penghasilan yang adil dan menyediakan platform transportasi teraman bagi para pengguna termasuk mitra pengemudi.” papar Ridzki.

Grab Driver Center (GDC)

Selain meningkatkan segi keamanan aplikasi mitra pengemudi, Grab juga terus meningkatkan layanannya kepada seluruh mitra pengemudi dengan penyediaan beragam fasilitas. Setelah meresmikan GDC Jakarta pada bulan September 2017 dan GDC Bogor pada bulan Maret 2018 lalu, Grab kembali meresmikan GDC terbaru yang berlokasi di Ruko The ICON BSD City, Tangerang. GDC ini merupakan bagian dari upaya Grab untuk terus meningkatkan layanannya kepada mitra pengemudi dengan menyediakan pusat pelayanan yang ditujukan untuk membantu mitra yang ingin berkonsultasi dalam meningkatkan pelayanan termasuk kendala dalam kegiatan operasional harian. Selain untuk melayani kebutuhan mitra pengemudi Grab, GDC juga berfungsi sebagai pusat pelatihan mitra pengemudi di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

“Mitra pengemudi kami tersebar di 135 kota di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, guna melayani kebutuhan masyarakat Tanah Air akan layanan transportasi dan pengantaran yang aman, nyaman, dan terjangkau. Kehadiran GDC baru ini diharapkan dapat membantu para mitra pengemudi GrabCar yang tinggal dan bekerja di Tangerang, Banten untuk mendapatkan akses pelayanan atas segala pertanyaan dan keluhan mereka dengan lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta.” ungkap Ridzki.

Saat ini, Grab menyediakan layanan GrabCar, GrabBike, GrabExpress, dan GrabFood di Tangerang untuk memberikan solusi atas meningkatnya kebutuhan akan transportasi dan layanan pesan antar yang aman, terjangkau, dan nyaman. Saat ini, Grab telah beroperasi di 225 kota di 8 negara Asia Tenggara. Pada tanggal 9 Juli 2018, Grab juga baru saja mengumumkan peluncuran GrabPlatform, sebagai bagian dari strategi platform terbuka untuk menciptakan ‘everyday superapp’ pertama di Asia Tenggara. Grab akan menambahkan beragam layanan harian yang sering digunakan ke dalam aplikasi Grab, bersama dengan para mitra unggulan, yang dapat menggunakan GrabPlatform untuk mengintegrasikan layanan mereka dengan Grab.

 



Investree Perluas Jangkauan Peer-to-Peer Lending ke Wilayah Regional Asia Tenggara

MAJALAH ICT – Jakarta. Setelah dua tahun diluncurkan dalam semangat menumbuhkan inklusi keuangan di Indonesia, Investree (PT Investree Radhika Jaya) hari ini mengumumkan penutupan peraihan pendanaan Seri B di semester II tahun 2018. Pendanaan Seri B ini berhasil diraih dari jajaran investor baru yang datang dari dalam maupun luar negeri, antara lain SBI Holdings, Mandiri Capital Indonesia, Persada Capital, Endeavor Catalyst, 9F Fintech Holdings Group, dan tentunya investor dari putaran sebelumnya, Kejora Ventures.

CEO & Co-Founder Investree, Adrian Gunadi, mengatakan, “Kami sangat bersyukur atas pencapaian Investree, khususnya dalam mengawali semester II – 2018 yang sangat luar biasa ini. Adanya dukungan dari para investor yang memiliki kredibilitas dalam membangun ekosistem ekonomi digital semakin menumbuhkan dedikasi kami untuk terus mengembangkan produk dan layanan Investree, membantu UMKM mendapatkan pendanaan yang mudah, cepat, dan transparan melalui teknologi finansial, serta mewujudkan visi dan misi kami dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dan pasar-pasar yang berpotensi di Asia Tenggara.”

Suntikan dana dari para investor tersebut akan dimanfaatkan oleh Investree untuk mengembangkan teknologi dan lini produk baru, memperluas basis pengguna, serta merekrut lebih banyak talenta sehingga industri teknologi finansial (tekfin) dalam negeri dapat terus bertumbuh. “Turut menjadi fokus kami selanjutnya adalah ekspansi secara geografis ke pasar lain di Asia Tenggara. Di awal tahun 2018 ini, kami telah beroperasi di Vietnam secara resmi dengan nama eLoan (https://www.eloan.vn/) dan target pasar selanjutnya adalah Thailand, karena kami melihat adanya potensi yang besar dari ceruk pendanaan di negara tersebut dan kami yakin Indonesia mampu memainkan peran yang penting dalam menciptakan ekosistem tekfin di Asia Tenggara. Selain itu, kami juga akan menggaet lebih banyak Lender Institusional dalam rangka mempercepat proses pendanaan agar bisnis Borrower dapat berjalan lebih lancar,” Adrian menambahkan.

Berpartisipasi sebagai investor dengan sumbangan dana terbesar, SBI Holdings, Inc. bersama anak-anak perusahaannya berkecimpung dalam usaha layanan finansial online dan kegiatan investasi di Jepang dan internasional, meliputi segmen bisnis jasa keuangan, manajemen aset, dan yang berkaitan dengan bioteknologi. Segmen bisnis jasa keuangan sendiri menyediakan berbagai produk dan layanan seperti perbankan, asuransi, informasi ekonomi dan investasi, kartu kredit, serta yang paling selaras dengan Investree: peer-to-peer (P2P) lending. Hal ini memperlihatkan bahwa SBI Holdings dan Investree memiliki kesamaan visi dan misi dalam memberikan pelayanan keuangan yang lebih mudah, aman, dan nyaman untuk masyarakat melalui teknologi digital.

“Di tengah maraknya perkembangan tekfin di Indonesia, kami melihat prospek yang jelas terhadap model bisnis Investree yang transparan dan juga sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Jumlah pendanaan yang telah didistribusikan melalui Investree menjadi salah satu bukti kepercayaan pengguna atas Investree sebagai yang terdepan dalam industri P2P lending yang sedang berkembang saat ini, terlebih di Indonesia. Kami bangga dapat turut mendukung cita-cita Tim Investree dalam mewujudkan inklusi keuangan melalui penyediaan layanan finansial berbasis teknologi untuk memberikan solusi pinjaman kepada UMKM,” ujar Kento Tokimori, Deputy General Manager – Overseas Business Administration Dept. SBI Holdings, sebagai investor yang mengedepankan inovasi.

Pada kesempatan yang sama, Eddie Danusaputro selaku CEO/Presiden Direktur dari Mandiri Capital Indonesia (MCI) juga menjelaskan, “Sebagai mitra yang berfokus pada pengembangan industry startup dan investor dalam sektor tekfin, MCI membawa misi merah putih untuk membantu Investree berkembang sekaligus mempercepat inklusi finansial di Indonesia. Dengan keunggulan Investree dijalankan oleh para founder dan tim manajemen yang memiliki pengalaman puluhan tahun di industri perbankan dan teknologi, kami yakin bahwa kolaborasi Investree dengan MCI mampu merealisasikan cita-cita melayani segmen pasar yang belum terjangkau.” MCI sendiri merupakan nama yang sudah tidak asing di industri tekfin karena telah menjadi mitra investasi bagi beberapa startup tekfin inovatif di Indonesia yang ingin berkembang pesat. Hal itu dilakukan untuk menjalin kreativitas dan bisnis yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kejora Ventures sebagai investor awal dari putaran Seri A juga mempunyai kepercayaan yang besar bahwa Investree akan menjadi bagian dari fenomena pertumbuhan inklusi keuangan. “Kejora sebagai investor awal sangat senang dengan perkembangan ini dan kami menyambut rencana ekspansi Investree di Asia Tenggara dengan antusias. Di samping mendukung inklusi finansial di Tanah Air, Investree telah berhasil membukakan jalan bagi UMKM untuk memanfaatkan platform digitalnya sebagai pelengkap pasar pinjaman konvensional, dan kami bangga dapat menjadi bagian dari peran perantara bersama dengan perbankan,” ujar Eri Reksoprodjo, Managing Partner Kejora Ventures. Kejora Ventures adalah perusahaan modal usaha (venture capital) yang secara konsisten berinvestasi di startup berbasis teknologi untuk menjadikannya pemain utama dalam pasar ekonomi digital di Asia Tenggara.

Investor lainnya yaitu Persada Capital, Endeavor Catalyst, dan 9F Fintech Holding Groups juga mempunyai kredibilitas yang sangat baik. Persada Capital adalah perusahaan induk yang memiliki saham beberapa anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang bisnis. Endeavor Catalyst adalah perusahaan investasi bersama yang didesain untuk mendukung para Endeavor Entrepreneur sebagai bentuk kontribusi terhadap keberlangsungan jangka panjang Endeavor sendiri. Tahun lalu, setelah melewati beberapa panel seleksi bertaraf internasional, Co-Founder & CEO Adrian Gunadi terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur dalam 71st International Selection Panel di London. Investree sendiri berhasil menjadi 1 dari 9 perusahaan dunia yang tergabung dalam Endeavor Network. Sedangkan 9F Fintech Holding Groups adalah penyedia jasa tekfin terkemuka dari Cina dan telah memiliki lebih dari 38 juta pengguna, menawarkan layanan finansial yang simpel, efisien, dan komprehensif serta menumbuhkan nilai lebih bagi penggunanya melalui mobile internet dan manajemen risiko big data.

Berangkat dari produk unggulannya yakni Invoice Financing sebagai kegiatan pendanaan di mana Borrower menjaminkan tagihan yang sedang berjalan sebagai sumber pembayaran pinjaman, memasuki tahun ketiganya, Investree telah menghadirkan terobosan baru di bawah bendera Investree Syariah sebagai pelopor produk pembiayaan berbasis syariah di industri P2P lending dengan meluncurkan Pembiayaan Usaha Syariah dan Online Seller Financing Syariah yang dirancang dengan menggunakan skema syariah melalui Akad Al Qardh dan Akad Wakalah Bil Ujrah. Selain itu, Investree berhasil terpilih sebagai satu-satunya perusahaan penyedia jasa P2P lending yang menjadi Mitra Distribusi dalam memasarkan Surat Utang Negara. Penunjukan dilakukan langsung oleh Kementerian Keuangan RI.

Dengan adanya harapan baru ini, Investree bertekad untuk mengedepankan semangat nasionalisme melalui tagline #SemuaBisaTumbuh, agar Indonesia sebagai negara ASEAN dengan pertumbuhan teknologi finansial yang cukup pesat dapat mengambil peran secara regional.

 



BAKTI Kominfo Sediakan Akses WiFi di Posko Pengungsian

MAJALAH ICT – Jakarta. Di hari ketiga pascagempa bumi yang melanda Pulau Lombok, NTB, untuk mendukung kebutuhan komunikasi data dan internet bagi warga dan dukungan pemulihan pascabencana, Kementerian Kominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika) menempatkan 4 (empat) terminal VSAT (Very Small Aperture Terminal). 

Dua terminal ditempatkan di Lombok Timur, tepatnya di Posko pengungsian korban bencana gempa bumi di Kantor Desa Madayin, Sambelia, Lombok Timur, NTB. Sementara dua unit terminal ditempatkan di Lombok Utara.


Beberapa operator seluler juga sedang melakukan peningkatan kemampuan jaringannya agar dapat mendukung kebutuhan internet di wilayah Lombok, NTB. 



Ada Alasan Kesehatan dan Psikologis Anak-Anak Usia Dini Tidak Boleh Gunakan Gadget

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menyelenggarakan diskusi publik bertema Perlunya Literasi Media untuk Anak-anak Indonesia, di Galeri Tri Prasetya LPP RRI, Jakarta. Penyelenggaraan diskusi ditujukan untuk membahas dampak penggunaan gawai (gadget) terhadap perilaku anak-anak, terutama di Indonesia.

“Menurut ikatan dokter di Kanada, kalau di sana itu, anak usia 0 sampai 2 tahun tidak diperbolehkan dulu memegang gadget,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti yang menjadi salah satu pembicara dalam diskusi itu.

Menurut Dirjen Niken, ada alasan secara kesehatan dan psikologis yang menganjurkan agar anak-anak usia tersebut sebaiknya belum menggunakan gawai. Radiasi pancaran sinar gawai dinilai bisa membahayakan kesehatan kepada anak.

Begitu juga dengan banyaknya konten pada fitur gawai yang dikhawatirkan tidak diketahui anak-anak apakah merupakan positif atau negatif. Oleh sebab itu, Dirjen IKP mengimbau, supaya para orang tua amat mengawasi perkembangan aktivitas anaknya terkait penggunaan gadget.

“Kalau perlu dibatasi penggunaan gadget kepada anak-anaknya. Nah untuk anak usia 3 sampai 6 tahun mereka boleh pegang gadget tapi dalam pengawasan orang tua,” kata Niken.

Dalam kesempatan ini, Dirjen Niken mengutip pernyataan Menkominfo Rudiantara, jika perlu dilakukan diet atau justru puasa memanfaatkan serta menggunakan gawai. Bahkan pada usia remaja saja, di usia 12 hingga 18 tahun sebaiknya menggunakan gawai selama dua jam saja, ucap Niken.

Dirjen Niken memaparkan, rata-rata pemakaian gawai di kalangan anak-anak adalah sebelas jam dan sebagian besar hanya tahan tujuh menit untuk tidak menggunakannya.

“Banyak pendiri media sosial seperti Mark Zuckerberg atau Bill Gates melarang anaknya memiliki gadget sampai usia mereka 13 tahun karena dikhawatirkan di usia semuda banyak terpapar konten yang belum layak dikonsumsi,” ujar Niken.

Perangi Konten Negatif

Penyebaran konten negatif di internet dirasakan amat masif. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 800 ribu konten negatif atau bohong (hoax) setiap tahunnya menyebar di Indonesia.

Dirjen Niken menjelaskan, ada dua upaya pendekatan memberantas konten negatif di internet. Pendekatan pertama, kata Niken, melalui sosial dan budaya dengan menyadarkan masyarakat mengenai bahayanya konten negatif.

“Pendekatan kedua dengan cara memblokir, menutup dan menghapus konten yang tidak sesuai dengan norma luhur Indonesia,” tutur Niken

Niken mengungkapkan, Kementerian Kominfo hingga saat ini terus mengampanyekan pentingnya literasi media kepada masyarakat untuk memberantas penyalahgunaan gadget dengan mengakses konten negatif.

Bentuk realisasinya antara lain, Niken mengatakan, dibuatnya situs web indonesiabaik.id serta diselenggarakannya berbagai ajang kompetisi melalui aplikasi yang dikelola Kemenkominfo. Niken berharap, upaya yang dilakukan tersebut mampu mengalihkan generasi muda Indonesia dari pengaruh konten negatif.

Diskusi publik Perlunya Literasi Media untuk Anak-anak Indonesia digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada 23 Juli lalu. Sebagai informasi, berdasarkan survey APJII tahun 2016, ada 768 ribu anak Indonesia usia 10-14 tahun telah mengakses internet. Usia 15-19 tahun sebanyak 22,5 juta anak dan 20-24 tahun sebanyak 22,3 juta.