Tuesday, 1 January 2019

Lonjakan Trafik Pergantian Tahun 2019 dapat Diatasi PT Telkom

MAJALAH ICT – Jakarta. Lonjakan trafik telekomunikasi nasional pada pergantian tahun 2019, nampaknya dapat di atasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom). Keberhasilan ini terlaksana karena Telko secara khusus menyiagakan “Posko TelkomGroup Siaga Natal 2018 dan Tahun Baru 2019”. TelkomGroup melakukan pengawalan kualitas jaringan untuk menjaga layanan telekomunikasi tetap prima. Hal ini dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan komunikasi pelanggan pada peralihan Tahun Baru 2019.

Persiapan teknis jaringan serta pelayanan pelanggan dilakukan secara menyeluruh untuk mengoptimalkan kualitas jaringan pada saat terjadinya lonjakan trafik komunikasi di malam pergantian Tahun Baru 2019.

Untuk memastikan kehandalan jaringan dan layanan, jajaran Direksi TelkomGroup melakukan peninjauan langsung ke beberapa posko teknis infrastruktur dan layanan pelanggan menjelang Tahun Baru 2019.

Lokasi yang dikunjungi antara lain Telkom Integrated Operation Center (TIOC), Integrated Operation Center (IOC) Telkomsel, Posko Layanan Business & Enterprise, Contact Center 147, Posko Operational Layanan IndiHome & UseeTV, GraPARI TelkomGroup, dan World Hub Operation Command Center (WHOCC) Telin.

PGS Direktur Utama Telkom Herdy Harman mengatakan bahwa setiap tahunnya TelkomGroup selalu mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan dengan serangkaian aktivasi optimasi jaringan agar kualitas layanan tetap prima. “Pergantian Tahun Baru 2019 menjadi salah satu momen penting yang dirayakan oleh mayoritas masyarakat, sehingga trafik telekomunikasi baik data maupun voice akan mengalami lonjakan. Maka dari itu, TelkomGroup menambah kapasitas jaringan agar mampu melayani kebutuhan komunikasi yang meningkat dibandingkan hari-hari biasa agar masyarakat tetap nyaman menggunakan layanan kami,” jelas Herdy.

Untuk memastikan seluruh layanan dalam kondisi prima di tengah tingginya trafik telekomunikasi pergantian Tahun Baru, TelkomGroup menyiapkan 88 Posko TelkomGroup Siaga, 1.142 mobil IndiHome, tambahan 776 Base Transceiver Station (BTS) 4G, 88 mobileBTS, 592 mobile GraPARI, serta menyiagakan 17.666 personil di seluruh posko untuk memastikan layanan prima di 628 area PREMIUM, yaitu Public, Religious, Malls, Indoor, Uniqueness and Massive Crowds, yang merupakan lokasi penting dan strategis sebagai titik aktivitas masyarakat.

Pada kunjungannya, jajaran Direksi TelkomGroup juga berinteraksi langsung dengan para petugas posko mengenai aktivitas monitoring yang dilakukan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Di akhir kunjungan, jajaran direksi Telkom Group menyerahkan bingkisan sebagai bentuk dukungan moril kepada para petugas posko yang bersiaga 7×24 jam.

Pada kesempatan tersebut, atas nama Direksi dan seluruh karyawan TelkomGroup, Herdy mengucapkan selamat Tahun Baru 2019 kepada seluruh pelanggan dan masyarakat Indonesia. “Mewakili jajaran manajemen dan seluruh karyawan TelkomGroup, kami ucapkan selamat Tahun Baru 2019. Kami berharap di tahun 2019 TelkomGroup dapat senantiasa meningkatkan layanan dan menghadirkan kualitas yang terbaik kepada masyarakat Indonesia,” tutup Herdy.



Ternyata, Penjualan iPhone XR Lebih Bagus daripada iPhone Baru Lainnya

MAJALAH ICT – Jakarta. Handset Apple yang paling terjangkau tahun ini tidak hanya memenangkan hati pemilik iPhone 8 dan iPhone X, tetapi juga berhasil menarik pengguna Android selama bulan pertama ketersediaannya, demikian sebuah laporan penelitian mengungkapkan.

Sebuah laporan baru yang diterbitkan oleh Consumer Intelligence Research Partners (CIRP) mengungkapkan bahwa iPhone XR mengumpulkan 32 persen dari penjualan iPhone AS untuk periode 30 hari setelah rilis model murah pada 26 Oktober.

Menurut laporan itu, iPhone XR melakukan lebih baik daripada iPhone X, iPhone 8 dan iPhone 8 Plus dalam hal penjualan yang menyumbang Android switchers. Selama bulan pertama, perangkat ini menarik 16 persen pengguna Android, sedangkan iPhone X hanya memiliki 11 persen selama periode awal ketersediaan yang sama. Di sisi lain, penjualan gabungan dari pengguna Android iPhone 8 dan iPhone 8 Plus adalah 12 persen.

“Tampaknya iPhone XR berfungsi untuk menarik pengguna Android saat ini,” kata mitra dan pendiri CIRP, Mike Levin. “Tentu saja, Apple tidak hanya menyatakan dengan jelas strategi peluncurannya. Tetapi, berdasarkan harga dan fitur, kita dapat menyimpulkan bahwa Apple memposisikan iPhone XR untuk menarik bagi pengalih sistem operasi potensial dari Android. ”

Harga selalu menjadi faktor nomor satu yang dipertimbangkan switcher. CIRP melaporkan pada bulan Juni bahwa pengguna Android lebih cenderung untuk beralih ke model termurah Apple, yang pada saat laporan adalah iPhone SE, karena mereka ragu untuk berbelanja secara royal pada iPhone X.

Beberapa outlet telah melaporkan tahun ini bahwa harga Apple untuk iPhone baru terlalu tinggi. Bahkan ada sumber yang mengklaim bahwa ini mengakibatkan kinerja “XR” mengecewakan. Namun, AppleInsider mengatakan bahwa dibandingkan dengan para pesaingnya, handset Apple lebih adil di tengah permintaan global yang menurun.

Terlepas dari hullabaloo penetapan harga, Apple masih memiliki peluang lebih baik untuk menjual model-model baru ke klien sebelumnya. Merrill Lynch Global Research sebelumnya mengungkapkan bahwa loyalitas pembeli iPhone secara signifikan lebih tinggi daripada merek smartphone lainnya. Sekitar 70 persen pengguna Apple ditemukan ingin terus menggunakan iPhone, sementara hanya sekitar 54 persen pelanggan Samsung dan Huawei menunjukkan loyalitas terhadap merek pilihan mereka.

Karena itu, tidak mengherankan bahwa dari penjualan ponsel cerdas Apple untuk bulan pertama iPhone XR, 82 persen dari penjualan menyumbang pengguna iPhone. Selama bulan pertama iPhone X, 86 persen menyumbang peningkatan iPhone. Selain itu, 87 persen ditingkatkan dari iPhone ketika iPhone 8 dan iPhone 8 Plus pada awalnya diluncurkan di pasar.

 



Dengan Making Indonesia 4.0, Industri Nasional Berdaya Saing Global di Era Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dan arah yang jelas dalam pengembangan industri nasional ke depan, terutama kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Langkah strategis ini menjadi agenda nasional untuk diimplementasikan secara kolaborasi dan sinergi di antara pemangku kepentingan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif.

“Jadi, visi pembangunan industri memang harus bersifat jangka panjang. Di dalam Making Indonesia 4.0, aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Menperin mengemukakan, peta jalan tersebut mampu merevitalisasi industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global di era digital. Adapun lima sektor yang telah dipilih dan mendapat prioritas pengembangan untuk menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronika.

“Kelima sektor tersebut dipilih berdasarkan hasil studi, karena dari lima sektor itu mampu memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 60 persen dan 60 persen tenaga kerja di industri dari lima sektor tersebut. Bahkan, kalau kita berbicara global product, 60 persen yang beredar di dunia adalah produk dari lima sektor itu,” paparnya.

Namun demikian, menurut Airlangga, sektor industri lainnya bukan berarti tidak berperan penting. Penerapan industri 4.0 tidak akan meninggalkan sektor yang saat ini masih menggunakan teknologi di era industri 1.0-3.0.

“Misalnya industri tenun yang memakai ATBM atau industri batik dengan canting. Terhadap sektor tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memproteksi, seperti investor asing tidak boleh masuk di situ atau masuk daftar negatif investasi,” jelasnya.

Menperin menambahkan, implementasi industri 4.0 diyakini meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih mudah dan maksimal. “Namun, seiring dengan kita mendorong ke arah teknologi industri 4.0, kita harus juga membangun device, network, dan application (DNA) di dalam negeri,” tegasnya. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pembangunan Digital Capability Center (DCC).

“Jadi, mereka yang belum menerapkan atau bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM), mereka bisa memanfaatkan DCC. Kami menargetkan satu atau dua pusat inovasi tersebut telah terbangun sebelum April tahun 2019,” ungkap Airlangga. Lebih lanjut, Kemenperin telah menunjuk proyek percontohan (lighthouse industry) bagi lima sektor unggulan yang ditetapkan di dalam Making Indonesia 4.0.

Beberapa perusahaan yang sudah menjadi percontohan dalam implementasi industri 4.0, di antaranya PT Schneider ElectricManufacturing di sektor industri elektronika, PT Chandra Asri Petrochemical di industri kimia, PT Mayora Indah Tbk di industri makanan dan minuman, Sritex di industri tekstil dan pakaian, serta PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di industri otomotif. “Di beberapa industri tersebut sudah diaplikasikan artificial intelligence (AI) dan digitalisasi,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan sasaran dari Making Indonesia 4.0, Indonesia akan menjadi lima besar eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global pada tahun 2030. Di periode yang sama, Indonesia sebagai produsentekstil dan pakaian yang masuk dalam jajaran lima besar dunia.

Selanjutnya, industri otomotif di Indonesia ditargetkan sudah memproduksi kendaraan listrik dan melakukan ekspor ke negara berkembang. Kemudian, Indonesia mampu membangun kemampuan industri elektronika lokal untuk manufaktur komponen lanjutan. Dan, di industri kimia, Indonesia dibidik menjadi produsen biofuel dan bioplastic yang masuk lima besar dunia pada tahun 2030.

 



Begini Pencapaian Vivo Indonesia Sepanjang 2018

MAJALAH ICT – Jakarta. Lembaran tahun 2018 segera ditutup vivo dengan sejumlah pencapaian produk di pasar smartphone Indonesia. Selama setahun berselang, vivo telah mengeluarkan sejumlah seri flagship yang mendapat sambutan positif di tanah air, yakni rangkaian seri Vivo V9 disusul dengan V9 6GB, dan dilanjutkan kesuksesannya dengan seri Vivo V11 Pro dan V11.

“Vivo berkomitmen untuk terus menghadirkan produk berbasis konsumen, dengan menyesuaikan kebutuhan pasar Indonesia agar konsumen dapat menerima inovasi produk kami dan menjadikan vivo sebagai brand smartphone preferensi mereka. Sepanjang 2018, vivo menghadirkan rangkaian kejutan dan tentunya kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan konsumen yang terus mendukung perjalanan vivo,” tutur Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia.

Android Layar Bezel-less dengan Notch Pertama di Indonesia

Pada tahun 2018, tren yang cukup mendominasi dalam industri smartphone adalah upaya memaksimalkan desain dengan layar penuh. Dengan berbagai konten semakin banyak diakses via smartphone, layar penuh minim bezel di sisi samping dan atas-bawah menjadikan pengalaman pengguna menjadi semakin optimal. Salah satu solusi yang dihadirkan adalah desain layar Ultra All Screen seperti pada seri Vivo V9 yang diluncurkan pada Maret 2018 lalu dengan menyisakan poni atau notch untuk penempatan kamera dan audio. Porsi notch juga semakin minim dalam beberapa smartphone vivo seperti seri Vivo V11 Pro dan Vivo V11.

Smartphone Pertama di Indonesia dengan Pemindai Sidik Jari di Layar

Pada tahun ini, vivo juga sukses menghadirkan pemindai sidik jari atau Screen Touch ID pertama di Indonesia. Vivo V11 Pro dengan In-Display Fingerprint generasi ke-empat ini membuat desain smartphone yang semakin terintegrasi dan membuat autentikasi pengguna semakin mudah dan terpusat di sisi depan smartphone. Berdasarkan laporan dari HIS Markit berjudul “Display Fingerprint Technology & Market Report -2018, pengapalan smartphone yang menggunakan sensor pemindai sidik jari di layar diperkirakan akan mencapai sekitar 9 juta unit hingga akhir 2018. Masih pada riset tersebut, diperkirakan pada tahun 2019, angkanya akan meningkat drastis menjadi 100 juta unit di seluruh dunia. Ini tentu saja menunjukkan prediksi bahwa teknologi pemindai sidik jari di dalam layar akan menjadi sebuah standar dalam industri smartphone global.

Dual Rear Camera Dalam Varian Smartphone

Tren lain yang jamak muncul selama tahun ini adalah penggunaan kamera belakang ganda atau dual rear camera pada smartphone dengan harga terjangkau seperti pada seri Y95, Y93, dan Y91. Teknologi kamera ganda ini sebelumnya hanya terdapat pada smartphone kelas mid-range dan premium. Selain itu, semakin banyak variasi ponsel cerdas yang mulai bereksperimen mengaplikasikan multi-camera. Vivo memulai debut kamera ganda pada V-Series dengan V5Plus yang mengusung Dual Selfie Camera pertama untuk menghasilkan efek bokeh yang artistik. Tahun ini. Vivo V9 menjadi seri pertama oleh Vivo di Indonesia yang dikembangkan dengan kamera belakang ganda, yang kemudian disempurnakan oleh vivo pada seri V11 dan V11 Pro dengan sensor Dual Pixel untuk daya tangkap cahaya lebih maksimal. Fitur ini pun diprediksi akan terus ditingkatkan, seiring dengan fungsi mobile photography yang semakin dibutuhkan konsumen.

Padukan Gradasi Warna yang Stylish

Dalam aspek tampilan smartphone, warna gradasi atau fusion color menjadikan smartphone semakin fashionable. Selama 2018, vivo telah memperkenalkan tren warna galaksi yang memukau dengan pilihan Starry Black dan Nebula Purple, ditambah varian baru Fairy Pink pada seri V11. Pada tahun 2019, smartphone vivo akan semakin kaya denga pilihan warna yang fantastis dan out of the box seperti Ice Field Blue dan Star purple meski demikian vivo tetap akan membawa warna standar dan klasik yakni hitam sebagai warna yang tak lekang oleh waktu.

Perkuat Posisi di Pasar Smartphone Tanah Air

Fokus untuk memproduksi ponsel yang kian cerdas, vivo kian jeli melihat kebutuhan pasar smartphone Indonesia yang semakin tinggi. Saat ini, Indonesia juga menjadi satu-satunya basis produksi smartphone vivo di Asia Tenggara. Pada kuartal ketiga 2018, Lembaga riset IDC mengeluarkan laporan terbaru di mana vivo berhasil menempati posisi keempat dalam hal market share di pasar smartphone Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang diharapkan semakin meningkat, Vivo Indonesia pun menargetkan jumlah produksi smartphone hingga mencapai lebih dari 800.000 unit perbulannya pada tahun 2019 mendatang.

“Vivo Indonesia akan berusaha semakin memaksimalkan semua aset dan sumber daya kami untuk menjawab tantangan industri yang akan semakin banyak di tahun mendatang. Segala pencapaian di tahun 2018 ini juga tentunya tidak lepas dari kepercayaan konsumen selama hampir lima tahun perjalanan kami di Indonesia. Vivo yakin dan optimis dapat terus memberikan kejutan-kejutan dengan karya terbaik bagi Indonesia di masa depan,” Pungkas Edy.

 



Rekomendasi Resolusi Tahun Baru Bagi Orang Introvert INTJ, INFJ, INTP, dan INFP

Kita sudah membahas Rekomendasi Resolusi Tahun Baru Bagi Orang Introvert ISTJ, ISFJ, ISTP, dan ISFP, ya. Sekarang lanjut ke empat tipe introvert lain menurut Myers-Briggs. Tipe-tipe yang dimaksud yaitu INTJ, INFJ, INTP, dan INFP. INTJ Resolusi INTJ: menjalani pekerjaan yang lebih baik dan lebih mendatangkan kebahagiaan. INTJ adalah Introversion Intuition Thinking Judgement. Mereka sering disebut […]

from Rosediana Diary http://bit.ly/2Swh4On
via IFTTT

Rekomendasi Resolusi Tahun Baru Bagi Orang Introvert ISTJ, ISFJ, ISTP, dan ISFP

Kamu bikin resolusi tahun baru, enggak? Well, ada yang bikin dan dipublikasikan. Ada juga yang bikin dan diem-diem bae. Mau di tim mana pun kamu, kehendak hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik memang wajar. Apalagi begitu memasuki momen tahun baru, yang identik dengan gelas kosong minta diisi. Daftar resolusi seseorang pasti berbeda-beda, ya. Ada […]

from Rosediana Diary http://bit.ly/2Sx3Mko
via IFTTT

Monday, 31 December 2018

Selamat Tahun Baru 2019

Segenap Karyawan dan Redaksi Majalah ICT mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2019”. Semoga di tahun 2019 ini, terus memberikan kemajuan dunia ICT di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan Rakyat Indonesia melalui ekonomi digital. Terima kasih telah bersama kami sepanjang 2018 ini, dan terus selamanya.