Monday, 4 February 2019

Telkomsel Berikan Apresiasi untuk 81 Mitra mBanking

MAJALAH ICT – Jakarta. mBanking (mobile banking) Telkomsel kembali memberikan apresiasi kepada mitra perbankan. Apresiasi tersebut diwujudkan dengan memberikan penghargaan mBanking Telkomsel Bank Award 2019. Sebanyak 81 mitra mBanking Telkomsel yang terdiri dari bank negara, bank daerah maupun bank swasta nasional diikutkan penilaian dalam penghargaan tahunan yang digelar di Sakala Resort Bali pada hari Kamis (31/1).

VP Digital Advertising and Banking Telkomsel Harris Wijaya mengatakan “mBanking Telkomsel Bank Award 2019 merupakan sebuah penghargaan yang didedikasikan khusus kepada mitra perbankan kami dengan pencapaian terbaik untuk setiap kelas bank maupun kategori selama tahun 2018. Penghargaan ini dibagi menjadi 3 kelas bank yaitu kelas bank negara, bank daerah dan bank swasta nasional. Tahun ini adalah tahun ketiga kami menyelenggarakan penghargaan ini.”

“Masing-masing kelas bank tersebut dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori pertumbuhan transaksi tertinggi selama tahun 2018, kategori pertumbuhan pengguna aktif tertinggi selama tahun 2018, dan jumlah transaksi tertinggi selama tahun 2018. Selama tahun 2018 kami mencatat pengguna aktif mBanking Telkomsel mencapai 10 juta nasabah, pertumbuhan transaksi mencapai lebih dari 320%, dan transaksi tertinggi mencapai lebih dari 370 juta transaksi,” lanjut Harris.

Adapun para pemenang pada mBanking Telkomsel Bank Award 2019 antara lain adalah:

Kelas Bank Negara:

1. Jumlah Transaksi Tertinggi diraih oleh Bank Mandiri

2. Pertumbuhan Transaksi Tertinggi diraih oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI)

3. Pertumbuhan Pengguna Aktif Tertinggi diraih oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Kelas Bank Daerah:

1. Jumlah Transaksi Tertinggi diraih oleh Bank Sumsel Babel

2. Pertumbuhan Transaksi Tertinggi diraih oleh Bank Nagari

3. Pertumbuhan Pengguna Aktif Tertinggi diraih oleh Bank Nagari

Kelas Bank Swasta Nasional:

1. Jumlah Transaksi Tertinggi diraih oleh Bank CIMB Niaga

2. Pertumbuhan Transaksi Tertinggi diraih oleh Bank OCBC NISP

3. Pertumbuhan Pengguna Aktif Tertinggi diraih oleh Bank Permata

“Kami mengucapkan selamat kepada para mitra perbankan Telkomsel yang telah mendapatkan award pada tahun 2019 ini. Dengan diselenggarakannya acara penghargaan ini kami berharap kerja sama antara Telkomsel dengan mitra perbankan semakin erat terjalin. Selain itu secara bersama-sama kami berharap dapat mendorong pertumbuhan penggunaan layanan digital perbankan di Indonesia dan semakin banyak masyarakat dapat menikmati kemudahan layanan mobile banking Telkomsel,” tutup Harris.

 



Lewat Kampanye “4ever Grow”, Investree Tawarkan Promo Imlek “Semua Bisa Cuan”

MAJALAH ICT – Jakarta. Tahun ini, perjalanan Investree dalam memberikan akses pembiayaan yang aman dan mudah bagi masyarakat terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta mengupayakan terwujudnya inklusi keuangan akan menginjak usia yang ke-4. Tanpa terasa Investree telah berkembang menjadi marketplace lending yang senantiasa menghadirkan lini produk dan layanan beragam serta bekerja sama dengan banyak institusi dan perusahaan, mengukuhkan diri sebagai satu-satunya marketplace lending platform dengan produk syariah yang sudah mendapatkan Surat Rekomendasi Penunjukan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), serta sebagai salah satu Mitra Distribusi Penjualan Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Sejalan dengan inovasi yang akan terus dihadirkan, memasuki usia ke-4, Investree meluncurkan kampanye “4EVER GROW” yang berarti semangat untuk terus tumbuh dan menumbuhkan selamanya. “Tumbuh” dalam artian berkembang sebagai marketplace lending terdepan dan terpercaya di Indonesia dan regional, sementara “menumbuhkan” berarti membantu lebih banyak UKM untuk meraih cita-cita finansial yang diinginkan. Mengawali kampanye bertajuk “4EVER GROW” ini, Investree menghadirkan Promo Tahun Baru Imlek “Semua Bisa Cuan” yang akan berlaku bagi Borrower (Peminjam) dan Lender (Pemberi Pinjaman).

Untuk Borrower, Investree memberikan promo potongan marketplace fee hingga maksimal Rp 8 juta bagi Borrower pendaftar baru yang mengajukan pinjaman yang disetujui oleh Investree. Karena secara segmen dan target konsumen Borrower Investree lebih banyak ke business-to-business (B2B) yaitu UKM yang membutuhkan pinjaman produktif, promo ini hanya akan berlaku untuk produk unggulan Invoice Financing dan Invoice Financing Syariah. Potongan market place fee diberikan bagi pinjaman minimal Rp 300 juta untuk Invoice Financing dan minimal Rp 200 juta untuk Invoice Financing Syariah. Selama periode promo, setiap Borrower baru dapat mengajukan lebih dari 1 (satu) kali pinjaman, dengan maksimal potongan marketplace fee yang diberikan untuk setiap Borrower adalah Rp 8 juta. Periode promo berlaku sejak 1 Februari hingga 31 Maret 2019.

Sedangkan untuk Lender, promonya adalah cash back hingga maksimal Rp 8 juta bagi Lender pendaftar baru yang memberikan pendanaan. Baik Lender Ritel/Perseorangan maupun Institusional dapat bergabung dalam promo ini. Untuk Lender Ritel/Perseorangan, minimal pendanaan yang dilakukan selama masa promosi ini adalah Rp 20 juta dengan maksimal total pendanaan adalah Rp 2 miliar dan maksimal cash back yang didapatkan adalah Rp 8 juta. Untuk Lender Institusional, promo cash back dapat diikuti bagi mereka yang selama periode promo melakukan pendanaan minimal Rp 1 miliar dengan maksimal total pendanaan adalah Rp 2 miliar dan maksimal cash back yang didapatkan adalah Rp 8 juta. Pendanaan dapat dilakukan ke beberapa daftar pinjaman (multi loan). Periode promo berlaku sejak 30 Januari hingga 31 Maret 2019.

Untuk dapat mengikuti promo “Semua Bisa Cuan”, Borrower dan Lender sama-sama harus memasukkan kode promo “SEMUABISACUAN” pada kolom kuesioner yang berisi pertanyaan “Darimana Anda tahu tentang Investree?” saat proses mengisi formulir pendaftaran online di website Investree. Nantinya, potongan marketplace fee akan dikreditkan ke rekening Borrower dan cash back akan dikreditkan ke rekening Cash-in-Hand Lender maksimal 14 hari kerja setelah periode promo berakhir. Promo bersifat terbatas, dan tidak dapat digabung dengan promo lainnya.

Di usia keempat ini, Investree berharap semakin banyak UKM yang terbantukan dengan akes pembiayaan dari Investree sekaligus menjaring lebih banyak Lender Institusional. Dengan menjadi Lender Institusional di Investree, perusahaan dapat sekaligus mendiversifikasikan portofolionya serta mengubah kehidupan banyak orang menjadi lebih baik. Beberapa manfaat menjadi Lender Institusional di Investree antara lain prioritas mendapatkan pinjaman yang berkualitas, keistimewaan untuk memilih pinjaman sesuai dengan profil risiko, return yang atraktif, transaksi aman dengan risiko terukur, dan proses mudah dan simpel.

 



Hybrid Cloud Tawarkan Fleksibilitas dan Lebih Aman

MAJALAH ICT – Jakarta. Perkembangan pesat platform digital yang makin luas dan kompleks, membuat tantangan di masa depan juga makin beragam. Kebangkitan platform digital telah mendisrupsi tatanan kehidupan dengan mengkonfigurasi ulang penciptaan sumber daya baru dengan skala yang lebih efisien serta berbasis data untuk membentuk lingkaran umpan balik dalam komunitas.

Model bisnis dari platform digital yang menggunakan teknologi untuk menghubungkan orang, organisasi, dan sumber daya dalam ekosistem interaktif, di mana jumlah nilai yang luar biasa dapat dibuat dan dipertukarkan. Teknologi inti yang digunakan platform digital juga makin meluas seperti mobile, QR code, biometrik, hingga digital workplace dan intelligence data analytics.

Kondisi tersebut memicu tantangan di masa depan dalam hal kompleksitas jaringan, inovasi bisnis, pengelolaan konektivitas secara efisien, hingga cyber security. Karena itu, dibutuhkan solusi terdepan guna menjawab tantangan masa depan seiring dinamika bisnis yang menuntut kecepatan, kelincahan, dan efisiensi.

“Infrastruktur utama dari platform digital terletak dalam teknologi cloud. Dewasa ini banyak korporasi mengadopsi teknologi cloud baru yakni SD-WAN (hybrid cloud) yang menawarkan fleksibilitas, latensi lebih unggul, dan lebih aman,” ujar Agus F. Abdillah, Chief of Product & Service Officer Telkomtelstra saat menjadi pembicara dalam forum Future Commerce Indonesia 2019 Cloud Computing and Content Marketing di Jakarta.

Agus menjelaskan hybrid cloud dapat menjawab tantangan masa depan terkait business intelligence analytics yang didukung dengan keamanan data. Di sektor retail misalnya, tantangan masa depan dapat berupa membangun advanced big data analytics serta bagaimana mengamankan data di data center lokal yang mampu digabungkan dengan data lain secara global. Di sisi lain, sektor retail juga menghadapi tantangan masa depan yakni pemanfaatan jumlah pelanggan yang menggunakan telpon seluler untuk berinteraksi dengan merek serta mengintegrasikan dengan automated customer service.

Solusi tantangan masa depan di sector retail antara lain modernisasi data gudang dengan advanced big data analytics serta analisis instan terhadap sentimen sosial dan umpan balik pelanggan. Kemudian, mengamankan hasil business intelligence analytics yang sensitive di data center lokal.

Menyadari hal itu, Telkomtelstra menawarkan solusi pengelolaan cloud menjadi satu sistem terintegrasi dengan nama hybrid cloud system. Bekerjasama dengan Microsoft, sistem hybrid cloud ini memungkinkan data yang diklasifikasi strategis dan sensitif tetap tersimpan di data center Telkomtelstra di Indonesia, namun bisa diakses dengan Microsoft Azure publik secara global. Telkomtelstra menghubungkan Microsoft Azure dengan private connection sehingga keamanan datanya lebih terjamin.

Saat ini Telkomtelstra memiliki tiga data center di Indonesia yakni di Serpong, Sentul, dan kedepannya di Surabaya. Dengan demikian, seluruh backup data berada di Indonesia. “Kami juga memiliki pengalaman global saat membantu Asian Games 2018 lalu, saat semua data dari event itu disimpan lokal di azure stack kami. Ini salah satu implementasi hybrid cloud,” ucapnya.

Alex Budiyanto, Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), dalam kesempatan yang sama menjelaskan di masa depan, peran data akan menjadi sentral dan fundamental. Bukan hanya bagi platform digital, data akan menjadi aset terbesar bagi industri dan bangsa ini. Dan seluruh data tersebut akan terhubung dengan cloud computing.

“Kami ingin mengkampanyekan bahwa cloud computing merupakan sentral dari revolusi industri 4.0 karena jika kita melihat perkembangan teknologi dalam revolusi industri 4.0, semua akan terhubung dengan cloud computing,” ujarnya.

Menurut dia, Internet of Things (IoT) akan mengirimkan data ke cloud, artificial intelligence dan big data analytics merupakan jasa yang terhubung dengan cloud. “Ini merupakan kampanye penting karena jika kita berbicara industri 4.0 kita akan bicara cloud computing karena cloud merupakan aspek fundamental dalam perjalanan revolusi industri 4.0,” ucapnya.

 



Sunday, 3 February 2019

Kode Klasifikasi Program Disosialisasikan ke Publik

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diminta melakukan sosialisasi atas kode klasifikasi program siaran yang tertera di layar televisi. “Agar masyarakat memahami makna dari simbol dan makna tersebut, dan tujuan KPI melakukan klasifikasi program siaran dapat tercapai,” ujar Jerry anggota Komisi I DPR RI dalam acara Literasi Media yang digelar KPI di Manado.

Menurut Jerry, siaran televisi memang memiliki batasan dari regulasi. Namun bukan berarti dengan batasan tersebut, tampilan di televisi menjadi sangat kaku dan tidak menarik untuk dinikmati. Orang tua harus ikut memperhatikan kode dan simbol yang muncul di layar televisi. “Kode klasifikasi program  yang muncul itu bukan tanpa arti,” ujar Jerry. Hal itu adalah sebuah peringatan awal atau early warning buat keluarga, agar hati-hati terhadap konten tayangan yang mungkin tidak sesuai untuk seluruh anggota.  “Untuk itulah, KPI harus luaskan sosialisasi makna kode klasifikasi program kepada publik,” tegas Jerry.

Literasi Media kembali digelar KPI Pusat di sepuluh kota sepanjang tahun 2019. Hal ini bertujuan untuk memberikan penyadaran kembali pada masyarakat akan pentingnya keterampilan dan kecerdasan bermedia, terutama media penyiaran. Dari data terbaru, meskipun media mainstream saat ini semakin tergerus dengan kehadiran media baru, tingkat kepercayaan publik terhadap media mainstream yang termasuk di dalamnya televisi dan radio, masihlah tinggi. Untuk itu, sebagai wujud implementasi dari perintah Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, Literasi Media terus digalakkan oleh KPI yang juga mengikutsertakan berbagai kelompok masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Jerry Sambuaga mengingatkan KPI agar mengarahkan televisi untuk lebih mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia. “Kearifan lokal kita harus tampil di media, agar masyarakat juga hadir dalam bingkai kemajemikan yang menjadi cii kas Indonesia,” ujar politisi dari Fraksi Partai Golkar itu.

Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Ubaidillah, yang hadir sebagai pembicara dalam Literasi Media sepakat dengan yang disampaikan Jerry. Menurut Ubaidillah, kearifan Indonesia Timur harus lebih sering muncul di layar kaca. Dirinya juga menyampaikan tentang kewajiban televisi swasta yang berjaringan nasional untuk menghadirkan program siaran lokal di masing-masing wilayah siaran. “Dalam evauasi tahunan KPI di tahun 2019, pelaksanaan siaran program lokal sebagai bagian implementasi Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) sudah mulai dievaluasi,”ujarnya.

Siaran program lokal menjadi salah satu elemen penilaian evaluasi tahunan KPI selain aspek sanksi dan apresiasi. Dirinya berharap, penegakan aturan tentang program siaran lokal dapat segera dipenuhi seluruh lembaga penyiaran sebagai wujud komitmen atas demokratisasi penyiaran dalam bentuk keberagaman konten siaran.

 



Pelajari Bisnis Startup, Bank Muamalat Kunjungi Bukalapak dan Tiket.com

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) mengunjungi kantor Bukalapak dan Tiket.com untuk mengamati secara langsung operasional bisnis perusahaan rintisan (startup) berbasis digital. Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, perkembangan perusahaan startup di Indonesia sangat menarik untuk dipelajari. Pasalnya mereka punya cara kerja yang inovatif, agile dan customer centric. Perhatian Bank Muamalat terhadap dunia digital juga sebagai bentuk implementasi dari regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang penyelenggaraan layanan perbankan digital No.12/POJK.03/2018.

Banyak hal yang dapat dipelajari dari perusahaan startup. Kami akan mengadopsi hal-hal yang tidak bertentangan dengan khittah kami sebagai bank syariah. Ini juga bagian dari gerakan #AyoHijrah untuk terus bergerak ke arah yang lebih baik,” katanya.

Permana berharap, kerjasama dengan perusahaan startup dapat lebih ditingkatkan kedepannya. Salah satunya adalah perusahaan startup membuka rekening penampungan dana di Bank Muamalat sebagai bagian dari kampanye Ayo Hijrah.

Kunjungan ke Bukalapak dan Tiket.com ini merupakan kunjungan kedua setelah sebelumnya Bank Muamalat mengunjungi media online Kumparan dan market place Elevania. Dalam kunjungan tersebut karyawan Bank Muamalat mendapatkan kesempatan untuk berkeliling kantor untuk melihat langsung cara kerja karyawan startup, inovasi yang dilakukan hingga budaya atau nilai-nilai yang mereka jalankan.

Sebagai informasi, Bank Muamalat mencanangkan gerakan #AyoHijrah tidak terbatas untuk ibadah saja, tetapi juga penggunaan layanan keuangan yang sesuai syariat. Bank Muamalat optimistis strategi ini mampu meningkatkan pertumbuhan dana murah Bank Muamalat di 2019.

Pada tahun 2018 perseroan sudah melakukan tur #AyoHijrah ke kota-kota besar seperti Makassar, Bandung, Medan, dan Semarang yang memiliki potensi bisnis besar. Selain itu, sebagai bank syariah pertama di Indonesia, Bank Muamalat ingin berkontribusi terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui gerakan #AyoHijrah.

 



Tingkatkan Kesiapan Keterbukaan Informasi di Indonesia, KIP Hadirkan Maskot Mas KIP dan Mbak KIP

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) meluncurkan maskot keterbukaan informasi publik dengan nama Mas KIP dan Mbak KIP. Maskot berbentuk sepasang boneka dengan kepala sebagai bentuk stilir gembok terbuka dengan wajah tersenyum itu menggambarkan kesiapan KI Pusat dalam menghadapai era keterbukaan informasi. Termasuk dalam menghadapi sengketa informasi berkaitan dengan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengucapkan selamat atas pengenalan Maskot KI Pusat. Rudiantara mengaharapkan menjadi pendorong peningkatan keterbukaan informasi publik yang lebih luas di Indonesia untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan publik. 

“Semoga menjadi pemicu bagi peningkatan pelaksanaan keterbukaan informasi publik yang lebih luas di tanah air. Keterbukaan informasi lembaga pemerintah dan non pemerintah dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menentukan kebijakan publik,” ujarnya saat peluncuran maskot yang dirilis Sekretariat KI Pusat dalam gelaran KominfoNext di Hall Basket GBK Senayan, Jakarta, Kamis (31/01/2019).

Peluncuran dilakukan oleh Plt. Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho disaksikan langsung Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Rosarita Niken Widiastuti serta seluruh pegawai Kementerian Kominfo. Maskot itu ditargetkan untuk mempermudah publik dan masyarakat luas mengenali KI Pusat sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan Keterbukaan Informasi Publik di tanah air. 

Mas KIP bernama Saki, Mbak KIP bernama Sasi. Keduanya menjadi nama maskot yang mewakili pengambaran laki-laki dan perempuan dengan wajah berbentuk gembok terbuka. Gembok terbuka menandakan kesiapan KI Pusat memasuki era keterbukaan informasi. Sementara seragam baru yang dikenakan menunjukkan bahwa seluruh jajaran KI Pusat siap turun ke masyarakat untuk bekerja keras, ikhlas, dan profesional. Selain itu kedua maskot juga dilengkapi dengan palu, simbol komitmen KI Pusat dalam menjalankan tugas pokoknya menyelesaikan sengketa informasi publik. 

Bambang Sigit Nugroho menjelaskan maskot KI Pusat digambarkan utuh kepala dengan kemeja biru dan dasi merah. “Maksudnya bisa mempertegas kemandirian dan profesionalisme KI Pusat dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Terutama saat menerima, memeriksa, dan memutus sengketa informasi dari pemohon dan termohon di KI Pusat. Lengan kemeja yang digulung menandakan kesiapan bekerja keras, bekerja cerdas dan ikhlas,” jelasnya.

Saat peluncuran, Maskot Mas KIP dan Mbak KIP turut diiringi rombongan yang mengenakan kostum profesi berbeda-beda untuk menggambarkan keragaman masyarakat pengguna Informasi Publik, seperti mahasiswa, petani, dokter, birokrat, pelajar, hingga awak media. Hal itu menandakan keterbukaan informasi yang bisa digunakan oleh setiap warga Indonesia dari beragam latar belakang profesi.

Percepat Penyelesaian Sengketa Informasi Pemilu Serentak

Dalam mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019, KI Pusat menerbitkan Peraturan Komisi Informasi (PERKI) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Standar Layanan dan Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Pemilu. PERKI iitu merupakan penyempurnaan dari PERKI sebelumnya Nomor 1 tahun 2014, sekaligus untuk mendorong penyelenggaraan Pemilu yang lebih baik. 

Menurut Bambang Sigit Nugroho, peraturan itu mempercepat pelaksanaan penyelesaian sengketa Pemilu. “Jika diluar sengketa pemilu dipatok waktu permohonan informasi ke badan publik selama 10 plus 7 hari dengan masa penyelesaian sengketa 100 hari di KI Pusat dan KI Daerah maka di Perki Pemilu waktu permohonan informasi hanya 2 plus 1 hari  dan masa penyelesaian sengketa cukup 14 hari saja,” jelasnya. 

Sebelumnya pada akhir November 2018 lalu, Komisioner Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi KI Pusat, Arif Adi Kuswardono, menjelaskan ada beberapa aturan tambahan yang dimasukkan dalam Perki 2018 tersebut, termasuk percepatan jangka waktu menjawab pemohon yang awalnya 16 hari menjadi 14 hari. Selain itu Perki 2018 ini lebih rinci menjelaskan klasifikasi informasi, termasuk hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. 

 



Kominfo Dorong Milenial Ikut Kembangkan UMKM dengan Teknologi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Teknologi digital membuka banyak peluang dan kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi milenial jika ingin menjadi sosok entrepreneur atau wirausaha.

Demikian dikemukakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam ajang Millenial Entrepreneurs Fetival yang digelar Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), di Gedung Telkom Landmark, Jakarta.

“Peran milenial menjadi signifikan untuk Indonesia saat ini dan masa yang akan datang. Jika dikaitkan dengan entrepreneur, banyak fasilitas digital bisa kita manfaatkan untuk pengembangan UMKM,” ujar Rudiantara.

Menurut Menteri Kominfo, kemajuan teknologi digital memudahkan setiap orang yang ingin mengembangkan usahanya, salah satunya melalui sektor UMKM. Menteri Rudiantara mengatakan, UMKM telah memberikan dampak positif kepada perekonomian Indonesia sehingga rata-rata nilainya mencapai 50 persen.

“Kenapa? Sebab yang menarik dari perekonomian di UMKM itu sebetulnya ada pada daya tahannya yang luar biasa,” ungkap Menteri Rudiantara.

Menteri Rudiantara menyontohkan, dalam krisis ekonomi Indonesia tahun 1998, UMKM masih bisa bertahan. Begitu juga saat perekonomian Indonesia menurun tahun 2008 ketika harga bahan pokok melonjak namun UMKM tetap stabil.

“Sebetulnya pelaku UMKM yang mempunyai pertumbuhan cukup tinggi dan proses atau tahan usahanya tetap stabil dalam kondisi apapun,” kata Menteri Rudiantara.

Saat ini kebijakan pemerintah Indonesia juga telah berpihak ke semua aspek usaha guna mendongkrak perekonomian nasional. Oleh karena itu, Menteri Rudiantara mengimbau agar masyarakat terus berpikir bahwa UMKM merupakan kelompok usaha di Indonesia yang mempunyai resiliensi tinggi pada saat krisis. Dan pada saat bersamaan, Pemerintah juga menjamin seluruh keberlanjutan usaha ekonomi lainnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2017 sebanyak 3,79 juta UMKM di Tanah Air telah memanfaatkan sistem online dalam memasarkan produknya. Pertumbuhan bisnis digital yang semakin pesat secara tidak langsung membuka kesempatan bagi UMKM untuk lebih produktif bertransaksi jual beli dengan memanfaatkan teknologi digital. Bila semuanya beralih ke ranah digital maka UMKM akan menciptakan multiplier effect dan bukan tidak mungkin mengangkat ekonomi digital Indonesia.

Pada tahun 2018, Kementerian Kominfo bersama tujuh kementerian lain dan enam marketplace terbesar di Indonesia menginisiasi UMKM Go Online. Ada empat tahapan dalam program itu, yaitu (1) OnBoarding atau mendorong pelaku UMKM offline menjadi online; (2) Active Selling atau pendampingan kepada para UMKM yang sudah Go Online untuk meningkatkan transaksi online. (3) Scale Up Business atau membantu  pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya, hingga (4) Go International atau gerakan mendorong pelaku UMKM meningkatkan jangkauan pasar menjadi internasional.

Upaya Pemerintah itu ditargetkan dapat mendorong minat pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan usaha melalui platform online selaras dengan visi Indonesia sebagai Digital Energy of Asia.