Thursday, 2 May 2019

OVO, Tokopedia dan Grab Berkolaborasi dalam Gerakan Sosial “Patungan untuk Berbagi”


MAJALAH ICT – Jakarta. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh di tanggal 2 Mei, OVO, Tokopedia dan Grab mengumumkan kolaborasi gerakan sosial berbasis digital terbesar di Indonesia bertajuk ‘Patungan untuk Berbagi’ yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berdonasi melalui platform OVO, Tokopedia, dan Grab di bulan Ramadan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia. Berdasarkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) di tahun 2017, masih terdapat 4,4 juta anak Indonesia, termasuk yatim, piatu dan kurang mampu, yang belum memiliki jaminan pendidikan. Donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan oleh Rumah Yatim untuk memberikan pendidikan yang lebih layak dan berkesinambungan.

Membangun kesadaran dan menggugah aksi nyata, ‘Patungan untuk Berbagi’ akan mempersembahkan beasiswa dan kebutuhan sekolah bagi anak-anak yatim, melalui donasi digital yang didukung juga oleh festival yang dilakukan di delapan kota besar di Indonesia. Pengunjung festival dapat berdonasi dengan memindai QR code yang tersedia di lokasi festival. OVO, Tokopedia dan Grab akan melipatgandakan setiap donasi yang terkumpul, sampai dengan 10 miliar rupiah, menegaskan pentingnya pendidikan untuk yatim, piatu, dan kurang mampu yang menjadi fokus program ini.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara, menyatakan, “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung jalannya “Patungan untuk Berbagi” yang diinisiasi oleh Tokopedia, OVO, dan Grab dalam menyambut Ramadan tahun ini. Gerakan sosial tersebut membuktikan ekosistem digital bisa menggerakkan masyarakat Indonesia untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan dengan lebih mudah. Ekosistem digital pulalah yang selama ini telah memberi contoh yang masif dalam implementasi ekonomi berbagi dan bergotong royong. Ini sangat membanggakan karena semangat yang merupakan kearifan lokal ini tetap dilestarikan oleh bisnis yang ditulang punggungi generasi millenial kita.”

“Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia, bersama OVO dan Grab, mengajak seluruh masyarakat Indonesia berbagi kepada sesama secara lebih mudah dengan memanfaatkan teknologi,” kata Co-Founder sekaligus Vice Chairman Tokopedia, Leontinus Alpha Edison. Februari 2018 lalu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII mengungkap 143,26 juta jiwa atau setara 54,7 persen penduduk di Indonesia telah terjangkau internet. “Kami percaya dengan adanya akses internet yang semakin inklusif, gerakan Patungan untuk Berbagi bisa diikuti oleh lebih banyak masyarakat dan pada akhirnya bisa membantu pendidikan anak-anak yang membutuhkan. Tokopedia juga percaya bahwa pendidikan yang lebih baik akan membantu menciptakan peluang dan membawa kehidupan yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.

Harianto Gunawan, Direktur OVO mengungkapkan, “Sebagai bagian dari ekosistem digital terbesar di Indonesia, OVO senantiasa mengembangkan jumlah use case untuk melingkupi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Mulai transportasi, e-commerce hingga warung dan pujasera, OVO terus mengedukasi masyarakat tentang kelebihan transaksi non tunai, khususnya keamanan serta kemudahan dalam bertransaksi. Kampanye ‘Patungan untuk Berbagi’ hadir secara khusus untuk menggugah semangat berbagi melalui donasi berbasis digital yang dapat dilakukan melalui aplikasi OVO, Tokopedia dan Grab. Kami percaya bahwa kegiatan ini akan membawa dampak besar bagi percepatan dan pemerataan ekonomi digital, sekaligus membangun generasi muda yang cakap, kreatif, inovatif dan tanggap teknologi.”

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan, “Di bulan Ramadan ini, kami ingin turut berkontribusi membantu para pengguna Grab menjadi lebih dekat dengan sesama yang membutuhkan termasuk anak yatim piatu. Sebagai everyday super app terkemuka di Asia Tenggara, kami selalu melakukan inovasi yang dapat memenuhi setiap kebutuhan para pengguna. Selain menyediakan layanan ride-hailing, pengantaran makanan, pengantaran barang, dan pembayaran digital bagi para pengguna kami di Indonesia, kami berharap inovasi teknologi Grab juga dapat membantu para pengguna berbagi kebaikan dengan sesama di bulan suci Ramadan ini. Melalui kolaborasi dari ketiga perusahaan yang memiliki ekosistem digital terbesar di Indonesia, sekaligus sejalan dengan misi #TechForGood dari Grab, kami berharap dapat meningkatkan kontribusi sosial masyarakat Indonesia.”

Wakil Direktur Utama Rumah Yatim, Lili Herliana Abdurrahman, mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dalam gerakan ini. “Rantai kemiskinan bisa diputus dengan adanya pendidikan yang lebih baik. Kami berharap, banyak masyarakat Indonesia yang tergerak untuk berpartisipasi dalam gerakan Patungan untuk Berbagi, demi mendukung pendidikan jutaan anak yatim dan yang membutuhkan. Mengingat juga di dalam bulan Ramadan, pahala dilipatgandakan sebanyak 70 kali.”

Festival Patungan untuk Berbagi yang diadakan di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, dan Makassar, akan menampilkan berbagai merchants dan hiburan bagi para pengunjung untuk menikmati perayaan Ramadan. Ratusan merchants dari OVO, Tokopedia, dan GrabFood akan memanjakan pengunjung dengan banyaknya pilihan, sementara permainan interaktif dan berbagai kegiatan menarik lainnya akan membuat semua orang terhibur selama perayaan. Selain itu, akan ada acara buka puasa bersama lebih dari 500 anak yatim di setiap kota.

Selama festival ini berlangsung, para pengunjung dapat secara langsung berkontribusi dengan memindai QR code yang tersedia di booth Patungan untuk Berbagi, dan secara langsung dapat menyaksikan bertambahnya jumlah donasi dalam bentuk parsel berisi kebutuhan sekolah. Kolaborasi tiga perusahaan teknologi ini diharapkan dapat menggerakkan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berkontribusi pada terciptanya perekonomian yang lebih baik. Salah satunya dengan memutus rantai kemiskinan lewat berdonasi untuk penyelenggaraan pendidikan yang lebih layak dan berkesinambungan bagi jutaan anak yatim di Indonesia.

 

Loading...



Babak Kualifikasi Berakhir, 24 Top Player Terpilih Melaju ke Babak Big League IGL FIFA 19 FUT


MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia Gaming League (IGL) Online Qualifier FIFA 19 FUT pekan kedelapan resmi berakhir pada Minggu (28/4) lalu. Dengan ini, proses pencarian 24 top player yang akan bermain di Big League telah resmi berakhir.

Pada pekan terakhir Online Qualifier, tercatat lebih dari 400 player yang berpartisipasi untuk memperebutkan tiga slot tersisa yang disiapkan oleh IGL selaku penyelenggara turnamen. Meski animo dan antusiasme player terbilang tinggi, namun IGL memastikan tak akan ada slot yang dilebihkan untuk player yang ingin berpartisipasi. Pada pekan kedelapan kemarin, Immanuel Mangasi Fernando (Jakarta), Andersen Tjoeng (Jakarta) dan Andri Luhut (Jakarta) merupakan top three player terakhir yang berhasil masuk ke Big League.

Berdasarkan laporan yang diterima IGL, total peserta yang sudah mendaftarkan diri selama periode Online Qualifier mencapai lebih dari 1.500 peserta. Angka ini memang berada di bawah ekspektasi awal yakni 2.000 peserta. Meski begitu, Stephen Clinton selaku Ketua IGL mengaku puas dengan apa yang sudah dicapai IGL.

“Secara keseluruhan kami cukup puas dengan banyaknya pendaftar yang mengikuti event perdana ini. Setelah ini, kami akan adakan evaluasi kecil guna menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ujar Clinton.

Untuk melengkapi target awal, IGL pun tengah mengadakan Offline Competition di 20 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejauh ini, tercatat lebih dari 1.000 player telah mendaftarkan diri. Enam puluh player dari masing-masing kota telah terpilih menjadi pemenang.

Selain itu, target besar pun telah dicanangkan setelah ini. IGL kabarnya akan menggelar turnamen game sepak bola berskala lebih besar lagi. Disinggung kapan akan digelar, Clinton masih enggan buka suara. “Biar nanti saja (diumumkannya), yang jelas akan ada surprise dari IGL,” tuturnya.

Adapun 24 player yang telah memastikan diri lolos ke babak Liga adalah:

1. Andika Putra Sanjaya (Makassar)

2. Egi Ilyas Fauzi (Sukabumi)

3. Pugu Mujahit Mantang (Jakarta)

4. Arlan Paranti (Sukabumi)

5. Abdul Rozak R (Jakarta)

6. Dedy Tami H (Bogor)

7. Aditra Gusnar (Denpasar)

8. Ghea Ananta A (Samarinda)

9. Nyoman Tri Laksana P (Bali)

10. Rudi Julio (Surabaya)

11. Ardy Diptayana (Tangerang)

12. Apri Hantoro (Sleman)

13. Muhammad Ikhsan (Jakarta)

14. Mohammad Ega (Jakarta)

15. Rakel Ramadhan (Sukabumi)

16. Windy Hendro (Pontianak)

17. Kenny Prasetyo (Jakarta)

18. Yoga Harahap (Medan)

19. Rama Anggara (Madiun)

20. Brian Hadianto (Jakarta)

21. Kevin Naufal (Depok)

22. Immanuel Mangasi Fernando (Jakarta)

23. Andersen Tjoeng (Jakarta)

24. Andri Luhut (Jakarta)

Nantinya, 24 player yang telah memastikan diri di Big League akan menempati dua grup liga yakni Big East dan Big West. Masing-masing liga terdiri dari 12 player. Terkait sistem poin, IGL akan mengikuti format liga pada umumnya. Kemenangan akan diganjar dengan 3 poin, seri 1 poin dan mereka yang kalah tak mendapatkan poin. Kedua Big League tersebut nantinya akan digelar pada 11 Mei 2019 selama 11 pekan dan dapat disaksikan melalui live stream di YouTube Indonesia Gaming League.

Sebagai informasi, setelah fase Big League, kompetisi berlanjut ke fase 16 besar. Delapan player terbaik dari masing-masing liga akan kembali bertarung dengan sistem home-away. Jika hasil tetap berakhir imbang di dua laga tersebut, maka kedua tim akan adu keberuntungan di babak adu penalti sampai mendapatkan kemenangan.

Setelah babak 16 besar, kompetisi akan bergulir ke fase perempat final atau delapan besar. Semua player yang gugur di fase 16 besar akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp2,5 juta. Pada babak delapan besar, sistem yang digunakan kurang lebih sama seperti babak sebelumnya. Seluruh peserta yang gugur di perempat final nantinya akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp5 juta sebagai bentuk apresiasi.

Masuk ke fase semifinal, empat player akan saling bertarung. Mereka yang kalah di babak semifinal akan memperebutkan tempat sebagai juara ketiga IGL. Juara keempat nantinya akan mendapatkan uang sebesar Rp5 juta, juara ketiga akan membawa pulang Rp10 juta. Sedangkan runner up akan mendapat hadiah sebesar Rp25 juta dan juara turnamen akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp50 juta.

 

Loading...



10 Puisi Singkat Tentang Topeng, Senyum Palsu dan Pura-Pura Bahagia

Adakah yang sedang mengenakan “topeng”, pamer senyum palsu dan pura-pura bahagia? Dari dulu sampai sekarang, tampaknya fake smile alias senyum palsu itu selalu menjadi “tren”. Tidak peduli hatinya sedang sedih, galau, resah, hancur, benci, sepi atau apa pun – yang penting tetap tersenyum. Banyak alasan kenapa seseorang memilih menyunggingkan bibir ketimbang mengeksresikan perasaan aslinya. Namun […]

from Rosediana Diary http://bit.ly/2GXiDRO
via IFTTT

Konsolidasi Operator Telekomunikasi Masih Jadi Hutang Menkominfo yang Belum Terbayar sejak 2015


MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan industri telekomunikasi di Tanah Air harus terus meningkatkan kondolidasi antar sesama operator seluler.

Menurut Rudiantara, sejak tahun 2015 pemerintah sudah merancang apa saja program strategis dari industri yang harus dilakukan secara bersama-sama. Namun, industri telekomunikasi di Indonesia belum ideal karena masih terlalu banyak pemain.

“Boleh dikatakan ‘hutang’ saya sejak tahun 2015 awal, konsolidasi perlu dilangsungkan dengan tujuan agar industri telekomunikasi akan menjadi efisien,” kata Menteri Rudiantara di acara Seminar dan Talkshow Indonesia Technology Forum di Balai Kartini, Jakarta (02/05/2019)

Menteri Rudiantara menjelaskan upaya konsolidasi penting dilakukan agar industri telekomunikasi di Indonesia menjadi lebih sehat. “Konsolidasi itu corporate action, sehingga pemegang saham yang menentukan tapi pemerintah yang memfasilitasi,” ucap Menteri Rudiantara.

Menteri Kominfo menambahkan, operator telekomunikasi di Indonesia sendiri dinilai terlalu banyak. Imbasnya, tidak semuanya mendapatkan jatah frekuensi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

“Pemerintah mendorong operator telekomunikasi berkonsolidasi, karena membutuhkan skala ekonomi yang lebih besar. Karena dengan economic of scale yang meningkat, perusahaan telekomunikasi memiliki bargaining power,” ungkapnya.

Saat ini di Indonesia,  terdapat enam operator seluler di Indonesia,  yaitu Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Smartfren, Hutchison 3 Indonesia, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

 

Loading...



Begini Jawaban KPI atas Tuntutan Masyarakat untuk Hentikan Peredaran Film “Kucumbu Tubuh Indahku”


MAJALAH ICT – Jakarta. Menyikapi permintaan dari sebagian masyarakat yang menginginkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bertindak atas akan beredarnya film “Kucumbu Tubuh Indahku” (Garin Nugroho, 2019), dengan ini KPI Pusat perlu menyampaikan bahwa kewenangan, tugas, dan fungsi lembaga ini seluruhnya berlandaskan atas amanah dari Undang-undang No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Artinya, kewenangan KPI sebatas pada hal-hal yang menyangkut penyiaran dan isi siaran di lembaga penyiaran televisi dan radio.

Mengenai film dengan judul di atas, perlu diketahui bahwa ada perbedaan regulasi antara penyiaran dan perfilman. Persoalan boleh atau tidaknya sebuah film beredar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semuanya diatur oleh Undang-undang Perfilman No.33 tahun 2009 dan atas izin lembaga yang dibentuk oleh UU Perfilman yakni Lembaga Sensor Film (LSF).

Dari kacamata hukum yang dipahami KPI, Lembaga Sensor Film atau LSF berdasarkan UU Perfilman memiliki kewenangan penuh seperti meluluskan suatu film dan reklame film untuk diedarkan, dipertujukkan, dan atau ditayangkan kepada umum, memotong atau menghapus bagian gambar, adegan, suara, dan teks terjemahan dari suatu film dan reklame film yang tidak layak untuk dipertujukkan dan atau tidak ditayangkan kepada umum.

Mengacu dari penjelasan di atas, dapat diartikan KPI tidak memiliki kewenangan melakukan penindakan atau pencegahan atas beredarnya sebuah film karena acuan yang diterapkan KPI dalam bertindak adalah UU Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran KPI tahun 2012.

“Undang-undang Penyiaran dan P3SPS lebih kepada pengaturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh disiarkan oleh lembaga penyiaran. KPI juga tidak dapat melakukan interupsi dan mendikte apa yang akan dibuat atau yang akan disiarkan lembaga penyiaran tersebut. Tapi ketika sebuah program acara telah disiarkan, barulah KPI bekerja dan dapat melakukan tindakan,”  kata Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, Kamis (2/5/2019).

Dia menegaskan, KPI memiliki kewajiban dan tanggungjawab untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan negatif yang timbul dari sebuah siaran. Namun, KPI tidak bisa serta merta melakukan tindakan atas sesuatu yang bukan wewenangnya.

“Permasalahan film ini dan tuntutan sebagian masyarakat agar kami mencegah peredarannya, kami artikan sebagai bentuk kritik dan masukan publik atas sebuah konten dalam film yang tidak sesuai dan pantas dengan norma yang berlaku di tengah masyarakat. Namun sekali lagi, tututan tersebut juga harus diarahkan pada jalur yang tepat dan sesuai aturan hukum,” kata Andre, panggilan akrabnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa di masa mendatang, Ketua KPI mengusulkan agar jajaran pemerintah daerah dan dinas-dinas terkait dengan masalah ini untuk membentuk badan pengawasan atau sensor film sesuai dengan amanah UU Perfilman.

 

Loading...



BNI Syariah Berupaya Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Lewat Industri 4.0


MAJALAH ICT – Jakarta. BNI Syariah berusaha meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui industri 4.0. Hal ini disampaikan Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto dalam Seminar Nasional Ekonomi Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Selasa (30/4). Pada kesempatan ini hadir pula Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim; Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI, Dadang Setiabudi; dan Sekretaris I DPP IAEI, Roikhan Mochamad Aziz.

Seminar nasional dengan tema “Islamic Fintech: Menakar Peluang dan Ancaman Keuangan dan Pemasaran Digital pada industri 4.0” ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta strategi menghadapi isu keuangan global kepada mahasiswa, dosen, dan pelaku bisnis.

Seminar nasional ini diinisiasi oleh IAIN Madura dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dalam rangka literasi keuangan syariah kepada milenial

Berdasarkan survei nasional literasi dan inklusi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2017 tercatat tingkat literasi keuangan syariah masih lebih rendah dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Untuk literasi keuangan syariah hanya 8% lebih rendah dibandingkan dengan bank konvensional 30%, sedangkan untuk inklusi keuangan syariah juga hanya 11% atau lebih rendah dibandingkan bank konvensional 68%.

Seiring dengan angka literasi dan inklusi dalam negeri yang masih rendah, Indonesia hanya menempati posisi kesepuluh dalam pangsa pasar Islamic finance di dunia.

Literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih rendah di Indonesia ini seakan menjadi paradoks karena Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Untuk meningkatkan inklusi dan literasi perbankan syariah ini teknologi digital berperan penting. Pada tahun ini BNI Syariah sedang gencar melakukan transformasi digital.

Transformasi digital ini dilakukan dengan penerapan metodologi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan nasabah (metodology human center design). Hal ini dilakukan dengan pengembangan aplikasi digital yang bisa memenuhi kebutuhan gaya hidup nasabah dalam beribadah dan bertransaksi setiap hari.

Wahyu mengatakan, “Dalam pengembangan digital, kami melakukan beberapa langkah strategis diantaranya pengembangan digitalisasi layanan perbankan, kolaborasi atau bekerjasama dengan perusahaan startup berbasis teknologi”.

Dalam pengembangan aplikasi digital, BNI Syariah mengembangkan platform dan aplikasi payment untuk donasi ZIS dan wakaf yang menyatukan lembaga-lembaga LAZ dan nazhir melalui website http://bit.ly/2PIkH2R dan aplikasi android.

Terkait kolaborasi teknologi, saat ini BNI Syariah telah bekerja sama dengan 50 perusahaan teknologi meliputi e-commerce, fintech, serta perusahaan startup berbasis teknologi. Kerjasama ini terkait dengan penggunaan platform maupun pemanfaatan produk bank.

Dengan kerjasama ini diharapkan ada beberapa benefit yang didapatkan BNI Syariah, yaitu peningkatan fee based income maupun pengendapan DPK.

Pada 2019, BNI Syariah menargetkan 100 perusahaan teknologi yang akan bekerjasama, termasuk perusahaan fintech. BNI Syariah tengah merancang skema investasi untuk turut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan perekonomian syariah melalui startup di Indonesia.

Sebagai gambaran, anggaran belanja modal (capital expenditure) tahun 2019 untuk proses otomasi di BNI Syariah sebesar Rp 135 miliar dimana 50% digunakan untuk pengembangan digital. Anggaran ini naik dua kali lipat dibanding 2018 sebesar Rp 66 miliar.

 

Loading...



umma Ajak Pengguna Bersama-Sama Mendapat Berkah Ramadhan Melalui Program “Rummah”


MAJALAH ICT – Jakarta. Sejalan dengan misi untuk mengajak pengguna bersama-sama menjadi muslim yang lebih baik (khairu ummah) melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), umma – platform muslim berbasis komunitas terdepan yang didirikan anak muda Indonesia, hari ini meluncurkan program Ramadhan Ummah (“Rummah”). Program yang dibuat khusus menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H tersebut akan memudahkan pengguna dalam beribadah, belajar serta berdonasi bersama dengan pengguna lainnya.

Dalam acara peluncuran bersama media yang digelar hari ini, Indra Wiralaksmana, CEO dan Co-Founder umma, memaparkan, “Ramadhan merupakan bulan yang spesial bagi umat muslim, di mana umat muslim selalu berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan guna mendapatkan keberkahan Ramadhan. Untuk membantu umat muslim semakin mudah beribadah dan bersama-sama menjadi khairu ummah, di Ramadhan tahun ini kami menghadirkan fitur Ramadhan khusus. Di mana, fitur ini menjadi one stop solution untuk para pengguna kami untuk lebih mudah beribadah dan melakukan berbagai amalan di bulan suci.”

Selama bulan Ramadhan, konten-konten terkait Ramadhan menjadi salah satu konten yang paling banyak diakses oleh para umat muslim. “Berdasarkan data internal di Ramadhan tahun lalu, konten yang paling banyak diakses para pengguna kami selama periode Ramadhan adalah konten-konten seperti keutamaan Ramadhan, amalan-amalan mulia di Bulan Ramadhan, do’a-do’a Ramadhan, dan bahkan sampai dengan resep makanan untuk sahur dan berbuka puasa. Konten informatif seperti inilah yang membedakan kami dengan aplikasi lain. Di umma, pengguna bisa menemukan berbagai konten keagamaan untuk menunjang ibadah Ramadhan cukup dengan satu fitur. Cukup satu klik untuk Ramadhan lebih barokah,” ujarnya.

Indra melanjutkan, Program Rummah yang merupakan fitur khusus Bulan Ramadhan dari umma, menawarkan berbagai konten penunjang pelaksanaan ibadah sepanjang bulan suci, mulai dari:
Penunjang Beribadah – Terdiri dari waktu sholat dan penunjuk arah kiblat yang dapat digunakan di lokasi manapun berbasis GPS.

Memperdalam Ajaran Agama – Melalui beragam artikel siraman rohani dan berbagai video kajian ustad, kaum muslim dapat menambah pengetahuan mengenai agamanya. Konten yang ada dipersonalisasi sesuai ketertarikan pengguna dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

Konten Ramadhan – Bacaan-bacaan dan tips bermanfaat termasuk resep-resep makanan untuk membantu umat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan meraih kesuksesan Ramadhan.

Mutaba’ah Yaumiyah – Fitur untuk merekam kegiatan ibadah pengguna sehari-hari di sepanjang Bulan Ramadhan. Melalui Mutaba’ah Yaumiyah pada aplikasi umma, pengguna akan mendapatkan poin untuk setiap aktivitas ibadah dan amalan harian yang telah dilakukan dan direkam. Poin yang terkumpul dapat kemudian didonasikan oleh pengguna dalam bentuk uang tunai ke badan amal yang dipilih oleh pengguna tersebut.

Fitur Mutaba’ah Yaumiyah, kata Indra, merupakan perwujudan dari misi umma untuk mengajak para penggunanya bersama-sama menuju kebaikan. Setiap poin yang dihasilkan pengguna umma dari aktivitas ibadah mereka akan dikonversi menjadi donasi yang akan disalurkan oleh umma melalui Dompet Dhuafa dan Kitabisa.com sesuai dengan program donasi yang dipilih pengguna. “Kami berharap pengguna umma bisa mewujudkan ketercapaian target total donasi Rp 1 miliar melalui fitur Mutaba’ah Yaumiyah yang ada,” ujarnya.

Kerja sama umma dengan GOJEK: Kemudahan Beribadah untuk Lebih Banyak lagi Umat Muslim Indonesia

Dalam peluncuran program Rummah hari ini, umma juga menandatangani nota kesepahaman dengan GOJEK, Super App penyedia layanan on-demand terdepan di Asia Tenggara sebagai bentuk penegasan komitmen kedua belah pihak untuk terus memanfaatkan teknologi guna memudahkan kehidupan masyarakat. Kali ini, komitmen tersebut dituangkan melalui penyediaan fitur informasi waktu sholat dalam aplikasi GOJEK.

Sony Radhityo, Head of Third-Party Platform GOJEK, mengatakan, “Di GOJEK, kami selalu berupaya untuk melahirkan inovasi yang dapat memudahkan kehidupan masyarakat, serta memberikan dampak sosial. Ekosistem GOJEK dirancang sedemikian rupa agar layanannya dapat terus berkembang, sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Third Party Platform ini menjadi vehicle kami untuk terus menjalin kerja sama dengan para mitra bisnis terdepan di bidangnya, untuk dapat memberikan lebih banyak lagi solusi bagi para pelanggan kami. Menyambut bulan Ramadhan, kami berkolaborasi dengan umma untuk menghadirkan fitur informasi waktu sholat bagi para pelanggan kami.”

Sementara itu, Indra juga mengatakan bagaimana kerja sama antara dua anak bangsa ini menjadi salah satu langkah penting perjalanan umma. “Kami yakin kerja sama dengan GOJEK yang merupakan aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan di Indonesia ini dapat memperluas jangkauan umma sehingga kami dapat memberikan lebih banyak lagi pengalaman beribadah terbaik bagi umat muslim di Indonesia, terutama memasuki bulan suci Ramadhan,” tutup Indra.

 

Loading...