Friday, 3 May 2019

5 Mei Jadi Puncak HARKULNAS GO-FOOD 2019, Pesta Kuliner Raksasa Berhadiah Emas


MAJALAH ICT – Jakarta. GO-FOOD, layanan pesan-antar makanan nomor satu di Indonesia dan Asia Tenggara di dalam super app GOJEK, secara konsisten menghadirkan kemudahan bagi pengguna untuk merasakan kemudahan berwisata kuliner online maupun offline. Setiap tahunnya, GOJEK menggelar Hari Kuliner Nasional (HARKULNAS) GO-FOOD yang menawarkan beragam promo di puluhan ribu merchant GO-FOOD. Tidak hanya menikmati kuliner nikmat, 55 pelanggan yang beruntung juga bisa mendapatkan hadiah utama berupa emas batangan seberat masing-masing 5 gram.

Melanjutkan kesuksesan pelaksanaan HARKULNAS tahun 2018 lalu, kali ini HARKULNAS GO-FOOD hadir dengan ragam promo lebih variatif, periode yang lebih ekstensif selama hampir 1 bulan dan menjangkau wilayah yang lebih luas, yaitu 16 kota di Indonesia.

Data internal GO-FOOD selama tahun 2018 juga menyebutkan bahwa pertumbuhan transaksi di 5 kota utama diadakannya HARKULNAS meningkat hingga 6 kali lipat. Diharapkan, dengan periode promo yang semakin panjang, akan semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati promo dan juga membantu peningkatan transaksi mitra merchant GO-FOOD selama HARKULNAS.

Rosel Lavina, VP Corporate Affairs Food & Pay GOJEK mengatakan, “HARKULNAS GO-FOOD hadir dilatar belakangi oleh apresiasi kami terhadap kerja keras para mitra merchant dan driver selama ini, serta kesetiaan pelanggan dalam memilih GO-FOOD sebagai pilihan utama layanan pesan-antar makanan. Berdasarkan riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) berjudul “Dampak GOJEK terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018,” GO-FOOD memberikan kontribusi yang signifikan pada perekonomian Indonesia, yaitu sebesar Rp 18 triliun.

“Hasil studi LD FEB UI ini juga melansir bahwa peningkatan volume dan omzet bisnis memacu mitra UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Hal ini ditunjukkan dari 85% responden UMKM yang menginvestasikan kembali pendapatannya dari GO-FOOD ke dalam usaha mereka. Lebih jauh lagi, teknologi yang kami ciptakan tidak hanya bermanfaat untuk merchant, tapi juga pelanggan setia kami kini semakin bisa merasakan mudahnya berwisata kuliner melalui GO-FOOD. Untuk itu, kami menghadirkan promo-promo, baik melalui pemesanan online di aplikasi maupun mengunjungi lokasi GO-FOOD Festival, agar pengguna bisa menikmati beragam kuliner nikmat yang pastinya ramah di kantong,” tambah Rosel.

Puncak HARKULNAS GO-FOOD dapat dipastikan menjadi pesta kuliner paling meriah persembahan dari GO-FOOD. Saat ini, dalam rangkaian MINGKULNAS (Minggu Kuliner Nasional), pengguna dapat menikmati ragam kuliner dengan diskon hingga 40% dan juga voucher potongan harga hingga Rp50.000.

Sedangkan di puncak perayaan HARKULNAS GO-FOOD tanggal 5 Mei 2019 nanti, masyarakat dapat menikmati diskon hingga 55% dan harga makanan mulai dari Rp5.500. Tidak hanya menikmati kemudahan berwisata kuliner online di GO-FOOD, masyarakat juga dapat menikmati keseruan promo HARKULNAS di area GO-FOOD Festival karena setiap pembelian makanan/ minuman di GO-FOOD Festival akan mendapatkan diskon hingga 50% + 55% (S&K berlaku). Selain itu, mari beramai-ramai datang ke GO-FOOD Festival tanggal 5 Mei karena akan diadakan aktivitas menarik seperti pertunjukkan seni dan musik mulai dari jam 10 pagi yang terbuka untuk umum. Kini tidak perlu bingung menghabiskan akhir pekan bersama keluarga dan teman dekat sebelum bulan Ramadhan tiba.

Aristo Kristandyo, VP Marketing GO-FOOD menambahkan, “Dalam berinovasi, kami selalu melibatkan seluruh ekosistem sehingga dapat merasakan manfaat yang kami hadirkan melalui teknologi. Karenanya, dalam promo HARKULNAS GO-FOOD kali ini, kami juga memberikan promo gratis ongkir hingga jarak 5km. Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan promo ini berarti traffic permintaan mitra driver untuk mengambil orderan GO-FOOD pun juga akan semakin meningkat.”

“Pastikan kamu mengajak keluarga dan teman-teman untuk sekarang juga buka aplikasi GOJEK dan pilih banner HARKULNAS GO-FOOD untuk bisa menikmati diskon berlimpah dari puluhan ribu merchant favorit kamu. Semakin banyak pelanggan melakukan pesanan, semakin banyak pula kesempatan untuk memenangkan grand prize berupa 55 emas batangan dengan berat masing-masing 5 gram untuk pelanggan yang beruntung,” tutup Aristo.

 

Loading...



KPI Minta Lembaga Penyiaran Siarkan Konten Ramadhan Berkualitas


MAJALAH ICT – Jakarta. Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan seluruh lembaga penyiaran untuk menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan tidak menyiarkan konten yang dapat mengganggu kekhusyuan ibadah tersebut. KPI juga meminta semua acara bertemakan Ramadhan lebih mengedepankan unsur edukasi ketimbang canda berlebihan.

Permintaan tersebut itu disampaikan Komisioner bidang Isi Siaran KPI Pusat, Nuning Rodiyah, saat berbicara di depan perwakilan lembaga penyiaran yang diundang dalam kegiatan kelompok diskusi terpumpun menyambut Ramadhan 2019, di Kantor KPI Pusat.

Menurut Nuning, pada saat Ramadhan  konten bernafaskan suasana bulan suci akan dikemas dalam beberapa program acara seperti news, kuliner, realty show, variety show dan lainnya. Peningkatan kreatifitas kemasan program, kata dia, jangan sekedar  memanfaatkan suasana dengan menamai program dengan tempelan ramadhan, sedangkan isi acaranya tak mencerminkan nafas bulan suci.

“Peningkatan jumlah program acara bertajuk ramadhan dan religi berdasarkan pengalaman 2018 juga diikuti dengan meningkatnya jumlah penonton sebesar 26 persen dan ini harus diantisipasi lembaga penyiaran dengan kehati-hatian dalam menyajikan setiap program acaranya terutama acara bertemakan Ramadhan dengan tetap mengikuti aturan penyiaran yakni P3 dan SPS KPI, terlebih karena terjadinya perubahan pola menonton, dan munculnya primetime ke dua yaitu saat sahur, maka prinsip perlindungan anak dan remaja harus di kedepankan. Karena jam sahur berhimpitan dengan jam yang diizinkan program klasifikasi D ditayangkan” katanya.

Kehatian-hati dalam produksi program siaran meliputi penyampaian materi tentang keagamaan di program acara seperti sinetron, reality show, talkshow dan lainnya. Nuning mencatat, salah satu program yang akan jadi perhatian khusus pengawasan adalah acara hiburan.

“Kami berharap program ini lebih memperhatikan kekhusyuan bulan ramadhan karena pada tahun 2016 terdapat program acara Battle Dance yang menampilkan peserta pria dan wanita badannya berhimpitan saat melakukan tarian,” ujar Nuning memberi beberapa contoh.

Sorotan tentang kurangnya proposionalitas konten dakwah dengan hiburan dalam program siaran ramadhan mesti disikapi dengan sejumlah upaya salah satunya penambahan unsur edukasi tentang keagamaan. “Banyak program hiburan yang judul programnya ditempeli kata-kata ramadhan, namun kontennya sepanjang program hanya berisi hiburan saja tanpa mengedepankan unsur yang bernuansa ramadhn. kami himbau lembaga penyiaran agar dalam program acara tersebut ada segmen yang menyampaikan materi ramadhan dan mengedepankan prinsip penghormatan pelaksanaan ibadah ramadhan,” pinta Nuning.

“KPI juga berharap Ramadhan adalah momentum peningkatan kualitas program siaran, dan kualitas tayangan ramadhan tahun ini dapat meningkat dibanding sebelumnya dan juga terus bertahan indeks kualitasnya meskipun bulan Ramadhan selesai,” harap Nuning.

Komisioner KPI Pusat, Dewi Setyarini, menambahkan untuk acara infotaiment yang didalamnya terlalu banyak membuka aib atau ghibah agar di kurangi pada saat bulan ramadhan. Selain itu, iklan yang menampilkan orang makan atau minum agar dikemas menjadi lebih baik. “Jadi agar orang yang berpuasa tidak tergoda atau tetap menjaga kekhusyuan ramadhan. Dan, tetap jadi P3SPS sebagai pedoman dalam tayangan ramadhan,” tandasnya.

Terkait iklan makanan dan minuman, Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano, menjelaskan bahwa memang tidak ada larangan untuk menampilkan iklan tersebut yang perlu lembaga penyiaran perhatikan adalah untuk tidak mengeksploitasi adegan makan dan minum.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, K.H M. Cholil Nafis, menekankan pentingnya peningkatan kualitas dakwah di lembaga penyiaran. Menurutnya, dakwah di televisi berarti belajar agama lewat televisi, jadi dakwah itu bukan sekedar tontonan tetapi juga menjadi tuntunan.

Terkait kualitas pendakwah, Cholil menyoroti banyaknya pendakwah yang diundang televisi karena jumlah viewers atau followers yang banyak, padahal dia bukan ahli agama. “Tolong dibedakan antara ustadz dengan motivator. Dimohon juga untuk orang yang menguraikan hadist atau dalil itu untuk orang yang berkompeten dibidangnya,” tegasnya.

Cholil berharap, lembaga penyiaran dapat mengundang ustadz dengan kompetensi dan keilmuan yang benar agar tidak terjadi kesalahan dalam membaca ayat dan menyampaikan tafsir ayat tersebut. “Kami berharap Dai yang akan mengisi dakwah di televisi sudah bersertifikat dari MUI. Karena Dai yang bersertifikat sudah melalui pelatihan, uji kompetensi dan profesional,” katanya.

Selain itu, kata Cholil, dakwah di media penyiaran terkadang terkendala durasi atau waktu. Sering terjadi pada saat penyampaian sebuah masalah dan belum selesai penjelasannya dari pendakwah, tiba tiba acara tersebut sudah terputus. Hal ini kadang menyebabkan kegaduhan dalam masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPI Pusat, Mayong Suryo Laksono, mengingatkan lembaga penyiaran untuk mengkonsultasikan calon pendakwah atau Dai ke MUI. Selain itu, dia mewanti-wanti siaran live atau langsung agar lebih hati-hati dengan memberi pelapis untuk mengurangin terjadinya masalah yang tidak diinginkan.

Dalam acara itu, turut hadir sejumlah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dari sejumlah provinsi. Mereka menyampaikan masukan kepada lembaga penyiaran soal tayangan ramadhan berdasarkan karakteristik masing-masing daerah.

 

Loading...



Proyek SMF SATRIA Digadang untuk Tingkatkan Konektivitas Layanan Publik


MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) dan Perbatasan. Melalui Proyek Satelit Multifungsi (SMF) Satelit Republik Indonesia (SATRIA) seluruh layanan pendidikan, fasilitas kesehatan, administrasi pertahanan dan keamanan, serta pemerintahan daerah di seluruh wilayah Indonesia terhubung dengan internet.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan SATRIA dapat menuntaskan masalah konektivitas pada layanan publik pemerintahan

“Satelit SATRIA ini menjadi solusi bagi daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh Proyek Palapa Ring. Satelit ini diperutukan untuk pemerintah. sekolah, puskesmas, kantor desa, korsamil, polsek yang membutuhkan akses internet,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat memberikan sambutan dalam Penandatangan Perjanjian Kerjasama, Perjanjian Penjaminan, dan Perjanjian Regres Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Satelit Multifungsi di Museum Nasional Jakarta, Jumat (03/05/2019).

Proyek SATRIA ini memiliki kapasitas 150 Gbps yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite(HTS) dengan frekuensi Ka-Band. Cakupan layanan SATRIA akan mencapai hampir 150 ribu titik layanan publik di seluruh wilayah Indonesia.

“Dari 150 ribu titik ini kita membutuhkan 150 ribu antena, namun dengan catatan tidak boleh di bangun di Pulau Jawa tapi kita harus distribusikan ke daerah. Mungkin ada lima lokasi dengan 30 ribu masing-masing. Dengan skala ekonomi cukup ini akan menunjang pengembangan ekonomi daerah, berikan otonomi kepada daerah jangan hanya berpusat di Jawa,’ jelas Rudiantara.

Lebih lanjut Menteri Rudiantara menjelaskan bahwa Satelit SATRIA ini berbeda dengan satelit lainnya karena didesain khusus untuk internet. “Satelit ini didesain khusus untuk internet tidak untuk yang lain seperti satelit yang dioperasikan oleh BRI, Telkom, Indosat, dan PSN. Kalau satelit lain digunakan untuk komunikasi, TV dan broadcasting, satelit SATRIA hanya untuk internet. Karena kita memasuki era digital dimana kebutuhan internet makin lama makin besar,” lanjutnya.

Konstruksi SATRIA akan dimulai pada akhir tahun 2019 dan ditargetkan selesai dan bisa diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2022.  Pada tahun 2023 diharapkan SATRIA dapat beroperasional untuk mendukung konektivitas layanan publik.

Terbesar di Asia

Proyek SATRIA menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan (Availability Payment/AP) selama 15 tahun masa konsesi dengan nilai total Rp 20,68 Triliun (Rp399,31 Miliar dan USD70,5 juta per tahun) yang meliputi nilai CAPEX, OPEX, dan perhitungan pengembalian investasi yang wajar. Pembayaran AP akan menggunakan anggaran di dalam lingkungan Kominfo.

“SATRIA sendiri menjadi satelit pertama di Asia yang terbesar, sedangkan di dunia menjadi nomor 5 (lima) dari sisi kapasitas. Angka 21 triliun ini adalah angka untuk membangun, meluncurkan, mengoperasikan dan memilihara dalam waktu 15 tahun,” ujar Menteri Rudiantara.

Proyek Satelit SATRIA ini didukung penuh dan dimonitor oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berperan sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK).

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto menjelaskan  Proyek SMF SATRIA menjadi proyek keempat yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Saya mengapresiasi Kementerian Kominfo karena satelit multifungsi ini menjadi proyek keempat yang mengimplementasikan skema KPBU. Ke depan kita berharap proyek ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Dampak proyek SATRIA terhadap perekonomian juga akan dapat dirasakan melalui peningkatan online link dan jaringan komunikasi secara signifikan untuk UKM Transactional Center, proses e-Office, menurunkan biaya operasional, serta mempercepat dan memperbaiki layanan.

Selain itu, satelit juga akan dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah dalam memberikan jasa keuangan, informasi pasar, bisnis dan kegiatan lainnya yang akan secara nyata mendorong perekonomian regional dan nasional.

Proses pengadaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) proyek SMF SATRIA dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo. Sebagai penjamin PT PII dan didukung pula oleh konsorsium yang terdiri dari PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera telah ditetapkan sebagai pemenang, serta telah membentuk PT Satelit Nusantara Tiga pada 26 April 2019 lalu.

 

Loading...



Sambut Bulan Puasa, XL Axiata Luncurkan Paket Baru Xtra Rejeki “Tunjangan Hadiah Ramadan”


MAJALAH ICT – Jakarta. Menyambut bulan suci Ramadan, PT XL Axiata Tbk ( XL Axiata ) meluncurkan paket inovatif “Xtra Rejeki”. Paket Xtra Rejeki merupakan sebuah paket data terbaru dari XL Axiata yang memberikan cashback untuk pelanggan kartu XL. Selanjutnya pelanggan bisa menggunakan cashbacktersebut untuk mendapatkan potongan harga hingga Rp 1,2 juta guna membeli smartphone tipe apa saja yang dijual di online partner tertentu.

Direktur Komersial XL Axiata, Allan Bonke mengatakan, “Kami konsisten untuk menghadirkan produk-produk yang memberikan manfaat besar bagi pelanggan. Itu pula yang mendasari kami untuk meluncurkan paket inovatif sekaligus yang pertama di Indonesia, paket “Xtra Rejeki” yang memberikan cashback. Sengaja pula kami meluncurkannya saat ini, bersamaan dengan datangnya Ramadan dan Lebaran, agar pelanggan XL bisa semakin menikmati kedua momen menggembirakan tersebut. Pelanggan bisa mulai membeli paket Xtra Rejeki, dan cashback yang diberikan bisa untuk potongan harga membeli smartphone idaman baru guna merayakan Lebaran nanti.”

Allan menambahkan, untuk saat ini cashback memang hanya bisa ditukarkan untuk pembelian smartphone di online partner tertentu. Namun, pihaknya tidak hanya akan sampai di situ dalam mengembangkan manfaat cashback paket Xtra Rejeki tersebut dengan partner yang lebih banyak. XL Axiata telah menyiapkan cashback tersebut untuk bisa digunakan berbelanja di saluran penjualan lainnya dan juga tidak hanya untuk membeli smartphone. Dengan demikian, pelanggan XL akan terus mendapatkan manfaat yang semakin besar dari setiap pembelian paket data Xtra Rejeki.

Paket Xtra Rejeki tersedia dalam tiga pilihan. Pertama, paket 3GB seharga Rp 65 ribu dengan besar cashback hingga Rp 400 ribu. Kedua, paket 6GB seharga Rp 125 ribu, cashback hingga Rp 800 ribu. Ketiga, paket 15GB seharga Rp 200 ribu, cashback hingga Rp 1.2 juta.

Untuk mendapatkan cashback, pelanggan harus terlebih dulu membeli paket Xtra Rejeki sebanyak 3 kali, 6 kali, atau 12 kali. Besar cashback tergantung dari kategori dan jumlah paket yang dibeli. Pelanggan tidak hanya bisa membeli paket ini untuk nomornya sendiri tetapi juga bisa membelikan untuk 4 nomor lain yang berbeda dan cashback tetap akan didapatkan oleh pelanggan yang membelinya.

ramadhan package

Selain memberikan cashback hingga Rp 1,2 Juta, paket Xtra Rejeki ini juga memiliki beberapa penawaran yang menarik antara lain akses tak terbatas ke aplikasi Whatsapp, LINE, Go-Jek, serta YouTube Tanpa Kuota.

Paket Xtra Rejeki mulai berlaku pada 2 Mei 2019 dan bisa didapatkan pelanggan melalui UMB *123*678#. Setelah pembelian paket berhasil dilakukan, pelanggan bisa melihat besarnya cashback melalui menu yang sama. Agar pelanggan bisa menggunakan cashback tersebut untuk membeli smartphone di online partner tertentu, Pelanggan cukup memilih smartphone apapun di online partner tertentu, masukan kode voucher yang dikirimkan oleh XL dan nikmati diskon nya.

Xtra Kuota Ramadan dan Xtream 2

Selain meluncurkan paket Xtra Rejeki, untuk melengkapi momen istimewa Ramadan, XL juga meluncurkan paket Xtra Kuota Ramadan dan smartphone Xtream 2. Paket Xtra Kuota Ramadan merupakan paket internet spesial bulan Ramadan yang diperuntukan bagi pelanggan XL prabayar untuk melengkapi kelancaran dan kenyamanan berkomunikasi dengan keluarga, teman dan kerabat selama Ramadan hingga mudik Lebaran.

Paket Xtra Kuota Ramadan hadir dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp 500 untuk pilihan paket harian, Rp 1.000 untuk 3 hari dan Rp 2.500 untuk paket mingguan. Dalam paket ini pelanggan XL yang sudah berlangganan Paket Xtra Combo VIP, Xtra Combo, Xtra Combo Lite, Hotrod, dan Hotrod Xtra bisa menikmati  pilihan paket dengan manfaat utama yang berbeda. Pertama, paket akses tanpa batas ke sosial media Facebook atau Instagram, ke apilikasi chatting LINE, dan WhatsApp. Dan juga akses tanpa batas ke aplikasi online streaming video dan film melalui aplikasi iflix & Netflix. Paket Xtra Kuota Ramadan XL, dapat mulai dibeli melalui UMB *123# di tanggal 5 Mei 2019.

Sementara itu, untuk smartphone Xtream 2, pelanggan bisa mendapatkannya dengan harga mulai dari Rp. 700 ribuan. Smartphone Xtream 2 memiliki keunggulan berupa Unlimited YouTube untuk 24 Jam selama 1 Tahun. Pelanggan bisa mendapatkan smartphone Xtream 2 di retail outlet atau toko handphone yang menjual device. Jika pelanggan melakukan pembelian smartphone Xtream 2 ini di online partner tertentu, pelanggan bisa menukarkan cashback yang didapatkannya dari paket Xtra Rejeki.

 

Loading...



Siap Ekspansi Bisnis Pembiayaan P2P Syariah, ALAMI Resmi Terdaftar di OJK


MAJALAH ICT – Jakarta. PT ALAMI FINTEK SHARIA, yang dikenal dengan nama ALAMI, telah resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara fintech pembiayaan P2P berbasis syariah, atau lebih dikenal dengan pembiayaan peer-to-peer (P2P) syariah, pada 30 April 2019. Hal ini menjadi milestone penting untuk membuktikan komitmen jangka panjang ALAMI dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Berdasarkan data publikasi OJK, hingga bulan April 2019, baru ada 3 perusahaan fintech pembiayaan syariah yang terdaftar dari total 106 perusahaan dimana lebih dari 100 perusahaan lainnya melayani pembiayaan konvensional. Dengan resmi terdaftarnya ALAMI di OJK juga menambah alternatif layanan pembiayaan bagi para pelaku UKM di Indonesia yang membutuhkan jasa keuangan bebas riba dengan mengadopsi prinsip syariah.

Dima Djani, CEO ALAMI mengatakan bahwa dengan terdaftarnya ALAMI di OJK merupakan pijakan awal dalam memenuhi kualifikasi kelayakan sebagai penyelenggara layanan pembiayaan P2P syariah yang akuntabel di bawah pengawasan OJK. “Sebagai perusahaan dengan bisnis model berlandaskan nilai syariah, ALAMI mengutamakan kepatuhan terhadap regulator serta nilai kemaslahatan bagi pihak-pihak yang terlibat sebagai amanat para stakeholders yang kami pegang teguh. Amanat ini termasuk bagaimana ALAMI menjadi penghubung yang memastikan pihak pemberi dan penerima pembiayaan memperoleh keuntungan dan manfaat yang adil,” terang Dima.

Dalam memperoleh status terdaftar di OJK, ALAMI telah menjalani proses evaluasi menyeluruh yang merupakan mekanisme pengujian OJK terhadap ALAMI mulai dari investigasi terhadap model bisnis, standar minimum teknologi informasi yang digunakan, hingga kesesuaian syariah dan tata kelola perusahaan. “Demi menjaga kepercayaan dan melindungi hak konsumen sebagai bagian penting dari tata kelola perusahaan yang baik, ALAMI siap melaksanakan kewajibannya terhadap keterbukaan informasi terkait pelaksanaan bisnisnya melalui penyampaian laporan berkala kepada regulator,” tambah Dima.

Dalam menjalankan bisnisnya, ALAMI berkomitmen menerapkan nilai-nilai syariah, yaitu keadilan dan transparansi. ALAMI memberikan keleluasaan pada pemberi pembiayaan (funder) untuk memilih UKM yang sesuai dengan tingkat risiko masing-masing funder melalui publikasi data hasil skoring UKM sebagai calon penerima pembiayaan (beneficiary). Sementara itu, untuk proses penagihan kewaijban bagi penerima pembiayaan, ALAMI menerapkan kaidah perlindungan konsumen dengan melakukan penagihan secara in-house yang sesuai dengan nilai keadilan dan profesionalisme.

Untuk menjaga ekosistem industri P2P, ALAMI berupaya menerapkan mitigasi risiko demi menjaga produktifitas bisnis yang menghasilkan kepuasan bagi kedua belah pihak. Pada layanan anjak piutang (invoice financing), ALAMI menerapkan sistem credit scoring yang komprehensif dalam menentukan keputusan pembiayaan bagi calon penerima pembiayaan (beneficiary), baik dari sisi kuantitatif, yaitu laporan keuangan dan rekening koran bisnis, serta kualitatif, seperti kunjungan langsung ke tempat usaha untuk memastikan kredibilitas calon penerima pembiayaan.

Lebih spesifik dari sisi keamanan transaksi, ALAMI menjalin kemitraan dengan bank berbasis syariah, yaitu Bank Permata Syariah. Sehingga dana yang dihimpun dari funder, dapat tersalurkan dengan transparan kepada beneficiary, dan sebaliknya kala beneficiary memenuhi kewajiban pembayaran, dana akan disalurkan kepada funder melalui rekening penampung. Semuanya dijalankan dengan akad syariah sesuai fatwa nomor 117 dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Tingkatkan Penetrasi Pembiayaan Syariah di Kalangan Millennial

Di tahun 2019, ALAMI menargetkan bisnis P2P pembiayaan syariahnya dapat menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 80 miliar. Guna mencapai target, ALAMI berupaya meningkatkan layanan dimana salah satunya mengoptimalkan user interface (UI) dan user experience (UX) agar mudah dan nyaman diakses (user-friendly). “Salah satu strategi ALAMI untuk menarik perhatian masyarakat adalah dengan merancang tampilan website dengan navigasi yang user-friendly senyaman menggunakan sosial media,” kata Dima. Selain itu, ALAMI juga melakukan edukasi target pasar melalui konten-konten sosial media yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan isu sehari-hari. Selain strategi pemasaran secara online, ALAMI juga akan melakukan pemasaran secara offline dengan bekerja sama dengan komunitas-komunitas UKM sebagai beneficiary ataupun masyarakat umum sebagai funders.

Sebagai perusahaan fintech syariah yang tengah memperkuat eksistensinya di pasar, ALAMI didampingi penasihat ternama, Riawan Amin, pakar ekonomi syariah yang juga mantan Direktur Utama Bank Muamalat periode 1999-2009. “Sebelum perusahaan fintech lahir, industri keuangan syariah memang tumbuh setiap tahun, namun pertumbuhan tersebut bisa lebih cepat jika literasi keuangan syariah bisa lebih luas. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, tingkat penetrasi keuangan syariah masih jauh dari optimal. Kehadiranfintech syariah perlu diapresiasi sebagai akselerator pertumbuhan literasi dan inklusi keuangan syariah, melalui teknologi digital dan internet, penetrasi bisnis dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Kehadiran ALAMI di industri pembiayaan P2P syariah tentu dapat menggarap lapisan masyarakat yang belum terpapar layanan pembiayaan syariah namun sudah memiliki dorongan untuk bertransaksi keuangan secara syariah, khususnya para milenial. Peran aktif OJK dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) juga sangat membantu masyarakat dalam memahami keuangan syariah,” terang Riawan.

Selain pendampingan intensif dari pakar ekonomi syariah di atas, ALAMI juga merupakan salah satu pendiri Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) yang secara kolektif bersama perusahaan fintech syariah lainnya mendukung misi pemerintah dalam meningkatkan penetrasi ekonomi syariah yang lebih luas di masyarakat.

Langkah selanjutnya, ALAMI akan terus meningkatkan pelayanan dan perizinan yang telah ditetapkan sesuai regulasi yang berlaku untuk menjadikan ALAMI sebagai perusahaan pembiayaan syariah yang semakin kredibel. “Kami optimis dapat terus melakukan improvement untuk meningkatkan layanan, salah satunya dengan sertifikasi ISO 27001 sebagai komitmen ALAMI dalam memelihara sistem manajemen informasi yang baik. Ini adalah bagian dari upaya kami agar mampu mengantongi izin resmi dari OJK agar meningkatkan daya saing ALAMI sebagai fintech pembiayaan P2P syariah pilihan pelaku usaha UKM,” tutup Dima.

 

Loading...



Thursday, 2 May 2019

Kominfo Identifikasi 486 Hoaks Selama April 2019, Total Hoaks Selama Pemilu Sebanyak 1.731


MAJALAH ICT – Jakarta. Sebanyak 486 hoaks, kabar bohong, berita palsu berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI selama bulan April 2019. Total jumlah hoaks yang dikais, diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 1.731 hoaks pada periode Agustus 2018 sampai dengan April 2019.

Disampaikan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus setu, dari  486 hoaks selama April 2019 tersebut, terdapat 209 hoaks kategoti politik. Sehingga total hoaks kategori politik yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 620 hoaks. Hoaks politik antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.

“Dari penelusuran Mesin AIS Kominfo, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian terus meningkat menjelang hari pencoblosan 17 April 2019. Tidak berhenti di tanggal pencoblosan, jumlah hoaks terus bertambah setelah 17 April 2019. Jumlah konten hoaks yang beredar di tengah masyarakat kita terus meningkat dari bulan ke bulan. Di bulan Agustus 2018, hanya 25 informasi hoaks yang diidentifikasi oleh Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo. Di September 2018, naik menjadi 27 hoaks, sementara di Oktober  dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoaks. Di bulan Desember 2018, jumlah info hoaks terus naik di angka 75 konten,” kata Ferdinandus.

Ditambahkannya, peningkatan jumlah konten hoaks sangat signifikan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019. Sebanyak 175 konten hoaks yang berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kominfo. Angka ini naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoaks. Angka tersebut terus menanjak menjadi 453 hoaks selama Maret 2019.

“Dari total 1.731 hoaks sejak Agustus 2018 hingga April 2019  yang diidentifikasi, diverivikasi dan divalidasi oleh Tim AIS Kominfo, hoaks kategori politik mendominasi di angka 620 item hoaks. Disusul 210 hoaks kategori pemerintahan, 200 hoaks kategori kesehatan, 159 hoaks terkait fitnah, 113 hoaks terkait kejahatan dan sisanya hoaks terkait isu agama, bencana alam, mitos, internasional  dan isu lainnya,” jelas lelaki yang biasa dipanggil Bang Nando ini.

Menurutnya, Tim AIS dibentuk oleh Menteri Kominfo Rudiantara pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, identifikasi verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti.

“Kementerian Kominfo mengimbau warganet yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten atau melalui aplikasi pesan instan WhatsApp di nomor 081-1922-4545,” ajak Ferdinandus.

 

Loading...



Ingin Maksimal Layani Ramadan dan Idul Fitri 1440H, Telkomsel Bangun 10 Ribu BTS Multi-Band LTE


MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam upaya memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi pelanggan pada periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini, Telkomsel telah meningkatkan seluruh elemen jaringan di titik-titik strategis jalur mudik dan pusat-pusat keramaian publik. Secara khusus, Telkomsel membangun 10.000 base transceiver station (BTS) multi-band Long Term Evolution (LTE) di seluruh Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berkualitas dengan kapasitas yang memadai.

Momentum RAFI merupakan momen spesial bagi masyarakat Indonesia. Jutaan orang melakukan ibadah puasa Ramadan dan ritual pulang kampung halaman pada saat Idul Fitri yang dikenal dengan mudik. Selain mudik, masyarakat Indonesia juga memanfaatkan periode tersebut untuk berlibur bersama keluarga dan kerabat.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, “Periode RAFI tahun ini menjadi momentum yang istimewa bagi Telkomsel, karena bersamaan periode ini Telkomsel genap berusia 24 tahun. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan setia terhadap Telkomsel selama 24 tahun ini.”

“Pada momen RAFI ini pula keandalan jaringan dan layanan Telkomsel yang sesungguhnya diuji, umumnya penggunaan layanan komunikasi lebih tinggi dibanding hari biasa. Untuk itu, sejak jauh-jauh hari Telkomsel menggelar berbagai persiapan dari sisi infrastruktur maupun produk dan layanan agar pelanggan tetap bisa menikmati layanan dengan nyaman pada saat periode RAFI,” lanjut Ririek.

Pada RAFI tahun ini, Telkomsel memperkirakan terjadi lonjakan trafik layanan data sebesar 21% dibandingkan hari normal, bahkan sekitar 66% jika dibandingkan periode RAFI tahun lalu. Hal tersebut dikarenakan perilaku komunikasi pemudik maupun wisatawan di Indonesia didominasi penggunaan layanan data. Tingginya penggunaan layanan data antara lain dipicu seringnya pelanggan mengunggah foto dan video aktivitas di lokasi mudik dan wisata ke media sosial serta aplikasi pesan instan. Di samping itu, pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk mengakses berbagai informasi dan direktori kuliner, penginapan, dan beragam aktivitas seni dan budaya yang bisa dilakukan di lokasi mudik dan wisata, serta menikmati berbagai layanan hiburan digital, seperti video, musik, dan games.

Di sisi lain, trafik layanan suara diperkirakan turun sekitar -10% dibanding hari normal, sedangkan trafik layanan SMS diperkirakan turun sekitar -2% dibanding hari normal. Hal ini sudah diprediksi sebelumnya, mengingat perilaku pelanggan yang kini semakin fasih dan intensif dalam menggunakan berbagai aplikasi dan layanan digital, yang mengakibatkan turunnya intensitas penggunaan layanan suara maupun layanan SMS.

“Kualitas jaringan merupakan prioritas utama kami dalam mengantisipasi tingginya penggunaan layanan komunikasi pada periode RAFI. Dengan mengimplementasikan 10.000 BTS 4G di seluruh pita frekuensi, kami menjamin pelanggan dapat menikmati pengalaman menggunakan layanan broadband secara optimal dan prima,” jelas Ririek.

Di samping membangun puluhan ribu BTS 4G di seluruh pita frekuensi, Telkomsel juga menambah kapasitas jaringan pada 10.000 BTS 4G, mengoperasikan 70 mobile BTS, menambah kapasitas gateway internet 15% dari kapasitas existing menjadi 4.700 Gbps, menambah kapasitas sistem IT untuk layanan, dan menambah kapasitas layanan isi ulang pulsa.

Dari sisi produk dan layanan, Telkomsel berupaya menjaga ketersediaan kartu perdana dan layanan isi ulang pulsa sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang biasanya meningkat pada periode RAFI. Telkomsel juga menggelar posko layanan di 557 titik strategis di jalur mudik dan lokasi wisata utama (point of interest), yang meliputi Bandar Udara, Terminal Bus, Stasiun Kereta, Dermaga, Rumah Sakit, Area Padat Populasi, Pasar Tradisional, dan Mal. Selain itu, seluruh kanal pelayanan existing Telkomsel juga bersiaga melayani pelanggan, di antaranya 425 GraPARI Telkomsel Siaga, 493 Mobile GraPARI yang terdiri dari 324 armada mobil dan 169 armada motor, 111 unit layanan digital self-service MyGraPARI, 831 kantor pelayanan mitra distributor, dan 3.779 Outlet Siaga.

Pelanggan dan masyarakat juga dapat memperoleh informasi produk, fitur, serta layanan Telkomsel dengan menghubungi Call Center 188 atau mengakses kanal digital Telkomsel, mulai dari website telkomsel.com, aplikasi myTelkomsel, layanan GraPARI Virtual (virtual assistance melalui LINE, Facebook Messenger, Telegram), e-mail cs@telkomsel.co.id, serta akun Facebook dan Twitter Telkomsel.

Di samping itu, bertepatan dengan hari ulang tahun pada 26 Mei, sebagai apresiasi kepada pelanggan Telkomsel mengadakan berbagai program spesial seperti Lucky Draw Anniversary & RAFI 2019, penukaran Telkomsel POIN dan aktivasi layanan berhadiah undian spesial, serta program mudik bareng ke 15 kota. Pelanggan juga dapat menikmati beragam layanan spesial RAFI berupa paket layanan data, suara, dan SMS; layanan digital lifestyle; LinkAja; digital advertising; serta mobile banking.

Optimalisasi Jaringan di Jalan Utama dan Jalur Tol

Jalan tol yang merupakan jalur utama yang selalu padat saat mudik juga menjadi fokus pengamanan jaringan Telkomsel. 16 ruas tol utama di Sumatra dan Jawa, termasuk 12 ruas tol baru, sudah dilayani 2.226 BTS, termasuk 666 BTS 4G.

Di jalan utama dan jalan tol Trans Sumatra kekuatan sinyal Telkomsel mencapai 90,34% dengan success call mencapai 98,18%. Di jalan utama dan jalan tol Trans Jawa kekuatan sinyal Telkomsel mencapai 98,39% dengan success call mencapai 99,39%. Sedangkan di jalur kereta api Trans Jawa kekuatan sinyal Telkomsel mencapai 97,01% dengan success call mencapai 98,93%. Untuk coverage jalur utama tol Trans Sumatra, tol Trans Jawa dan kereta api Trans Jawa sudah di-cover sinyal Telkomsel secara continues 100%.

Untuk memastikan kenyamanan berkomunikasi pelanggan, Telkomsel telah menggelar drive test rutin di berbagai titik dengan kepadatan trafik komunikasi tertinggi dengan total jarak tempuh lebih dari 12.000 kilometer. Ada pun parameter pengukuran yang digunakan adalah kekuatan daya pancar dan daya terima handset (Coverage), tingkat kesuksesan akses jaringan (Call Setup Success Rate/CSSR), tingkat kontinuitas panggilan (Call Completion Success Rate/CCSR), lamanya waktu pembangunan panggilan (Call Setup Time/CST), kualitas suara (Mean Opinion Score/MOS), dan kecepatan akses data (Data Throughput). Secara umum drive test yang dilakukan memberikan hasil yang baik, di mana angka rata-rata CSSR 98,80%, CST 6,58 detik, MOS≥3 95,21%, Data Throughput 7.773 kbps (average).

Kenyamanan pelanggan Telkomsel dalam berkomunikasi di periode RAFI 2019 didukung sekitar 200.000 BTS di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 70.000 BTS 4G untuk memaksimalkan penggunaan layanan data. Terlebih lagi dengan penataan ulang pita frekuensi (refarming) 800 dan 900 Mhz yang menjadikan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous), sehingga Telkomsel dapat lebih leluasa dan fleksibel dalam meningkatkan teknologi seluler yang diimplementasikan.

“Hal ini membuka peluang lebih besar bagi masyarakat yang belum dapat menikmati 4G menjadi menikmati layanan broadband bagus dan berkualitas,” tutup Ririek.

Sesuai dengan tema Telkomsel Siaga tahun 2019 ini yaitu “Sebarkan Kebahagiaan”, Telkomsel ingin menebar kebahagiaan pada momen RAFI tahun ini sebagai wujud syukur dan rasa kepedulian kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Telkomsel menyerahkan takjil buka puasa sebanyak 24 ton kurma kepada 20 masjid di 20 kota di seluruh Indonesia dengan penerima manfaat sekitar 720.000 paket. Selain itu Telkomsel juga melakukan kegiatan berbagi bersama dengan 5.000 anak yatim dan dhuafa, menggelar sembako murah, pemberian santunan kepada 50 yayasan, edukasi internet baik kepada anak-anak, dan bersih-bersih masjid.

 

Loading...