Monday, 1 July 2019

Pertanian 4.0 Bikin Pertanian Tradisional Menuju Pertanian Modern

MAJALAH ICT – Jakarta. Revolusi industri 4.0 merupakan kerangka teknologi yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mentransformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern. Kerangka ini sekaligus jawaban atas pesatnya modernisasi yang bisa memenuhi kebutuhan.

Sejak empat setengah tahun lalu Kementerian Pertanian telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk berbagai alat dan mesin (Alsintan) pertanian seperti autonomous tractor, drone sebar benih, drone sebar pupuk granule, alsin panen olah tanah terintegrasi dan penggunaan obot tanam.

“Capaian kita banyak yang melebihi target yang ditetapkan pemerintah. Saya cek gudang beras penuh, harga stabil dan ekspor meningkat tajam, bahkan tertinggi dalam sejarah. Kemudian inflasi rendah dan PDB kita meningkat,” kata Amran saat melaunching pertanian 4.0, Sulaiman dalam kunjungan kerjanya ke Desa Junwangi, Sidoarjo, Jawa Timur.

Menurut dia, semua capaian ini tidak terlepas dari gagasan presiden Jokowi dalam merevolusi mental semua lini, termasuk menerapkan Pertanian 4.0 pada sektor pertanian. Penggunaan digitalisasi adalah jalan menuju persaingan antar negara di dunia.

“Tidak mungkin kita bisa bersaing dengan negara lain tanpa menggunakan pertanian modern. Dari awal kita sudah melakukan digitalisasi seperti e-catalog. Jadi pembelian apapun langsung ke pabrik, harga murah dan datang tepat waktu. Semuanya karena e-catalog. Dengan cara ini harga juga turun, kemudian saya akumulasi pertahun penghematan anggaran sangat drastis,” katanya.

Amran mengatakan, dengan penghematan ini pemerintah bisa mendorong lebih banyak lagi penggunaan alsintan ke seluruh Indonesia. Kedepan, petani di pelosok desa tidak perlu menanam padi dengan cara lama yang masih tradisional.

“Jadi kedepan menanam padi menggunakan drone yang bisa menghemat biaya sampai 60 persen. Artinya jika dalam sekali tanam membutuhkan Rp 12 juta, maka dengan alat modern drone cuma butuh Rp 6 juta,” katanya.

Setidaknya, efisiensi tersebut mencapai 40 persen untuk pengolahan tanah, 20 persen untuk proses penanaman dan 28,6 persen untuk penyiangan. Selain itu, penggunaan mesin transplanter dengan metode tanam Jajar Legowo 2:1 juga sangat menghemat waktu, tenaga dan biaya produksi.

Pasalnya, metode ini mampu meningkatkan produktivitas sampai 0,3-1,8 ton atau 3,5–30,6 persen. Secara finansial, pola ini juga terbukti telah meningkatkan pendapatan petani sebesar Rp.1,3 juta hingga Rp 5 juta. Dengan kata lain, metode ini meningkat tajam sebesar 19,10 hingga 41,23.

Amran menyampaikan bahwa, pengadaan barang dan jasa untuk alsintan pra panen dan pasca panen melalui e-catalog juga bisa menghemat anggaran negara hingga 1,2 triliun. Dengan begitu, semua biaya menjadi lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel.

Ketersediaan alsintan dan level mekanisasi Indonesia telah meningkat menjadi 1,68 hp/ha di tahun 2018 yang pada tahun 2015 masih pada level 0,22 hp/ha, yang mana level mekanisasi negara maju seperti Amerika 17 hp/ha, Jepang 16 hp/ha sementara  Vietnam sudah 1,5 hp/ha.

Selanjutnya, modernisasi pertanian melalui berbagai alat teknologi juga sukses meningkatkan kesejahteraan petani baik pada Nilai Tukar Petani (NTP) maupun Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Kedua item ini meningkat masing-masing sebesar 5,45 persen dan 0,42 persen selama periode 2014-2018.

Dampak lain dari peggunaan mekanisasi ini mampu menurunkan biaya produksi sekitar 30 persen dan meningkatkan produktivitas lahan sebesar 33,83 persen. Walau begitu, harga yang diterima petani menurun (deflasi) akibat produksi melimpah.

Inflasi bahan makanan mengalami penurunan terbaik dalam sejarah Indonesia. Tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai 1,26 persen pada tahun 2018 dari 20,57 persen di tahun 2014.

Lebih dari itu, kondisi tersebut juga berdampak langsung pada menurunnya penduduk miskin di pedesaan hingga mencapai 13,20 persen di tahun 2018. Padahal angka sebelumnya di tahun 2014 mencapai 14,17 persen.

Bupati Sidoarjo Saiful Illah menyampaikan rasa terimakasih atas pengenalan teknologi pertanian yang diluncurkan Mentan Amran Sulaiman hari ini. Menurut dia, pengenalan ini penting dilakukan mengingat Sidoarjo merupakan Kabupaten subur dengan total luas lahan mencapai 17 ribu hektare.

“Sidoarjo adalah kabupaten subur untuk tanaman padi. Maka itu, kita berharap mekanisasi ini mampu mengembalikan daya tarik anak muda untuk terjun langsung ke pertanian. Kemudian yang tak kalah penting mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat di Sidoarjo,” tandasnya.

 

Loading...



Prabowo Ajukan Gugatan Pilpres ke Mahkamah Internasional, Kementerian Kominfo: Hoax!

MAJALAH ICT – Jakarta. Sebuah konten hasil tangkapan layar beredar luas di media sosial yang menyebutkan, “Tiba di Den Haag, Prabowo Ajukan Gugatan ke Mahkamah Internasional MMA-UFC”.

Foto tersebut rupanya hasil suntingan dari situs Detik.com. Gambar itu memperlihatkan Prabowo Subianto turun dari pesawat saat tiba di Den Haag. Konten itu dirilis pada hari Jumat, 28 Juni 2019 pukul 19:05 WIB. 

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu mengatakan, foto tangkapan layar tersebut, juga diberi narasi bahwa, proses gugatan masih terus berlanjut. Namun, faktanya, kabar itu adalah hoaks.

“Berita itu sudah disunting dan diedit, karena berita asli pada hari Jum’at, 28 Juni 2019 pukul 19:05 di Detik.com tidak memuat berita dengan narasi seperti itu,” kata Ferdinandus di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Menurut Ferdinandus, berkaitan dengan berita yang sebenarnya dari situs Detik.com berjudul “2 Jaksa Kena OTT KPK, Jaksa Agung: Akan Diproses di Gedung Bundar”. 

Sementara itu, lanjut Ferdinandus, gambar hasil tangkapan layar tersebut dimanipulasi menggunakan foto Prabowo yang sedang turun dari pesawat, dan ditambahkan judul palsu pada situs berita ternama untuk meyakinkan masyarakat. 

Fakta lainnya juga menunjukan, MMA-UFC yang bersanding dengan Mahkamah Internasional pada judul tersebut, juga membuat gambar yang meragukan. 

“UFC atau Ultimate Fighting Championship itu merupakan perusahaan promotor ajang Mixed Martial Arts (MMA) di Amerika. Jadi, tidak ada hubungan antara UFC-MMA dengan Mahkamah Internasional,” terangnya.

Berikut rincian lengkap laporan isu hoaks harian untuk tanggal 30 Juni 2019 dari Tim AIS Kementerian Kominfo.

1. Maradona Mempunyai Penyakit Alzheimer

2. Helikopter yang Hilang Kontak di Oksibil Papua Mendarat Darurat

3. Ikan Tongkol Palsu Beredar Di Lampung Tengah

4. Seorang Wanita Muda Dicuri Ginjalnya Ketika Tidak Sadarkan Diri

5. Kerangka Manusia Yang Mengeras Menjadi Batu

6. Tiba di Den Haag, Prabowo Ajukan Gugatan ke Mahkamah Internasional MMA-UFC

7. Sertifikasi Islam Sebagai Agama Paling Damai dari UNESCO

8. Wanita Disebut Hamil 17 Anak Sekaligus

9. Sungai Merah di Bandung

10. Pantai Arabisasi dan LGBT di Banyuwangi

11. Manfaat dari Kacamata ION Nano

12. 92% Rakyat Sumatera Tidak Akui Jokowi Sebagai Presiden, Edy Semprot Awak Media Kompas

13. Seorang Ustadz Ditangkap Usai Sholat Jumat di Masjid Sunda Kelapa

14. Hakim MK Anwar Usman Diperiksa KPK.

 

Loading...



Linkaja Diharapkan Bisa Jadi Unicorn Baru Kebanggaan Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno secara resmi meluncurkan aplikasi financial technology (fintech) milik BUMN, LinkAja di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta. Peluncuran ini sebagai hasil dari sinergi berbagai produk keuangan elektronik BUMN, LinkAja memiliki misi untuk memberikan akses layanan keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam rangka mendorong peningkatan inklusi keuangan dan suksesnya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Menteri Rini mengatakan LinkAja ini sebagai pemersatu transaksi digitalnya Himpunan Bank-bank Negara (Himbara). Selain itu, Menteri Rini optimistis kehadiran LinkAja bisa menjadi unicorn baru kebanggaan anak bangsa.

“Payment gateway system ini dihubungkan dengan sistem perbankan bank-bank BUMN. Bukan hanya e-wallet saja, bagi yang belum punya rekening bank BUMN sudah bisa tinggal transfer. Tapi kalau yang punya bisa dipakai untuk debit card, jadi ini mempermudah,” ujar Rini.

Menteri Rini menjelaskan saat ini LinkAja sudah bisa digunakan di luar negeri yaitu Singapura. Hal ini dikarenakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura sangat banyak, sehingga lebih memudahkan transaksi ataupun mengirimkan uang ke daerahnya. Namun, Rini juga menegaskan negara-negara lain juga tengah dijajaki kerja sama dengan LinkAja seperti Hong Kkong, Taiwan dan Malaysia.

“Karena di negara-negara itu banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI),” tegasnya.

Turut hadir dalam peluncuran LinkAja yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala BPKP Ardan Ardiperdana. Peluncuran ini juga dimeriahkan para pesohor tanah air yaitu Marion Jola, RAN, Candil, Kahitna, Jflow & Denada, Via Valen, hingga Winky Wiryawan.

LinkAja menghadirkan beragam fitur dan layanan transaksi pembayaran di lebih dari 150,000 merchant dan akan terus bertambah; pembayaran di lebih dari 400 tagihan dan produk digital seperti IndiHome, PLN, dan puluhan voucher game online; belanja online di lebih dari 20 e-commerce nasional seperti Tokopedia, Bukalapak dan Blanja; pembayaran pada berbagai moda transportasipublik seperti Bluebird, Railink, Damri; puluhan partner donasi digital seperti Rumah Zakat dan Baznas; layanan pengiriman uang; hingga fitur-fitur keuangan dan hiburan.

Selain itu, LinkAja memiliki titik CICO (Cash In Cash Out) untuk mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100,000 titik di seluruh Indonesia, termasuk di minimart (Indomaret, Alfamart, Alfamidi dll), Grapari Telkomsel, puluhan ribu ATM Link Himbara dan jaringan ATM Bersama, dan lebih dari 100 ribu jaringan outlet Mitra LinkAja (MiLA).

Fitur unggulan LinkAja yang baru adalah layanan tarik tunai tanpa kartu debit (hanya dengan menggunakan smartphone) di lebih dari 40 ribu ATM Link Himbara. Ini memungkinkan pengguna untuk melakukan penarikan uang instan tanpa harus membawa kartu. Selain itu, LinkAja juga menjadi satu-satunya uang elektronik di Indonesia yang melayani remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang ingin mengirimkan uangnya ke keluarganya di tanah air secara mudah, murah, aman, dan cepat.

LinkAja merupakan uang elektronik nasional kebanggaan Indonesia berbasis server yang merupakan produk andalan dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) dan telah terdaftar di Bank Indonesia. Berdasarkan Surat Izin Bank Indonesia Nomor 21/65/DKSP/Srt/B yang dikeluarkan pada tanggal 21 Februari 2019, Finarya secara resmi telah mendapat lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Penerbit Uang Elektronik dan Penyelenggara Layanan Keuangan Digital Badan Hukum.

Finarya merupakan anak usaha yang dibentuk dari semangat sinergi nasional PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan tujuh badan usaha milik Negara (BUMN), yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara(Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dan PT Danareksa (Persero) yang berdiri pada 21 Januari 2019. Namun, akan ada tambahan perusahaan BUMN yang akan jadi pemegang saham LinkAja yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura II.

 

Loading...



Indonesia Tuan Rumah Pertemuan APT Wireless Group Ke-25

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia menjadi tuan rumah The 25th Meeting of the Asia Pacific Telecommunity (APT) Wireless Group. Pertemuan rutin organisasi sektor teknologi, informasi, dan komunikasi dari 38 negara ini digelar selama lima hari dari tanggal 1 s.d. 5 Juli  2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan ini antara lain Draft APT Recommendations, APT Reports, Liaison Statements untuk program-program APT Work dan ITU-R Study Groups, serta survei kuesioner terkait rencana kerja lanjutan sidang tahun sebelumnya.

Sidang terbagi menjadi 3 (tiga) Working Group (WG) sesuai sektornya masing-masing, yaitu Working Group on Spectrum Aspects (WG SPEC), Working Group on Technology Aspects (WG TECH), serta Working Group on Service and Applications (WG S&A). Khusus WG S&A ini dibawahi langsung oleh perwakilan Indonesia, Dr. Eng. Khoirul Anwar sebagai Chairman.

Dalam sidang ini, Indonesia membawa proposal inisiasi kajian terkait dengan teknologi High Altitude Platform Station (HAPS), update informasi terkait beberapa uji coba teknologi 5G (IMT-2020) yang pernah dilaksanakan di Indonesia, serta isian kuesioner terkait dengan Vehicle-Mounted Earth Station (VMES) yang beroperasi pada jaringan satelit FSS di orbit geostasioner untuk pita frekuensi Ku Band.

Khusus untuk HAPS, Indonesia memandang bahwa teknologi ini dapat menjanjikan solusi teknologi sebagai pelengkap terhadap jaringan terrestrial dan jaringan satelit. Keberadaan HAPS dapat membantu mengatasi kesenjangan digital (digital divide) serta solusi komunikasi kebencanaan untuk Indonesia yang merupakan negara kepulauan rawan bencana.

Asia Pacific Telecommunity (APT) adalah organisasi antar pemerintah yang menangani sektor teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) melalui kerja sama riset, inovasi, pembangunan kapasitas telekomunikasi, serta pengembangan infrastruktur digital di kawasan Asia-Pasifik. Bermarkas di Bangkok, Thailand, APT telah terbentuk sejak tahun 1979 sebagai hasil joint initiatives dari United Nations Economic and Social Commission (UNESCAP) dan International Telecommunication Union (ITU).

Indonesia bergabung sebagai anggota APT pada tahun 1985. Perusahaan dari Indonesia yang saat ini terdaftar sebagai anggota afiliasi adalah PT. Telkom Indonesia dan PT. Telkomsel.

Asia-Pacific Telecommunity Wireless Group (AWG) merupakan salah satu Work Programs di bawah area program kerja Radiocommunication. Area ini mengharmonisasikan persepsi dan mengembangkan proposal bersama, serta mengkaji isu-isu yang berkaitan dengan spektrum frekuensi dan teknologi nirkabel (wireless). AWG secara aktif membantu negara—negara anggota memaksimalkan pemanfaatan teknologi nirkabel dalam telekomunikasi, serta memfasilitasi efisiensi penggunaan sumber daya spektrum melalui harmonisasi inisiatif regional.

Pada Mei 2019 lalu, APT Wireless Group menerima penghargaan untuk kategori “Awareness” dari International Telecommunication Union (ITU) dalam ajang 50th World Telecommunication and Inforrmation Society Day 2019 di Jenewa, Swiss. Melalui penghargaan ini, ITU mengakui AWG sebagai salah satu organisasi yang paling aktif meningkatkan kesadaran atas pentingnya international standardization, yang dibuktikan salah satunya melalui percepatan pengembangan Standard IMT-2020 (5G) dalam masa 4 tahun selama 2015-2018 menjelang World Radiocommunication Conference 2019 (WRC-19).

 

Loading...



Sunday, 30 June 2019

Samsung Galaxy Note 10 Hanya akan Miliki Satu Kamera Selfie

MAJALAH ICT – Jakarta. Beredar bocoran online dari Samsung Galaxy Note 10+. Disebut-sebut, ponsel cerdas ini hanya akan memiliki satu kamera selfie.

Penggemar Samsung memang masih menunggu pengumuman resmi dari barisan Galaxy Note 10 yang sangat dinanti dan senang mengetahui bahwa gambar versi “Plus” telah bocor secara online, menunjukkan bagaimana perangkat kelas atas akan terlihat seperti apa dan apa yang akan ditampilkannya. .

Seorang pengguna YouTuber dan Twitter bernama TechTalkTV merilis sebuah video yang menunjukkan foto-foto apa yang diklaim oleh YouTuber sebagai “Galaxy Note 10+.” YouTuber mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya ia dapat “membocorkan” informasi semacam ini, dan mengatakan bahwa gambar berasal dari salah satu pelanggannya.

Samsung memilih untuk tetap menggunakan skema penamaannya sendiri dan menyebut perangkat kelas atas model “Plus” daripada model “Pro” seperti yang dikabarkan sebelumnya. Ini terbukti di layar boot smartphone yang mengatakan “Samsung Galaxy Note 10+” diikuti oleh deskripsi yang mengatakan “Diamankan oleh Knox” dan “Didukung oleh Android.”

Smartphone ini memiliki faktor bentuk yang mengingatkan kita pada telepon Sony Xperia Z karena bentuknya persegi panjang dan tinggi. Bezel di sebelah kiri dan kanan sangat tipis, dan dagunya tampak mirip dengan yang ditemukan pada model Galaxy S10.

Gambar-gambar itu juga memperlihatkan satu fitur menarik: lubang pelubang yang terletak di tengah atas layar. CNet mencatat bahwa punch-hole tampaknya lebih kecil daripada pil berbentuk yang ditemukan di Galaxy S10, dan kemungkinan memiliki ruang untuk hanya satu kamera menghadap ke depan. Namun, gambar tidak mengungkapkan kemampuan kamera, jadi sebaiknya tunggu detail lebih lanjut saat datang.

Di bagian belakang, Galaxy Note 10+ yang diduga memiliki fitur triple camera sejajar secara vertikal dan terletak di sisi kiri atas punggung ponsel. Sekali lagi, gambar tidak memberikan detail apa pun tentang jenis lensa ini.

Gambar tidak mengungkapkan banyak detail selain dari ini. Gambar tidak mengungkapkan bagian atas, bawah dan samping ponsel, dan dengan demikian tidak dapat mengkonfirmasi apakah jack headphone 3.5mm masih ada atau tidak.

Samsung diperkirakan akan merilis jajaran Galaxy Note 10 pada bulan Agustus. Nantikan pembaruan lainnya saat kedatangan ponsel ini.

 

Loading...



Pekerja Penting Siap Hadapi Tantangan Era Revolusi Industri 4.0

MAJALAH ICT – Jakarta. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis, menerima kunjungan Serikat Pekerja Indonesia (SPI) di Kantor KPI Pusat. Dalam kesempatan ini, Ketua KPI menyampaikan pentingnya pesiapan para pekerja menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0.

“Kita harus siap menghadapi era ke depan ini karena persaingannya akan semakin ketat  meskipun di satu sisi revolusi ini mempermudah kita. Jika kita tidak mengikuti perubahan maka kita akan terpinggirkan, inilah konsekuensinya. Karena itu, pekerja harus ikut perubahan yang ada,” kata Andre, panggilan akrabnya.

Menurutnya, hampir semua aspek kehidupan terjadi perubahan semisal transportasi, belanja, dan bidang lainnya seperti adanya televisi streamin. “Televisi streaming bukan masuk ranah kami tidak ada aturan yang mengikat. Padahal TV ada aturan yang lebih ketat,” tambah Andre.

Dalam kesempatan itu, salah satu peserta menanyakan alasan media mainstream yang hanya meliput isu tertentu. “isu yang semisal pekerja illegal yang ada di Arab yang jumlah banyak tidak diliput. Kami hanya melihat di internet dan media sosial apakah hal itu tidak bisa atur oleh KPI,” kata Saleh, penanya tersebut.

Yuliandre mengatakan, pihaknya akan berupaya dengan kekuatan yang dimiliki tanpa harus melanggar Undang-undang yang ada yakni UU Penyiaran.

 

Loading...



Investasi 5G di Asia Pasifik Capai 370 Miliar Dolar, Korea Selatan Jadi Negara Pertama Adopsi 5G

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam laporan GSMA terbaru untuk wilayah Asia Pasifik disebutkan bahwa operator seluler di Asia berencana untuk berinvestasi $ 370 miliar membangun jaringan 5G pada periode hingga 2025. Dan Korea Selatan adalah yang pertama di dunia yang menyiarkan langsung jaringan 5G tahun ini dan, pada tahun 2025, diperkirakan bahwa 24 pasar Asia Pasifik akan meluncurkan layanan 5G.

Cina saat ini sedang menguji 5G di semua kota besar dan provinsi, termasuk Shanghai, menjelang peluncuran komersial pada tahun 2020. Diperkirakan 28 persen koneksi seluler negara itu akan berjalan pada jaringan 5G pada tahun 2025, terhitung sekitar sepertiga dari global Basis koneksi 5G.

Namun, negara, sendirian, diperkirakan akan menginvestasikan $ 184 miliar pada teknologi 5G pada tahun 2025. Juga diperkirakan 5G akan menyumbang hampir $ 900 miliar untuk ekonomi kawasan selama 15 tahun ke depan.

Meskipun gebrakan besar pada 5G, 4G akan mencakup lebih dari dua pertiga koneksi regional pada tahun 2025. 4G menjadi teknologi seluler paling dominan di Asia pada tahun 2018, mencapai 52 persen koneksi, dan “masih memiliki banyak ruang kepala untuk pertumbuhan. ”

Tetapi tingkat pertumbuhan pelanggan seluler di kawasan ini melambat, karena banyak pasar mendekati kejenuhan. Pada akhir 2018 misalnya, ada 2,8 miliar pelanggan seluler unik di Asia, setara dengan 67 persen dari populasi kawasan itu. Jumlah pelanggan diperkirakan akan meningkat menjadi 3,1 miliar pada tahun 2025, setara dengan 72 persen dari populasi.

Terutama, pelanggan yang baru ditambahkan selama periode ini akan datang dari enam negara: India, Cina, Pakistan, Indonesia, Bangladesh dan Filipina. Selain itu, lebih dari empat dalam lima koneksi seluler di Asia akan menjadi smartphone pada 2025, naik dari 61 persen pada 2018.

 

Loading...