Monday, 2 September 2019

Tokopedia Tingkatkan Kualitas SDM IT Indonesia Lewat Kompetisi Devcamp 2019

MAJALAH ICT – Jakarta. Tokopedia, perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, mengumumkan pemenang kompetisi hackathon DevCamp 2019. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian pelatihan intensif di bidang backend & mobile serta kompetisi hackathon, yang digelar selama enam hari berturut-turut. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa tingkat akhir di puluhan universitas tanah air, yang memiliki ketertarikan dalam bidang teknologi dan telah melalui tahap seleksi.

Kompetisi DevCamp 2019 digelar Tokopedia untuk mendukung misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemendikbud) dalam mendorong minat mahasiswa di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). Meningkatnya minat generasi muda terhadap bidang teknologi diharapkan berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah developer handal demi menghadirkan beragam inovasi digital yang dapat mempermudah kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama dalam berkontribusi terhadap perekonomian digital negara.

Aswin Tanu Utomo, VP of Engineering, Tokopedia, mengungkapkan, “Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia percaya bahwa talenta merupakan investasi terbesar dalam mengakselerasi terwujudnya misi besar untuk Indonesia, yaitu pemerataan ekonomi secara digital. Lewat DevCamp 2019, kami berharap bisa mendorong lahirnya lebih banyak talenta berbakat khususnya developer yang nantinya juga punya kesempatan berkarya untuk Indonesia lewat Tokopedia,” ujar Aswin.

Tahun ini, pemenang pertama kompetisi hackathon DevCamp 2019 adalah sebuah grup, yang terdiri dari Dion Saputra (Institut Teknologi Bandung), Ridwan Afwan Karim Fauzi (Universitas Gadjah Mada), dan Azzam Jihad Ulhaq (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Mereka menciptakan produk bernama Artpedia yang berfungsi mempertemukan seniman dengan para kolektor karya seni, misal lukisan. Dalam pengaplikasiannya, Artpedia didukung oleh teknologi Augmented Reality (AR), dimana pengguna dapat melihat langsung karya seni dengan mengarahkan kamera ke lokasi yang mereka inginkan. Inovasi ini memberikan pengalaman interaktif dan imersif kepada pengguna ketika menggunakan aplikasi tersebut.

Peserta yang mengikuti kompetisi DevCamp 2019 telah melalui rangkaian seleksi yang ketat, dimulai dari seleksi berkas hingga wawancara dengan tim juri dari Tokopedia. Setelah lolos tahap seleksi berkas, peserta diwajibkan mengikuti psikotes dan tes coding. Proses terakhir yang dilewati peserta adalah wawancara dengan divisi HRD dan Technology Tokopedia.

Di tahun keduanya, kompetisi DevCamp 2019 berhasil menarik lebih dari 1.600 pendaftar dari para mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang teknologi yang telah diseleksi secara ketat hingga tersisa sebanyak 39 peserta. Selama enam hari masa pelatihan dan kompetisi, peserta dibagi ke dalam 13 grup beranggotakan tiga orang yang dimentori oleh 13 Engineering Manager dari Tokopedia.

Di empat hari pertama, peserta dihadapkan oleh pelatihan yang meliputi Tokopedia Basic Training dan Intensive Tech Training. Seluruh grup kemudian diuji untuk menghadirkan inovasi digital — yang dapat mempermudah masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari melalui pemanfaatan teknologi digital lewat sesi hackathon dalam waktu kurang lebih 20 jam. Pada hari terakhir, grup mempresentasikan produk yang telah mereka buat di hadapan para juri dari tim Technology, Business dan Product Tokopedia.

“Pada saat sesi hackathon, produk yang dihasilkan setiap grup dinilai berdasarkan beberapa poin, yakni inovasi teknologi yang dihadirkan dan kegunaan produk, pengaplikasiannya ke dalam bisnis dan desain, serta kualitas produk secara keseluruhan. Melalui poin-poin penilaian tersebut, kami ingin mengasah kemampuan teknis serta kreativitas mereka dalam menghadirkan sebuah produk yang mudah digunakan dan memberikan nilai tambah kepada pengguna,” jelas Aswin.

Aswin juga mengatakan bahwa selain dapat meningkatkan kemampuan teknis, kompetisi hackathon DevCamp 2019 juga bisa menjadi wadah untuk mengasah cara berpikir peserta dalam memecahkan masalah. “Salah satu dari tiga DNA Tokopedia adalah Focus on Consumer, dimana kami terus memberikan solusi yang mempermudah para pengguna. Semangat inilah yang ingin dikedepankan Tokopedia melalui kompetisi DevCamp 2019 agar peserta mengimplementasikan cara berpikir yang logis sehingga dapat memberikan solusi yang tepat bagi masyarakat secara umum,” tutup Aswin.

Kompetisi DevCamp 2019 merupakan ajang kompetisi tahunan yang digelar Tokopedia sejak tahun 2018. Sama seperti tahun sebelumnya, peserta yang mengikuti kompetisi DevCamp akan diberikan kesempatan untuk menjalankan program magang selama tiga bulan yang dimentori langsung oleh Head of Engineering, Tokopedia. Selain itu, para pemenang akan menerima total hadiah uang tunai sebesar Rp 69 juta, sekaligus mendapat kesempatan besar untuk bergabung menjadi salah satu Nakama di Tokopedia setelah lulus nanti.

 

Loading...



Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Jalin Kerja Sama Digitalisasi Moda Transportasi Pengangkut BBM

MAJALAH ICT – Jakarta. Sebagai upaya dalam mengakselerasikan negeri, Telkomsel terus bergerak maju memperkuat komitmennya dalam melakukan digitalisasi di berbagai industri, salah satunya melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT). Kali ini, solusi IoT Telkomsel Fleetsight dipercaya oleh Pertamina Patra Niaga yang bergerak dalam bidang usaha sektor hilir industri minyak dan gas, untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi lebih dari 1.800 unit kendaraan tangki BBM. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Telkomsel Smart Office, Jakarta pada 2 September 2019.

Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini mengatakan, “Telkomsel bangga dapat kembali menghadirkan solusi inovatif berbasis Internet of Things di berbagai industri, yang sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mendukung visi Making Indonesia 4.0 dari pemerintah. Di era Industri 4.0 seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk dapat mengadopsi inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, dan layanan Fleetsight Telkomsel akan mendukung Pertamina Patra Niaga untuk terus bergerak maju mengakselerasikan efektivitas dan efisiensi dalam operasional bisnis dengan tetap menjaga tingkat keselamatan operasionalnya,” tambah Emma.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Nina Sulistyowati mengatakan “Terima kasih kepada Telkomsel atas dukungan kesepahaman untuk bersama-sama memberikan solusi digitalisasi armada PT Pertamina Patra Niaga yang dihadirkan dengan cakupan jaringan yang luas. Kami berharap sinergi kerjasama ini tidak hanya berkontribusi positif terhadap operasional Pertamina, namun juga berdampak positif bagi akselerasi efisiensi distribusi agar persediaan BBM dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok Tanah Air.”

Dengan diimplementasikannya Telkomsel FleetSight pada kendaraan operasional truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina akan mendapatkan manfaat terkait kemudahan dalam memonitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga keselamatan karyawan dalam bekerja.

Telkomsel FleetSight menghadirkan solusi IoT terkini untuk aset-aset bergerak termasuk memonitor dan mengontrol armada kendaraan dengan menyematkan perangkat telematika berbasis satelit yang diintegrasikan dengan berbagai jenis sensor atau peralatan tambahan pada kendaraan. Teknologi ini mampu merekam semua paramater mobilitas aset dan sekaligus menyediakan informasi ini kepada pengguna baik dalam bentuk insight maupun data, seperti pilihan rute, jam operasional kendaraan, perilaku mengemudi, hingga mengukur batas kecepatan.

Data-data tersebut juga dikombinasikan dengan rule dan alert yang mampu memberikan peringatan secara real-time ketika terjadi pelanggaran standard operasional, misalnya melebihi kecepatan, beroperasi di luar jadwal, melintasi rute yg bukan seharusnya, temperatur kerja komponen-komponen kritikal melebihi standard, dan lain-lain. Melalui perjalanan kendaraan yang lebih efisien, Telkomsel FleetSight juga berkontribusi membuat kendaraan dapat lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi hasil pembakaran (carbon footprint).

Penjajakan kerjasama PT Pertamina Patra Niaga dengan Telkomsel yang diawali dengan penadantanganan MoU ini akan meliputi tiga fase. Tahap pertama merupakan pemasangan Telkomsel FleetSight yang siap beroperasi pada September hingga Oktober 2019. Sedangkan tahap kedua dan ketiga merupakan peningkatan fitur Telkomsel Fleetsight dengan mengintegrasikan beberapa sensor tambahan yang dirancang untuk mampu mengidentifikasi parameter tambahan seperti temperatur rem kendaraan, kekentalan oli mesin, dan tekanan pada ban.

“Di era Industri 4.0 seperti sekarang ini, perusahaan memang dituntut mengadopsi inovasi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan. Tujuannya agar memudahkan manajemen PT Pertamina Patra Niaga dalam meningkatkan keselamatan pengendara, keselamatan kendaraan, melakukan monitor kendaraan, meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional dan juga akurasi jumlah produk yang dikirimkan”, tegas Nina.

“Menghadirkan layanan dan solusi digital yang komprehensif dan berkelanjutan merupakan komitmen Telkomsel dalam mengakselerasikan ekosistem digital di Indonesia. Semoga kolaborasi antara Telkomsel dengan Pertamina ini dapat menginspirasi berbagai industri lainnya dalam mengimplementasikan teknologi digital, karena penguasaan teknologi menjadi kunci penentu bagi Indonesia untuk bisa bersaing di era Industri 4.0”, tutup Emma.

 

Loading...



Sunday, 1 September 2019

Huawei Rilis Dua Ponsel Cerdas dengan Sistem Operasi Android

MAJALAH ICT – Jakarta. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Huawei tidak akan dapat merilis smartphone baru dengan versi berlisensi dari sistem operasi Android Google. Ini karena pembuat ponsel pintar Tiongkok ditempatkan pada daftar entitas yang pada pertengahan Mei lalu, secara efektif melarang perusahaan teknologi A.S. dari menjual teknologi ke sana.

Satu seri smartphone tertentu yang terkena dampak larangan ini adalah lineup Mate 30 mendatang, yang diharapkan akan terungkap beberapa minggu dari sekarang. Seorang juru bicara Google mengatakan bahwa flagships baru Huawei tidak dapat dijual dengan aplikasi dan layanan berlisensi. Nasib lineup, kemudian, tetap tidak diketahui.

Meskipun ada larangan, Huawei berencana untuk terus merilis smartphone yang berjalan di Google. Dalam sebuah email yang dikirim ke Otoritas Android, perusahaan teknologi China mengkonfirmasi bahwa pada akhir tahun 2019, ia akan merilis setidaknya dua smartphone baru yang berjalan pada versi Android berlisensi penuh. Sayangnya untuk konsumen A.S., model ini hanya akan dirilis di Afrika Selatan.

Huawei mengatakan akan segera merilis Huawei Y9 S dan Nova 5T – dua smartphone yang merupakan peningkatan bertahap ke pendahulunya: Y9 Prime dan Nova 5. Raksasa teknologi China tidak mengatakan apa-apa tentang Y9 S, kecuali bahwa itu akan datang dengan “teknologi inovatif.”

Nova 5T, di sisi lain, sebelumnya dibocorkan oleh daftar Google Enterprise. Ini memiliki layar 5,5 inci dengan lubang punch yang terletak di sudut kiri atas. Kamera ini juga diharapkan hadir dengan empat kamera yang dipasang di belakang, sehingga totalnya menjadi lima kamera.

Nova 5T yang akan datang diharapkan berjalan di Android 9 Pie. Ini akan datang dengan 8GB RAM dan dapat dikonfigurasi untuk memiliki hingga 256GB ruang penyimpanan internal. Perangkat ini juga diharapkan memiliki pembaca sidik jari yang dipasang di sisi yang terletak di dalam area tersembunyi di sisi kanan ponsel, tepat di bawah volume rocker.

Masih Didukung oleh Google

Huawei mengatakan model-model ponsel baru ini, yang akan dirilis sebelum tahun berakhir, akan “masih didukung oleh Google.” Tidak jelas bagaimana ini akan terjadi karena larangan pemerintah AS terhadap Huawei tidak spesifik untuk lokasi mana pun: Google masih berbasis di AS dan masih dilarang menjual teknologi ke raksasa teknologi Cina.

 

Loading...



Begini Strategi Bank Mandiri Kerek Transaksi Elektronik Lewat Kopi

MAJALAH ICT – Jakarta. Bank Mandiri terus memperkuat transaksi elektronik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan beragam program promosi menarik serta memberikan layanan pembayaran elektronik di Mandiri Jakarta Coffee Week (Jacoweek) yang digelar pada 30 Agustus–1 September 2019 di PIK Avenue Mall, Jakarta Utara.

Kehadiran perseroan pada event tahunan itu merefleksikan dukungan Mandiri kepada pertumbuhan industri kopi. Harapannya, lebih dari 25 ribu pengunjung akan datang untuk menikmati kemeriahan pesta kopi di arena Mandiri Jacoweek

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan, Mandiri Jakarta Coffee Week 2019 kembali menyuguhkan sensasi dan pengalaman menikmati varian kopi lokal dari berbagai kedai kopi unik yang dikombinasikan dengan kemudahan serta kenyamanan bertransaksi menggunakan alat pembayaran elektronik Bank Mandiri. Saat ini, transaksi pembayaran non tunai semakin digemari, di mana lebih dari 90% transaksi nasabah Bank Mandiri dilakukan secara elektronik dan kurang dari 10% melalui kantor cabang.

“Sebagai tren gaya hidup yang semakin melekat di berbagai kalangan, budaya ngopi tidak hanya dirasakan di kota-kota besar, tapi kota-kota kecil dan pinggiran. Oleh karena itu, kami cukup optimis inisiatif program promosi Jacoweek yang telah berjalan selama tiga tahun ini sangat efektif untuk memperkuat awareness atas alat pembayaran elektronik Mandiri serta mengangkat pamor kedai-kedai kopi sesuai tren yang sedang berkembang,” kata Donsuwan saat membuka Mandiri Jacoweek di Jakarta, Jumat (30/8).

Mandiri Jakarta Coffee Week 2019 bertema “Be Kind”. Artinya, setiap pelaku industri kopi dan penikmatnya diajak untuk semakin ramah lingkungan, tempat tinggal dan tumbuh kopi. Perhelatan yang didukung oleh Bank Mandiri ini menghadirkan ratusan lapak berbagai merek dagang dan usaha ternama di industri kopi serta berbagai biji kopi pilihan dari nusantara yang dibawa langsung oleh petani kopi, yang khas dengan keunikan rasa dan tidak kalah dengan coffee chain internasional. Kegiatan ini juga diramaikan kompetisi berskala Nasional untuk Barista yang dinamakan Indonesia Aeropress Competition & untuk Roasting biji kopi yang dinamakan Fire & Gas Competition — keduanya diadakan oleh ABCD School of Coffee.

Dalam Mandiri Jakarta Coffee Week 2019 ini, Donsuwan melanjutkan, pengunjung dapat menikmati benefit promo berbelanja hemat hingga 50% dengan fiestapoin, sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan dan loyalitas nasabah pemegang Mandiri Debit dan Mandiri Kartu Kredit, serta pengguna Mandiri e-Money dan LinkAja.

“Nah, bagi pengunjung yang belum menjadi nasabah, di sini kami memberikan kesempatan untuk melakukan pembukaan rekening tabungan, atau aplikasi kartu kredit, serta mengganti kartu debit magnetic stripe menjadi kartu debit chip, khusus selama event berlangsung, cukup dengan membawa kartu debit lama dan identitas diri,” ujar Donsuwan.

Sejak 2017, Mandiri Jakarta Coffee Week telah melibatkan lebih dari 410 merchant coffee shops lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. kegiatan ini juga menjadi inisiatif konkrit Bank Mandiri dalam mendorong dan mengembangkan potensi kopi lokal Nusantara.

“Kami berharap, Program Mandiri Coffiesta ini dapat memberikan promo menarik yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat saat ini dan tentunya dapat meningkatkan jumlah transaksi menggunakan Mandiri Debit dan Mandiri Kartu Kredit. Ditargetkan peningkatan volume transaksi kartu Mandiri mencapai 12% dan transaksi kartu mencapai 15% selama tahun 2019,” tuturnya.

Loading...



SiHebat Diharapkan Permudah Pemerintah Daerah Evaluasi Jabatan

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) saat ini tengah mengejar percepatan evaluasi jabatan dari pemerintah daerah. Melalui aplikasi Sistem Hasil Evaluasi Jabatan (SiHebat), diharapkan dapat mempermudah pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi jabatan.

Dengan bantuan aplikasi SiHebat, pemerintah daerah dapat dengan mudah memasukkan nama jabatan sehingga dapat dengan cepat pula untuk divalidasi. “Targetoutput kita di tahun ini 100 persen evaluasi jabatan terselesaikan,” ujar Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan Hari Tua SDM Aparatur Kementerian PANRB Diah Faras dalam acara Coaching Clinic Tindak Lanjut Evaluasi Jabatan hari kedua di Jakarta.

Dengan aplikasi SiHebat, proses evaluasi jabatan oleh masing-masing instansi dapat dilakukan dengan lebih mudah karena sudah ada rumusannya. Dengan memasukkan nama jabatan melalui aplikasi SiHebat, maka dapat langsung diketahui standar kelas jabatan serta analisis harga jabatan.

“Dibandingkan dengan proses evaluasi jabatan saat masih manual, harus dicek satu-persatu dari masing-masing nama jabatan serta faktor-faktor penentu lainnya. Nah, didalam proses ini yang suka terjadi kesalahan,” tambah Diah.

Kemudahan penggunaan aplikasi SiHebat dalam proses pengisian evaluasi jabatan dirasakan oleh Kepala Bagian Organisasi Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Joseph Bansoe. “Aplikasi SiHebat ini ternyata lebih simpel daripada evaluasi jabatan yang manual, lebih mudah untuk dioperasikan,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Kepala Bagian Organisasi Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo Joko Purwanto mengatakan bahwa melalui aplikasi ini sangat memudahkan proses evaluasi jabatan. Kemudahan ini ia rasakan dalam memilih nomenklatur yang telah ditetapkan sesuai dengan Permen PANRB.

Joko juga mengungkapkan bahwa coaching clinic evaluasi jabatan ini sangat bermanfaat, terutama dalam penyelesaian evaluasi jabatan di pemerintah kabupaten/kota. “Di acara ini juga dapat dilakukan perbaikan hasil evaluasi jabatan secara langsung. Sehingga kami berharap penyelesaiannya juga lebih cepat,” harapnya.

Senada dengan peserta lainnya, Kepala Bagian Organisasi Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya Safariyah mengatakan bahwa waktu penyelenggaraancoaching clinic ini dirasa sangat singkat, terutama dengan adanya penjelasan mengenai aplikasi SiHebat yang merupakan hal yang relatif baru dalam proses penyelesaian evaluasi jabatan ini. “Kalau bisa sih sekitar dua atau tiga hari. Atau saya berharap acara seperti ini masih akan diadakan lagi ke depannya,” ujarnya.

Penyelesaian evaluasi jabatan ini dilakukan agar proses strategi manajemen ASN dapat dijalankan dengan baik. Hingga saat ini, sudah ada 392 pemerintah daerah yang sudah menyelesaikan evaluasi jabatan, sedangkan 76 pemda sedang dalam proses penyelesaian dan 75 pemda belum menyelesaikan proses evaluasi jabatan.

Loading...



Menteri Kominfo Rudiantara Resmikan Program Digitalisasi Perbatasan

MAJALAH ICT – Jakarta. Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan di hadapan Sidang DPR dan DPRD tanggal 16 Agustus yang lalu menyatakan Indonesia adalah seluruh pelosok tanah air dan pembangunan yang dilakukan harus Indonesia sentris yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, selaras dengan Visi Nawa Cita,  “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan”, Pemerintah meresmikan siaran digital pertama di perbatasan negara atau beranda depan, Nunukan, Kalimantan Utara.  

Momentum itu menjadi salah satu tonggak sejarah pertelevisian dan telekomunikasi di Indonesia. Dengan dimulainya siaran televisi digital di Nunukan, Batam dan Jayapura bertepatan dengan suasana perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

Sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2019 untuk melakukan percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara berikut sarana-sarana penunjangnya, Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika membangun infrastruktur jairngan telekomunikasi dan pemancar penyiaran. 

“Penyelenggaraan penyiaran di daerah perbatasan merupakan hal yang sangat strategis. Kementerian Kominfo mengapresiasi inisiatif yang lebih dulu dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia dan TVRI di tahun 2017 untuk melaksanakan proyek uji coba penyiaran di perbatasan yang dimulai di empat lokasi, termasuk Nunukan, melalui kolaborasi relai siaran stasiun-stasiun TV swasta melalui infrastruktur multiplekser TVRI,” tutur Menteri Kominfo Rudiantara, dalam peresmian Program Digitalisasi Perbatasan yang bertema “Digital di Perbatasan, Menjahit Indonesia dari Perbatasan, di GOR Nunukan, Nunukan Kalimantan Utara.

Menurut Menteri Kominfo, Pemerintah bekerja bersama dengan swasta menghadirkan penyiaran yang berkualitas dan ragam konten, secara bertahap hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

“Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dipilih menjadi contoh teknologi pertama penyiaran digital dengan tiga lembaga penyiaran publik TVRI, Metro TV, dan Trans TV ditunjuk menjadi penyelenggara sistem multiplexer di wilayah Nunukan,” tuturnya.

Digitalisasi di perbatasan diresmikan dengan penekanan tombol oleh Menkominfo Rudantara yang didampingi Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie dan Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, Ketua KPI Agus Suprio, Direktur TVRI Helmi Yahya, Dirut BAKTI Anang Latif, dan Direktur Penyiaran Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Geryantika.

Peran Strategis

Penyiaran televisi digital di Nunukan dan di kawasan perbatasan memiliki nilai strategis sejalan dengan rencana pemindahan ibu kota pemerintahan ke Kalimantan Timur. Dalam beberapa tahun kedepan Kabupaten Nunukan, akan menjadi salah satu gerbang terdepan Indonesia menuju ke ibu kota baru. 

“Telekomunikasi dan penyiaran mempunyai peran yang strategis dalam memperkuat persatuan dan kedaulatan bangsa, menunjang kegiatan perekonomian, serta memiliki peran vital untuk edukasi masyarakat,” tutur Menteri Kominfo.

Tidak hanya itu, dengan beralih ke TV digital, dapat dilakukan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Sebab, frekuensi yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan TV analog dapat dibagi untuk kebutuhan lain. “TV analog saat ini memanfaatkan pita frekuensi di 700 Mhz yang disebut-sebut sebagai salah satu spektrum terbaik untuk menggelar layanan broadband,” tutur Rudiantara.
Oleh karena itu, Menteri Kominfo mengharapkan frekuensi yang memiliki pita selebar 336 Mhz ini dapat dimanfaatkan untuk layanan internet pita lebar dan kebencanaan. “Untuk di Nunukan ini, kami menyebutnya sebagai simulcast. Jadi, dapat menyiarkan bersamaan konten secara analog dan digital. Ini merupakan masa peralihan atau transisi, sebelum nantinya masuk ke analog switch off (ASO) atau sistem analog benar-benar dimatikan,” papar Rudiantara. 

Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif menyebut diseminasi informasi menjadi hal vital bagi masyarakat untuk meminimalisasi disparitas pengetahuan antara masyarakat di pinggiran dan pusat.

Menurut Anang, siaran digital bagi masyarakat di perbatasan sejalan dengan upaya yang tengah dilakukan BAKTI mewujudkan pemerataan sinyal telekomunikasi di seluruh Indonesia. “Siaran televisi digital bagi masyarakat di perbatasan menjadi sinyal komitmen nyata pemerintah pusat bagi pemerataan informasi. Momentum ini penting mengingat peluncuran siaran digital dilakukan di Nunukan, Kalimantan Utara yang merupakan daerah pemekaran dari Kalimantan Timur. Tempat bagi ibu kota baru,” tandasnya. 

Loading...



Saturday, 31 August 2019

Indonesia Berambisi Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara pada 2020

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah terus berupaya mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital di Indonesia, sejalan dengan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.  Salah satu bentuk komitmen Pemerintah untuk mewujudkan visi tersebut ialah melalui penetapan Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SPNBE) atau Road Map e-Commerce 2017-2019.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKM) Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin berujar, berdasarkan pembelajaran dari dua tahun pelaksanaan Road Map e-Commerce ditambah dengan pesatnya perkembangan sektor digital, maka sejumlah keluaran tidak lagi menjadi prioritas.

Saat ini terdapat isu-isu prioritas baru yang muncul dalam praktik dan belum tercakup dalam Road Map, seperti aspek Perlindungan Data, Transaksi Cross-Border e-Commerce, pengaturan Barang Digital dan Transaksi Digital, Penguatan UMKM dan Produk Lokal, serta Keuangan Digital (fintech dan cryptocurrency).

“Dengan adanya berbagai tantangan, peluang, dan meluasnya isu ekonomi digital tersebut, kami memandang Road Map e-Commercebelum memadai untuk menjadi sebuah grand design pengembangan e-commerce dan ekonomi digital Indonesia,” tutur Rudy.

Road Map e-Commerce memang masih terbatas pada rencana aksi dengan jangka waktu penyelesaian yang pendek dan isu yang belum diperbarui.

Menurut Rudy, Indonesia juga belum memiliki kebijakan dan strategi nasional terkait pengembangan ekonomi digital yang komprehensif dan terintegrasi. Sementara Indonesia terus dituntut untuk bergerak cepat, termasuk membangun kerjasama dengan negara lain mengembangkan ekonomi digital di tingkat global.

“Oleh karena itu, setelah masa berlaku Road Map e-Commerce selesai pada tahun 2019, kami memandang adanya urgensi perumusan Strategi Nasional Ekonomi Digital, untuk menjadi payung kebijakan dan memberikan arah pengembangan ekonomi digital Indonesia ke depan, baik di tingkat nasional maupun daerah,” Rudy melanjutkan.

Dalam perumusan Strategi Nasional tersebut, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Pertama, eksplorasi konteks, yaitu untuk memahami dan menempatkan konteks pengembangan ekonomi digital dalam perekonomian Indonesia. Kedua, identifikasi stakeholders terkait untuk memahami dan memperoleh masukan berdasarkan concern masing-masing. Ketiga, Diskusi lintas Kementerian dan Lembaga untuk memperoleh informasi strategi sektoral terkait ekonomi digital. Keempat, pengembangan framework konsep strategi nasional ekonomi digital yang komprehensif.

“Kami sangat mendorong akan adanya kerangka strategi ekonomi digital yang kurang lebih memiliki visi dan tujuan yang jelas serta dapat dielaborasi menjadi strategi utama dan program,” ujar Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenko Perekonomian, Mira Tayyiba.

Dalam beberapa tahun ini, salah satu tantangannya memang pada upaya menyamakan pemahaman dan semangat di dalam Pemerintah, sehingga respon masing-masing kementerian atau lembaga terhadap isu digital cukup beragam. Di sisi lain, dunia usaha berkembang dengan begitu cepat, dan terdapat tuntutan global yang mendorong untuk terus berkembang.

“Selain tantangan teknis seperti leveling keluaran Road Map yang berbeda-beda, salah satu pembelajaran penting yang juga dapat kami pahami adalah terkait koordinasi Pemerintah,” tambah Rudy. Ia menilai bahwa kemampuan untuk long-life-learning sangat diperlukan oleh Pemerintah untuk beradaptasi pada era ini.

Sekedar informasi, Road Map E-Commerce memuat 7 (tujuh) pilar utama untuk membentuk ekosistem yang kondusif, yaitu (a) pendanaan, (b) perpajakan, (c) perlindungan konsumen, (d) pendidikan dan SDM, (e) logistik, (f) infrastruktur komunikasi dan (g) keamanan siber; serta satu pilar pendukung yaitu pembentukan manajemen pelaksana.

Road Map e-Commerce ini juga berisi 62 rencana tindak yang bersifat dukungan dan pengaturan bagi pengembangan ekosistem e-commerce dan ekonomi digital. Sejauh ini, 25 keluaran telah diselesaikan, 23 keluaran masih berjalan dari tahun 2017 sampai tahun 2019, dan 14 keluaran dalam proses pembahasan.

Sebagai penutup, Rudy mengingatkan bahwa kerjasama dan dukungan semua pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mewujudkan visi ekonomi digital Indonesia.

Selain itu, Rudy juga memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dalam mengimplementasikan Perpres E-Commerce serta mengajak untuk terus meningkatkan koordinasi, kerjasama, dan bahu membahu dalam meningkatkan ekonomi digital Indonesia.

Loading...