Monday, 2 March 2020

Telkomsel Gelar Grand Final Dunia Games League 2020

MAJALAH ICT – Jakarta. Sukses dalam penyelenggaraannya pada bulan lalu, ajang Dunia Games League 2020 telah mencapai puncaknya. Kompetisi online mobile games taraf nasional yang diadakan secara tahunan tersebut mencapai babak Grand Final yang diselenggarakan pada 29 Februari hingga 1 Maret di Basketball Hall – Gelora Bung Karno, Jakarta.

Head of Digital Lifestyle Telkomsel Crispin Tristram mengatakan, “Telkomsel melalui Dunia Games berkomitmen untuk senantiasa hadir bagi para penggemar online mobile game di seluruh Indonesia yang juga sebagai bagian dari upaya kami dalam memajukan industri esport di Tanah Air. Komitmen tersebut diwujudkan salah satunya melalui penyelenggaraan Dunia Games League 2020 yang merupakan wadah bagi para pemain tingkat amatir hingga profesional dalam menyalurkan minat di bidang eSport sehingga dapat menjadi aktivitas positif dan berprestasi. Selain itu, Dunia Games League juga dirancang untuk mendorong penguatan ekosistem esport secara menyeluruh dan berkelanjutan, sesuai dengan program unggulan pemerintah Republik Indonesia saat ini dan di masa mendatang.”

Dunia Games League 2020 berhasil digelar di 120 kota dan 64 kampus di Indonesia yang terbagi ke dalam empat kategori, yaitu Amateur Qualifier, Campus Qualifier, Online Qualifier, dan Pro Qualifier. Sejak diadakan, Dunia Games League 2020 telah diikuti 6.820 tim dengan lebih dari 34.000 gamers bertanding di lebih dari 2.000 pertandingan telah berlangsung, dan memproduksi konten Youtube Dunia Games League lebih dari 3.8 juta watch time hours dengan total views lebih dari 20 juta views. Total hadiah yang diperebutkan dalam kompetisi yang mempertandingkan gamePUBG Mobile ini mencapai lebih dari Rp1,6 miliar.

Sukses melampaui seluruh babak kualifikasi tersebut, 16 tim terbaik bertanding pada Grand Final Dunia Games League 2020 yang mengusung sistem skor untuk menentukan pemenangnya. Sistem skor akan menghasilkan klasemen berisi para peserta, dengan pemuncak klasemen adalah pemilik skor tertinggi dan berhak menjadi pemenang. Menariknya, pada gelaran kali ini juga diselenggarakan Ladies Match yang diikuti oleh 16 tim profesional yang turut menerapkan sistem skor.

Telkomsel Gelar Grand Final Dunia Games League 2020Dari 16 tim terbaik yang bertanding pada Grand Final Dunia Games League 2020, Morph Teamberhasil menjadi juara setelah mengoleksi 136 poin. Sedangkan Bigetron RA dan RRQ Ryu masing-masing menduduki peringkat kedua dan ketiga dengan torehan 119 poin dan 107 poin. Lalu, pada Ladies Match, Belletron Ace sukses meraih predikat Juara 1 setelah berhasil mengumpulkan 63 poin. Di posisi kedua dan ketiga ada YnF Zoo dan Alter Ego Rox yang masing-masing memperoleh 53 dan 47 poin.

Pada Grand Final Dunia Games League 2020 dihadiri juga Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Raden Isnanta sebagai bentuk dukungan kepada penguatan ekosistem eSport di Indonesia. Selain itu, pengunjung yang hadir dalam gelaran Grand Final Dunia Games League 2020 dihibur dengan penampilan grup musik Pee Wee Gaskins, serta kehadiran sejumlah cosplayer kenamaan, beragam booth menarik yang salah satunya menyediakan penukaran merchandise eksklusif Dunia Games League 2020 untuk para pengunjung yang beruntung.

“Kami berharap, Dunia Games League tidak hanya menciptakan semangat berkompetisi yang sehat bagi para peserta, namun juga menjadi wadah untuk saling bertukar ilmu antar sesama penggiat online mobile game serta menguatkan ekosistem gaya eSport yang solid ke depannya. Lebih lanjut, Dunia Games League juga diharapkan mampu mendorong kemampuan para pemain/atlet eSport untuk bisa bersaing hingga ke level internasional, selaras dengan semangat Telkomsel untuk terus bergerak maju mengakselerasikan negeri melalui kemajuan teknologi telekomunikasi dan industri eSport di Indonesia,” tutup Crispin.

 

Loading...



Teknologi Apex 2020 Bikin Vivo Kian Futuristik

MAJALAH ICT – Jakarta. vivo memperkenalkan generasi ketiga dari smartphone purwarupa APEX, yaitu APEX 2020. Dikenal sebagai purwarupa smartphone dengan fitur revolusioner, APEX 2020 melengkapi rangkaian teknologi APEX generasi sebelumnya, sekaligus menjadi manifestasi komitmen vivo dalam inovasi yang berkelanjutan. Mewakili wawasan vivo yang komprehensif akan konsumen dan industri smartphone, APEX 2020 menampilkan terobosan dalam visual desain smartphone masa depan

APEX 2020 mengusung desain layar 120 ° FullView Edgeless Display yang menghilangkan bingkai di setiap sisi serta pada tampilan depan. Dengan In-Display Camera dan vivo Wireless Super FlashCharge 60W, APEX 2020 memiliki Desain Super Unibody tanpa lubang. vivo juga berhasil menanamkan mekanisme layaknya gimbal ke kamera utama APEX 2020 yang dilengkapi dengan Continuous Optical Zoom  hingga 5x-7,5x. Fitur ini menampilkan kemajuan teknologi terbaru dari vivo dan rencana kedepan untuk menghadirkan teknologi fotografi dan desain inovatif.

Harry Hong, General Manager of Product vivo menyatakan, “APEX bukan hanya sekedar prototipe, melainkan kreasi revolusioner yang dibawa dalam teknologi mobile. Melalui APEX 2020, kami bangga melihat visi vivo direalisasikan, sebagai perusahaan teknologi yang terus mendorong batas-batas teknologi seluler dan menjelajahi berbagai kemungkinan. Ini juga menunjukkan aspirasi vivo untuk terus menghadirkan rangkaian pencapaian inovasi. vivo akan berusaha mengimplementasikan teknologi inovatif APEX, memungkinkan lebih banyak konsumen untuk menikmati teknologi tersebut.”

120° FullViewTM Edgeless Display, Pushing the Boundaries Further

APEX 2020 telah dilakukan pada eksplorasi vivo dan mengejar tampilan layar yang benar-benar FullViewTM didukung desain Super Unibody. Dibalut tampilan layar lengkung 6.45-inci yang dapat menekuk hingga 120° di kedua sisi. Fitur ini memaksimalkan tampilan bezel-less dengan tanpa adanya bingkai tambahan di sisi samping serta tampilan depan. Mendukung aspek estetika dan kemudahan penggunaan, tombol fisik pada APEX 2020 digantikan tombol virtual berbasis sentuh.

In-Display Camera, Visualisasi yang Tak Terlihat

In-Display Camera dari APEX 2020 mampu menghadirkan kemampuan terbaru dengan kemungkinan kamera depan tanpa gerakan mekanis. Kamera depan yang kasat mata menghadirkan desain Super Unibody tanpa celah bukaan dan memberikan ruang lebih luas lagi di dalam bodi.

Melalui inovasi dalam penempatan piksel layar dan desain sirkuit, APEX 2020 telah berhasil meningkatkan transmisi cahaya layar tepat di atas kamera depan hingga 6 kali lipat dibandingkan bagian lain dari layar, dan secara efektif mengurangi hambatan optik, difraksi, dan gangguan cahaya flash lainnya dengan mengandalkan serangkaian optimisasi secara alogaritma guna meningkatkan kualitas foto. Kualitas foto final juga disempurnakan melalu serangkaian optimisasi algoritma tersebut.

5x-7.5x Continuous Optical Zoom – Resolusi Tinggi untuk Kualitas Foto Terbaik dan Merekam Dunia dengan Lebih Cerdas.

Saat ini, hampir semua solusi pengambilan gambar yang diperbesar, bergantung pada hybrid-zoom. Pengambilan gambar yang diperbesar perlu diintegrasikan dengan algoritma digital, ada hasil yang bervariasi dalam resolusi dan kualitas gambar. APEX 2020 menjadi smartphone pertama di dunia yang dilengkapi dengan ‘Continuous Optical Zoom’ hingga 5x-7.5x dan menghasilkan gambar dalam resolusi dan kualitas tinggi.

APEX 2020 dilengkapi dengan “4-group lenses combination” dengan 2 kamera tetap dan dua kamera dinamis yang mampu menghasilkan pembesaran zoom yang terus menerus dan real-time focus. Didukung struktur periskop, keseluruhan modul ini hanya setebal 6.2mm, sehingga vivo dapat membenamkan lensa profesional tersebut ke dalam bodi ramping APEX 2020. Untuk meningkatkan kualitas gambar, vivo telah menambahkan algoritma multi-frame sehingga pemandangan jarak jauh sekalipun dapat ditangkap dengan jernih.

Kamera Utama dengan Gimbal-Stabilization – Struktur Mekanis Peningkat Stabilisasi Kamera dan Kemampuan Foto Malam Hari

Kehadiran 5G mendorong frekuensi pengambilan konten video dari smartphone menjadi semakin besar. Demi memenuhi kebutuhan untuk pengambilan video yang lebih leluasa, vivo telah berhasil menempatkan mekanisme “Gimbal” ke dalam kamera utama APEX 2020. Hal ini dapat meningkatkan stabilisasi optik di depan-belakang dan kanan-kiri dengan arah ke atas dengan performa yang telah ditingkatkan. Berbagai pengujian dilakukan di dalam laboratorium untuk membandingkan dengan system OIS yang biasa, hasilnya adalah sudut stabilisasi APEX 2020 yang meningkat hingga 200%, serta kualitas pengambilan konten yang lebih konsisten.

Fitur ini sangat berpengaruh dalam mengurangi gambar kabur yang disebabkan oleh tangan yang bergoyang. Pengguna juga dapat menikmati videografi dengan kualitas yang lebih halus. Tidak perlu membawa peralatan lainnya seraya handset ini sudah siap untuk mengambil gambar dalam momen-momen terbaik. Dengan pengambilan gambar yang stabil, dapat juga meningkatkan waktu eksposur secara efektif sehingga APEX 2020 memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk fotografi minim cahaya.

Pengisian Daya Nirkabel Super FlashCharge 60W, Menantang Semua Batasan

APEX 2020 juga memiliki teknologi revolusioner pengisian daya nirkabel Super Flash Charge 60W, yang mampu mengisi daya handset dengan baterai 2000mAh hanya dalam 20 menit, menawarkan pengisian daya yang lebih cepat dibandingkan dengan pengisian daya kabel konvensional. APEX 2020 juga dilengkapi dengan inovasi lainnya seperti 3rd Generation Screen SoundCasting Technology, penghapusan photobomb secara instan, dan Voice Tracking Auto-Focus. APEX 2020 membawa pengalaman inklusif dan penuh kejutan bagi industri smartphone dan konsumen vivo di berbagai negara.

 

Loading...



Sunday, 1 March 2020

GTV Kena Sanksi karena Loloskan Adegan Orang Hisap Rokok Tanpa Sensor

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemantauan langsung KPI Pusat mendapati adegan seorang pria sedang menghisap rokok dalam Film “Behind Enemy Line” berklasifikasi R-BO (Remaja-Bimbingan Orangtua) di Program Siaran “Big Movies Platinum” GTV pada 5 Februari 2020. Adegan tersebut dinilai menghiraukan sekaligus melanggar pasal di Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012.

Usai memperoleh masukan dari tim analis Isi Siaran KPI Pusat, rapat pleno penjatuhan sanksi akhirnya sepakat menjatuhkan sanksi teguran tertulis untuk program tersebut. Surat teguran KPI Pusat untuk Program Siaran “Big Movies Platinum” GTV tertanggal 24 Februari 2020.

“Kami menemukan adegan orang sedang menghisap rokok tanpa sensor dalam film yang disiarkan GTV pada 5 Februari 2020 pukul 22.01 WIB lalu. Hal yang sama juga kami temukan pada pukul 22.31 WIB,” kata Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti.

Menurut Santi, menampilkan wujud rokok tidak diperbolehkan dalam aturan siaran termasuk film, meskipun ditayangkan setelah lewat pukul 21.30 malam. Ada hal-hal yang wajib diperhatikan lembaga penyiaran terkait penayangan muatan rokok yaitu mengacu pada peraturan KPI Nomor 01/P/KPI/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran Pasal 18. Isi pasalnya menyebutkan lembaga penyiaran wajib tunduk pada ketentuan pelarangan dan/atau pembatasan program terkait muatan rokok, NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif), dan/atau minuman beralkohol.

Film yang ditayangkan GTV dikategorikan R-BO, artinya boleh disaksikan Remaja dan juga anak-anak dengan bimbingan orangtua. Tapi, jika sebuah acara diklasifikasi R-BO, lembaga penyiaran mestinya tunduk pada ketentuan penggolongan siaran. “Aturan ini diatur dalam Pasal 21 Ayat 1 Pedoman Perilaku Penyiaran,” tegas Santi.

Selain itu, program siaran yang bermuatan penggambaran konsumsi atau meminum beralkohol hanya dapat ditayangkan dalam program yang ditujukan bagi khalayak dewasa. Aturan ini dimuat dalam Standar Program Siaran Pasal 27 Ayat (2) huruf a.

“Program siaran dengan klasifikasi R harusnya mengandung muatan, gaya penceritaan dan tampilan yang sesuai dengan perkembangan psikologis remaja. Adegan menghisap rokok tanpa sensor itu jelas tak sesuai dengan kategori dan hal ini tegas disebutkan dalam Standar Program Siaran Pasal 37 ayat 1,” tambah Santi.

Dia berharap tayangan dengan klasifikasi R ataupun di bawahnya harusnya bermuatan hal-hal yang edukatif, kaya ilmu pengetahuan, nilai-nilai sosial dan budaya, budi pekerti, hiburan yang positif, apresiasi estetik, dan bisa menumbukan rasa ingin tahu remaja tentang lingkungan sekitar.

“Hal-hal ini mestinya ditanam dalam isi siaran di program apapun, sehingga remaja atau anak-anak yang menontonnya akan meniru dan menjadikan hal itu sebagai kebiasaan dalam keseharian. Janganlah konten siaran itu justru mendorong mereka untuk belajar tentang perilaku yang tidak pantas, lalu mereka menganggapnya sebagai hal yang lumrah. Remaja dan anak-anak adalah harapan untuk kemajuan bangsa ini,” tandas Mimah Susanti yang juga Komisioner bidang Isi Siaran.

 

Loading...



Blokir IMEI Disepakati Gunakan Sistem White List

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah bersama seluruh operator telekomunikasi berkomitmen mencegah peredaran perangkat telekomunikasi ilegal melalui pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Komitmen yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan, atas nama pemerintah itu akan diterapkan berupa pengendalian IMEI mulai tanggal 18 April 2020 dengan menggunakan skema White List.

“Pemerintah akan menggunakan skema White List yaitu proses pengendalian IMEI secara preventif agar masyarakat mengetahui terlebih dahulu legalitas perangkat yang akan dibeli. Skema ini dipilih dengan pertimbangan melindungi dan memitigasi masyarakat yang membeli perangkat tersebut,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail, dalam Konferensi Pers di Ruang Serbaguna Kominfo.

Dirjen Ismail menekankan, regulasi ini berlaku pada 18 April 2020. Masyarakat yang saat ini perangkatnya sudah aktif sebelum 18 April 2020 akan tetap tersambung ke jaringan bergerak seluler sehingga tidak diperlukan registrasi inpidual.

“Tolong disampaikan bahwa peraturan ini berlaku setelah 18 April 2020. Dengan mengaktifkan sebelum 18 April 2020, semua data sudah ter-record di operator sehingga sistem akan membaca perangkat tersebut dan dapat digunakan seterusnya setelah 18 April 2020,” tambah Ismail.

Menurut Dirjen SDPPI, Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk membeli perangkat hadphone, komputer genggam, dan komputer tablet (HKT) yang legal. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan IMEI di situs web Kemenperin (imei.kemenperin.go.id) sebelum melakukan pembelian perangkat HKT baik melalui toko atau online.

“Setelah tanggal 18 April masyarakat mohon cek dulu sebelum beli perangkat, apakah IMEI terdaftar di Kemenperin atau tidak. Sistem White List mencegah masyarakat membeli perangkat ilegal karena perangkat tersebut tidak akan mendapatkan sinyal,” ujar Ismail.

Pembelian Perangkat HKT di Luar Negeri

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi menyatakan masyarakat dapat menggunakan perangkat dari luar negeri setelah melakukan pendaftaran dan pembayaran terlebih dahulu. Pemerintah akan menyiapkan sistem aplikasi untuk mendaftarkan perangkat tersebut.

“Kami menyiapkan aplikasi yang dapat diakses secara online sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan pendaftaran perangkat. Saat ini sistem aplikasi tersebut sedang dalam masa uji coba dan baru akan aktif pada tanggal 18 April 2020,” ujar Heru Pambudi.

Dirjen Heru menambahkan, masyarakat memiliki kewajiban membayar Pajak Dalam Rangka Impor jika perangkat tersebut bernilai lebih dari 500 dolar AS dengan jumlah maksimal 2 buah.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana Pemerintah pun akan memberikan sanksi bagi masyarakat yang ketahuan memiliki perangkat ilegal.

“Saat ini pemerintah memiliki payung hukum yaitu Pertaturan Menteri Perdagangan No. 69 tahun 2019 tentang Pelaksanaan Pengawasan Barang Beredar dan Jasa.  Apabila ditemukan barang beredar yang IMEI-nya tidak terdaftar atau ilegal, akan dikenakan sanksi yaitu sanksi administrasi dan sanksi pidana,” ujar Indrasari Wisnu Wardhana.

Sebelum konferensi pers, perwakilan Pemerintah dan operator seluler mengadakan rapat yang dipimpin Menteri Kominfo Johnny G Plate. Hadir pula Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana, Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik Harjanto, serta sejumlah perwakilan seluruh operator.

Dalam rapat itu Menteri Kominfo  didampingi oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail, Direktur Jenderal Pengendalian Pos dan Informatika, Ahmad M. Ramli.

 

Loading...



OVO Resmi Jadi Mitra Bali United, Integrasikan Pembayaran Digital di Sektor Olahraga

MAJALAH ICT – Jakarta. OVO, sebagai platform pembayaran, rewards, dan layanan keuangan terbesar di Indonesia, secara resmi mengumumkan kolaborasinya dengan klub sepak bola pemenang Liga I 2019 sebelumnya, yaitu Bali United. Kolaborasi ini menjadikan OVO sebagai mitra resmi bagi Bali United.

Kolaborasi ini diresmikan oleh Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra dan Chief Executive Officer Bali United, Yabes Tanuri. Seremoni ini menandai kali pertama OVO menjadi mitra resmi klub sepak bola Indonesia, dan merupakan bentuk nyata OVO dalam berkontribusi memajukan digitalisasi sektor olahraga nasional.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra menyampaikan, “OVO siap memfasilitasi modernisasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital serta inklusi keuangan. Kerjasama ini menegaskan bahwa teknologi pembayaran digital dapat berintegrasi dengan berbagai sektor industri. Harapan kami pengguna OVO dan Semeton Dewata akan menikmati pembayaran dan layanan keuangan yang aman dan nyaman melalui OVO.”

Sementara itu, Chief Executive Officer Bali United FC, Yabes Tanuri menambahkan, “Kami mengapresiasi OVO yang telah mendukung kami dalam menyukseskan langkah Serdadu Tridatu di Liga 1 2020. Kami sangat senang OVO yang merupakan fintek ternama di Indonesia akhirnya resmi menjadi mitra kami, terutama kami memang membutuhkan dukungan dari pihak-pihak terpercaya untuk bersama Bali United terus mempersembahkan benefit-benefit menarik untuk supporter. Kerja sama ini bisa terlaksana berkat visi kami yang bersinergi kuat, dimana kami sama-sama ingin selalu memberikan inovasi baru di industri masing-masing.”

Sebagai perusahaan yang dikenal sebagai fintek unicorn pertama di Indonesia, OVO senantiasa bekerja sama dengan mitra strategis dari berbagai lini industri, mulai dari transportasi, perbankan hingga ecommerce. Konsep tersebut juga menjadi salah satu faktor pesatnya perkembangan pengguna OVO di tanah air. Sinergi yang dibangun OVO merupakan bentuk inisiasi untuk mengakselerasi inklusi keuangan nasional dan kemajuan bangsa.

 

Loading...



Fintech Do-It Gandeng Pemprov NTT untuk Jangkau UMKM

MAJALAH ICT – Jakarta. Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) atau yang sering dikenal financial technology peer-to-peer lending PT Glotech Prima Vista (Do-It) berpartisipasi aktif dalam gelaran FinEast di Kota Kupang NTT yang diselenggarakan pada 27-28 Februari 2020 oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam kegiatan ini, Jennifer Claudia selaku Founder & CEO Do-It menjadi pembicara dalam sesi talkshow “Explore Your Passion Career in Industry 4.0”.

Fintech Do-It yang telah memiliki 1.500 peminjam di 22 Kota/Kabupaten se provinsi NTT juga mengunjungi salah satu peminjamnya yakni ibu Windasari Novelia Sudiarta yang menjalankan usaha Geraldy Fotocopy disamping kampus Poltekkes Kupang. “Pinjaman dari Fintech Do-It sangat membantu saya untuk kebutuhan yang mendesak. Prosesnya juga cepat untuk pengisian data dan dananya betul cair,” ungkap bu Winda.

Pada tanggal 28 Februari 2020 Fintech Do-It juga menandatangani MoU dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu Provinsi Nusa Tenggara Timur (PLUT NTT). Dalam nota kesepakatan ini, Fintech Do-It akan menyalurkan pinjaman modal kerja ke lebih dari 100.000 UMKM yang datanya telah tergabung dalam Aplikasi Si-Donal (Sistem Informasi Data Online) buatan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Inisiasi kerja sama ini disambut sangat baik oleh Hendrik Riwu, S.Sos. MM sebagai Kepala Seksi Fasilitasi Usaha Koperasi dan UKM pada Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Sesuai visi kami mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Fintech Do-It terus menjalin kerjasama strategis dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem ekonomi kerakyatan. Semoga inisiasi kerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTT dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya 100.000 pelaku UMKM, di NTT” tutup Eric Fernardo, Government & Public Relation PT Glotech Prima Vista (Do-It).

 

Loading...



Saturday, 29 February 2020

Gara-Gara Virus Corona, Facebook Batalkan Pertemuan Tahun Para Developer

MAJALAH ICT – Jakarta. acebook membatalkan Konferensi Pengembang tahunan F8 karena khawatir tentang wabah Covid-19 (coronavirus), menguraikan rencana untuk mengadakan serangkaian acara lokal dan online yang lebih kecil sebagai gantinya.

Konferensi, bagian penting dari kalender Facebook di mana ia biasanya mengungkap fitur-fitur baru untuk rangkaian aplikasi dan layanannya dan menetapkan arah untuk tahun yang akan datang, akan diadakan pada 5 dan 6 Mei di San Jose, California. Perusahaan mengatakan kepada Mobile World Live acara 2019 menarik kerumunan sekitar 5.000.

Konstantinos Papamiltiadis, direktur kemitraan platform Facebook, mengatakan dalam sebuah blog keputusan untuk meninggalkan acara itu adalah “panggilan yang sulit,” tetapi menegaskan “kita perlu memprioritaskan kesehatan dan keselamatan mitra pengembang kami, karyawan dan semua orang yang membantu menempatkan F8 di ”

“Kami mengeksplorasi cara lain untuk menjaga bagian F8 secara langsung, tetapi penting bagi kami untuk menjadi tuan rumah acara inklusif dan rasanya tidak benar untuk memiliki F8 tanpa kehadiran pengembang internasional kami.”

Papamiltiadis mengatakan pertemuan utama akan digantikan oleh kombinasi yang lebih kecil, acara yang diselenggarakan secara lokal bersama dengan “video dan konten live streaming”. Rincian tambahan tentang ini akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.

Langkah ini mengikuti pembatalan MWC Barcelona 2020 awal bulan ini, dan datang sebagai perusahaan di seluruh dunia bersiap untuk headwinds yang diperkirakan disebabkan oleh virus.

Covid-19 diperkirakan akan memperlambat penyebaran 5G di Cina, dan baik Apple maupun Microsoft memperingatkan mereka berharap akan kehilangan target pendapatan untuk kuartal saat ini karena masalah rantai pasokan terkait.

 

Loading...