Saturday, 29 August 2020

Walau Pandemi Covid-19 dan Kompetisi Makin Ketat, XL Axiata Berhasil Jaga Pertumbuhan Kinerja

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil mempertahankan pertumbuhan di tengah meningkatnya kompetisi antar operator dan masih merebaknya pandemi Covid-19. Pendapatan layanan (service revenue) perusahaan di sepanjang semester 1 2020 sebesar Rp 12,13 triliun, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Demikian pula, pendapatan dari layanan data juga terus tumbuh 15% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), dan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan menjadi sebesar 91%.  

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan,“Harus kita akui bahwa meluasnya kebutuhan masyarakat atas akses internet untuk mendukung aktivitas bekerja dan belajar telah menolong XL Axiata selama masa pandemi Covid-19. Trafik pemakaian data memang menjadi meningkat terutama di bulan-bulan awal masa pandemi. Namun, kemudian trafik menjadi melandai karena daya beli masyarakat juga melemah seiring menurunnya kondisi ekonomi secara umum karena terdampak pandemi. Kita belum tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir, sehingga kedepan tentunya tantangan dan tekanan yang akan dihadapi industri telekomunikasi termasuk XL Axiata tentunya masih akan berat. Dan tentu kami harus tetap optimis dan menyiapkan segala daya upaya untuk mengantisipasi ke depannya”.

Pada periode semester pertama 2020 ini, XL Axiata juga berhasil meraih EBITDA Rp 6,49 triliun, lebih tinggi 37% dibandingkan perolehan semester 1 2019. Laba bersih setelah pajak pada semester ini tercatat Rp 1,7 triliun. Secara kuartal, pada periode kuartal 2 2020 ini EBITDA juga berhasil tumbuh 4% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, dan laba bersih setelah pajak mencapai sebesar Rp 224 miliar.  

Beban usaha pada semester 1 2020 ini menurun 12% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Penurunan ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (-23% YoY) sebagai akibat dari adopsi IFRS 16. Faktor selanjutnya adalah biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya juga menurun (-21% YoY), terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan lalu lintas suara. Terakhir karena faktor biaya pemasaran menurun (-6% YoY) karena pergeseran pengeluaran ke digital.

Dian menambahkan, pelemahan daya beli masyarakat yang kemudian juga berdampak pada operator telah meningkatkan kompetisi di antara para operator. Beberapa operator telah meluncurkan paket-paket data baru dengan harga yang murah, dengan harapan tingkat trafik tetap bisa dijaga atau bahkan ditingkatkan dengan memanfaatkan momentum keharusan bekerja dan belajar dari rumah. Kondisi ini sudah pasti menambah tekanan kepada semua operator padahal kondisi yang ada saat ini sudah cukup berat.

Menyikapi dinamika industri dan kompetisi yang terjadi, XL Axiata mengambil sikap hati-hati dan penuh perhitungan. Produk atau paket data baru dihadirkan dengan pertimbangan matang berdasarkan analisa data pola konsumsi layanan oleh para pelanggan yang sahih. Hasilnya cukup efektif dan sesuai dengan segmen pasar yang disasar. Trafik data semester 1 2020 ini meningkat 45% dibandingkan semester 1 2019, dari 1.531 Petabyte menjadi 2.221 Petabyte. Sementara itu jika dihitung per kuartal, pada kuartal kedua 2020 ini, trafik data meningkat 22% dibandingkan kuartal sebelumnya.

XL Axiata juga berhasil mempertahankan jumlah pelanggan. Per akhir kuartal kedua 2020 ini, jumlah pelanggan meningkat tipis menjadi 55,67 juta dari 55,49 di kuartal sebelumnya. Untuk rerata pendapatan per pengguna atau ARPU periode kuartal ini, ada di angka Rp 36 ribu untuk prabayar dan Rp 111 ribu untuk pascabayar. ARPU campuran Rp 37 ribu dari sebelumnya Rp 36 ribu. Tingkat penetrasi pengguna smartphone mencapai 87% dari total pelanggan atau relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 86%.

Sepanjang semester 1 2020, XL Axiata mengenalkan beberapa penawaran baru, yaitu Fitur XTRA UNLIMITED TURBO dan Unlimited 1 jam untuk pelanggan layanan prabayar XL, dan paket Edu-Pack untuk pelanggan AXIS, juga myPRIOHOME untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Pemanfaatan digital IT, artificial intelligent dan data analytics juga terus XL Axiata lanjutkan untuk mengidentifikasi apa saja kebutuhan setiap segmen pelanggan atas layanan telekomunikasi dan data. Dengan demikian perusahaan bisa lebih tepat dalam pembuatan produk layanan baru yang memang dibutuhkan setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa lebih terarah, sesuai dengan karakter setiap segmen.

Pandemi Covid-19 juga tidak menghalangi XL Axiata untuk terus membangun jaringan. Hingga akhir Juni 2020 lalu, XL Axiata tercatat memiliki total lebih dari 139 ribu Base Transceiver Station (BTS). Jumlah ini meningkat sekitar 10% dari jumlah BTS periode yang sama tahun lalu. Dari total sebanyak itu, sebanyak 49.744 merupakan BTS 4G. Sementara itu, jika dilihat dari luas cakupan wilayah, jaringan 4G milik XL Axiata telah melayani pelanggan di 456 kota/kabupaten di hampir semua provinsi yang ada di Republik Indonesia.

Guna menyiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan. Hingga saat ini proses ini sudah mencapai 60% dari total target di tahun 2020. Fiberisasi ini juga sekaligus mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap area karena salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan transport menjadi lebih besar. Fiberisasi terbukti mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk menopang sejumlah layanan data dengan kapasitas besar, seperti antara lain live video streaming.  

Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara. Free Cash Flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 2,76 triliun meski ada peningkatan capex untuk merealisasikan komitmen pembangunan jaringan. 

XL Axiata saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi US Dollar, 45% di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan

Layanan Masa Depan

XL Axiata juga tidak berhenti untuk menyiapkan layanan inovatif yang bisa menjadi tumpuan bisnis di masa depan. Salah satunya adalah layanan XL Home, yang terus dikembangkan kualitas layanannya, termasuk juga memperluasan jaringannya. Layanan broadband untuk segmen keluarga tersebut telah mengembangkan cara atau model baru yang efektif untuk meningkatkan homepass. Hasilnya terbukti efektif dan turut meningkatkan jumlah sambungan yang saat ini sudah mencapai 65 ribu pelanggan.

Hingga saat ini XL Home sudah melayani pelanggan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung. XL Home telah membangun jaringan fiber optik yang bisa menjangkau sekitar 350 ribu homepass.

Layanan masa depan selanjutnya yang telah disiapkan adalah Live.On. Layanan ini memungkinkan setiap pengguna mendapatkan kendali penuh atas layanan data paket data yang besar dengan satu kuota untuk menentukan semua aplikasi yang dibutuhkan, jaringan, dan masa waktu penggunan. Pengguna juga akan mendapatkan kecepatan akses yang maksimal, akumulasi sisa data hingga 1.000 GB. Layanan ini sepenuhnya digital. XL Axiata berharap layanan ini akan menjawab ekspektasi pelanggan di masa depan yang memiliki karakter sangat dinamis.

Siap masuki tatanan baru

Manajemen XL Axiata sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi pandemi tersebut untuk memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi bagi masyarakat di masa darurat saat ini. Sejak kebijakan bekerja dari rumah diterapkan pada 17 Maret 2020, Perusahaan juga sudah menjalankan Business Continuity Plan untuk memastikan transisi pelayanan pelanggan bisa dilaksanakan dengan lancar. Untuk keperluan pembangunan jaringan, semua tetap berjalan sesuai dengan rencana, tidak ada penundaan yang berarti, dengan pengiriman peralatan dan material jaringan dikirimkan tepat waktu.

Sejak awal berjangkitnya Covid-19 di Indonesia, XL Axiata juga telah melaksanakan program yang bersifat sosial. Antara lain berupa peluncurkan program gratis akses data 2GB/hari untuk membantu masyarakat lebih ringan mengakses aplikasi-aplikasi penunjang kerja dan belajar dari rumah. Program donasi kemanusiaan baik tunai maupun non-tunai untuk terkait dengan keperluan menghadapi pandemi juga telah dilaksanakan secara massif di berbagai daerah, termasuk melalui instansi pemerintah terkait. Total nilai bantuan yang telah diberikan baik tunai maupun non-tunai adalah lebih dari Rp 100 miliar untuk semua program pencegahan Covid-19, termasuk memberikan gratis akses data.

 

Loading...



Kominfo Dukung Kelas Belajar Podcast Siberkreasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung pelatihan untuk menciptakan peluang kelahiran kreator konten dan wirausaha digital. Kelas Belajar Podcast itu dipandu Kreator Nongkrong sebagai mitra jejaring GNLD (Gerakan Nasional Literasi Digital) Siberkreasi dengan target 5000 peserta.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan memberikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan pelatihan yang bisa menghasilkan kreator konten yang akan membantu pendidikan masyarakat di dunia maya.

“Saya optimis, dengan adanya kelas podcast ini akan mendorong masyarakat untuk menghasilkan lebih banyak konten yang positif dan mendidik masyarakat,” ungkapnya ketika menyampaikan sambutan secara virtual dari Jakarta, Sabtu (29/08/2020).

Menurut Dirjen Semuel, pelatihan ini juga menarik karena bisa menjadi alternatif untuk menambah penghasilan dan mengembangkan wirausaha online.

“Akan lebih baik lagi jika dapat menjadi sumber penghasilan di masa krisis pandemi. Sebenarnya ini adalah momentum yang tepat untuk memulai podcast dan berwirausaha online,” ungkapnya.

Mengutip laporan laman podcastinsight.com, Dirjen Aptika menyatakan terdapat lebih dari 30 juta episode di seluruh dunia per April 2020, dan lebih dari 40% penduduk Amerika mendengar podcast baik di rumah maupun di perjalanan atau ketika berada di kendaraan. Hal itu merupakan peluang tersendiri untuk mendapatkan alternatif penghasilan.

“Di Indonesia sendiri, berdasarkan laporan data Spotify, kita merupakan jumlah pendengar Podcast terbanyak di Asia Tenggara. Diprediksikan akan ada 2,2 miliar pendengar podcast per bulan di tahun 2024,” tutur Dirjen Aptika.

6 Sesi Virtual

Menurut Ketua Umum Siberkreasi, Yosi Mokalu, podcast akan menjadi the future of content creation.  Oleh karena itu, pemanfaatan podcast oleh  Siberkreasi dapat menjadi salah satu kontribusi dalam mengembangkan ekosistem podcast di Indonesia.

“Kita ingin berkontribusi terhadap ekosistem  podcast dengan mengajak masyarakat Indonesia yang ingin bersuara serta menciptakan konten yang bermutu dengan media audio,” tuturnya.

Pelaksanaan Kelas Podcast yang berlangsung secara virtual sampai Desember 2020. Setiap kelas akan berlangsung dalam 6 sesi pertemuan yang berlangsung setiap hari Sabtu.

“Melalui kelas ini Siberkreasi bermaksud memberikan kontribusi untuk masyarakat yang terdampak pandemi agar lebih kreatif menciptakan konten bermutu hingga bisa menghasilkan uang,” jelas Yosi Mokalu seraya menunjukkan peserta bisa mendaftarakan diri melalui www.kelaspodcastsiberkreasi.com

Kelas podcast dirancang dengan durasi 90 menit dalam bentuk pemaparan materi dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Setiap sesi dipandu oleh 1 moderator dan 1 narasumber. Modul Pelatihan terdiri dari beberapa tahapan antara lain Pengantar, di mana peserta akan dikenalkan dasar-dasar fitur dan manfaat podcast serta belajar memproduksi podcast sederhana; Planning, untuk mengenali proses merencanakan sebuah podcast dan bekal yang harus mereka miliki sebelum memulai rekaman; Produksi, peserta akan belajar prinsip merekam konten podcast dan melakukan editing dengan target menghasilkan satu episode podcast.

Selanjutnya Branding untuk pengenalan dan penerapan prinsip branding yang penting untuk memasarkan dan menjaring audiens ke podcast.  Dan mereka terakhir Monetisasi, pembelajaran berbagai teknik monetisasi untuk mensupport produksi podcast berjalan mandiri dan berkelanjutan.

“Ada Master class akan menjadi penutup rangkaian modul Kelas Podcast dengan menghadirkan pembicara tamu yang sudah berkecimpung didunia podcasting dan menjadi publik figur dan sumber referensi di bidang ini,” jelas Yosi Mokalu.

Sebagai mentor Kelas Podcast, Siberkreasi melibatkan VP Content and Community INSPIGO, Pradipta Nugrahanto; podcaster eksklusif Spotify dan pendiri komunitas podcaster Rizky Ardi Nugroho; dan pendiri jejaring podcast Box2Box Indonesia, Tio Prasetyo Utomo.

GNLD Siberkreasi merupakan gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism.

Gerakan ini juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet dan lebih produktif di dunia digital. Siberkreasi hadir dari inisiatif bersama berbagai kalangan, komunitas peduli, swasta, akademisi, masyarakat sipil, pemerintah dan media.

 

Loading...



Ditjen Dikti Bekerja Sama dengan XL Axiata Hadirkan Kuota Data Murah bagi Dosen dan Mahasiswa

MAJALAH ICT – Jakarta. Pandemi Covid-19 memberikan tantangan baru bagi pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini lebih banyak dilakukan secara daring melalui sistem pembelajaran jarak jauh. Belum terbiasanya masyarakat Indonesia dengan sistem pembelajaran ini tentu memunculkan beberapa permasalahan, seperti kendala jaringan hingga biaya ekstra yang perlu dikeluarkan untuk melaksanakan pembelajaran daring.

Dalam rangka mempermudah akses pembelajaran, terutama di bidang pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi, demi memberikan bantuan dalam hal kemudahan pembelajaran daring bagi dosen dan mahasiswa. Ditjen Dikti kini melakukan kerja sama dengan operator telekomunikasi XL Axiata dalam hal program edukasi. Proses simbolis penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara virtual dalam bentuk webinar yang juga disaksikan oleh insan pendidikan tinggi.

Dirjen Dikti, Nizam, mengaku senang atas kerja sama yang terjalin. Menurutnya, saat ini kehadiran teknologi menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun banyak yang mengalami kendala dalam pembiayaan.

“Biaya dalam pemanfaatan teknologi ini menjadi concern kami, tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini beban pulsa mendadak berlari seperti kereta cepat, maka kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran jarak jauh,” ujar Nizam.

Nizam juga mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan proses pembelajaran dosen dan mahasiswa. Ia menginginkan seluruh insan perguruan tinggi bisa mendapatkan layanan semurah mungkin dengan jangkauan seluas mungkin.

“Kami sudah survei bahwa rata-rata kebutuhan penggunaan data untuk pembelajaran jarak jauh adalah 50GB per-bulan, sementara daya beli masyarakat untuk kuota di bawah Rp 100.000, maka dari itu perlu disediakan layanan internet seramah mungkin sesuai dengan kantong mahasiswa,” ungkap Nizam.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto mengatakan, “Kami memiliki komitmen yang kuat untuk turut andil dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia bersama dengan Ditjen Dikti. Paket data ini khusus kami siapkan untuk mahasiswa dan pengajar dan terbuka untuk seluruh universitas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia yang membutuhkan paket data untuk menunjang proses belajar secara online. Harapan kami, pendidik dan mahasiswa tidak perlu khawatir lagi dengan kesulitan yang dihadapi pada saat belajar online di masa pandemi ini. Semoga paket data XL khusus edukasi ini dapat menunjang komunikasi dan produktivitas pelajar dan pendidik.”

Feby menambahkan, melalui kerja sama dengan Ditjen Dikti ini, XL Axiata memberikan solusi digital yang didedikasikan bagi dunia pendidikan berupa paket dengan kuota khusus dan aplikasi kolaborasi selama masa pandemi. Dengan paket ini, mahasiswa dan pendidik akan mendapatkan kuota spesifik untuk tujuan pembelajaran jarak jauh tanpa perlu khawatir kehabisan kuota karena terpakai penggunaan lain.

Selain itu, XL Axiata juga sudah berkerja sama dengan berbagai penyedia Learning Management System (LMS), dan bermitra dengan institusi pendidikan lainnya untuk menambah manfaat yang akan didapatkan oleh pelajar dan pendidik.

Paket kuota internet gratis 30GB khusus pelajar dan mahasiswa

Masih dalam rangka melanjutkan komitmen untuk terus mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Indonesia dan mengatasi persoalan terkait akses internet yang dihadapi masyarakat, XL Axiata juga meluncurkan program khusus berupa paket internet gratis bagi pelajar dan mahasiswa. Program ini berupa paket internet khusus dengan kartu AXIS, yang memungkinkan para pelajar dan mahasiswa mendapatkan kuota data gratis sebesar 30GB yang bisa digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang paling disering digunakan di PJJ.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, mengatakan, “Kami di XL Axiata merasa bertanggung jawab untuk ikut membantu meringankan beban masyarakat yang berusaha agar anak-anaknya tetap bisa mengikuti PJJ selama sekolah tatap muka belum bisa dilakukan mengingat pandemi Covid-19 yang masih merebak hingga saat ini. Kami berharap program khusus ini bisa masyarakat manfaatkan semaksimal mungkin untuk keperluan PJJ sehingga masalah harga paket internet untuk PJJ semakin berkurang.”

Feby menambahkan, paket khusus ini sudah mulai dibagikan gratis kepada sekolah-sekolah dan kampus di Indonesia, untuk mendukung proses PJJ. Paket ini disediakan khusus bagi pelajar dan pendidik dengan dukungan jangkauan luas dari jaringan data XL Axiata. Sehingga sebagai operator yang sudah bekerja sama dengan Kemendikbud, XL Axiata merasa terpanggil untuk memberikan bukti yang langsung dapat dimanfaatkan oleh para pelajar dan pendidik di Indonesia.

Program khusus untuk pelajar melalui kartu AXIS ini memberikan gratis akses internet selama dua bulan. Dengan total kuota gratis sebesar 30GB, para pelajar dapat menggunakan paket ini untuk mengakses berbagai aplikasi penunjang belajar dan PJJ. Kuota sebanyak itu dibagi untuk dua paket, yaitu 15GB untuk Kuota Conference yang bisa untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang bisa dipakai guru mengirimkan materi atau bahan pelajaran, serta mengirimkan tugas, yaitu Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, serta Google Classroom.

Selanjutnya, kuota 15GB lainnya merupakan Kuota Edukasi, yang bisa dipakai untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang menyediakan bahan pendukung pelajaran seperti Udemy, Ruang Guru, Zenius, dan Sekolahmu. Kuota ini juga bisa dipergunakan untuk mendapatkan materi belajar yang disediakan Rumah Belajar Kemendikbud di website https://ift.tt/3d3x6Kb dan Spada Indonesia Kemendikbud di https://ift.tt/3dxamCm atau https://ift.tt/32Wrrmv.

Sebagai tambahan, paket internet untuk pelajar ini pun dilengkapi dengan bonus kuota games sebesar 1GB per hari. 6GB kuota chat dan m-payment untuk aplikasi WhatsApp, LINE, OVO, GOJEK, dan GRAB, 12.000 menit telepon ke semua nomor AXIS & XL, hingga 4GB bonus sureprize yang harus di tukarkan di aplikasi AXISnet.

 

Loading...



Ini Enam Langkah Penting Ini untuk Memandu Anda Mengawali Bisnis Reseller

MAJALAH ICT – Jakarta. Wabah pandemi COVID-19 telah memberikan pukulan hebat ke semua lapisan industri, yang berakibat langsung kepada kondisi ekonomi di seluruh dunia. Namun, beberapa bulan sejak wabah pertama kali ditemukan, semakin banyak bisnis offline yang berusaha untuk keluar dari zona nyaman dan memilih untuk berjualan secara daring (online) melalui platform perdagangan (marketplace) yang ada. Tren ini juga sesuai dengan survei terbaru dari McKinsey & Co yang menunjukkan adanya peningkatan minat belanja konsumen Indonesia secara online di lintas kategori, khususnya untuk kategori makanan dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Di saat semakin banyak pengusaha, termasuk pemilik usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) beralih ke platform online, menjadi seorang pengusaha eceran (reseller) terbukti sangat menguntungkan khususnya di tengah situasi pandemi seperti saat ini. Hal ini dikarenakan para reseller dapat memulai usaha mereka dengan modal yang sangat kecil untuk melakukan pengadaan produk dengan harga grosir, yang kemudian akan dijual kepada pelanggan dengan harga pasar. Hal ini berarti keuntungan yang dapat dihasilkan menjadi semakin maksimal. Dengan keseluruhan layanan yang ditawarkan di Zilingo Trade, platform ini memastikan opsi perdagangan yang mulus, pasar grosir yang luas, serta harga yang kompetitif untuk dapat dimanfaatkan oleh para reseller. Semua fitur ini pun didukung dengan layanan pelanggan, metode pembayaran dan layanan logistik yang bervariasi.

“Kami sangat terinspirasi dan bersemangat menyaksikan perjuangan para pengusaha, khususnya mereka yang bergerak di industri UMKM dalam menghadapi krisis global ini. Melalui Zilingo Trade, kami berkomitmen untuk hanya menawarkan layanan terbaik kami dan berusaha untuk menjadi platform tujuan bagi para pengusaha, termasuk para reseller dengan harga bersaing dari kumpulan merchant kami untuk mendukung proses pengadaan mereka guna memenuhi permintaan pelanggan yang terus berkembang,” jelas Ade Yuanda Saragih, VP and Country Head, Zilingo. Ade juga membagikan enam langkah inti yang dapat membantu setiap pelaku bisnis memulai perjalanan mereka sebagai seorang reseller sebagai berikut:

Lakukan riset pasar yang mendalam sebagai batu loncatan Anda

Langkah pertama dalam kegiatan penjualan harus dimulai dengan riset pasar yang mendalam dan berkaitan dengan produk dan layanan yang ingin Anda tawarkan ke pasar. Ukur popularitas produk, kebutuhan konsumen, perilaku pasar terhadap produk, batasan pembelian dan yang terpenting, seperti yang ditekankan Ade, tentukan batas harga produk yang sesuai.

“Jika Anda berasal dari kota kecil, periksa keberadaan reseller produk atau merek serupa di daerah Anda. Hal ini dapat menentukan kesempatan Anda untuk menjadi satu-satunya reseller kategori untuk wilayah tertentu,” kata Ade.

Penuhi stok produk Anda

“Pastikan stok produk Anda cukup untuk melayani semua pelanggan Anda. Jangan ragu untuk membeli produk dalam jumlah banyak, apalagi jika Anda mendapatkan penawaran yang cukup murah. Meskipun tampak berisiko, tetapi inventaris yang lengkap membantu memenuhi permintaan secara tepat waktu dan mungkin menghemat dari kekecewaan pelanggan dan ulasan buruk secara online, petunjuk yang sangat penting untuk bisnis online,” pungkas Ade.

Stok produk yang baik akan memungkinkan Anda untuk menawarkan berbagai tipe produk yang memenuhi preferensi konsumen yang berbeda-beda. Walaupun kemungkinan produk yang tidak terjual masih tetap ada, tetapi jangan biarkan hal tersebut menghalangi stok produk Anda, khususnya bagi Anda yang baru mulai berjualan.

Pilih pemasok (supplier) yang tepat

Kelangsungan bisnis para reseller sangat bergantung pada produk yang dijual dan supplier yang dapat diandalkan untuk proses pengadaan Anda. “Anda harus memilih supplier yang terpercaya, memiliki kualitas produk yang baik dan konsisten yang menawarkan pilihan yang bervariasi. Supplier juga harus dikenal luas oleh pelanggan karena hal ini memudahkan Anda dalam melakukan pemasaran dan penjualan. Anda juga perlu membandingkan harga grosir, jadwal produksi, dan waktu pengiriman masing-masing pemasok karena semua ini menjadi poin pendorong bisnis Anda dalam jangka panjang,” jelas Ade.

Aturan umum untuk bisnis apa pun adalah kualitas produk. Sebagai seorang reseller, Anda bertanggung jawab kepada pelanggan atas setiap pembelian yang mereka lakukan dari usaha Anda. Pilih supplier Anda dengan bijak dan sebagai langkah dasar, lakukan riset pelanggan secara sederhana tentang bahan, kualitas, atau produk terpopuler yang ingin Anda jual kembali.

Buat strategi penjualan dan pemasaran sedini mungkin

Idealnya, para reseller harus memiliki keterampilan pemasaran yang kuat dan harus mengenal berbagai platform yang ada, dari e-commerce hingga media sosial. Pesan bisnis Anda harus dapat disampaikan secara jelas dan konsisten dengan target pelanggan Anda. Ade menambahkan, “Selain itu, amati bagaimana pesaing Anda menjalankan strategi dan aktivitas pemasarannya. Memberikan diskon atau mengadakan giveaway produk Anda juga dapat menarik pelanggan baru.”

Kuasai keterampilan layanan pelanggan Anda

Menjadi pengusaha berarti siap menghadapi pelanggan secara langsung, dimulai dengan mengatur jam layanan pelanggan, sistem dan jadwal pengiriman, serta akun media sosial usaha Anda. Terus perkaya keterampilan Anda sebagai komunikator yang baik sehingga Anda dapat menanggapi pertanyaan pelanggan dan menangani keluhan yang Anda dengan tepat. Ade menyarankan, “Anda harus cermat dan bijaksana dalam menangani semua keluhan karena feedback dan wawasan yang diberikan oleh pelanggan Anda sangat bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan Anda yang pada akhirnya dapat membantu menjalankan bisnis Anda lebih baik.”

Penting untuk menjajal produk terlebih dahulu

Sebagai reseller baru, Anda mungkin perlu melakukan semuanya sendiri, mulai dari berbelanja dan menyimpan produk, mengelola platform e-commerce pilihan Anda, akun media sosial, pengepakan, pengiriman, hingga pengelolaan keuangan. Memperbarui penjualan atau akun media sosial Anda dengan menampilkan produk terbaru, menjawab pertanyaan pelanggan, memberikan promosi dengan diskon dan hadiah menarik harus dilakukan secara konsisten.

Cobalah untuk lebih disiplin, terorganisir, dan konsisten dalam memenuhi tugas dan kebutuhan bisnis Anda dalam sehari-hari. Ada kemungkinan lebih tinggi pelanggan akan memilih Anda daripada pesaing jika mereka puas dengan daya tanggap bisnis Anda.

Di sinilah Zilingo Trade hadir untuk membantu merek dan bisnis, terutama mereka yang ingin memulai bisnis reselling untuk menumbuhkan dan mengembangkan bisnis melalui layanan bisnis satu atap kami, mulai dari pengadaan, penjualan, pemasaran, finansial, hingga layanan logistik.

 

Loading...



Friday, 28 August 2020

Ada 7 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kementerian Kominfo Lockdown Hingga 7 September dan Pegawai Jalani WFH

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Kominfo dan Informatika Johnny G Plate menyampaikan bahwa tujuh pegawai di Kantor yang dipimpinnya diketahui positi COVID-19. Dengan dengan hal tersebut maka kantor Kementerian Kominfo yang berada di Jalan Merdeka Barat No 9, Jakarta Pusat, ditutup untuk sementara. Penutupan dilakukan hingga tanggal 7 September mendatang.

“Menurut informasi yang saya peroleh pagi ini ada 7 pejabat dan staf Kominfo yang dikonfirmasi positif. Mereka bekerja di gedung yang berbeda di lingkungan kantor Kominfo,” kata Menkominfo. Ditambahkan lelaki yang dipanggil Bang Johnny ini,  “Karena ada tujuh konfirmasi positif, maka dilakukan disinfektan tiga gedung Kominfo. Dan demi preventif, pejabat dan staff work from home,” jelasnya.

Meski begitu, Bang Johnny memastikan bahwa instansi yang dipimpinnya itu tetap menjalankan protokol kesehatan yang akan terus dijalankan secara disiplin di lingkungan Kominfo.

 

 

Loading...



Menkominfo Johnny G Plate Ajak Kolaborasi Jaga Ruang Digital Sehat dan Bersih

MAJALAH ICT – Jakarta. Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak penyelenggara Pemilu, aparat penegak hukum dan kontestan serta pendukung menjaga ruang digital agar tetap sehat dan bersih dari hoaks atau ujaran kebencian.

“Untuk menjaga ruang digital sehat dan bersih, pertama ada penyelenggara Pemilu dan penegakan hukum. Kami berharap kolaborasi dan kerja sama ini untuk prevention dan pengawasan digital. Tentu saja yang menjadi faktor kunci pelibatan masyarakat dimana ada peserta pilkadan dan konstituennya,” ajaknya usai penandatanganan Nota Kesepakatan Aksi antara Badan Pengawas Pemilihan Umum dengan Komisi Pemilihan Umum dan Kementerian Kominfo di Gedung Bawaslu Lantai 4, Jakarta, Jumat (28/08/2020). 

Menteri Johnny menyambut baik kerja sama tersebut karena menjadi langkah bersama memastikan, dukungan kementerian dan lembaga tersebut dalam rangka mewujudkan penyelenggeraan Pilkada 2020 berlangsung secara sukses.

“Saya menyambut dengan hati yang sangat gembira bahwa kementerian dan lembaga yang terkait dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah tahun 2020 didukung dengan ekosistemnya, mempunyai komitmen bahkan dituangkan secara tertulis melalui nota kesepakatan aksi,” tuturnya.

Menurut Menteri Kominfo, akselerasi transformasi digital sebagai dampak dari pandemi Covid-19, juga memberikan sisi lain di aspek politik secara khusus pada pemilu kepala daerah tahun ini.

“Informatika dan telekomunikasi memainkan peran yang vital dan signifikan untuk mendukung suksesnya pesta demokrasi dan sirkulasi demokrasi dalam kaitannya dengan penentuan pemilihan pemimin-pemimpin di daerah kita, baik itu gubernur, bupati maupun walikota,” ujarnya

Dalam pesta demokrasi Pilkada Serentak yang akan berlangsung di 270 provinsi, kabupaten dan kota, menurut Menteri Johnny kecerdasan dan kemampuan sebagai bangsa menentukan kualitas demokrasi.

“Apabila semua elemen masyarakat juga melaksanakan secara cerdas memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Termasuk salah satu aspek di dalamnya adalah di sisi hilir dari telekomunikasi dan informatika yaitu ruang digital atau di sini disebut dengan pengawasan konten internet,” jelasnya.

Menurut Menteri Kominfo, dalam menjaga ruang digital yang sehat dan bersih, ada peran penting penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum. “Kami tentu berharap kolaborasi dan kerja sama ini untuk memastikan menjaga di tingkat pertama itu (penyelenggara pemilu dan penegakan hukum) harus sukses, sehingga yang menjadi tugas akhir menjaga ruang digital di Kominfo menjadi lebih ringan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kominfo bersama Ketua Bawaslu RI Abhan dan Ketua KPU RI Arief Budiman melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan Aksi tentang Pengawasan Konten Internet dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020.

Dalam acara itu  juga diadakan Deklarasi Internet Indonesia Lawan Hoaks Dalam Pilkada 2020 yang didukung oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia dan sejumlah platform media sosial seperti BIGO Live Indonesia, Google Indonesia, Facebook Indonesia, LINE Indonesia, Telegram Indonesia, Tiktok Indonesia, dan Twitter Indonesia. 

 

Loading...



ASEAN Data Science Explorers Umumkan Team SEA of Hope dari Indonesia Keluar Sebagai Juara

MAJALAH ICT – Jakarta. The ASEAN Foundation dan SAP SE (NYSE: SAP) dengan penuh rasa syukur mengumumkan bahwa the ASEAN Data Science Explorers (ASEAN DSE) tidak mengalami perlambatan di tengah pandemi COVID-19. ASEAN DSE bahkan untuk pertama kalinya berhasil menggelar final nasional virtual tahun ini. Ada 3 tim yang terpilih sebagai pemenang dalam final nasional ASEAN DSE 2020 yang berlangsung secara virtual hari ini, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik.

Di tengah pandemi global, ASEAN DSE terus menggalakan minat komunitas pemuda dan terus berusaha meningkatkan keterampilan dasar mereka di era digital saat ini. Secara keseluruhan, ada 852 pemuda dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara berkompetisi mewakili negaranya masing-masing di final nasional, dan 4.563 pelajar dan pengajar dilatih di SAP Analytics Cloud pada tahun 2020.

Ketiga pemenang dinilai berdasarkan kemampuan mereka dalam merancang konsep terbaik untuk mengatasi isu-isu sosial ekonomi, yang didorong oleh wawasan data. Kriteria penilaian meliputi kreativitas, kelayakan, inovasi dan kemampuan tim dalam memperagakan implementasi dari solusi.

Sebagai pemenang pertama, Team SEA of Hope dari Institut Teknologi Bandung akan mewakili Indonesia dalam acara Final Kawasan ASEAN DSE 2020 pada bulan November mendatang. Berikut adalah penjelasan rinci para pemenang:

[Pemenang Pertama] Team SEA of Hope, terdiri dari Wayan Rezaldi Widyanatha dan Nabila Zahra Wassil dari Institut Teknologi Bandung, berhasil terpilih menjadi pemenang pertama Final Nasional. Proyek mereka fokus pada sungai sehat sebagai jantung kota kota berkelanjutan di Asia Tenggara.

[Runner-up] Team Lexicon, terdiri dari Annisa Rizki Farhana Nur dan Maria Kayla Augusta dari Universitas Indonesia, muncul sebagai runner-up. Proyek mereka didesain untuk meningkatkan transportasi public perkotaan untuk mobilitas berkelanjutan.

“Revolusi industri 4.0 menawarkan kesempatan besar sekaligus tantangan besar bagi kita. Kita saat ini hidup di era digital yang sangat maju dan data memiliki peranan penting, sehingga penting bagi generasi muda untuk memahami teknologi dan inovasi tinggi untuk melakukan sebuah analisis berbasis data. Era pasca pandemi COVID-19 juga telah mengajarkan kita untuk memaksimalkan teknologi di lingkungan normal baru. ASEAN Foundation telah memainkan peran penting dalam mengembangkan dan memperkaya generasi muda di Asia Tenggara dengan berbagai program, terutama lewat ASEAN Data Science Explorers (ASEAN DSE). Saya sangat percaya bahwa ASEAN DSE akan memberikan pengalaman dan pelajaran berharga bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam memanfaatkan data dan memformulasikan solusi lewat kompetisi ini,” kata Bapak Riaz Januar Putra Saehu, Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN, Kementerian Luar Negeri Indonesia.

 

Loading...