Sunday, 30 August 2020

Octo Mobile dari CIMB Niaga Tawarkan Transfer Uang yang Mudah dan Menguntungkan

MAJALAH ICT – Jakarta. Mengirimkan uang melalui bank atau transfer merupakan salah satu transaksi perbankan utama yang banyak dilakukan masyarakat. Kebutuhan ini kerap datang tiba-tiba dan dengan waktu yang mendesak, seperti untuk memenuhi keperluan keluarga. Karena itu, ketersediaan fasilitas perbankan yang dapat mendukung aktivitas transfer secara fleksibel, cepat, dan bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja mutlak diperlukan.

Salah satu fasilitas perbankan yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut adalah OCTO Mobile, layanan mobile banking dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang dirancang layaknya Super App. Melalui OCTO Mobile, nasabah dapat tetap produktif memenuhi kebutuhan finansialnya, termasuk untuk transfer uang melalui ponsel dari genggaman tangan kapan saja dan di mana saja dengan limit per hari hingga Rp500 juta untuk nasabah reguler, Rp1 miliar untuk nasabah CIMB Preferred, dan Rp2 miliar untuk nasabah CIMB Private Banking.

Head of Digital Banking, Branchless, and Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi mengatakan, OCTO Mobile memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memenuhi kebutuhan transfer tanpa harus datang ke kantor cabang atau mengantre di mesin ATM. “Sekarang nasabah tidak perlu khawatir lagi saat ada kebutuhan transfer mendesak ketika sedang berkegiatan. Cukup bermodalkan ponsel, nasabah bisa mentransfer dana ke penerima dengan limit yang besar. Dengan OCTO Mobile, transaksi menjadi lebih sehat dan aman karena tidak perlu bepergian atau bersentuhan dengan benda lain,” kata Bambang di Jakarta.

Bambang menjelaskan, transfer melalui OCTO Mobile juga memberikan keuntungan, diantaranya tersedia kemudahan transfer tanpa biaya ke bank lain sebanyak 20 kali per bulan untuk nasabah Tabungan On Account dan Tabungan Xtra CIMB Niaga. Kemudahan ini bisa dinikmati nasabah dengan memiliki minimum saldo rata-rata bulanan sebelumnya dengan nominal Rp1 juta untuk Tabungan On Account, atau Rp25 juta untuk Tabungan Xtra.

Selain itu, fitur transfer OCTO Mobile juga memiliki keunggulan lainnya, yaitu nasabah bisa mengatur jadwal transaksi transfer sesuai tanggal yang diinginkan, dan juga per periode seperti bulanan atau mingguan. Dengan fitur tersebut memudahkan nasabah untuk melakukan transfer secara rutin dan tepat waktu.

Cara Mudah Transfer dari OCTO Mobile

OCTO Mobile memberikan fitur transfer yang lengkap baik ke dalam maupun luar negeri. Untuk melakukan transfer lewat OCTO Mobile, nasabah hanya perlu melakukan empat langkah mudah. Pertama, pilih menu transfer dan tujuannya. Tersedia tujuan transfer mulai dari rekening CIMB Niaga sendiri, rekening CIMB Niaga lainnya, Rekening Ponsel lainnya, transfer ke bank lain, atau transfer ke bank luar negeri. Kedua, pilih jenis transfer: online, kliring, atau RTGS. Ketiga, masukkan nomor rekening, bank tujuan, serta lengkapi nominal transaksi. Keempat, konfirmasi dengan PIN OCTO Mobile.

Nah, bagi masyarakat yang tertarik untuk merasakan kemudahan transfer melalui OCTO Mobile namun belum memiliki rekening CIMB Niaga, maka bisa membuka rekening untuk pertama kali melalui OCTO Mobile. Seluruh proses verifikasi akan dilakukan pada aplikasi, sehingga tidak perlu datang ke kantor cabang. Setelah berhasil membuka rekening dan terdaftar di aplikasi OCTO Mobile, maka nasabah dapat melakukan transfer sesuai langkah-langkah di atas.

Bambang menambahkan, atas komitmennya yang berkelanjutan untuk secara konsisten memberikan customer experience terbaik dalam berbagai kondisi, CIMB Niaga mendapatkan penghargaan ‘The Most Helpful Bank during COVID-19 in Indonesia’ dari The Asian Banker. CIMB Niaga dinilai sebagai Bank yang paling peduli dan memiliki perhatian besar untuk membantu nasabah (helpful) pada situasi yang sulit saat ini. Perusahaan juga dipandang mampu merespon tantangan COVID-19 dengan baik melalui layanan dan produk yang sesuai kebutuhan nasabah.

 

Loading...



Saturday, 29 August 2020

Ini Daftar Pemenang Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2020

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan Anugerah Penyiaran Ramah Anak (APRA) 2020, Sabtu (29/8/2020). Anugerah ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi untuk lembaga penyiaran, TV dan radio, yang telah menghasilkan karya terbaik untuk program siaran khusus anak.

Dalam APRA 2020 ini, diumumkan 10 pemenang kategori program acara anak yang diperlombakan. Para pemenang ini merupakan hasil penilaian dari tim juri yang kompeten dan kredibel yang terdri dari latar belakang. Berikut ini adalah program-program yang menjadi pemenang Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2020:

1. KATEGORI PROGRAM ANIMASI INDONESIA

– Petualangan Si Unyil – Trans 7

2. KATEGORI PROGRAM ANIMASI ASING

– Upin Ipin – MNC TV

3. KATEGORI PROGRAM DOKUMENTER

– Cerita Minggu Pagi – TVRI

4. KATEGORI PROGRAM FEATURE

– Si Bolang – Trans 7

5. KATEGORI PROGRAM VARIETY SHOW

– Dubi Dubi Dam – RTV

6. KATEGORI PROGRAM PENDIDIKAN ANAK INDONESIA

– Laptop Si Unyil – Trans7

7. KATEGORI PROGRAM ANAK RADIO

– Lagu dan Belajarnya Anak Wamena (LABEWA) – RRI Wamena

8. KATEGORI PROGRAM RADIO PEDULI ANAK 2020

– Dunia Anak – RRI Pontianak

9. KATEGORI TELEVISI TERBAIK PROGRAM ANAK – Trans 7

10. KATEGORI TELEVISI RAMAH ANAK 2020 – TVRI

 

Loading...



Begini Sikap KPI Atas Proses Judicial Reviews Undang-Undang Penyiaran yang Diajukan RCTI dan iNews TV

MAJALAH ICT – Jakarta. Menyikapi dinamika yang  berkembang di masyarakat terkait proses Judicial Review atas Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran yang diajukan oleh RCTI dan iNews TV, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) perlu menyampaikan sikap mengingat hal ini memiliki keterkaitan dengan tugas dan kewenangan KPI.

Disampaikan Ketua KPI Pusat Agung Suprio, sesuai dengan pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Penyiaran, bahwa tugas dan kewajiban KPI di antaranya adalah ikut membangun iklim persaingan yang sehat antarlembaga penyiaran dan industry terkait; memlihara tatanan informasi nasional yang adil, merata dan seimbang.

“Berdasarkan hasil rapat Pleno yang telah  digelar, di sela-sela jumpa pers APRA 2020 KPI menyampaikan sikap sebagai berikut: 

1. KPI mendorong pengaturan media baru dalam konteks kesetaraan perlakuan kepada seluruh industri konten;

2. KPI berkomitmen menjaga kepentingan publik untuk mendapat konten yang berkualitas sekaligus mendorong industri kreatif dalam memproduksi konten sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat;

3. KPI mengajak seluruh pihak untuk menghargai proses hukum yang sedang berlangsung sekaligus menjadikan topik ini sebagai wacana publik yang didasarkan pada perspektif argumentasi yang proporsional dan mengedepankan kepentingan bangsa.” 

 

 

Loading...



Konsisten Bertransformasi, Telkomsel Raih Penghargaan Internasional PR Awards 2020

MAJALAH ICT – Jakarta. Telkomsel berhasil mendapatkan penghargaan dalam ajang PR Awards 2020 yang diselenggarakan di Singapura, 27 Agustus 2020. Pada acara yang diselenggarakan oleh Marketing Interactive tersebut, Telkomsel sukses mendapatkan predikat “Silver Winner” dalam kategori “Best Insight-Driven”. Keberhasilan yang direngkuh oleh Telkomsel merupakan apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi internal secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel mengucapkan terima kasih dan besyukur atas penghargaan bergengsi ini. Apresiasi ini tentunya tidak terlepas dari kekompakan seluruh insan Telkomsel yang bersama-sama bertransformasi menjadi sumber daya manusia yang mengedepankan budaya digital, khususnya dalam cara bekerja baru. Keberhasilan ini juga merupakan validasi bahwa transformasi yang kami lakukan telah selaras dengan perkembangan yang terjadi secara global.”

Seiring dengan perubahan radikal di era digital, saat ini Telkomsel tengah bertransformasi  dalam hal people, process dan technology untuk memberikan layanan dengan nilai tambah yang dibutuhkan oleh para pelanggan, sekaligus meningkatkan daya saing, growth bisnis, dan nilai perusahaan sebagai leading digital telco company. Aspek “People” berkaitan dengan budaya kerja, mindset shifting dan capability building. Sementara “Process” berbicara mengenai perubahan bisnis proses. Adapun aspek “Techology” berkaitan dengan automasi proses kerja dan digitization untuk mengantarkan Telkomsel menjadi lean operating company.

PR Awards 2020 merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Marketing Interactive, perusahaan media yang telah berdiri sejak 2002. PR Awards 2020 sendiri menyertakan 30 kategori penghargaan yang diikuti oleh para perusahaan di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Sukses Telkomsel dalam  mendapatkan penghargaan pada kategori “Best Insight-Driven” dinilai dari keberhasilan dalam menggalakkan kampanye Telkomsel, Let’s Rebound and Go Digital yang mampu menghasilkan animo dan tingkat partisipasi yang tinggi dari insan-insan Telkomsel. Selain mendapatkan penghargaan pada kategori tersebut,  Telkomsel juga berhasil menjadi finalis pada kategori “Best Employee Engagement”, “Best PR by In House Communications Team”, dan “Best Use of Content. Seluruh nominasi tersebut juga didapatkan Telkomsel atas penyelenggaraan kampanye Telkomsel, Let’s Rebound and Go Digital.

Kampanye Telkomsel, Let’s Rebound and Go Digital pun memang berhasil meningkatkan kesadaran karyawan Telkomsel untuk bertransformasi secara signifikan. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan dari penyelenggaraan kampanye tersebut, tingkat antusiasme karyawan untuk bertransformasi mencapai 93%, dan lebih dari 88% karyawan memahami perubahan yang akan terjadi. Selain itu komitmen manajemen dan karyawan untuk berubah juga meningkat lebih dari 2x lipat mencapai 90%.

“Objektif utama transformasi kami adalah menjadi perusahaan yang customer centric secara eksternal maupun internal. Karyawan adalah customer internal utama bagi perusahaan, untuk itu kami rangkul dan jadikan mereka sebagai elemen terpenting transformasi perusahaan, sehingga dengan sendirinya karyawan mengambil tindakan positif, memberi dukungan, dan terlibat langsung memberi kontribusi pada salah satu proses terpenting perusahaan saat ini,” ungkap Setyanto

“Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki pola pikir digital, Telkomsel akan terus bergerak maju dalam mengakselerasikan pengembangan ekosistem digital di Tanah Air secara inklusif dan berkelanjutan melalui tiga pilar digital utama kami, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital service. Telkomsel pun terus berinovasi dalam memperkuat transformasi kami, agar manfaat implementasi teknologi digital dapat menyentuh seluruh masyarakat luas di Indonesia,” tutup Setyanto.

 

Loading...



Walau Pandemi Covid-19 dan Kompetisi Makin Ketat, XL Axiata Berhasil Jaga Pertumbuhan Kinerja

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil mempertahankan pertumbuhan di tengah meningkatnya kompetisi antar operator dan masih merebaknya pandemi Covid-19. Pendapatan layanan (service revenue) perusahaan di sepanjang semester 1 2020 sebesar Rp 12,13 triliun, meningkat 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Demikian pula, pendapatan dari layanan data juga terus tumbuh 15% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY), dan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap total pendapatan layanan (service revenue) perusahaan menjadi sebesar 91%.  

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan,“Harus kita akui bahwa meluasnya kebutuhan masyarakat atas akses internet untuk mendukung aktivitas bekerja dan belajar telah menolong XL Axiata selama masa pandemi Covid-19. Trafik pemakaian data memang menjadi meningkat terutama di bulan-bulan awal masa pandemi. Namun, kemudian trafik menjadi melandai karena daya beli masyarakat juga melemah seiring menurunnya kondisi ekonomi secara umum karena terdampak pandemi. Kita belum tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir, sehingga kedepan tentunya tantangan dan tekanan yang akan dihadapi industri telekomunikasi termasuk XL Axiata tentunya masih akan berat. Dan tentu kami harus tetap optimis dan menyiapkan segala daya upaya untuk mengantisipasi ke depannya”.

Pada periode semester pertama 2020 ini, XL Axiata juga berhasil meraih EBITDA Rp 6,49 triliun, lebih tinggi 37% dibandingkan perolehan semester 1 2019. Laba bersih setelah pajak pada semester ini tercatat Rp 1,7 triliun. Secara kuartal, pada periode kuartal 2 2020 ini EBITDA juga berhasil tumbuh 4% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, dan laba bersih setelah pajak mencapai sebesar Rp 224 miliar.  

Beban usaha pada semester 1 2020 ini menurun 12% dari periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Penurunan ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya beban biaya infrastruktur yang lebih rendah (-23% YoY) sebagai akibat dari adopsi IFRS 16. Faktor selanjutnya adalah biaya interkoneksi dan biaya langsung lainnya juga menurun (-21% YoY), terutama karena interkoneksi yang lebih rendah sebagai akibat dari penurunan lalu lintas suara. Terakhir karena faktor biaya pemasaran menurun (-6% YoY) karena pergeseran pengeluaran ke digital.

Dian menambahkan, pelemahan daya beli masyarakat yang kemudian juga berdampak pada operator telah meningkatkan kompetisi di antara para operator. Beberapa operator telah meluncurkan paket-paket data baru dengan harga yang murah, dengan harapan tingkat trafik tetap bisa dijaga atau bahkan ditingkatkan dengan memanfaatkan momentum keharusan bekerja dan belajar dari rumah. Kondisi ini sudah pasti menambah tekanan kepada semua operator padahal kondisi yang ada saat ini sudah cukup berat.

Menyikapi dinamika industri dan kompetisi yang terjadi, XL Axiata mengambil sikap hati-hati dan penuh perhitungan. Produk atau paket data baru dihadirkan dengan pertimbangan matang berdasarkan analisa data pola konsumsi layanan oleh para pelanggan yang sahih. Hasilnya cukup efektif dan sesuai dengan segmen pasar yang disasar. Trafik data semester 1 2020 ini meningkat 45% dibandingkan semester 1 2019, dari 1.531 Petabyte menjadi 2.221 Petabyte. Sementara itu jika dihitung per kuartal, pada kuartal kedua 2020 ini, trafik data meningkat 22% dibandingkan kuartal sebelumnya.

XL Axiata juga berhasil mempertahankan jumlah pelanggan. Per akhir kuartal kedua 2020 ini, jumlah pelanggan meningkat tipis menjadi 55,67 juta dari 55,49 di kuartal sebelumnya. Untuk rerata pendapatan per pengguna atau ARPU periode kuartal ini, ada di angka Rp 36 ribu untuk prabayar dan Rp 111 ribu untuk pascabayar. ARPU campuran Rp 37 ribu dari sebelumnya Rp 36 ribu. Tingkat penetrasi pengguna smartphone mencapai 87% dari total pelanggan atau relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 86%.

Sepanjang semester 1 2020, XL Axiata mengenalkan beberapa penawaran baru, yaitu Fitur XTRA UNLIMITED TURBO dan Unlimited 1 jam untuk pelanggan layanan prabayar XL, dan paket Edu-Pack untuk pelanggan AXIS, juga myPRIOHOME untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Pemanfaatan digital IT, artificial intelligent dan data analytics juga terus XL Axiata lanjutkan untuk mengidentifikasi apa saja kebutuhan setiap segmen pelanggan atas layanan telekomunikasi dan data. Dengan demikian perusahaan bisa lebih tepat dalam pembuatan produk layanan baru yang memang dibutuhkan setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa lebih terarah, sesuai dengan karakter setiap segmen.

Pandemi Covid-19 juga tidak menghalangi XL Axiata untuk terus membangun jaringan. Hingga akhir Juni 2020 lalu, XL Axiata tercatat memiliki total lebih dari 139 ribu Base Transceiver Station (BTS). Jumlah ini meningkat sekitar 10% dari jumlah BTS periode yang sama tahun lalu. Dari total sebanyak itu, sebanyak 49.744 merupakan BTS 4G. Sementara itu, jika dilihat dari luas cakupan wilayah, jaringan 4G milik XL Axiata telah melayani pelanggan di 456 kota/kabupaten di hampir semua provinsi yang ada di Republik Indonesia.

Guna menyiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan. Hingga saat ini proses ini sudah mencapai 60% dari total target di tahun 2020. Fiberisasi ini juga sekaligus mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap area karena salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan transport menjadi lebih besar. Fiberisasi terbukti mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk menopang sejumlah layanan data dengan kapasitas besar, seperti antara lain live video streaming.  

Dari sisi kondisi finansial, neraca perusahaan tetap sehat dengan saldo kas yang lebih tinggi setelah mendapat tambahan dari hasil penjualan menara. Free Cash Flow (FCF) juga ada pada tingkat yang sehat, yaitu sebesar Rp 2,76 triliun meski ada peningkatan capex untuk merealisasikan komitmen pembangunan jaringan. 

XL Axiata saat ini juga tidak memiliki pinjaman dalam denominasi US Dollar, 45% di antaranya berbunga floating dan masa jatuh tempo yang tidak bersamaan

Layanan Masa Depan

XL Axiata juga tidak berhenti untuk menyiapkan layanan inovatif yang bisa menjadi tumpuan bisnis di masa depan. Salah satunya adalah layanan XL Home, yang terus dikembangkan kualitas layanannya, termasuk juga memperluasan jaringannya. Layanan broadband untuk segmen keluarga tersebut telah mengembangkan cara atau model baru yang efektif untuk meningkatkan homepass. Hasilnya terbukti efektif dan turut meningkatkan jumlah sambungan yang saat ini sudah mencapai 65 ribu pelanggan.

Hingga saat ini XL Home sudah melayani pelanggan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, Denpasar, Yogyakarta, dan Bandung. XL Home telah membangun jaringan fiber optik yang bisa menjangkau sekitar 350 ribu homepass.

Layanan masa depan selanjutnya yang telah disiapkan adalah Live.On. Layanan ini memungkinkan setiap pengguna mendapatkan kendali penuh atas layanan data paket data yang besar dengan satu kuota untuk menentukan semua aplikasi yang dibutuhkan, jaringan, dan masa waktu penggunan. Pengguna juga akan mendapatkan kecepatan akses yang maksimal, akumulasi sisa data hingga 1.000 GB. Layanan ini sepenuhnya digital. XL Axiata berharap layanan ini akan menjawab ekspektasi pelanggan di masa depan yang memiliki karakter sangat dinamis.

Siap masuki tatanan baru

Manajemen XL Axiata sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi pandemi tersebut untuk memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi bagi masyarakat di masa darurat saat ini. Sejak kebijakan bekerja dari rumah diterapkan pada 17 Maret 2020, Perusahaan juga sudah menjalankan Business Continuity Plan untuk memastikan transisi pelayanan pelanggan bisa dilaksanakan dengan lancar. Untuk keperluan pembangunan jaringan, semua tetap berjalan sesuai dengan rencana, tidak ada penundaan yang berarti, dengan pengiriman peralatan dan material jaringan dikirimkan tepat waktu.

Sejak awal berjangkitnya Covid-19 di Indonesia, XL Axiata juga telah melaksanakan program yang bersifat sosial. Antara lain berupa peluncurkan program gratis akses data 2GB/hari untuk membantu masyarakat lebih ringan mengakses aplikasi-aplikasi penunjang kerja dan belajar dari rumah. Program donasi kemanusiaan baik tunai maupun non-tunai untuk terkait dengan keperluan menghadapi pandemi juga telah dilaksanakan secara massif di berbagai daerah, termasuk melalui instansi pemerintah terkait. Total nilai bantuan yang telah diberikan baik tunai maupun non-tunai adalah lebih dari Rp 100 miliar untuk semua program pencegahan Covid-19, termasuk memberikan gratis akses data.

 

Loading...



Kominfo Dukung Kelas Belajar Podcast Siberkreasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung pelatihan untuk menciptakan peluang kelahiran kreator konten dan wirausaha digital. Kelas Belajar Podcast itu dipandu Kreator Nongkrong sebagai mitra jejaring GNLD (Gerakan Nasional Literasi Digital) Siberkreasi dengan target 5000 peserta.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan memberikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan pelatihan yang bisa menghasilkan kreator konten yang akan membantu pendidikan masyarakat di dunia maya.

“Saya optimis, dengan adanya kelas podcast ini akan mendorong masyarakat untuk menghasilkan lebih banyak konten yang positif dan mendidik masyarakat,” ungkapnya ketika menyampaikan sambutan secara virtual dari Jakarta, Sabtu (29/08/2020).

Menurut Dirjen Semuel, pelatihan ini juga menarik karena bisa menjadi alternatif untuk menambah penghasilan dan mengembangkan wirausaha online.

“Akan lebih baik lagi jika dapat menjadi sumber penghasilan di masa krisis pandemi. Sebenarnya ini adalah momentum yang tepat untuk memulai podcast dan berwirausaha online,” ungkapnya.

Mengutip laporan laman podcastinsight.com, Dirjen Aptika menyatakan terdapat lebih dari 30 juta episode di seluruh dunia per April 2020, dan lebih dari 40% penduduk Amerika mendengar podcast baik di rumah maupun di perjalanan atau ketika berada di kendaraan. Hal itu merupakan peluang tersendiri untuk mendapatkan alternatif penghasilan.

“Di Indonesia sendiri, berdasarkan laporan data Spotify, kita merupakan jumlah pendengar Podcast terbanyak di Asia Tenggara. Diprediksikan akan ada 2,2 miliar pendengar podcast per bulan di tahun 2024,” tutur Dirjen Aptika.

6 Sesi Virtual

Menurut Ketua Umum Siberkreasi, Yosi Mokalu, podcast akan menjadi the future of content creation.  Oleh karena itu, pemanfaatan podcast oleh  Siberkreasi dapat menjadi salah satu kontribusi dalam mengembangkan ekosistem podcast di Indonesia.

“Kita ingin berkontribusi terhadap ekosistem  podcast dengan mengajak masyarakat Indonesia yang ingin bersuara serta menciptakan konten yang bermutu dengan media audio,” tuturnya.

Pelaksanaan Kelas Podcast yang berlangsung secara virtual sampai Desember 2020. Setiap kelas akan berlangsung dalam 6 sesi pertemuan yang berlangsung setiap hari Sabtu.

“Melalui kelas ini Siberkreasi bermaksud memberikan kontribusi untuk masyarakat yang terdampak pandemi agar lebih kreatif menciptakan konten bermutu hingga bisa menghasilkan uang,” jelas Yosi Mokalu seraya menunjukkan peserta bisa mendaftarakan diri melalui www.kelaspodcastsiberkreasi.com

Kelas podcast dirancang dengan durasi 90 menit dalam bentuk pemaparan materi dan dilanjutkan sesi tanya jawab. Setiap sesi dipandu oleh 1 moderator dan 1 narasumber. Modul Pelatihan terdiri dari beberapa tahapan antara lain Pengantar, di mana peserta akan dikenalkan dasar-dasar fitur dan manfaat podcast serta belajar memproduksi podcast sederhana; Planning, untuk mengenali proses merencanakan sebuah podcast dan bekal yang harus mereka miliki sebelum memulai rekaman; Produksi, peserta akan belajar prinsip merekam konten podcast dan melakukan editing dengan target menghasilkan satu episode podcast.

Selanjutnya Branding untuk pengenalan dan penerapan prinsip branding yang penting untuk memasarkan dan menjaring audiens ke podcast.  Dan mereka terakhir Monetisasi, pembelajaran berbagai teknik monetisasi untuk mensupport produksi podcast berjalan mandiri dan berkelanjutan.

“Ada Master class akan menjadi penutup rangkaian modul Kelas Podcast dengan menghadirkan pembicara tamu yang sudah berkecimpung didunia podcasting dan menjadi publik figur dan sumber referensi di bidang ini,” jelas Yosi Mokalu.

Sebagai mentor Kelas Podcast, Siberkreasi melibatkan VP Content and Community INSPIGO, Pradipta Nugrahanto; podcaster eksklusif Spotify dan pendiri komunitas podcaster Rizky Ardi Nugroho; dan pendiri jejaring podcast Box2Box Indonesia, Tio Prasetyo Utomo.

GNLD Siberkreasi merupakan gerakan nasional untuk menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan online radicalism.

Gerakan ini juga mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet dan lebih produktif di dunia digital. Siberkreasi hadir dari inisiatif bersama berbagai kalangan, komunitas peduli, swasta, akademisi, masyarakat sipil, pemerintah dan media.

 

Loading...



Ditjen Dikti Bekerja Sama dengan XL Axiata Hadirkan Kuota Data Murah bagi Dosen dan Mahasiswa

MAJALAH ICT – Jakarta. Pandemi Covid-19 memberikan tantangan baru bagi pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka, kini lebih banyak dilakukan secara daring melalui sistem pembelajaran jarak jauh. Belum terbiasanya masyarakat Indonesia dengan sistem pembelajaran ini tentu memunculkan beberapa permasalahan, seperti kendala jaringan hingga biaya ekstra yang perlu dikeluarkan untuk melaksanakan pembelajaran daring.

Dalam rangka mempermudah akses pembelajaran, terutama di bidang pendidikan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menyelenggarakan kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi, demi memberikan bantuan dalam hal kemudahan pembelajaran daring bagi dosen dan mahasiswa. Ditjen Dikti kini melakukan kerja sama dengan operator telekomunikasi XL Axiata dalam hal program edukasi. Proses simbolis penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara virtual dalam bentuk webinar yang juga disaksikan oleh insan pendidikan tinggi.

Dirjen Dikti, Nizam, mengaku senang atas kerja sama yang terjalin. Menurutnya, saat ini kehadiran teknologi menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, meskipun banyak yang mengalami kendala dalam pembiayaan.

“Biaya dalam pemanfaatan teknologi ini menjadi concern kami, tidak dapat dipungkiri bahwa pada masa pandemi ini beban pulsa mendadak berlari seperti kereta cepat, maka kerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi sangat dibutuhkan demi kelancaran proses pembelajaran jarak jauh,” ujar Nizam.

Nizam juga mengungkapkan bahwa hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan proses pembelajaran dosen dan mahasiswa. Ia menginginkan seluruh insan perguruan tinggi bisa mendapatkan layanan semurah mungkin dengan jangkauan seluas mungkin.

“Kami sudah survei bahwa rata-rata kebutuhan penggunaan data untuk pembelajaran jarak jauh adalah 50GB per-bulan, sementara daya beli masyarakat untuk kuota di bawah Rp 100.000, maka dari itu perlu disediakan layanan internet seramah mungkin sesuai dengan kantong mahasiswa,” ungkap Nizam.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto mengatakan, “Kami memiliki komitmen yang kuat untuk turut andil dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia bersama dengan Ditjen Dikti. Paket data ini khusus kami siapkan untuk mahasiswa dan pengajar dan terbuka untuk seluruh universitas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia yang membutuhkan paket data untuk menunjang proses belajar secara online. Harapan kami, pendidik dan mahasiswa tidak perlu khawatir lagi dengan kesulitan yang dihadapi pada saat belajar online di masa pandemi ini. Semoga paket data XL khusus edukasi ini dapat menunjang komunikasi dan produktivitas pelajar dan pendidik.”

Feby menambahkan, melalui kerja sama dengan Ditjen Dikti ini, XL Axiata memberikan solusi digital yang didedikasikan bagi dunia pendidikan berupa paket dengan kuota khusus dan aplikasi kolaborasi selama masa pandemi. Dengan paket ini, mahasiswa dan pendidik akan mendapatkan kuota spesifik untuk tujuan pembelajaran jarak jauh tanpa perlu khawatir kehabisan kuota karena terpakai penggunaan lain.

Selain itu, XL Axiata juga sudah berkerja sama dengan berbagai penyedia Learning Management System (LMS), dan bermitra dengan institusi pendidikan lainnya untuk menambah manfaat yang akan didapatkan oleh pelajar dan pendidik.

Paket kuota internet gratis 30GB khusus pelajar dan mahasiswa

Masih dalam rangka melanjutkan komitmen untuk terus mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Indonesia dan mengatasi persoalan terkait akses internet yang dihadapi masyarakat, XL Axiata juga meluncurkan program khusus berupa paket internet gratis bagi pelajar dan mahasiswa. Program ini berupa paket internet khusus dengan kartu AXIS, yang memungkinkan para pelajar dan mahasiswa mendapatkan kuota data gratis sebesar 30GB yang bisa digunakan untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang paling disering digunakan di PJJ.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata, Feby Sallyanto, mengatakan, “Kami di XL Axiata merasa bertanggung jawab untuk ikut membantu meringankan beban masyarakat yang berusaha agar anak-anaknya tetap bisa mengikuti PJJ selama sekolah tatap muka belum bisa dilakukan mengingat pandemi Covid-19 yang masih merebak hingga saat ini. Kami berharap program khusus ini bisa masyarakat manfaatkan semaksimal mungkin untuk keperluan PJJ sehingga masalah harga paket internet untuk PJJ semakin berkurang.”

Feby menambahkan, paket khusus ini sudah mulai dibagikan gratis kepada sekolah-sekolah dan kampus di Indonesia, untuk mendukung proses PJJ. Paket ini disediakan khusus bagi pelajar dan pendidik dengan dukungan jangkauan luas dari jaringan data XL Axiata. Sehingga sebagai operator yang sudah bekerja sama dengan Kemendikbud, XL Axiata merasa terpanggil untuk memberikan bukti yang langsung dapat dimanfaatkan oleh para pelajar dan pendidik di Indonesia.

Program khusus untuk pelajar melalui kartu AXIS ini memberikan gratis akses internet selama dua bulan. Dengan total kuota gratis sebesar 30GB, para pelajar dapat menggunakan paket ini untuk mengakses berbagai aplikasi penunjang belajar dan PJJ. Kuota sebanyak itu dibagi untuk dua paket, yaitu 15GB untuk Kuota Conference yang bisa untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang bisa dipakai guru mengirimkan materi atau bahan pelajaran, serta mengirimkan tugas, yaitu Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, serta Google Classroom.

Selanjutnya, kuota 15GB lainnya merupakan Kuota Edukasi, yang bisa dipakai untuk mengakses aplikasi-aplikasi yang menyediakan bahan pendukung pelajaran seperti Udemy, Ruang Guru, Zenius, dan Sekolahmu. Kuota ini juga bisa dipergunakan untuk mendapatkan materi belajar yang disediakan Rumah Belajar Kemendikbud di website https://ift.tt/3d3x6Kb dan Spada Indonesia Kemendikbud di https://ift.tt/3dxamCm atau https://ift.tt/32Wrrmv.

Sebagai tambahan, paket internet untuk pelajar ini pun dilengkapi dengan bonus kuota games sebesar 1GB per hari. 6GB kuota chat dan m-payment untuk aplikasi WhatsApp, LINE, OVO, GOJEK, dan GRAB, 12.000 menit telepon ke semua nomor AXIS & XL, hingga 4GB bonus sureprize yang harus di tukarkan di aplikasi AXISnet.

 

Loading...