Thursday, 1 October 2020

ShopeePay Hadirkan Kampanye ‘Di Rumah Aja Bareng ShopeePay’, Bantu Bisnis Lokal Bertahan

MAJALAH ICT – Jakarta. ShopeePay, fitur layanan e-money terintegrasi di Indonesia, menghadirkan kampanye Di Rumah Aja Bareng ShopeePay sebagai upaya untuk menghubungkan pemilik usaha dengan pelanggan yang berada di rumah. Tidak hanya pembayaran digital, ShopeePay juga menyediakan teknologi dan platform yang memungkinkan pemesanan dari merchant favorit lewat tautan khusus. Selain itu, ShopeePay juga mempromosikan para merchant yang berpartisipasi lewat berbagai program menarik dan kanal komunikasi. Kali ini ShopeePay menggandeng beberapa merchant dalam memperluas jangkauan pelanggannya, seperti Steak 21, Bengawan Solo, Re Juve, dan lainnya. 

Cindy Candiawan, Marketing Manager ShopeePay mengatakan, “Kampanye ini merupakan salah satu komitmen kami untuk mendukung bisnis bertahan dan bisa berkembang bersama ShopeePay. Kami ingin mendukung kelancaran bisnis selama PSBB ketat sehingga lebih dekat dengan penikmat setianya dan tetap dapat bertahan melewati masa-masa sulit ini. Kami akan merangkul lebih banyak bisnis dan memberikan promo-promo menarik agar dapat mendorong antusiasme bertransaksi digital masyarakat.”

Untuk mengikuti program ini, baik merchant ataupun pengguna hanya membutuhkan smartphone untuk bertransaksi pengguna dapat melakukan pemesanan lewat aplikasi chat seperti Whatsapp, Email, ataupun SMS kepada merchant. Merchant bisa membuat tautan pembayaran khusus dari aplikasi Shopee yang sudah mencantumkan nominal yang harus dibayar oleh pengguna. Pengguna dapat menyelesaikan transaksi virtual ShopeePay di aplikasi Shopee. 

Fitur ini menambah use case yang ada di ShopeePay karena memungkinkan pembayaran yang nyaman, aman, dan memuaskan tanpa harus bertemu tatap muka, terutama di masa PSBB yang tengah diperketat di area Jakarta.

Lilis Musliawati, Marketing Manager Steak 21 menambahkan, “Steak 21 mendukung program pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan dan tidak membuka akses dine-in di gerai kami, khususnya di area Jakarta. Kampanye Di Rumah Aja Bareng ShopeePay membantu kami untuk tetap terhubung dengan pelanggan setia kami, terbukti jumlah transaksi pesan antar yang cukup signifikan dari kampanye ini.”

ShopeePay menghadirkan cashback hingga 30% untuk transaksi melalui kampanye Di Rumah Aja Bareng ShopeePay untuk lebih jauh mendukung transaksi para merchant. Berikut langkah-langkah untuk mengikuti kampanye ini. Pertama, masuk ke aplikasi Shopee dan pilihlah menu Deals Sekitarmu. Carilah slider banner yang berjudul Di Rumah Aja Bareng ShopeePay. Pilihlah merchant yang ingin pengguna pesan, kemudian hubungi nomor WhatsApp milik merchant yang letaknya terdekat. Merchant akan mengirimkan tautan untuk pembayaran yang akan mengarahkan pengguna ke transaksi virtual ShopeePay di aplikasi Shopee. Tunggulah hingga pesanan selesai diantarkan.

“Sinergi ini merupakan komitmen untuk saling mendukung kelancaran usaha selama situasi belum kembali normal. Dengan dukungan ini, diharapkan para merchant dapat bertahan dan mengembangkan bisnis di masa pandemi,” tutup Cindy.

 



Pizza Hut Delivery Gandneg MediaCom dan Xaxis untuk Hubungkan Data Konsumen Online dan Offline

MAJALAH ICT – Jakarta. PHD – Pizza Hut Delivery bekerja sama dengan media agensi global MediaCom dan Xaxis, Outcome Media Company sekaligus divisi programmatic milik GroupM, untuk menjembatani data konsumen offline dengan data konsumen online. Dengan menggunakan Beyond, solusi terkini dari Xaxis untuk menghubungkan data online dan offline, MediaCom memungkinkan PHD – Pizza Hut Delivery untuk dapat memanfaatkan teknologi programmatic yang lebih canggih untuk aktivitas digital mereka di masa mendatang.

Bangkit Mengatasi Tantangan

Untuk mengatasi kompetisi antara restoran cepat saji atau quick service restaurant (QSR) yang sudah penuh sesak, PHD – Pizza Hut Delivery ingin memastikan setiap strategi marketing mereka hanya menjangkau audiens dengan creative yang paling relevan agar dapat menghasilkan outcome berupa transaksi. Oleh karen itu, PHD – Pizza Hut Delivery menjalankan strategi programmatic. Namun, masalahnya data konsumen offline dan online mereka terpisah. Sulit untuk menghubungkan keduanya sebab kesamaan ataupun perbedaan dari dua set data pengunjung toko fisik dan digital mereka tidak dapat dilihat.

Dengan menggunakan Beyond, MediaCom berhasil mendapatkan banyak insight mengenai audiens hanya dari satu campaign programmatic yang dapat langsung digunakan untuk mengembangkan strategi programmatic mereka, termasuk strategi untuk mengalahkan kompetitor utama dan menyampaikan pesan yang ingin ditampilkan dalam dynamic creative mereka.

Alfitrahmat Saputro, brand digital manager, PHD – Pizza Hut Delivery mengatakan, “Berbeda dari riset pasar berdasarkan panel pada umumnya, Beyond dapat memberikan analisis audiens yang semuanya berasal dari perilaku konsumen kami yang sebenarnya, baik konsumen dari website maupun toko fisik. Insight dan segmentasi yang kami dapatkan ini akan sangat membantu campaign digital kami bersama Xaxis ke depannya.”

Yunnita Avreda, country head Xaxis Indonesia mengatakan: “Kami senang sekali bisa bekerja sama dengan klien yang sangat terbuka dengan inovasi baru. Karena memiliki banyak konsumen yang kerap berinteraksi dengan brand secara online, melalui delivery website, atau secara offline, melalui layanan pick-up dan take-out, PHD – Pizza Hut Delivery merupakan klien yang sangat tepat untuk menjalankan Beyond agar bisa menjembatani data konsumen online dan offline.”

Menjembatani Jarak Antara Dua Data

PHD – Pizza Hut Delivery memilih untuk menggunakan solusi atribusi Beyond yang dimiliki Xaxis sebagai strategi untuk campaign programmatic yang sedang berjalan bersama Mediacom dan Xaxis. Strategi ini memanfaatkan campaign display PHD – Pizza Hut Delievery yang sedang berjalan sehingga Beyond dapat mengukur atribusi footfall dari sebelas gerai Pizza Hut Delivery di seluruh Indonesia.

Dengan teknologi yang ada sekarang, memang PHD – Pizza Hut Delivery dapat mendapatkan data footfall offline dari gerai yang mereka miliki dan data online yang didapatkan dari platform insight audiens GroupM, yaitu [m]Insights. Namun, dengan menggunakan teknologi tersebut sekalipun, kedua set data tersebut masih terpisah.  

Avreda menambahkan, “Banyak brand yang sudah bisa memperoleh data lewat bermacam-macam aktivitas marketing mereka, tetapi Beyond dapat membantu berbagai agensi sekaligus klien untuk menggabungkan data-data tersebut sehingga mereka bisa mendapat pandangan menyeluruh terhadap audiens brand yang akan lebih memberikan banyak kontribusi kepada outcome atau transaksi dengan lebih efektif.  

Menemukan Insight Penting dengan Beyond

Begitu campaign berakhir, PHD – Pizza Hut Delivery memanfaatkan kecanggihan tim analisis data Xaxis dan GroupM Services untuk menggabungkan, memetakan, dan menganalisis data yang diperoleh. Hanya dengan satu campaign, PHD – Pizza Hut Delivery menjadikan pengalaman baru mereka dalam melakukan campaign programmatic dilengkapi dengan strategi programmatic yang lebih canggih. Contohnya, dengan memiliki banyak segmen data, seperti lokasi yang sering dikunjungi, tingkah laku konsumen dalam browser, serta segmen interest yang diambil dari data pergerakan konsumen, brand sekarang mampu mengembangkan strategi targeting audiens mereka sehingga dapat lebih tepat sasaran dan memberikan hasil berupa transakasi.

Dengan memiliki insight akan pengunjung toko dan website, PHD – Pizza Hut Delivery dapat menyasar ulang kembali konsumen lewat campaign retargeting. Analisis kompetitor yang ada juga mampu membantu PHD – Pizza Hut Delivery untuk mengalahkan para kompetitor dengan cara menyasar para konsumen yang lebih sering mengunjungi kompetitor dan mengarahkan  mereka ke Pizza Hut Delivery.

Dengan adanya data persona konsumen yang diperoleh dari toko fisik dan online, PHD – Pizza Hut Delivery dapat menyasar ulang konsumen mereka dengan dynamic creative dengan menggunakan creative atau pesan yang dirancang khusus untuk masing-masing persona dan mengarahkan para konsumen ke channel yang relevan bagi mereka.

Saputro mengatakan, ”Hasil dari Beyond terbukti penting dan kami yakin banyak brand di Asia Pasifik berpendapat juga akan menganggap campaign ini sebagai contoh dari pentingnya pemahaman akan teknologi untuk menjembatani data konsumen yang terpisah dan memaksimalkan kemampuan targeting audiens yang data tersebut dapat berikan.”  

Xaxis Beyond akan tersedia di berbagai negara di Asia Pasifik, termasuk Australia, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

 



Wednesday, 30 September 2020

Penipuan finansil di Indonesia Menurun

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam penelitian yang dilakukan oleh GBG (AIM: GBG), perusahaan teknologi global dalam Manajemen Fraud dan Compliance, Verifikasi Identitas, dan Intelijen Data berbasis lokasi, dengan judul “Future-proofing Fraud Prevention in Digital Channels: an Indonesian FI Study”, ditemukan bahwa tingkat fraud atau kejahatan penipuan di Indonesia tidak menunjukkan adanya penurunan. Bahkan, tipe kejahatan dengan model money mule diprediksi akan meningkat drastis di tahun 2020-21 yang berdampak pada konsumen sektor perbankan dan finansial.

GBG berkolaborasi dengan The Asian Banker untuk mengadakan survei di lebih dari 300 institusi finansial di 6 negara wilayah Asia Pasifik, seperti Australia, China, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia untuk menganalisis dampak penipuan pada institusi finansial dan teknologi yang akan digunakan untuk mengurangi ancaman penipuan saat ini dan cara mereka dalam mengatasi pola atau jenis penipuan baru.

Institusi finansial di Indonesia tengah memerangi penipuan dan serangan siber yang semakin rumit dan berkembang pesat, bersamaan dengan meningkatnya penggunaan internet. Konektivitas internet di Indonesia berlipat ganda seiring dengan adanya pandemi Covid-19 dan implementasi PSBB yang mendorong konsumen institusi finansial untuk menggunakan aplikasi seluler dan situs online untuk mengakses produk dan layanan keuangan. Salah satu contoh terbesar adalah layanan pinjaman online (pinjol) yang kini menjadi prioritas teratas bagi 43% institusi finansial di Indonesia untuk tahun 2020-21 dalam menyediakan akses cepat ke pinjaman apabila PSBB diperpanjang. Hal ini terbukti dengan terakselerasinya produk pinjaman online di Indonesia yang melampaui negara-negara lain di Asia Pasifik tahun ini.

Tantangan dan Solusi untuk Mengatasi Fraud atau Kejahatan Siber untuk Institusi Finansial di Indonesia

Apakah anda pernah mendapatkan SMS yang mengiming-imingkan upah jika Anda mau membuka rekening bank untuk membantu mengelola transaksi pihak lain? Jika iya, berarti Anda telah menemukan jenis penipuan umum yang memadukan scam dengan first party fraud sehingga menjadikannya sulit untuk dideteksi, namanya adalah money mule.

Seringkali melibatkan rekayasa atau social engineering dan skema first party fraud, penipu memperoleh uang dari korban dengan meminta korban untuk membuka rekening bank dan mengelola transaksi. Money mule dinilai sebagai tipe fraud terbesar kedua yang memiliki dampak signifikan kepada institusi finansial di Indonesia tahun 2019. Institusi finansial di Indonesia harus mewaspadai tipe penipuan ini karena diprediksi akan meroket hingga 68% pada 2020-21.

GBG juga menemukan bahwa Pemalsuan Identitas (55%) dan Pencurian Identitas (53%) masuk bersama-sama dengan money mule dalam jenis fraud dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di Indonesia tahun ini. Melihat hal ini, institusi finansial di Indonesia disarankan untuk lebih menjaga keamanan digital nasabahnya.

“Kebutuhan untuk segera melakukan transisi dan mendukung adopsi layanan keuangan digital merupakan tantangan terbesar bagi institusi finansial di Indonesia. Orang Indonesia pada umumnya sangat terbiasa bertatap muka secara langsung; Melalui penelitian tersebut, Unbanked, atau segmen yang secara historis tidak menggunakan atau tersentuh layanan perbankan, juga memproyeksikan tingkat pertumbuhan terbesar sebagai fokus segmen pelanggan baru oleh institusi finansial lokal. Hal Ini bukan hanya tentang membuat konsumen beralih menuju adopsi digital, tetapi juga upaya organisasi agar memiliki sarana yang mampu secara inovatif memadukan penilaian risiko kredit seluler dengan teknologi penipuan dan menjembatani kurangnya data. Tujuan kami adalah menciptakan keseimbangan untuk meniadakan maraknya pola penipuan digital dan menciptakan lingkungan perbankan digital yang aman bagi masyarakat Indonesia,” ujar June Lee, APAC Managing Director GBG.

Pada saat ini, institusi finansial di Indonesia diperkirakan akan menganggarkan biaya sebesar 88.9 juta dolar untuk berinvestasi pada teknologi pencegahan fraud baru di 2020. Hal ini membuat Indonesia sebagai negara ketiga dengan budget tertinggi untuk mencegah fraud di Asia Pasifik, setelah Thailand dan China.

GBG memberikan Digital Risk Management dan Intelligence Platform untuk mencakup seluruh proses digital onboarding dan memonitor perjalanan transaksi pengguna. Platform ini menawarkan pilihan untuk menambah modul GBG Machine Learning untuk mengurangi false positive dan modul orkestrasi lainnya untuk meningkatkan deteksi fraud dengan deretan solusi dari GBG untuk membantu institusi finansial dan pemerintah dalam memerangi fraud dan kejahatan siber finansial. Teknologi digital end to end dan compliance memudahkan perbankan dan institusi finansial lainnya untuk memaksimalkan keakuratan deteksi penipuan hingga 30%, sehingga pengalaman pelanggan hingga upaya perlindungan di Indonesia dapat ditingkatkan.

 



Potret Keinginan Publik Terhadap Siaran yang Sejalan dengan Digitalisasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menilai pelaksanaan sistem siaran digital akan lebih efektif jika dibarengi sebuah riset atau survey tentang minat, kepentingan dan kenyamanan (MKK) publik. Riset ini untuk mengetahui seperti apa siaran atau tontonan yang diinginkan publik. Kajian ini akan membuka pandangan tentang peluang usaha dan seperti apa lembaga penyiaran membuat genre siaran yang selaras dengan keinginan masyarakat.

Penilaian tersebut disampaikan Komisioner KPI Pusat, Mohamad Reza, di sela-sela acara webinar bertajuk “Indonesia Goes to Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan KPID Provinsi Maluku.

Dia menjelaskan, analog switch off (ASO) atau peralihan sistem siaran analog ke digital dapat membuka peluang munculnya puluhan stasiun televisi baru. Ini karena penggunaan kanal frekuensi dalam sistem baru ini menjadi lebih efektif. Artinya dalam satu kanal dapat diisi 8 hingga 16 slot siaran HD (High Devinition), sedangkan sistem analog dalam satu kanal frekuensi hanya bisa dimanfaatkan satu siaran.

“Tapi apakah dengan banyak bermunculan televisi ini akan membuat konten menjadi beragam. Lalu bagaimana posisi publik dengan keragaman ini. Apakah mereka nyaman dengan banyaknya siaran televisi. Terkait ini, KPI sudah merancang riset ini,” tegas Reza.

Rencananya, riset MKK yang diinisiasi KPI digulirkan tahun depan. Riset ini nantinya akan memotret daerah dengan membagi menjadi dua yakni daerah ekonomi maju dan sebaliknya. Hasil dari riset ini sangat berhubungan dengan konsep pendirian lembaga penyiaran di wilayah bersangkutan.

“Seperti apa masyarakat membutuhkan lembaga penyiaura di daerahnya. KPI akan memotret dan menyiapkan data tersebut. Sehingga penyelenggaran siaran digtal di daerah sesuai dengan minat, kenyamanan dan kepentingan publik,” jelas Echa, panggilan akrab Komisioner KPI Pusat bidang PS2P (Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran).

Dalam kesempatan itu, Reza menilai sistem digital akan membuat siaran menjadi lebih efisien dan dapat menjangkau daerah tak terjangkau siaran atau blankspot. Pemancar analog membutuhkan power besar, sedangkan digital tidak namun begitu dapat menjangkau lebih luas.

“Banyak daearah yang belum terjangkau siaran. Semakin lama sistem digital ini diterapkan akan makin banyak daerah-daerah blankspot di tanah air. Dan ini membuat luberan siaran asing di perbatasan makin melimpah karena negara-negera tetangga sudah melakukan sistem digital ini lebih dahulu dari kita,” tandasnya.

Staf Ahli Menteri Kominfo, Henry Subiakto, mengatakan peralihan dari analog ke digital sangat penting karena terkait penataan ulang frekuensi di tanah air. Penataan ini membuat penggunaan frekuensi jadi lebih efisien sehingga dapat dimanfaatkan untuk banyak kepentingan di bidang komunikasi dan internet.

“Kenapa ini penting, karena perkembangan ini menjadi keniscayaan. Presiden sudah meminta transformai digital dengan menyiapkan seluruh infrastruktur digital termasuk internet. Sayangnya, ini tidak diimbangi dengan frekuensi yang sudah terlanjut dipakai TV analog. Maka hal ini harus diefisiensikan,” kata Henry saat membuka webinar.

Dia mengatakan bahwa Indonesia telah lewat untuk ASO. Di negara ASEAN hampir semuanya sudah migrasi ke digital. Bahkan, Thailand yang belajar dengan kita sudah melakukannya. “Ini penting supaya teknologi yang dikembangan bisa maksimal dan internet bisa dimaksimankan oleh rakyat. Rakyat dapat menikmati layanan broadband yang lebih besar dan baru,” tandas Henry.

Dalam webinar itu turut hadir sejumlah narasumber yakni Ketua KPID Maluku, Mutiara Dara, Akademisi dari Universitas Gunadarma, Budi Hermana. Jalannya webinar di pandu Komisioner KPID Maluku, Muhammad Asrul Pattimahu.

 



Dari IoT Makers Creation 2020, Kominfo Apresiasi Solusi Lokal di Tengah Pandemi

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika mengapresiasi inovasi dan solusi lokal yang dikembangkan oleh peserta Internet of Things (IoT) Makers Creation 2020 untuk menyelesaikan masalah masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail, menyatakan IoT Makers Creation 2020 diharapkan dapat memunculkan solusi untuk mengantisipasi perubahan struktur aktivitas dalam adaptasi kebiasaan baru dalam kehidupan ekonomi maupun sosial masyarakat Indonesia.

“Kementerian Kominfo menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah berusaha untuk membuat solusi di tengah segala keterbatasan yang ada, seperti diskusi tim yang harus dilakukan secara daring,” ungkapnya dalam Webinar IoT for Resilience in The Face of Pandemics dari Jakarta.

Menurut Dirjen Ismail, pandemi Covid-19 telah mengubah struktur aktivitas dan kebiasaan sehari-hari. Bahkan, seluruh aktivitas dibatasi dan sebagian berpindah ke ruang digital guna menghindari penyebaran virus.

“Berbagai aktivitas saat ini dilakukan di ruang digital seperti work from home, belanja dan pembayaran online, telemedicine, dan pendidikan jarak jauh, akselerasi menuju industri 4.0,” tuturnya.

Dirjen SDPPI menegaskan teknologi dapat menjadi solusi di masa pandemi ini dengan dua cara, pertama, menggantikan aktivitas manusia sehingga dapat dilakukan online seluruhnya.

“Untuk aktivitas yang membutuhkan monitoring dan tindakan (aktuasi), diharapkan dapat menggunakan IoT yang dapat dikontrol dari rumah sehingga Covid-19 tidak menyebar semakin luas tetapi aktivitas juga masih bisa berjalan,” jelasnya.

Adapun kedua, menurut Dirjen Ismail teknologi IoT dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas protokol kesehatan dalam aktivitas yang tidak dapat digantikan secara online agar kesehatan terjaga.

“Bisa membantu penerapan protokol kesehatan yang ketat 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Misalnya screening suhu menggunakan kamera tenaga security akan lebih terjaga karena tidak harus bertatapan langsung dalam jarak dekat dengan orang lain. Atau monitoring kualitas udara  dalam ruangan,” paparnya.

Di akhir sambutan, Dirjen SDPPI Kementerian Kominfo menegaskan prasyarat utama agar inovasi dapat berkembang dan diterapkan untuk menjadi solusi bangsa dan negara. “Kerja keras dan cerdas juga menjadi faktor yang menentukan,“ tandas Ismail.

Solusi Digital Lokal

IoT Makers Creation merupakan kegiatan tahunan hasil kerja sama Kementerian Kominfo dengan Asosiasi IoT Indonesia dan ekosistem telekomunikasi di Indonesia. Tahun ini, IoT Makers Creation kembali digelar dengan kelas pelatihan dan kompetisi. Guna penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19, kelas pelatihan yang semula akan berlangsung di beberapa kota digantikan dengan kelas pelatihan dan konsultasi virtual.

Chief Enterprise and SME PT XL Axiata Tbk, Feby Sallyanto menyatakan digitalisasi dengan IoT akan membantu efisiensi waktu dan pekerjaan karena pekerjaan akan dilakukan secara otomatis.

“Biaya yang dikeluarkan akan lebih efisien dan produksi meningkat. Dari sisi penyedia layanan, kami, XL Business Solution mendengarkan kebutuhan pengguna dan memberikan solusi dengan model bisnis yang fleksibel dan sesuai,” ujarnya.

Feby Sallyanto menyontohkan solusi Smart Poultry yang sudah berjalan dapat meningkatkan produktifitas peternak di Banten dan Jawa Barat. “Tidak hanya mendigitalisasi kandang, namun juga dapat membantu peternak kemudahan akses ke institusi keuangan seperti perbankan,“ jelasnya.

Menurut Feby Sallyanto, teknologi IoT di dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu berbagai macam permasalahan masyarakat. “Salah satunya dalam hal kesehatan di masa pandemik ini, misalnya seperti penggunaan monitoring suhu tubuh dan untuk membantu menjaga jarak antar perorangan sesuai dengan protokol kesehatan supaya tidak terjadi penularan virus, “ tuturnya.

Tiga Pemenang

Tim USMAN-AMIKOM asal Yogyakarta merebut juara pertama kompetisi IoT Makers Creation 2020. Denagn karya UVC Sterilizer Lantai Masjid yang Aman. Adapun juara kedua direbut TTG Team dari Mataram dengan karya Smart Gate CN20. Dan juara ketiga Tasik Inovasi dengan karya Smart Ventilator.

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia, Teguh Prasetya menilai ketiga pemenang ini membuat solusi IoT yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini dan telah mengimplementasikannya di lingkungan terdekat mereka.

“Ada dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat karena pemanfaatan IoT perlu memperhatikan kondisi lokal agar mudah diadopsi dan diadaptasi dalam keseharian,” ujarnya.

Teguh mengharapkan dukungan komunitas, ASIOTI, dan Kementerian Kominfo agar karya pemenang bisa dirasakan masyarakat luas. Kemenangan itu, menurutnya menjadi langkah awal masuk ke tahapan komersialisasi.

“Tim lain yang belum menang juga memiliki karya bagus yang bisa terus dikembangkan dan diimplementasikan sehingga membawa dampak positif langsung dan membantu menjawab kebutuhan masyarakat, minimal dari lingkungan sekitar,” ujarnya.

Wakil Tim USMAN-AMIKOM, Elik Hari Muktafin menyatakan inovasi yang dikembagkan timnya sesuai kebutuhan ingkungan terdekatnya. “Alat ini menjadi solusi bagaimana menjadi kondisi lantai masjid tetap bersih tanpa harus mengosongkan masjid untuk penyemprotan desinfektan. Alat ini dapat bekerja aman sepanjang hari dan diperlukan untuk menjaga kondisi lantai karena orang Sholat ada gerakan sujud,” ujarnya.

Menurut Elik, saat ini timnya terus melakukan perbaikan dengan masukan dari pengguna. Elik menambahkan solusi itu sedang dalam proses paten. ”Kami sudah memiliki rencana untuk mengembangkan produk ini hingga level komersialisasi skala industri, ” tuturnya.

 



Presiden Joko Widodo Menganugerahkan Satyalancana Wirakarya kepada Empat Insan Telkomsel

MAJALAH ICT – Jakarta. Presiden Joko Widodo memberikan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya kepada empat insan Telkomsel yang telah berkontribusi besar dalam kemajuan sektor telekomunikasi di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Johnny G. Plate menyematkan langsung tanda kehormatan tersebut dalam Upacara Virtual Peringatan Hari Bhakti Postel ke-75 bertema “Transformasi Digital untuk Indonesia Maju” pada 28 September 2020.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintah Republik Indonesia atas apresiasi yang diberikan kepada insan-insan Telkomsel. Kami bersyukur atas pencapaian ini, sekaligus menjadi kebanggan tersendiri bagi seluruh keluarga besar Telkomsel untuk memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara. Kami akan menjadikan anugerah ini sebagai momentum memacu semangat untuk terus bergerak maju membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air. Serta sebagai bagian dari dukungan kami kepada pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai negara digital.”

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.98/TK/Tahun 2020 Tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya, keempat insan Telkomsel yang mendapatkan penghargaan negara tersebut adalah Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel Andi Agus Akbar, Vice President Technology Strategy Telkomsel Indra Mardiatna, dan Direktur Operasional Infomedia Riri Amalas Yunita.

Setyanto Hantoro selaku Direktur Utama Telkomsel mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya atas peran aktif dalam mendorong pengembangan pusat data melalui proses akuisisi pusat data asing menjadi nasional. Selain itu, Setyanto juga ikut menginisiasi pemanfaatan spektrum 850 Mhz untuk pengembangan layanan telekomunikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Seluruh upaya tersebut menjadikan landasan bagi pemerintah untuk menentukan Setyanto sebagai insan yang berkontribusi dalam menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional serta memberikan pelayanan telekomunikasi bagi masyarakat di wilayah 3T.

Presiden Joko Widodo Menganugerahkan Satyalancana Wirakarya kepada Empat Insan Telkomsel

Kemudian, Andi Agus Akbar yang sebelumnya menjabat sebagai Vice President Regulatory Management Telkomsel, menerima penghargaan atas peran aktifnya dalam membangun kesepahaman dengan operator lain dalam rangka menginisiasi penataan ulang pita frekuensi radio 800-900 MHz yang telah disetujui oleh pemerintah. Hal tersebut menjadi penting bagi industri telekomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan broadband yang berkualitas dengan jangkauan yang lebih luas ke seluruh pelosok, termasuk di 1.181 desa yang tergolong wilayah 3T, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Andi Agus Akbar kini menjabat sebagai Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel.

Selanjutnya, Indra Mardiatna yang kini menjabat sebagai Vice President Technology Strategy Telkomsel, memperoleh Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya setelah dianggap berhasil mengembangkan teknologi 5G di Indonesia dengan uji coba dan showcase 5G pertama di Indonesia pada ajang Asian Games 2018. Hal tersebut diwujudkan melalui kehadiran 5G Experience Center di Gelora Bung Karno yang meliputi simulasi terapan 5G seperti Autonomous Electric Vehicle, Robotic, dan AR/VR. Upaya tersebut pun dilanjutkan dengan mendorong penggunaannya di industri 4.0, sehingga mampu membantu meningkatkan daya saing Indonesia secara global dalam menerapkan teknologi 5G secara luas.

Sedangkan Riri Amalas Yunita merupakan insan Telkomsel yang kini menjabat sebagai Direktur Operasional Infomedia memperoleh Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya setelah berhasil berperan aktif dalam menginisasi dan mengimplementasi Omnichannel-System yang telah digunakan di beberapa institusi pemerintah, BUMN dan industri. Sistem tersebut merupakan sistem informasi interaksi yang mengintegrasikan berbagai platform komunikasi dengan kemampuan Big Data, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan infomasi yang akurat dan meningkatkan kualitas layanan kesejahteraan.

“Ke depan, kami akan terus mengembangkan sumber daya manusia yang unggul untuk dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat di seluruh wilayah di Indonesia di setiap langkah perusahaan dalam melayani negeri ini. Sebagai leading digital telco company, Telkomsel akan memaksimalkan manfaat implementasi transformasi teknologi digital tepat guna bagi berbagai sektor kehidupan, sejalan dengan semangat Hari Bhakti Postel ke-75 ini. Terlebih, saat ini kita sedang menjalani kenormalan baru, sehingga peran teknologi digital semakin krusial dalam mendampingi masyarakat untuk beradaptasi kebiasaan baru di kesehariannya agar kita semua dapat melewati masa penuh tantangan ini dengan baik,” tutup Setyanto.

 



Alibaba Cloud Menggandakan Pertumbuhan Produk Cloud-Native Database

MAJALAH ICT – Jakarta. Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelegensi dari Alibaba Group, melihat permintaan untuk jajaran produk database bertambah dua kali lipat. Peningkatan ini didorong oleh meningkatnya permintaan industri untuk memindahkan bisnis mereka secara online akibat dampak dari Covid-19 yang berlangsung cukup lama. Sebagai penyedia layanan cloud terbesar ketiga di dunia saat ini, Alibaba Cloud melayani lebih dari 100.000 perusahaan secara global. 

“Dengan reputasinya yang diakui secara global, Alibaba Cloud, sebagai penyedia layanan cloud terpercaya memiliki rangkaian produk yang telah terbukti, termasuk produk Cloud-Native database yang tangguh. Lewat kehadirannya yang kuat di Indonesia, kami yakin Alibaba Cloud dapat menjadi penyedia solusi cloud yang andal bagi kami guna mendukung tim R&D dalam memberikan pelayanan yang lebih baik untuk pelanggankami,” kata Fengping, CTO Kopi Kenangan. 

Sebagai upaya untuk mendukung perjalanan transformasi digital pelanggan, di Apsara Conference 2020, tim database Alibaba Cloud meluncurkan serangkaian peningkatan produk dan fitur baru, termasuk rangkaian produk cloud-native database yang mencakup OLTP, OLAP, NoSQL, alat dan utilitas, dan platform database self-driving. Produk ini akan memberikan portofolio solusi yang kaya dalam ekosistem database untuk siklus lengkap pemrosesan, penyimpanan, manajemen, dan analitik data.  

Lindorm, cloud-native database multi-model yang digunakan untuk mendukung ekosistem Alibaba Group, pertama kali diperkenalkan ke pasar guna memberikan manfaat bagi ekosistem Alibaba Cloud yang lebih luas dan pelanggan publik. Lindorm adalah cloud-native database, dengan penyimpanan terjangkau dan karakteristik pemrosesan yang fleksibel. Sangat cocok digunakan oleh aplikasi dengan kebutuhan pemrosesan yang masif untuk campuran data yang tidak terstruktur, semi-terstruktur, dan terstruktur. Penerapan Lindorm untuk perusahaan mampu mengurangi biaya penyimpanan hingga 80% dibandingkan dengan menggunakan database konvensional, dengan jaminan ketersediaan minimal 99,99%. 

Produk cloud-native database terdistribusi milik Alibaba Cloud, PolarDB-X, ditingkatkan dengan transaksi hybrid / pemrosesan analitik dan indeks sekunder global untuk fitur data terdistribusi. Dengan peningkatan baru ini, memungkinkan permintaan transaksi online besar-besaran secara bersamaan, dan pada saat yang sama, membantu bisnis online untuk mempercepat analisis kompleks dengan pemrosesan yang efisien sebanyak 5 sampai 10 kali. Perusahaan yang membutuhkan data dan fungsi transaksi yang sangat cepat seperti platform logistik, dapat menerapkan PolarDB-X untuk memenuhi kebutuhan instan. 

Berdasarkan arsitektur pemisahan penyimpanan dan komputasi, AnalyticDB (ADB) membuat gudang data cloud-native menjadi otomatis dan fleksibel yang mampu mengintegrasikan operasi analitik interaktif secara online dan operasi komputasi offline. Selain itu, AnalyticDB MySQL (ADB MySQL) dapat memenuhi kebutuhan sumber daya beban kerja pengguna dengan elastisitasnya pada konsumsi waktu, penyimpanan data, dan isolasi grup yang dapat mengurangi biaya dan meningkatkan stabilitas operasi. Dengan mesin multi-master dan “Laser” berkonkurensi tinggi, ADB MySQL dapat memenuhi kebutuhan komputasi waktu nyata dengan efisiensi biaya perusahaan hingga 50-80%. 

Cloud-native Data Lake Analytics (DLA) merilis fitur yang ditingkatkan dengan Serverless Spark-nya untuk menarik 300 knot dalam waktu 1 menit. Dengan mesin komputasi Presto dan Spark tanpa server, memberikan perusahaan platform data lake satu atap (tanpa server) yang efisien dan mudah digunakan dengan fitur-fitur seperti formasi lake dalam sekali klik, penemuan dan pengelolaan metadata, dan pengelolaan lake delta. Baik ADB maupun DLA telah berhasil diterapkan di berbagai industri termasuk keuangan, manufaktur, ritel, penerbangan, dan logistik untuk membantu proses transformasi digital mereka. 

“Dalam laporan kuadran ajaib Gartner terbaru, Gartner menggabungkan kuadran ajaib DMSA (Solusi Manajemen Data untuk Analytics) dan OPDBMS (Operational DBMS) menjadi satu kuadran ajaib Cloud DBMS, dan ini menunjukkan di mana masa depan terletak untuk teknologi database,” kata Dr Feifei Li, President of Alibaba Cloud Database Products Business. “Kami ingin pelanggan mengikuti tren masa depan, dan kami akan terus berinovasi dalam menyediakan teknologi database terbaik untuk pelanggan kami dan bersama-sama dapat membangun fondasi yang kokoh dalam perjalanan transformasi digital mereka.”  

Berdasarkan data dari Gartner, database cloud akan tersebar luas dalam waktu dekat dan pada tahun 2023, 75% dari semua database akan berada di platform cloud. Dalam laporan terakhirnya berjudul Gartner Magic Quadrant for Operational Database Management Systems Gartner di tahun 2019, database milik Alibaba Cloud diakui sebagai pemain di kuadran “Challengers”.