Thursday, 16 December 2021

Tokopedia dan GoPay Implementasi QRIS di Warung Mitra Tokopedia

MAJALAH ICT – Jakarta. Tokopedia dan GoPay, bagian dari Grup GoTo, meluncurkan sistem pembayaran non-tunai QRIS yang menargetkan puluhan ribu warung di ekosistem Mitra Tokopedia di seluruh Indonesia. Inisiatif ini dihadirkan untuk membantu warung-warung yang tergabung ke dalam Mitra Tokopedia serta para UMKM dalam bertransaksi, khususnya bertransaksi secara digital.

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni, mengatakan, “Inisiatif ini memungkinkan masyarakat belanja di warung tanpa uang tunai; cukup scan QR code QRIS yang ada di warung untuk melakukan pembayaran. Melalui inisiatif ini, kami ingin mendukung terwujudnya cashless society dan inklusi ekonomi dan keuangan di Indonesia.”

“Kami juga berharap bisa mendorong kontribusi pegiat usaha tradisional terhadap pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus membantu perluasan jangkauan penggunaan QRIS dari Bank Indonesia karena kami percaya kolaborasi adalah kunci pemulihan negeri,” tambah Astri.

Asisten Gubernur Bank Indonesia/Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Filianingsih Hendarta, mengapresiasi dukungan Grup GoTo atas kebijakan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, “Sampai 10 Desember 2021, sudah terdapat lebih dari 13,6 juta merchant – 96% merupakan UMKM – yang tergabung dalam ekosistem QRIS.”

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi bersama Tokopedia dan GoPay dalam memperluas penggunaan QRIS, terutama untuk UMKM di ekosistem Mitra Tokopedia, dan berkontribusi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” tambah Filianingsih.

Kolaborasi ini turut melengkapi inisiatif GoTo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional lewat pembayaran non-tunai. Sejak 2019, GoPay telah mendigitalisasi merchant yang tergabung di dalam ekosistem GoTo melalui QRIS serta membantu masyarakat untuk dapat melakukan transaksi pembayaran dengan lebih efisien.

Head of Regulatory Affairs GoPay, Yogi Harsudiono, mengatakan, “Keikutsertaan GoPay dalam penerapan QRIS telah memfasilitasi jutaan konsumen untuk dapat melakukan transaksi pembayaran di berbagai merchant, termasuk UMKM dengan lebih efisien. Kolaborasi bersama Tokopedia ini juga merupakan kelanjutan langkah dalam komitmen kami untuk mengakselerasi sistem pembayaran non-tunai sekaligus mewujudkan inklusi ekonomi dan keuangan di Indonesia.”

Manfaat kolaborasi ini telah dirasakan oleh UMKM di ekosistem Mitra Tokopedia. Salah satunya Dwi Ardiarini, Pemilik Toko Dwi Pulsa asal Bogor, Jawa Barat.

Dwi mengatakan, “Dengan hadirnya QRIS, saya merasa sangat dimudahkan dalam mengembangkan bisnis, meningkatkan transaksi sekaligus kemampuan berjualan lebih praktis dan serba digital. Pelanggan saya pun dapat melakukan pembayaran non tunai secara mudah, aman dan cepat.”

Saat ini, Mitra Tokopedia telah digunakan oleh jutaan pegiat usaha tradisional untuk melayani puluhan juta masyarakat di lebih dari 500 kota/kabupaten di Indonesia. Jumlah penambahan jangkauan kota dan kabupaten ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding dua tahun lalu.

 



Dukung Persiapan Ibu Kota Baru Indonesia, Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G di Balikpapan

MAJALAH ICT – Jakarta. Indosat Ooredoo, perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, hari ini mengumumkan peluncuran layanan komersial 5G di Balikpapan. Peluncuran ini menandai komitmen lebih lanjut dalam mendukung revolusi 5G di Indonesia dan merupakan peluncuran yang terakhir di tahun ini, setelah sebelumnya diluncurkan di Solo, Jakarta, Surabaya, dan Makassar, serta memasuki babak baru sebagai pendukung transformasi digital Indonesia.

Director and Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, Vikram Sinha meresmikan peluncuran layanan komersial 5G di Balikpapan yang dihadiri oleh Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM; Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor; Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud; Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Budi Santosa Purwokartiko; dan Head of Mobile Networks Nokia Indonesia, Frederic Chapelard. Protokol kesehatan dan pembatasan jarak yang ketat diberlakukan selama acara berlangsung.

President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, mengatakan, “Saya sangat bangga dapat meluncurkan layanan komersial 5G Indosat Ooredoo di Balikpapan dalam melanjutkan revolusi 5G di seluruh negeri. Teknologi 5G ini kami harapkan akan mempercepat transformasi digital di Kalimantan, terutama untuk mendukung persiapan ibu kota baru Indonesia, Penajam Paser Utara, yang terletak di dekat Balikpapan. Kami berharap peluncuran ini juga akan secara signifikan meningkatkan daya saing industri di kawasan ini.”

Deputi IV Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, mengatakan, “Kami mengapresiasi komitmen Indosat Ooredoo dalam menyediakan layanan komersial 5G di Balikpapan, sebagai kota terbesar di Kalimantan Timur dan kota terdekat dari ibu kota baru Indonesia. Kami berharap teknologi 5G ini dapat mempercepat implementasi Smart City, Smart Government, dan Smart Industry guna mempercepat pemulihan ekonomi di kawasan sehingga turut menjadi akselerator perekonomian nasional.”

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Balikpapan merupakan kota di Kalimantan Timur dengan industri manufaktur sebagai penggerak utama perekonomian. Tercatat sektor manufaktur menyumbang 47% dari Produk Domestik Regional Bruto pada tahun 2020[1], sedangkan perikanan laut menjadi kontributor utama di sektor pertanian.

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, mengatakan, “Kami senang menjadi bagian dari perjalanan Indosat Ooredoo dalam merevolusi tanah air memanfaatkan kekuatan transformatif 5G. Balikpapan memiliki sumber daya alam yang potensinya sangat besar. Kami berharap teknologi 5G akan mengubah cara industri beroperasi sehingga dapat mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekspor. Seiring dengan Balikpapan menjadi pintu gerbang dari ibu kota baru, saya tidak sabar untuk menyaksikan transformasi digital yang masif di kawasan ini, yang didukung tentunya oleh layanan 5G dari Indosat Ooredoo.”

Presiden Direktur Nokia Indonesia, KP Goh, mengatakan, “Suatu kehormatan bagi Nokia untuk menjadi mitra terpercaya dalam mendukung peluncuran layanan 5G di Balikpapan. Peluncuran ini merupakan kali kedua kami mendukung peluncuran layanan 5G Indosat Ooredoo di Indonesia setelah sebelumnya di Surabaya, Jawa Timur. Nokia bangga dapat berkontribusi mewujudkan kekuatan transformatif 5G menjadi realita di kawasan ini, terutama dalam mendukung persiapan relokasi ibu kota baru Indonesia di dekat Balikpapan.”

Bertepatan dengan peluncuran layanan komersial 5G di Balikpapan, Indosat Ooredoo dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menandatangani Memorum of Understanding (MoU), yang menandai komitmen bersama untuk memperkuat sektor pendidikan dengan memanfaatkan keunggulan teknologi 5G.

Rektor Institut Teknologi Kalimantan, Budi Santosa Purwokartiko, mengatakan, “Kami bangga dapat bermitra dengan Indosat Ooredoo dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengidentifikasi use case 5G yang relevan di kota dan kawasan ini. Penandatanganan MoU menandai tonggak sejarah baru bagi Institut Teknologi Kalimantan dalam merintis penelitian dan inovasi terkait 5G demi mendukung pemulihan ekonomi di kawasan ini.”

Peluncuran layanan komersial 5G Indosat Ooredoo di Balikpapan menghadirkan beberapa use case paling canggih, termasuk Smart City and Government: 5G sebagai titik balik utama dalam evolusi Kota Cerdas karena konektivitas kecepatan tinggi, latensi rendah, dan kemampuan menangani sejumlah besar koneksi akan meningkatkan gaya hidup dan kolaborasi warga. Contoh use case, termasuk SKOTA-Horizontal Platform dan Dell IOC (Lintasarta), Smart City dan Command Center (TEMARA), serta Smart Government (TEMARA/Gorilla). Smart Industry: 5G membentuk percakapan di seluruh industri Pertambangan, Minyak & Gas, dengan teknologi baru seperti jaringan pribadi, AI, IoT & edge computing yang menjanjikan kemampuan mereka untuk mengoptimalkan proses dan menciptakan lebih banyak nilai tambah. Contoh use case termasuk Private Network for Situational Awareness (Nokia), Collaborative Robot (Nokia), Mining Compliance Solution (Sensync), Smart Surveillance (Idealab), Smart Manufacturing (MPS), Smart Visual Inspection (IBM)

Indosat Ooredoo meraih Asia Communication Award 2021 untuk kategori Smart City Project of the Year. Indosat Ooredoo meluncurkan inisiatif ‘Gerakan Menuju 100 Kota Cerdas’ pada tahun 2017 karena menyadari bahwa pertumbuhan yang pesat akan membawa tantangan. Gerakan ini sesuai dengan arah nasional untuk ‘Smart City Master Plan’ Indonesia, yang secara langsung juga sejalan dengan visi Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai ‘Smart Nation’. Indosat Ooredoo membantu masyarakat Indonesia membangun masa depan yang lebih baik melalui layanan telekomunikasi digital dari hulu ke hilir. Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto, Indosat Ooredoo telah mengimplementasikan visi kota pintar untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat dan meningkatkan kesiapan infrastruktur digital untuk masa depan.

 



Menteri Johnny: Pemerintah Bangun Infrastruktur Digital dan Smart City

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah mempercepat digitalisasi sektor pariwisata dengan membangun infrastruktur digital untuk mendorong kebangkitan pariwisata di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan untuk kawasan Nusa Tenggara Timur, Pemerintah membangun Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang didukung dengan infrastruktur digital dan pengembangan smart city. Hal itu sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19.

“Presiden Joko Widodo telah secara tegas menyampaikan kebijakannya untuk membangun destinasi wisata premium. Salah satu destinasi wisata super prioritas adalah Labuan Bajo atau Wilayah Flores. Dalam hal ini, tidak hanya daerah Labuan Bajo atau Pulau Komodo, tetapi juga menyangkut wilayah enklave periferal yang memberikan dukungan kepariwisataan Labuan Bajo atau Komodo itu sendiri,” ujarnya dalam Webinar HUT ke-63 Provinsi Nusa Tenggara Timur: Mengembangkan Pariwisata Modern di NTT, yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Kamis (16/12/2021).

Menkominfo menyatakan pariwisata yang dibangun merupakan pariwisata yang spesifik. Menurutnya, Presiden Joko Widodo mengarahkan agar pembangunan pariwisata NTT menjadi pariwisata dengan kualitas tinggi.

“Jangan sampai kita men-downgrade menjadi mass pariwisata, mengulang pariwisata yang sudah ditinggalkan dunia kepariwisataan internasional. Kita mempunyai tugas untuk mendukung agar pariwisata Nusa Tenggara Timur adalah pariwisata yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,” tandasnya.

Oleh karena itu, Menteri Johnny menyatakan Kementerian Kominfo berupaya menyediakan infrastruktur digital agar menjadikan pariwisata di NTT sebagai kawasan pariwisata premium.

“Marilah kita menyiapkan bersama-sama seluruh infrastruktur, termasuk infrastruktur digital dan ketersediaan sumberdaya manusia digital di NTT agar pariwisata kita semangatnya dan tujuannya mempunyai titik temu dengan kebijakan pemerintah, kebijakan nasional, dimana pariwisata Nusa Tenggara Timur adalah high-end tourism destination,” ungkapnya.

Menkominfo menyatakan pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan luar biasa terhadap sektor pariwisata di Indonesia. “Kontraksinya double digit. Jadi, wilayah Flores, Alor, Lembata dan Bima, adalah beberapa kawasan yang harus harus kita bangun. Dari sisi teknologi informasi dan telekomunikasi, di sana telah dilakukan banyak sekali program,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, pembangunan infrastruktur digital merupakan upaya Pemerintah untuk mendukung akselerasi digital nasional. Hal itu dilaksanakan dengan cara membangun akses telekomunikasi dengan jaringan 4G atau akses internet cepat seperti WIFI di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang ada di NTT.

“Mengingat, banyak daerah atau desa dan kelurahan yang belum terjangkau. Nusa Tenggara Timur adalah bagian dari jaringan lintas selatan serat optik nasional yang menghubungkan Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur melalui jalur Selatan,” jelasnya.

Menkominfo menjelaskan awalnya jaringan tulang punggung internet cepat Palapa Ring yang menghubungkan Indonesia bagian Barat dengan bagian Timur melintas wilayah utara, yakni Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua.

“Semua wilayahnya sudah terhubung secara fiber optic. Jaringan ini dibangun oleh Kominfo ditambah dengan jaringan-jaringan fiber optic yang dibangun oleh sektor privat. Kalau kita lihat secara keseluruhan itu ada 459.000 lebih KM panjang jaringan serat optik kita di darat dan di laut di seluruh Indonesia, termasuk NTT,” tuturnya.

Melihat kondisi geografis dan aktivitas vulkanik di bawah laut yang relatif tinggi di wilayah utara, Menteri Johnny menyatakan Pemerintah menyambung jaringan Palapa Ring melalui jalur selatan untu transmisi data Indonesia Timur ke Indonesia Barat dan Indonesia Barat ke Indonesia Timur. “Itu ada di wilayah Nusa Tenggara Timur,” tegasnya.

Selain jaringan first mile, Menkominfo menyatakan Pemerintah juga sedang membangun middle-mile yang akan menghubungkan antara jaringan tulang punggung Palapa Ring dengan akses Base Transceiver Station (BTS). Hal itu dilakukan untuk menghadirkan sinyal 4G dan akses internet.

“Pemanfaatan satelit untuk mengisi wilayah-wilayah pariwisata yang belum tersedia dengan sinyal 4G coverage dengan menghadirkan akses internet. Kita memanfaatkan 9 satelit, termasuk biar pemanfaatan akses internet untuk Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Menurut Menteri Johnny, banyak wilayah di NTT yang sudah terhubung dengan memanfaatkan jaringan atau perangkat satelit. “Terutama untuk pemenuhan kebutuhan akses internet bagi rumah sakit, fasilitas layanan kesehatan, bagi sekolah-sekolah, kantor-kantor desa, yang menjadi titik-titik depan aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Menkominfo menyatakan untuk memperkuat akses internet, Pemerintah juga membangun Satelit Multifungsi yang nanti akan ditempatkan di orbit pada air tahun 2023 dengan kapasitas 150 Gbps.

“SATRIA-1 (merupakan) satelit terbesar di Asia dan nomor 5 terbesar di dunia yang akan digunakan untuk 150.000 layanan publik, 93.000 sekolah, puluhan ribu kantor pemerintahan, desa, fasilitas kesehatan, kamtibmas. Kita akan siapkan untuk memberikan dukungan bagi telekomunikasi nasional Indonesia,” jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan untuk jaringan the last mile, Pemerintah sedang membangun Base Transceiver Station (BTS) dengan prioritas di daerah 3T sebanyak 12.548 desa dan kelurahan yang masih blankspot.

“Di NTT itu sudah dibangun 156 BTS 4G. Namun belum cukup, masih dibutuhkan sekitar 421 BTS untuk desa dan kelurahan di Nusa Tenggara Timur yang sedang kami bangun di tahun 2021 dan Tahun 2022,” ujarnya.

Menkominfo menargetkan pada akhir Tahun 2022 mendatang, seluruh desa dan kelurahan di Nusa Tenggara Timur sudah dapat dilayani seluruhnya oleh sinyal 4G dan dilengkapi tahun 2023 dengan layanan high throughput satellite SATRIA-1 yang akan diletakkan di orbit.

“Dengan demikian, maka jaringan tulang punggung untuk memberikan dukungan bagi pengembangan dan pembangunan destinasi wisata super prioritas di Nusa Tenggara Timur, yang didukung dengan hinterland atau pulau-pulau sekitarnya, bisa kita kelola dengan lebih baik,” ujarnya.

Smart City

Menteri Johnny menyatakan saat ini Pemerintah fokus untuk mengembangkan DPSP yang memiliki nilai tinggi. Selain penyediaan infrastruktur digital, diperlukan peran untuk mengemas destinasi pariwisata agar menarik bagi wisatawan.

“Tinggal kita mampu tidak mengemasnya? Kata sahabat saya, NTT itu adalah belahan surga yang dititipkan di bumi dan dipercayakan kepada Pemerintah dan rakyat Nusa Tenggara Timur untuk mengolahnya. Marilah kita mengolah surga yang dititipkan di bumi ini dengan baik,” tandasnya.

Oleh karena itu, Menkominfo mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mendukung pengembangan pariwisata.

“Program smart city yang baru saja kita kembangkan untuk destinasi wisata super prioritas yang termasuk Kabupaten Kupang, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur,” tandasnya.

Menteri Johnny mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten di NTT mengambil bagian dalam memperkuat kemajuan pariwisata NTT. Salah satunya dengan memaksimalkan teknologi digital.

“Dengan keberpihakan Pemerintah, infrastruktur digital yang kita bangun ini akan menjadi pariwisata Nusa Tenggara Timur Pariwisata maju. Di era disrupsi teknologi ini tidak mungkin dilepaskan dari digitalisasi Saya sangat berharap bahwa program yang disiapkan ini direspons secara memadai,” ajaknya.

Menkominfo menegaskan keberadaan infrastruktur digital dan pembangunan smart city akan menjadi enabler yang kuat bagi kemajuan pariwisata NTT.

“Saya ingin berbicara dan berdiskusi mengenai bagaimana peran ICT digital dalam konteks enabler pariwisata yang memberikan dukungan pada kepariwisataan,” tandasnya.

Selain Menkominfo Johnny G. Plate, hadir pula sebagai pembicara dalam webinar itu antara lain Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat; Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno; direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, Shana Fatina, Managing Director PT. Sinarmas, Saleh Husin, serta Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira dan Ratu Wulla.

 



Lampaui Target, Kominfo Apresiasi Mitra Kolaborasi Cetak Talenta Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah melakukan terobosan untuk mempercepat penyediaan talenta digital untuk kebutuhan transformasi digital. Program Digital Talent Scholarship merupakan program ungulan dalam menyiapkan talenta digital di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto menyatakan, Program DTS tahun 2021 sukses melampaui jumlah peserta yang ditargetkan sebanyak 100 ribu.

“Malam ini kegiatan Appreciation Day kita memberikan apresiasi kepada para mitra kita, karena target 100 ribu itu sekarang sudah tercapai 109 ribu para peserta pelatihan talenta digital. Jadi kami mengucapkan banyak terima kasih, kami melaksanakan acara ini kepada para mitra yang telah kita bekerja sama,” ujarnya dalam DTS Appreciation Day di Ayana MidPlaxa Jakarta Pusat.

Pelatihan DTS sendiri diharapkan dapat menjangkau seluruh segmen masyarakat agar dapat mengambil bagian sebagai talenta digital sehingga dapat menumbuhkan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia di era digital.

“Jadi kita melakukan pelatihan terus kemudian kita melakukan sertifikasi kepada para peserta pelatihan agar mereka bisa masuk ke industi, yaitu industri digital secara global dan industri digital nasional. Program pelatihan untuk mewujudkan masyarakat digital adalah salah satu dari arahan Bapak Presiden tentang akselerasi transformasi digital,” jelas Hary Budiarto.

Menurut Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo, program DTS 2021 menggandeng mitra kerja baik dari kalangan akademisi, swasta, platform digital hingga perusahaan global ternama.

“Pelatihan itu bisa berlangsung dengan baik sesuai target dengan dukungan mitra kerja sama, bahkan melampaui target di tahun 2021,” tegasnya.

Melalui DTS Appreciation Day, Kementerian Kominfo juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan pelatihan hingga dinyatakan lulus dan sebagai alumni DTS 2021.

“Mereka mengikuti pelatihan ini dan mengimplementasi ke berbagai hal, ada yang bekerja, ada yang membuat startup sampai mereka mengikuti kejuaraan-kejuaraan di tingkat dunia, seperti ada juga yang difabel mereka mengikuti kejuaraan dunia dan mereka berhasil,” papar Hary Budiarto.

Aplikatif

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo menyatakan, salah satu pilar dalam program DTS adalah terkait dengan ekonomi digital, salah satu pelatihannya untuk menciptakan wirausaha digital dengan menggandeng mitra kerja yang mempunyai marketplace.

“Masyarakat kita latih untuk bisa masuk ke dalam marketplace sebagai wirausaha digital, mitra-mitra kita seperti Grab, Tokopedia, Bukalapak, terus kemudian ada Facebook dan lain sebagainya mereka bersama-sama kita untuk melatih bagaimana masyarakat mempunyai skills mengembangkan atau mengemas suatu produk,” ujarnya.

Di dalam marketplace, menurut Hary Budiarto peserta yang memiliki produk akan didorong untuk mendistribusikan melalui digital marketing yang kemudian melakukan transaksi secara digital. Sehingga setiap peserta mampu untuk menjual berbagai produk baik kuliner, herbal dan jenis produk lain.

“Itu salah satu mitra kita mengambil sama-sama untuk disitu, jadi mitra mendapatkan berbagai macam produk-produk yang ada kemudian masyarakat bisa menjual produk itu ke masyarakat global,” jelasnya.

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo menyatakan melalui pelatihan DTS 2021, Kementerian Kominfo  menargetkan 50% UMKM di Indonesia dapat bermigrasi dari ruang fisik ke ruang digital, termasuk bagi UMKM pemula.

“Jadi kalau yang pemula ini kita ajarkan bagaimana mereka bisa melakukan digital marketing, kita mengajak mitra-mitra kemudian kita membuat modul-modulnya dan kita memantau. Setelah kita latih dan menyiapkan semuanya itu bagaimana dampaknya, apakah mereka dalam waktu beberapa bulan itu bisa jualan di marketplace, kemudian yang sudah bisa berjualan itu berapa omset yang mereka dapatkan dari marketplace tadi,” jelasnya.

Hary Budiarto menyontohkan 30 dari 100 peserta DTS di Makassar yang dilakukan pelatihan intensif hingga membantu menjual produk di pusat-pusat perbelanjaan.

“30 peserta itu kita berikan tempat untuk mereka bisa berjualan di satu mal yang ada di Makassar, kemudian Bea Cukai juga ikut melakukan pelatihan juga supaya masyarakat bisa tahu bagaimana bisa mengekspore dengan menjalankan aplikasi-aplikasi yang sudah ada dibuat oleh Bea Cukai, itu salah satunya,” tandasnya.

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo mengapresasi mitra pelaksana pelatihan karena dengan kolaborasi yang berlangsung dapat melampaui target pelatihan DTS 2021.

“Ada 109.917 ribu peserta yang ikut pelatihan dari target 100 ribu. Ini hasil kerja sama yang baik dengan para mitra dalam melaksanakan pelatihan. Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih dan melanjutkan kerja sama yang baik ini,” ungkapnya.

Mengenai penyelenggaraan DTS dan DLA, Hary Budiarto menyatakan Kementerian Kominfo mengharapkan akan makin banyak diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Ke depan kami berupaya memeratakan jangkauan pelatihan ke seluruh Indonesia. Tahun yang akan datang akan menyebar sehingga provinsi di Aceh atau Kepuluan Riau dan wilayah Timur atau Papua dan Papua Barat kita tingkatkan, sehingga ada ribuan lagi masyarakat yang mengikuti pelatihan digital,” harapnya.

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo menyatakan momentum Appreciation Day Mitra DTS 2021 merupakan penghargaan atas  kerja sama dan kolaborasi yang terjalin antara Kementerian Kominfo dengan mitra pelatihan dari perguruan tinggi, asosiasi dan komunitas, perusahaan global, education technology, perbankan nasional.

“Kami berharap pada tahun-tahun berikutnya kemitraan yang telah terjalin dapat terus berlangsung untuk menjadikan Indonesia Makin Digital, Makin Maju,” ungkapnya.

Mitra DTS 2021

Apresiasi Mitra DTS 2021 diberikan kepada Ditjen BIMAS Islam Kementerian Agama, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Direktur Guru, Tenaga Kependidikan, dan Madrasah Kementerian Agama, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Dari perguruan tinggi apresiasi diberikan kepada Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Indonesia Banten, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Bina Nusantara SOCS, Universitas Bina Nusantara SIS, Fakultas Ilmu Komputer dan  Fakultas Teknik Elektro Universitas Indonesia serta Universitas Terbuka.

Ada pula Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Mercubuana, Universitas Padjadjaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Telkom Bandung.

Selain itu juga President University, STMI Bani Saleh, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Kuningan dan Universitas Pamulang.

Penghargaan juga diberikan kepada Politeknik Astra, Politeknik Negeri Jakarta,  Politeknik Negeri Media Kreatif dan Politeknik Negeri Bandung. Penghargaan untuk perusahaan global yang menjadi mitra DTS 2021 diberikan kepada Cisco, Oracle, Red Hat, Huawei, Microsoft, Progate, AWS, IBM, EC – COUNCIL, Alibaba Cloud, Google, dan Facebook.

Untuk perusahaan nasional yang mendapatkan penghargaan antara lain Dicoding,  Rakamin Academy, Terra AI, Codepolitan, Skillvul,  DQLab, PT. Telkom Indonesia, Tbk, PT. Berca Hadya Perkasa, dan PT. Sagara Technology.  Ada pula ThisAble, Xynexis International,  TIP Telkom University,  DIGITS, Universitas Padjajaran,  BRI Institute,  Metrodata Academy, dan Synergy Academy.

Untuk asosiasi dan komunitas penghargaan mitra diberikan kepada  Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE),  International Telecomunication Union (ITU), Indonesia Artificial Intelligencey Society (IAIS), Dewan Pers, Indonesia AI Research Consortium (IARC), Aliansi Jurnalis Independen,  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) dan  Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL).

Sektor perbankan, penghargaan mitra DTS 2021 diberikan kepada PT. Bank Negara Indonesia, Tbk,  PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk,  PT. Bank Tabungan Negara, Tbk,  PT. Bank Mandiri, Tbk. Dan untuk marketplace dan perusahaan startup digital penghargaan diberikan kepada Gojek,Grab,  Bukalapak, dan Tokopedia.

Kementerian Kominfo telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Terdapat empat pilar yang menjadi pedoman realisasi agenda akselerasi transformasi digital Indonesia.

“Pertama, infrastruktur digital untuk membuka akses seluruh masyarakat agar bisa masuk ke dunia digital, kedua pemerintahan digital agar pemerintah bisa melakukan pelayanan publik kepada masyarakat secara digital, ketiga ekonomi digital dan keempat masyarakat digital,” jelas Hary Budiarto.

Dalam membangun masyarakat digital, Kementerian Kominfo telah menyiapkan Program Digital Leadership Academy, Digital Talent Scholarship dan Gerakan Nasional Literasi Digital. Ketiga program itu dirancang untuk melatih pemimpin digital, fasilitasi peningkatan keahlian atau alih kompetensi dan peningkatan literasi digital

“Pertama melatih pemimpin digital, agar mereka memahami bagaimana  mengelola seluruh data dan aplikasi yang ada di organisasi atau lembaga. Kami punya target sebesar melatih 300 peserta untuk tahun 2021,” tutur Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo.

Mengenai Program DTS 2021, Hary Budiarto menyebutkan pelatihan itu menyediakan keahlian tingkat menengah. Menurutnya, Program DTS ditujukan untuk meningkatkan skill dan memberikan kesempatan alih bidang atau kompetensi.

“Karena di masa pandemi ini banyak yang beralih profesi dan kompetensi. Kami menyediakan talenta digital dalam Program Digital Talent Scholarship. Program ini menargetkan 100 ribu peserta,” tuturnya.

Menurut Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo, pelatihan literasi digital yang di tingkat dasar ditujukan untuk membekali masyarakat agar paham dengan budaya digital, etika digital, keamanan digital, dan menguasai kemampuan dasar untuk memanfaatkan ruang digital. “Target kita adalah 12,5 juta penduduk Indonesia yang mengikuti literasi digital,” ujarnya.

Lewati Target

Untuk melaksanakan semua itu, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan mitra pelatihan dari perguruan tinggi, asosiasi dan komunitas, perusahaan global, education technology, perbankan nasional.

“Kerja sama kita ada 103 perguruan tinggi di Indonesia dan internasional, 15 asosiasi dan komunitas, 13 perusahan global, dan 11 edutech nasional. Ada empat perbankan nasional, BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri. Bukan memberi modal tapi memberikan fasilitas setelah pelatihan bisa magang mengerjakan proses digital di perbankan dan direkrut jadi pegawai di bank masing-masing,” jelas Hary Budiarto.

Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan mitra yang akan menampung ketika pelatihan diselesaikan. “Mereka merekrut peserta menjadi pegawai di 16 perusahaan tersebut,” ujar Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo.

Selain itu, untuk melatih kewirausahaan dan memfasiltasi penjualan produk pelaku UMKM, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan lima marketplace di Indonesia. “Ada Bukapalak, Tokopedia dan Gojek agar bisa menyalurkan produknya dijual secara online,” jelas Hary Budiarto.

 



RS Components Mengumumkan Pertumbuhan Pendapatan Sebesar 28% Pada Tahun 2021

MAJALAH ICT – Jakarta. RS Components, merek dagang Electrocomponents plc (LSE: ECM), penyedia solusi produk dan layanan omni-channel global, mengumumkan pertumbuhan pendapatan sebesar 31% dibandingkan tahun lalu. Kontribusi dari pertumbuhan ini adalah sebesar 7%, trading harian 1% dan terjadinya headwind pada valuta asing 6%, sehingga menghasilkan pertumbuhan pendapatan total perusahaan sebesar 33%.

Selama dua tahun terakhir, RS Components mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 22%, dimana rangkaian produk elektronik telah menyumbang 22% dari pendapatan group.

“Kami bekerja sama dengan para pemasok untuk memastikan ketersediaan produk, pengiriman, serta penawaran layanan. Oleh karena itu perdagangan kami tetap kuat di seluruh wilayah. Hal inilah yang mendorong pertumbuhan pada jumlah pelanggan dan rata-rata jumlah pesanan, sehingga kinerja keuangan kami hingga saat ini dapat lebih baik dari yang diharapkan,” ujar Eileen Yap, Country General Manager, Singapore and SEA Export RS Components.

Seperti yang juga terjadi di pasar Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA) dan serupa dengan kondisi di seluruh wilayah pasar utama RS Components. Perusahaan diuntungkan oleh adanya peningkatan pada model dan fokus operasional.

Pertumbuhan Asia Pasifik mencerminkan semakin kuatnya tim manajemen, adanya perubahan budaya dan proses penjualan yang terfokus sehingga mendorong perolehan pangsa pasar yang kuat, baik di industri maupun pasar elektronik.

Dari sisi website juga mengalami pertumbuhan pendapatan selama dua tahun ini sebesar 26%, dimana terjadi partisipasi digital sebesar 63%.

Lebih lanjut, RS PRO yang merupakan produk original dari RS Components juga mengalami peningkatan pendapatan sebesar 28% pada semester kedua tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. RS PRO terdiri dari beberapa produk rangkaian, seperti Wiring Connectivity, Facilities Maintenance, hingga Factory Automation Sensor.

Pertumbuhan positif tersebut ditopang oleh strategi perusahaan, mulai dari kolaborasi, transformasi dan inovasi teknologi hingga optimalisasi produk serta layanan. Selain itu, kinerja pendapatan tetap kuat karena perusahaan terus mengelola ketersediaan produk-produknya secara proaktif.

Pertumbuhan ini merupakan sebuah pencapaian yang akan tetap mendorong RS Components untuk terus menjadi solusi bagi para pelaku industri. Cakupan produk RS Components meliputi jenis-jenis produk berkualitas tinggi, dimana produk-produk tersebut telah menjalani proses audit sesuai standar internasional, melewati proses pengujian daya tahan dan konsistensi, serta mengalami proses pengetesan yang dilakukan oleh insinyur terkemuka. Kualitas produk yang sudah terjamin ini menjadi bentuk konsistensi yang diberikan RS Components kepada pelanggannya dalam jangka waktu yang panjang.

“Kami akan tetap berhati-hati terhadap tantangan eksternal dan dampak yang ditimbulkannya terhadap pasokan industri dan permintaan pelanggan, tetapi tawaran kami yang berbeda menempatkan kami di posisi strategis untuk terus mendapatkan pangsa pasar dan memanfaatkan pertumbuhan signifikan dari peluang yang ada,” tambah Eileen Yap.

Di masa mendatang, RS Components akan menghadapi pembanding yang jauh lebih sulit dan sejumlah tantangan eksternal, termasuk kekurangan rantai pasokan, yang akan mempengaruhi produksi industri dan meningkatkan tekanan biaya. RS Components mengharapkan laba setahun penuh perusahaan akan lebih tertimbang pada paruh pertama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun, dengan kinerja yang kuat di paruh pertama, dan terlepas dari lingkungan perdagangan yang tidak pasti, RS Components sekarang mengantisipasi pertumbuhan pendapatan setahun penuh dan margin laba operasi yang telah disesuaikan sedikit lebih di depan daripada panduan yang disediakan oleh pembaruan Q1.

 



RUPSLB MTDL Menyetujui Rencana Stock Split

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Metrodata Electronics Tbk (“MTDL”), emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”) khususnya di bidang solusi digital serta distribusi hardware dan software, telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Desember 2021 dengan rasio 1:5. Selanjutnya rencana Stock Split ini akan menunggu persetujuan dari Otoritas Pasar Modal untuk efektifnya dan diharapkan saham MTDL dapat semakin liquid dan terjangkau oleh investor ritel.

Jajaran Direksi:
• Susanto Djaja (Presiden Direktur MTDL)
• Randy Kartadinata (Direktur MTDL)
• Agus Honggo Widodo (Direktur MTDL)
• Sjafril Effendi (Direktur MTDL)

Jajaran Komisaris:
• Ben Aristarchus Widyatmodjo (Wakil Presiden Komisaris MTDL)
• Tanan Herwandi Antonius (Komisaris Independen MTDL).




Analisis Kontekstual, Jaring Keamanan Siber, dan Zero-Touch Service Management Akan Mendominasi Sistem TI 2022

MAJALAH ICT – Jakarta. Peran sistem TI (Teknologi Informasi) telah berkembang secara signifikan selama dua tahun terakhir di mana organisasi diharuskan untuk memikirkan kembali dan mengubah cara mereka bekerja. Ke depannya, akan ada penekanan baru pada pemanfaatan kemajuan teknologi untuk mengatasi tantangan bisnis yang muncul dari sistem kerja jarak jauh.

“Setelah pandemi, sistem kerja hybrid akan menjadi harapan dan mungkin menjadi sebuah kebijakan di sebagian besar organisasi di seluruh dunia. Hal ini berarti keamanan siber, AI, otomatisasi, dan analisis data akan memainkan peran yang semakin penting dalam upaya organisasi mendukung cara kerja ini,” jelas Rajesh Ganesan, Vice President of Products at ManageEngine.

Berikut ini adalah lima prediksi teratas tentang manajemen TI di tahun 2022 dari ManageEngine.

1. Wawasan organisasi akan langsung bisa ditindaklanjuti dengan adanya sistem analisis kontekstual
Ketika wawasan disajikan secara langsung dalam aplikasi bisnis, peluang organisasi untuk menindaklanjutinya jauh lebih tinggi daripada ketika wawasan yang sama disajikan dalam perangkat lunak business intelligence yang berdiri sendiri. Misalnya, ketika wawasan tentang efisiensi proyek tersedia dalam perangkat lunak untuk manajemen proyek, lebih mudah bagi manajer proyek untuk menghubungkan apa yang mereka temukan dengan pekerjaan sehari-hari mereka dan menerapkan langkah-langkah untuk memperbaiki inefisiensi pekerjaan.

Cara kami melatih dan menerapkan model AI diperkirakan akan berubah secara signifikan di tahun mendatang. Dengan teknik yang lebih berkelanjutan seperti meta-learning, transfer learning, dan teknologi causal AI yang diharapkan dapat melengkapi proses pembelajaran yang mendalam. Teknologi AI dan Machine Learning pada akhirnya akan menjadi elemen alur kerja analisis kontekstual yang tertanam sepenuhnya.

2. Model jaring keamanan siber akan menawarkan perlindungan yang lebih baik di era sistem kerja hybrid
Karena karyawan terus mengakses sumber daya organisasi dari lokasi yang berbeda, keamanan berbasis jaringan tradisional menjadi usang. Lanskap keamanan telah berkembang sebagian karena percepatan peralihan ke cloud dan penggunaan perangkat pribadi yang tidak terverifikasi. Hal ini mengakibatkan banyak organisasi menjadi sangat rentan terhadap ancaman siber dan serangan dari dalam.

Dalam skenario ini, model jaring keamanan siber, dengan prinsip utama Zero Trust, akan mendapatkan lebih banyak daya tarik. Model jaring keamanan siber adalah pendekatan terdistribusi di mana perimeter keamanan individu yang lebih kecil dibangun di sekitar orang atau objek yang bertindak sebagai titik akses, sehingga menawarkan kontrol keamanan yang lebih baik kepada tim TI.

3. Model operasi TI akan terus berkembang untuk mendukung sistem kerja hybrid
Organisasi, awalnya, mengalami masalah ketika menerapkan rencana bisnis berkesinambungan mereka ketika peraturan lockdown pertama kali diterapkan. Tetapi dengan karyawan yang memilih sistem kerja hybrid dalam jangka waktu yang lama, perubahan lebih lanjut dalam model operasi TI harus dilakukan untuk memastikan pekerjaan sistem hybrid efisien dan berkelanjutan.

Meskipun menggunakan sistem layanan self-service, produktivitas karyawan jarak jauh masih terganggu ketika terjadi kendala. Dalam sistem kerja hybrid, aspek-aspek seperti layanan zero-touch service management (manajemen layanan tanpa sentuhan; penanganan kendala dengan mesin), pemantauan pengalaman digital untuk memastikan ketersediaan tinggi dan peningkatan konstan bagi pengguna akhir, serta peningkatan adopsi desktop sebagai layanan dan VDI akan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

4. AIOps dan otomatisasi IT akan menjadi landasan penting bagi sistem arsitektur TI perusahaan
Seiring meluasnya penggunaan AI, dan didukung oleh peningkatan operasionalnya, teknologi AI akan terus memperkuat dirinya sebagai landasan dalam sistem arsitektur TI pada perusahaan. Para pemimpin IT nantinya akan lebih bergantung pada AIOps (Artificial Intelligence for IT Operations) dan otomatisasi TI, yang bisa mendeteksi masalah menggunakan algoritma dan menyelesaikannya secara otomatis sebelum masalah tersebut mengganggu produktivitas atau operasi jaringan. Pemantauan berbasis AIOps akan memainkan peran penting dalam hal prediksi, perencanaan kapasitas, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga sistem keamanan organisasi.

5. Kelangkaan keterampilan di bidang keamanan siber membuat organisasi bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan
Ada ketidakseimbangan jumlah dan kebutuhan akan karyawan terampil di bidang keamanan siber. Untuk memenuhi kebutuhan yang berkembang ini, organisasi akan semakin menggunakan layanan MSSP dan perusahaan penyedia layanan deteksi dan respons yang terkelola. Misalnya, peningkatan karyawan yang bekerja jarak jauh, adopsi cloud, dan kebutuhan untuk memenuhi peraturan kepatuhan membuat IAM (Identity and Access Management) menjadi proses yang membosankan bagi sebagian besar organisasi. Karena banyak organisasi tidak memiliki keterampilan dan sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan solusi IAM, semakin banyak organisasi akan beralih ke perusahaan penyedia layanan IAM untuk mengisi peran tersebut.