Friday, 26 January 2018

Rayakan 25 Tahun, Bhinneka Tawarkan Barang Hanya Seharga Rp.2.500

MAJALAH ICT – Jakarta. Bhinneka (dahulu dikenal dengan Bhinneka.Com) berusia seperempat abad tahun ini. Segudang kegiatan pun sudah dipersiapkan, seperti promo-promo spesial di berbagai kanal pemasaran. Karena seperti yang telah diketahui, sebagai toko online pertama di Indonesia Bhinneka juga tetap memiliki jaringan toko offline di Jakarta dan Surabaya.

“Untuk memeriahkan peringatan ulang tahun ke-25 Bhinneka, telah kami awali dengan aktivitas di toko. Pengunjung bisa mendapatkan barang hanya seharga Rp 2.500 saja dalam syarat dan kondisi tertentu, serta pilihan unit yang tersedia juga berbeda-beda,” jelas Irina Marwan, Brand Communication Manager Bhinneka.

Adapun beberapa jenis produk yang bisa dibeli hanya seharga Rp 2.500 termasuk di antaranya tas ransel laptop, headset, bracket atau penyangga televisi di dinding, mini tracker, mouse dan gaming mouse, bahkan sampai hard disk eksternal setelah pembelian lain senilai minimal Rp 2,5 juta. Untuk itu, stok yang tersedia berbeda-beda di setiap toko Bhinneka.

“Tidak hanya pada toko-toko Bhinneka di Jakarta. Promo ini juga berlaku di Bhinneka Store Surabaya sampai akhir Januari mendatang, tentu dengan pilihan barang yang beragam pula,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, kelima toko Bhinneka di Jakarta yakni Bhinneka Store Gunung Sahari di Jalan Gunung Sahari Raya 73C, Jakarta Pusat, Bhinneka Store Mangga Dua Mall di Lantai 3, Jalan Arteri Mangga Dua Raya, Mangga Dua Selatan, Bhinneka Store Ratu Plaza di Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kaveling 9, Senayan, Bhinneka Store Cibubur Junction di Lantai 2, Jalan Jambore, Cibubur, Jakarta Timurdan Bhinneka Store Poins Square di Lantai 2, Jalan RA Kartini, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan
Sedangkan Bhinneka Store Surabaya berada di Jalan Dharmahusada nomor 205.

Selain program “Tambah Rp 2.500” ini, juga ada berbagai activation yang akan dijalankan mulai Februari mendatang. Tidak hanya berupa promo untuk pembelanjaan online, di toko, maupun melalui telepon 021-29292828, serta door prize dan pemberian hadiah, Bhinneka juga akan menyelenggarakan big bazaar bekerja sama dengan sejumlah partner.

“Telah dipersiapkan juga event Bhinneka Gives Back, sebagai bentuk kepedulian dan keinginan Bhinneka untuk berbagi kegembiraan bersama sejumlah pihak yang membutuhkan. Terutama para penyandang disabilitas. Ini juga merupakan bentuk rasa syukur kami, karena telah ada dan melayani masyarakat selama 25 tahun,” papar Irina.

Dalam hal ini, Bhinneka sangat menyadari bahwa 25 tahun memang bukanlah waktu yang singkat, terlebih untuk pelaku bisnis di sektor e-commerce yang relatif baru “meledak” beberapa tahun terakhir. Meskipun demikian, momentum peringatan ulang tahun ke-25 ini dijadikan pendorong semangat agar Bhinneka bisa terus relevan dalam melayani masyarakat Indonesia.
“Kami terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan, untuk memberikan pengalaman berbelanja online terbaik dan terus terlibat dalam perkembangan maupun pertumbuhan sektor e-commerce Tanah Air, serta tetap menjadi toko online yang asli bikin tenang,” tutupnya.

 



Thursday, 25 January 2018

Biznet Gio Raih Sertifikasi ISO 27001 untuk Standar Manajemen Keamanan Informasi

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Biznet Gio Nusantara (Biznet Gio) pada awal tahun 2018 berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai langkah strategis untuk terus meningkatkan standar pelayanan dengan menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System – ISMS).

Biznet Gio adalah penyedia layanan cloud computing yang pertama di Indonesia yang secara resmi telah mempunyai dua jaminan sertifikasi sekaligus yaitu PCI-DSS dan ISO 27001. Sertifikasi ISO 27001 hanya dapat diberikan kepada sebuah perusahaan yang terus melakukan upaya evaluasi dan implementasi dalam memelihara keamanan informasi dengan menerapkan manajemen pengamanan sistem informasi yang meliputi mekanisme kontrol terhadap kebijakan, proses, prosedur, struktur organisasi, serta fungsi-fungsi infrastruktur di dalam sebuah perusahaan.

CEO Biznet Gio, Dondy Bappedyanto mengemukakan, “Upaya kami untuk mendapatkan sertifikasi dicapai dengan melewati tahapan proses audit yang independen dan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan dan memenuhi tata cara mengelola keamanan informasi yang sesuai dengan standar industri.” Standar tersebut tidak hanya mencakup aspek teknologi informasi saja, tetapi juga menjangkau seluruh proses bisnis perusahaan termasuk pihak pendukung dan vendor di dalam proses bisnis tersebut.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kepercayaan  pelanggan dan masyarakat luas terutama kepada beberapa sektor industri yang sangat hati-hati dalam melakukan pengolahan dan penyimpanan data nasabah. Jaminan compliance kami tidak hanya pada tingkatan penyedia layanan cloud saja, tetapi juga pada tingkatan Data Center yaitu Biznet Data Center yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 terlebih dahulu”, ujar Dondy.

Di tahun 2018 dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan infrastruktur cloud, Biznet GIO semakin gencar untuk melakukan ekspansi layanan dengan dilengkapi jaminan compliance dalam rangka memenuhi permintaan dari berbagai sektor industri di Indonesia hingga kebutuhan individu yang sedang melakukan pengembangan aplikasi.

Dengan sertifikasi ISO 27001, dua produk utama Biznet Gio yaitu GIO Cloud dan NEO Cloud akan semakin atraktif bagi industri yang mewajibkan persyaratan standar ISMS pada saat melakukan perencanaan infrastruktur. Sebelumnya Biznet Gio juga telah mengantongi sertifikasi PCI-DSS yang memberikan jaminan privasi terhadap penyimpanan data nasabah untuk sistem pembayaran online.

 



Pengguna Aplikasi Fake GPS Taxi Online Ditangkap dan Dijadikan Tersangka

MAJALAH ICT – Jakarta. Penggunaan aplikasi Fake GPS atau sering disebut dengan aplikasi ‘tuyul’ menjadi pemandangan biasa di komunitas pengemudi taxi online. Pasalnya, terkadang pengemudi terpaksa melakukan hal ini karena dikejar bonus. Bukan rahasia umum, pendapatan menarik dari menjadi pengemudi taxi online dari bonus, yang sesungguhnya berasal dari potongan biaya taxi yang diambil platform dari transaksi pengemud taxi dengan penumpang.

Meski jadi hal biasa, Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan tim satgas Grab di Makassar baru-baru ini menangkap tujuh tersangka pelaku akses ilegal terhadap sistem pemesanan kendaraan Grab yang menggunakan aplikasi fake GPS. Ketujuh tersangka tersebut saat ini tengah diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dianggap telah merugikan sebagian besar mitra pengemudi Grab yang telah bekerja keras dengen jujur tanpa melakukan pelanggaran.

Disebutkan, dengan menggunakan aplikasi Fake GPS, mitra pengemudi tidak perlu repot lagi ngetem di lokasi terdekat dari pusat keramaian. Hal tersebut dikarenakan titik GPS pengguna ‘tuyul’ akan terbaca lebih dekat dengan lokasi atau titik GPS pelanggan yang melakukan pemesanan, meskipun sebenarnya pengemudi yang menggunakan tuyul tersebut jauh dari titik tersebut. Sementara mitra pengemudi Grab yang telah bekerja keras dengen jujur tak kunjung mendapat order. Bagi pengguna, praktik tersebut juga merugikan karena mereka jadi lebih lama menunggu.

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menyampaikan, usaha bersama dengan Polda Sulsel ini berhasil dilaksanakan setelah tindak kecurangan para pelaku terdeteksi oleh sistem Grab yang ditindaklanjuti dengan penelusuran dan pengamatan di lapangan oleh tim stagas Grab dengan dukungan tim Cyber Crime Polda Sulsel. Hal ini sejalan dengan komitmen Grab untuk menjadikan Grab sebagai platform yang paling aman bagi para penggunanya, baik mitra pengemudi maupun penumpang.

“Usaha kami ini dilakukan untuk menghargai upaya sebagian besar mitra pengemudi Grab yang telah bekerja keras dengan jujur tanpa melakukan pelanggaran, serta untuk memastikan kualitas pelayanan terbaik bagi pengguna aplikasi kami,” kata Ridzki Kramadibrata melalui keterangan resmi, Selasa (23/1).

Ridzki menegaskan Grab juga tidak akan menolerir dan menindaktegas pengemudi yang terbukti melanggar peraturan dan kode etik Grab, termasuk di antaranya yang telah terbukti menggunakan praktik kecurangan seperti Fake GPS atau Tuyul ini.

Selain akan diproses hukum seperti yang dilakukan Polda Sulses, sanksi yang dapat diberikan kepada mitra pengemudi yang terbukti telah melanggar peraturan dan kode etik di antaranya berupa pemberhentian sementara, pemberian denda maupun pemutusan kemitraan, terutama pelanggaran terkait penipuan.

Ridzki juga mengatakan apa yang telah dilakukan di Makassar ini menjadi langkah awal untuk melakukan hal serupa di kota-kota lain di Indonesia, di mana saat ini Grab sudah berada di 111 kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Intitue menilai keterlibatan kepolisian dalam masalah ini berlebihan. “Ini bisa diselesaikan secara internal. Dan saya pikir, ini merupakan isu yang seharusnya menjadi pemilik platform untuk menjadikan platform lebih aman. Termasuk juga sistem bonus atau sistem lainnya dalam aplikasi,” tandasnya.

Heru mengingatkan, bisnis ini akan tergantung pada mitra pengemudi. Jadi, jika ada tindakan yang membuat pengemudi tidak aman dan tidak nyaman, bukan tidak mungkin platform akan ditinggalkan. “Industri ini harus dijaga. Jangan sampai pengemudi mitra pada kabur dan tinggal “tuyul” saja yang menjadi mitranya. Lakukan introspeksi dan bawa masalah ini jadi masalah internal. Platform bukan apa-apa tanpa mitra pengemudi,” kata Heru mengingatkan.

 

 



Semua Pihak Diminta Patuhi Aturan Taxi Online, Kominfo Didesak Selesaikan Dashboard Pemantau

MAJALAH ICT – Jakarta. Semua pihak harus mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan No.108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau taksi online per 1 Februari 2018. Demikian disampaikan pengamat transportasi Universitas Katolik Sugijapranata Djoko Setiawarno.

“Pilihannya satu diatur atau tidak diatur. Kalau mau diatur harus ikut aturan. Tidak mau ikut aturan berarti ilegal,” kata Djoko Setiawarno di Jakarta. Menurutnya, pemerintah sebagai pelaksana Peraturan Menteri Perhubungan (PM) No. 108/2017 harus jalan terus dan tak bergeming dengan adanya suara-suara penolakan yang melanggar komitmen dengan kembali melalukan demo dan langkah hukum.

Sedangkan pengamat transportasi dari Puslitbang Universitas Gadjah Mada (UGM) Liliek Wachid Budi Susilo menyarankan ada edukasi dari pemerintah kepada pengemudi taksi online terhadap aturan yang akan dijalankan. Menurut Liliek, permasalahan utama dari taksi online ini sudah bergeser dari sisi transportasi menjadi sisi bisnis dan pekerjaan, maka pengemudi online harus mendapatkan edukasi kelebihan dan kekurangan dari bisnis atau pekerjaan ini, khususnya terkait dengan skala keekonomian dan keselamatan.

“Karena mereka tidak lagi berperan sebagai pengemudi saja tetapi juga dipaksa menjadi pengusaha sehingga perhitungannya bukan hanya sehari dapat berapa tetapi bagaimana mereka bisa memastikan keberlanjutan dari pekerjaan mereka,” katanya.

Hal lain yang disarankannya adalah pengemudi diajak duduk bersama untuk mengkaji sistem kerja mereka khususnya terkait dengan kelayakan ekonomi dan aspek keselamatan. Dia menilai agak aneh jika tuntunan pengemudi berbeda satu sama lain, kalau tujuannya adalah sama.

Pendiri IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin mengingatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk tepat waktu menyelesaikan dashboard guna memantau operasional taksi online sesuai permintaan PM 108/2017. Doni mengharapkan `dashboard` itu menyajikan data real time bukan agregat, mulai dari jumlah angkutan yang tengah beroperasi, penerapan tarif yang berlaku secara seketika, rute, dan status dari kendaraan.

“Ini akan membuat semua transparan nantinya dan ada persaingan sehat, tidak hanya antarpemain taksi online, tetapi juga dengan konvensional. Idealnya, `dashboard` itu juga dalam bentuk aplikasi, agar teman-teman di Perhubungan Darat lebih praktis,” harapnya.

 



Semua Tentang Batik Madura; Kekayaan Bangsa yang Harus Dilestarikan Bersama

Melestarikan Batik Madura sebagai Kekayaan Bangsa Batik madura adalah salah satu hasil budaya yang diminati oleh masyarakat lokal maupun internasional. […]

from Rosediana Diary http://ift.tt/2nbvQeT
via IFTTT

Erik Meijer: Agar Transformasi Digital Sukses, Dibutuhkan Dukungan Eksternal yang Kuat

MAJALAH ICT – Jakarta. The Economist Intelligence Unit (EIU) telah merilis sebuah proyek penelitian global yang ditugaskan oleh Telstra, sebuah organisasi telekomunikasi dan teknologi terkemuka dan salah satu perusahaan induk telkomtelstra, yang menilai kepercayaan eksekutif bisnis di lingkungan kota mereka dan kondusifnya untuk mendukung ambisi digital dari perusahaan. Ini peringkat Jakarta kedelapan dari 45 untuk kepercayaan bisnis secara keseluruhan.

Laporan ‘Connecting Commerce’ mencakup Diagram Kota Digital yang pertama, peringkat 45 kota di seluruh dunia di lima kategori utama yang relevan dengan kinerja bisnis: inovasi dan kewirausahaan; lingkungan keuangan; orang dan keterampilan; pengembangan teknologi baru; dan infrastruktur TIK.

Erik Meijer, Presiden Direktur telkomtelstra, mengatakan bahwa laporan tersebut mengungkapkan tingkat kepercayaan yang tinggi di negara-negara berkembang di dunia, dengan Jakarta mencetak angka di antara 10 besar di empat dari lima kategori penelitian. Dari 10 kota teratas untuk kepercayaan keseluruhan, tujuh dari negara-negara berkembang termasuk Bangalore, Mumbai, New Delhi, Beijing, Manila dan Shanghai. Sebaliknya, kepercayaan diri yang rendah tercatat di kota-kota maju seperti Hong Kong dan Tokyo.
“Agar transformasi digital menjadi sukses, dibutuhkan dukungan eksternal yang kuat. Oleh karena itu, menjanjikan bahwa pemimpin bisnis di Jakarta optimis tentang kemampuan kota mereka untuk membantu membuka potensi digital organisasi mereka, “kata Meijer.

“Beberapa dari optimisme ini kemungkinan berasal dari pertumbuhan ekosistem digital Jakarta yang terlihat, serta pemerintah nasional yang ramah bisnis yang serius dalam mendorong kewiraswastaan digital. Selama 10 tahun terakhir, Indonesia, dan Jakarta pada khususnya, telah mengalami kemajuan yang baik dalam pengembangan sektor bisnis digital.”

“Hasil laporan ini menunjukkan posisi Jakarta sebagai pusat ekosistem bisnis digital di Indonesia tidak boleh diremehkan, dan kita perlu memanfaatkan posisi ini untuk mempercepat percepatan Indonesia untuk mencapai targetnya menjadi pusat ekonomi digital global pada tahun 2020, “Kata Meijer.

Sementara Jakarta tampil dengan baik di semua kategori, laporan tersebut menemukan bahwa 36 persen eksekutif Jakarta percaya bahwa pasokan orang dan keterampilan adalah tantangan terberat di kota ini.

“Seiring bisnis berkembang dengan cepat untuk bersaing di era digital, ada ketidakcocokan antara kurikulum universitas dan teknik dan kebutuhan perusahaan. Hal ini menyebabkan perusahaan merekrut spesialis dari negara lain di Asia Tenggara dan lebih jauh lagi. Meskipun ini bukan masalah khusus bagi Indonesia, ada kebutuhan yang jelas akan penyedia pendidikan negara tersebut untuk berfokus pada memperlengkapi siswa dengan keterampilan digital yang relevan untuk melengkapi lingkungan permulaan di Jakarta,” kata Meijer.

Temuan Kunci

Eksekutif Jakarta adalah yang paling bebas di dunia dalam mendukung pemerintah mereka, dengan 95 persen percaya bahwa pemerintah kotapraja akan memainkan peran lebih positif dalam mengembangkan ekosistem digital selama tiga tahun ke depan. Namun, lebih dari separuh juga berpikir ada keterputusan saat ini antara pemerintah nasional dan kota dalam hal mendukung inovasi.
Keamanan digital adalah keterampilan yang paling diminati oleh bisnis, dengan 41 persen eksekutif yang berbasis di Jakarta mencantumkannya sebagai keterampilan yang paling dibutuhkan untuk mendukung transformasi digital. Pada 25 persen, manajemen perubahan diberi nama sebagai keterampilan terpenting kedua.

Ekosistem digital di Jakarta penting. Sementara 32 persen eksekutif yang berbasis di Jakarta percaya bahwa struktur tradisional seperti asosiasi bisnis adalah sumber bantuan yang berguna, masyarakat informal dan jaringan dan laboratorium inovasi juga sangat dihargai oleh bisnis (keduanya dikutip oleh 24 persen).

“Jelas bahwa agenda pro-bisnis yang dipimpin oleh pemerintah nasional Indonesia sejak tahun 2015 telah memberikan hasil nyata dan progresif ke evolusi digital kota. Kepemimpinan pemerintah yang kuat ini tidak boleh dinilai terlalu rendah ketika 53 persen responden survei di kota-kota di Asia mengakui bahwa mereka bersedia merelokasi operasi mereka ke sebuah kota dengan lingkungan luar yang lebih baik, ” tambah Meijer.

“Organisasi saat ini memiliki banyak pilihan – baik di dalam negeri maupun di luar negeri – ke tempat mereka mendasarkan operasi bisnis mereka. Laporan ini memberikan kontribusi penting untuk mengeksplorasi apa yang dibutuhkan eksekutif pendukung untuk mengubah bisnis mereka secara digital dan berkembang di dunia yang terhubung, ” kata Meijer.

“Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi komunitas bisnis di Jakarta dalam memahami tantangan dan peluang yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital lebih lanjut di Indonesia,” pungkas Meijer.

 



Bisnis P2P Lending Ternyata Lebih Menarik dari Deposito

MAJALAH ICT – Jakarta. Kehadiran peer-to-peer lending (P2P lending) dalam financial technology (fintech) diam-diam ternyata lebih menarik dari deposito. Co-founder dan COO Modalku, Iwan Kurniawan menyampaikan, dengan menjadi investor atau pemberi pinjaman di perusahaan P2P lending, para investor bisa mendapatkan tingkat pengembalian yang menarik, bahkan lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi.

Demikian dikatakan  Iwan saat perayaan dua tahun startup P2P lending Modalku, di Jakarta. “Untuk memberikan pinjaman modal usaha kepada pelaku UMKM, sumber dana kita salah satunya berasal dari investor individu. Dengan menjadi pemberi pinjaman, mereka bisa dapat pengembalian yang tinggi sampai 15 persen. Sementara kalau deposito hanya sekitar 5 persen hingga 7 persen saja,” kata Iwan

Dijelaskannya, bisnis ini tidak hanya memberi kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Untuk orang-orang yang memiliki dana tidak terpakai, P2P lending juga bisa menjadi alternatif investasi yang menarik.

Ditambahkannya, Modalku saat ini sudah memiliki sekitar 45.000 pemberi pinjaman yang terdaftar. Untuk nilai pinjaman yang bisa diinvestasikan dimulai dari Rp.10 juta. Menurut Iwan, total pencairan pinjaman yang dicapai Modalku tersebut merupakan yang terbesar di antara para pemain P2P lending di Indonesia.

“Modalku saat ini telah berhasil mencapai total pencairan pinjaman modal usaha sebesar Rp 1 triliun bagi lebih dari 2.000 pelaku UMKM di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, total dana yang sudah disalurkan mencapai lebih dari Rp.540 miliar. Tahun lalu ada sekitar Rp 2,5 triliun dana yang dicairkan untuk modal usaha oleh para pemain peer-to-peer lending di Indonesia,” pungkasnya.