Saturday, 26 May 2018
LINE Luncurkan Fitur dan Konten Khusus Ramadan, Termasuk Chatbot Ramadan
MAJALAH ICT – Jakarta. LINE Indonesia hari ini mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan rangkaian fitur dan konten eksklusif untuk Ramadan, untuk membantu dan menginspirasi para pengguna setianya sepanjang bulan Ramadan. Fitur-fitur ini mencakup akun resmi LINE Ramadan – yang menghadirkan chatbot Ramadan pertama di Indonesia dan beragam konten interaktif – serta web series Ramadan dan stiker eksklusif Ramadan.
“Di bulan suci ini, kami ingin menjadi sahabat bagi para pengguna kami, dengan cara yang spesial dan bermakna – menjadi #TemanBerfaedah untuk mereka,” ucap Dale Kim, Managing Director LINE Indonesia. “Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan fitur chatbot Ramadan, di mana kami dapat berkomunikasi dengan pengguna kami dengan cara yang menyenangkan, serta menyampaikan konten interaktif dan edukatif tentang bulan Ramadan.”
Chatbot Ramadan terbaru milik LINE bernama Marbot, yang berarti “Amalan Ramadan Chatbot,” dapat ditemukan pada akun resmi LINE Ramadan. Marbot akan berinteraksi dengan pengguna LINE melalui konten seperti pengingat sholat, kultum harian, pesan inspiratif tentang Ramadan, serta promo harian untuk kegiatan berbuka puasa. Terdapat pula konten “Ramadan Hemat” dari LINE Shopping, serta pilihan permainan untuk ngabuburit (Ngabubu-Rich) dari LINE Games.
Dengan semangat menjadi #TemanBerfaedah bagi pengguna, LINE juga menciptakan web series spesial Ramadan tentang persahabatan yang berarti di bulan suci ini, berjudul ‘Ramadan Terakhir’. Web series ini terdiri dari empat episode yang akan diunggah seminggu sekali, yang juga akan menunjukkan cara penggunaan yang bermanfaat dari Marbot, sebagai teman Ramadan yang menyenangkan. Episode pertama telah diluncurkan pada 18 Mei lalu, dan telah mendapatkan tanggapan positif dari penonton yang memuji Ramadan Terakhir sebagai cerita yang menyenangkan, hangat, tetapi juga tidak mudah ditebak.
Tak hanya itu, untuk membawa semangat Ramadan kepada para pengguna, LINE juga menyediakan serangkaian stiker Ramadan eksklusif. Ini mencakup desain stiker Ramadan dari pembuat stiker ternama, stiker musik LINE Ramadan, stiker karakter LINE Friends edisi Ramadan, serta edisi selebriti yang bekerja sama dengan salah satu keluarga selebriti yang paling disukai di Indonesia, Keluarga Belo (Ditto Percussion, Ayudia Bing Slamet, dan Sekala).
Sebagai kejutan tambahan bagi para pengguna setianya, LINE juga mengadakan kompetisi harian di akun resmi LINE Ramadan berjudul ‘Kejutan Poin Ramadan’ yang akan berlangsung sampai tanggal 31 Mei 2018 di mana para pengguna dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan poin gratis dengan total poin 750 Juta.
“Yang paling penting bagi kami adalah pengalaman para pengguna kami,” ucap Dale Kim. “Kami harap rangkaian fitur dan konten Ramadan kami dapat memberikan pengalaman Ramadan yang penuh arti dan tak terlupakan bagi semua.”
Friday, 25 May 2018
Sambut Ultah ke-23, Telkomsel Berikan Hadiah Milyaran Rupiah Ke Pelanggan
MAJALAH ICT – Jakarta. Merayakan hari ulang tahun Telkomsel ke 23 yang jatuh pada tanggal 26 Mei, sekaligus menyambut datangnya bulan Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2018, Telkomsel meluncurkan program undian “TELKOMSEL SIAGA 2018”. Program ini berlaku untuk seluruh pelanggan, baik paskabayar maupun prabayar, dengan hadiah utama berupa satu unit mobil BMW dan dua unit Honda HRV, selain itu tersedia hadiah lainnya dengan total lebih dari 4.800 unit.
Head of Postpaid Marketing Telkomsel, Jason Tan mengatakan, “Program undian ini merupakan wujud besarnya rasa terimakasih kami kepada para pelanggan setia Telkomsel yang telah memberikan kepercayaannya kepada produk dan layanan kami, sehingga kami berkesempatan melayani masyarakat Indonesia selama 23 tahun berdiri melalui layanan seluler kami. Telkomsel juga ingin turut menyemarakkan momen spesial Ramadhan & Idul Fitri bagi para pelanggan melalui program undian ini.”
“Kepercayaan dan kepuasan dari pelanggan adalah kunci bagi Telkomsel untuk terus berkembang di masa mendatang sebagai penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle kelas dunia yang terpercaya”, tambah Jason.
Untuk mengikuti program ini pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI, Kartu As dan Loop) cukup menukarkan Telkomsel POINnya dengan kupon undian. Pelanggan kartuHALO mendapat 3 poin setiap kelipatan Rp 5.000 pada total tagihan, dengan minimum total tagihan Rp 50.000 sedangkan pelanggan prabayar (simPATI, Kartu As, Loop) akan mendapatkan 1 poin untuk setiap kelipatan 5.000 dengan akumulasi isi ulang minimal Rp 50.000 sebulan.
Penukaran Telkomsel POIN dengan kupon undian dapat dilakukan pelanggan melalui menu akses *123# ataupun melalui aplikasi MyTelkomsel yang telah dapat diunduh dari Google Play dan App Store.
Kupon undian juga bisa didapat dengan cara transaksi pembelian berbagai produk dan layanan Telkomsel melalui *123# dan myTelkomsel, transaksi TCASH minimal Rp. 20 ribu, serta transaksi melalui Virtual Assistant di LINE.
Program undian “TELKOMSEL SIAGA 2018” ini diadakan dalam 3 periode, yaitu periode 1 di tanggal 15 Mei – 15 Juni 2018, periode 2 di tanggal 16 Juni – 15 Juli 2018, dan periode terakhir yaitu 16 Juli – 15 Agustus 2018.
Terkait program undian ini, Jason kemudian menghimbau pelanggan untuk selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel. Dalam menyampaikan segala informasi untuk pelanggan, baik mengenai program, layanan, produk, ataupun promosi berhadiah, Telkomsel selalu menggunakan mekanisme pemberitahuan resmi, seperti melalui surat, pemberitaan di media massa nasional, informasi di GraPARI terdekat atau di Call Center Telkomsel, serta situs resmi perusahaan www.telkomsel.com, salah satunya seperti pengumuman pemenang undian yang diadakan Telkomsel.
Traveloka Tambahkan Layanan Rental Mobil Guna Manjakan Pelanggan Rencanakan Perjalanan
MAJALAH ICT – Jakarta. Traveloka, perusahaan teknologi penyedia jasa travel dan lifestyle booking terdepan untuk destinasi lokal dan internasional, secara resmi merilis versi beta layanan terbarunya yang dapat diakses secara langsung melalui Traveloka App, Rental Mobil.
Menghadirkan berbagai kebutuhan traveling yang terintegrasi dalam satu aplikasi, kini memesan layanan sewa mobil semudah membeli tiket pesawat maupun berbagai kebutuhan traveling lainnya. Guna menghadirkan pengalaman perjalanan yang mudah dan menyenangkan, Rental Mobil Traveloka menawarkan ratusan pilihan penyewaan mobil yang aman dilengkapi dengan sopir yang terpercaya.
Saat ini, layanan Rental Mobil Traveloka telah tersedia di 11 kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bali, Medan, Yogyakarta, Makassar, Palembang, Malang, Balikpapan, Surabaya, Semarang, dan Bandung. Menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 mitra rental mobil, para pelanggan dapat memilih mitra rental mobil sesuai dengan kebutuhan, termasuk jenis mobil yang diinginkan. Melengkapi pilihan moda transportasi para pelanggan, Rental Mobil Traveloka menghadirkan layanan sewa mobil yang terstandar dengan tarif yang sudah mencakup jasa sewa mobil dan pengemudi selama 12 jam.
Christian Suwarna, Senior Vice President of Business Development Traveloka, mengatakan, “Setelah menghadirkan layanan pemesanan Tiket Bus & Travel, kini Traveloka juga menjawab kebutuhan transportasi perjalanan para pelanggan melalui inovasi dan teknologi. Layanan Rental Mobil hadir sebagai salah satu komitmen Traveloka dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi para pelanggan. Kini pelanggan tak perlu khawatir jika ingin menyewa mobil saat melakukan perjalanan, karena layanan Rental Mobil Traveloka telah hadir di 11 kota besar dilengkapi dengan layanan sopir dan pilihan untuk membeli paket tambahan seperti paket all-inclusive yang mencakup biaya bensin, parkir, tol, serta konsumsi sopir ataupun paket penginapan sopir untuk pemakaian ke luar kota.”
Kini, merencanakan perjalanan semakin mudah dan nyaman karena layanan Rental Mobil Traveloka dapat dipesan 12 jam sebelum waktu penjemputan para pelanggan.
P2P Lending Akseleran Mampu Salurkan Pinjaman Usaha Lebih Dari Rp. 50 Milyar Dalam 8 Bulan
MAJALAH ICT – Jakarta. Pertumbuhan industri Financial Technology (Fintech) Lending terbilang sangat pesat di Indonesia, terlihat dari pertumbuhan lebih dari 800% di tahun 2017 lalu. Tahun 2018 ini pun Fintech Lending diramalkan akan tumbuh pesat dan salah satu perusahaan Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending yang pesat pertumbuhannya adalah Akseleran. Sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2017 lalu sampai dengan akhir Mei 2018, Akseleran telah berhasil menyalurkan lebih dari Rp. 50 Milyar ke UKM-UKM di Indonesia. Performa yang bagus ini didukung dengan keamanannya yang terlihat dari tingkat kredit macet atau non-performing loan (NPL)sebesar 0. Pencapaian ini masih sesuai dengan rencana Akseleran untuk menyalurkan total Rp. 200 Milyar dana pinjaman usaha di akhir tahun 2018.
“Tersalurkannya Rp. 50 Milyar dana pinjaman usaha ke UKM-UKM Indonesia hanya dalam waktu delapan bulan menunjukkan bahwa memang kebutuhan untuk pinjaman usaha yang lebih fleksibel itu nyata adanya” kata Ivan Tambunan, Chief Executive Officer (CEO) Akseleran.
“Dengan skema pinjaman usaha kami yang sangat fleksibel, kami yakin akan lebih banyak UKM yang bisa kami bantu ke depannya. Kami pun ingin lebih banyak masyarakat yang berinvestasi di P2P Lending, karena selain bisa mendapat imbal hasil rata-rata 18% per tahun, mereka pun dapat berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia” tambah Ivan.
Platform P2P Lending Akseleran merupakan salah satu platform P2P Lending yang paling fleksibel bagi calon peminjam. Pelaku UKM dapat meminjam baik dengan maupun tanpa agunan. Agunan pun beragam, mulai dari invoice dan PO, peralatan, persediaan dagang, kendaraan, maupun tanah bangunan. Frekuensi pembayaran cicilan pokok pun tidak diharuskan per bulan, melainkan bisa 3 bulanan, 6 bulanan, 12 bulanan, maupun di akhir tenor. Biaya yang dikenakan kepada peminjam (origination fee) pun mengikuti tenor pinjaman sehingga sangat fleksibel untuk pelaku UKM.
“Lebih dari 70% nilai portfolio pinjaman kami menggunakan agunan berupa invoice atau PO atau SPK. Tentunya dengan fleksibilitas ini lebih banyak pelaku UKM yang bisa mendapat pinjaman usaha. Fleksibilitas inilah yang kami berikan untuk dapat mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia dan kami optimis bisa menyalurkan total Rp.200 Milyar di akhir tahun 2018 ini” lanjut Ivan.
Bagi investor atau pemberi pinjaman, Akseleran menawarkan imbal hasil menarik, dengan rata-ratanya 18% per tahun. Keamanan pun menjadi faktor unggulan dengan adanya agunan di lebih dari 98% nilai pinjaman yang ada. Investor pemula juga dapat memulai dengan nilai kecil yaitu Rp. 100,000 saja. Akseleran sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga prosesnya sudah mengikuti regulasi yang berlaku. Sebagai tambahan, Akseleran merupakan perusahaan fintech lending kedua di Indonesia yang mendapatkan sertifikasi ISO 27001 yang membantu menjaga keamanan data pengguna.
Dengan banyaknya perusahaan P2P Lending yang bermunculan di Indonesia, Ivan memberikan saran kepada calon pengguna untuk dapat memilih platform P2P Lending yang aman dan fleksibel. Saran pertama adalah memilih perusahaan yang sudah resmi terdaftar di dan diawasi oleh OJK. Lalu berikutnya sebaiknya memilih platform yang menawarkan fleksibilitas tinggi. Bagi calon peminjam fleksibilitas ini dapat terlihat dari fleksibilitas tenor, agunan, serta biaya atau origination fee. Investor juga sebaiknya memilih platform yang menawarkan nominal investasi awal yang rendah. Saran terakhir adalah untuk memilih platform yang menggunakan agunan, karena bagi peminjam akan dapat menekan bunga pinjaman, dan bagi investor akan mendapatkan keamanan lebih.
Kominfo Gelar Seleksi Nasional Id.UP untuk Jaring Kandidat ASEAN ICT Awards 2018
MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar ajang pencarian produk dan layanan teknologi informasi dan komunikasi karya anak bangsa. Hasil pencarian dari event Indonesia UP (Id.UP) 2018 akan menjadi wakil Indonesia dalam ASEAN ICT Awards (AICTA) 2018.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menargetkan peserta Seleksi Nasional Indonesia UP 2018 tidak hanya menjadi kontestan dalam AICTA 2018 yang akan digelar di Indonesia akhir tahun ini. Lebih dari itu, Dirjen Aptika mengharapkan dapat memunculkan agen pendorong pencapaian visi Indonesia sebagai negara ekonomi digital.
“Melalui peluncuran IndonesiaUP 2018 dan website idup.hub.id diharapkan dapat mendorong minat peserta untuk mengembangkan aplikasi berskala internasional. Pada akhirnya dapat mengambil peran sebagai agen pendorong pencapaian visi Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara,” katamya dalam Konferensi Pers Seleksi Nasional Indonesia UP 2018 di Ruang Serbaguna, Kantor Pusat Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat.
AICTA merupakan inisiatif yang digagas oleh Menteri-Menteri Telekomunikasi se-ASEAN, sebagai implementasi salah satu dari enam langkah strategi ASEAN dalam ASEAN ICT Masterplan (AIM) yaitu promosi, inovasi dan kerjasama antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat dan lembaga lainnya. Dalam ajang kompetisi AICTA terdapat 6 kategori dalam kompetisi AICTA yaitu Public Sector, Private Sector, Coorporate Social Responsibility, Digital Content, Startup Company dan Research and Development.
Sesuai dengan kategorisasi dalam AICTA, Id.UP juga akan menjaring enam kategori yaitu Public Sector, Private Sector, Corporate and Social Resposibility, Digital Content, Startup Company, dan Research and Development.
Belajar dari pengalaman Indonesia mengikuti AICTA sejak tahun 2012 cukup banyak inisiatif dari Indonesia yang telah berkembang. Ketika itu inisiatif Tiket.com yang belum sebesar sekarang, menjadi juara pada kategori Startup Company. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjaring peserta lebih banyak yang berkualitas dan memiliki packaging yang bagus.
Dirjen Semuel juga mengapresiasi banyaknya inisiatif di sektor digital yang digagas anak muda. “Saya bangga dengan semagat kebangkitan intelektual muda kreatif yang berkolaborasi membangun masa depan Indonesia. Dengan mengkolaborasikan dari tekno, art, dan bisnis. Kita adalah Indonesia. Kita adalah insan yang bersemangat untuk berkarya, tanpa mengenal lelah apalagi kalah,” katanya.
Oleh karena itu, Dirjen Aptika mengajak anak muda Indonesia untuk menunjukkan karyanya dalam seleksi nasional ini. “Mari kita tunjukkan Indonesia lewat Karya! Sudah pasti harimu tidak akan sama lagi pada saat kamu fokus untuk menciptakan Karya. Pikirkan pada saat Karyamu akan dilihat dunia. Rasakan pada saat Karyamu didukung penuh oleh Indonesia. Ciptakan Karya hari ini juga. Karena Dunia akan mengenal Indonesia lebih baik melalui Karyamu,” ajaknya.
Id.UP 2018 akan memilih para peserta dari seluruh Indonesia dan produk anak bangsa yang memiliki layanan di luar Indonesia. Proses pendaftaran dibuka sejak 24 Mei 2018 sampai dengan 6 Juli 2018. Penentuan finalis akan dilaksanakan pada 9 sampai dengan 13 Juli 2018. Penetapan dan penganugerahan pemenang akan dilakukan pada 16 Juli 2018 di Jakarta.
Dalam Kompetisi Id.Up, Kementerian Kominfo didukung tokoh TIK Indonesia dari akademisi, komunitas dan sektor swasta. Para juri yang akan bekerja untuk memilih finalis dan pemenang Indonesia Up antara lain Shita Laksmi, Djarot Subiantoro, Yudho Giri Sucahyo, Barry Simorangkir, Eko Budiharjo dan Partono Rudiarto. Acara itu juga mendapatkan dukungan dari asosiasi dari ekosistem TIK antara lain AOSI, ASPILUKI, INTERNET SOCIETY, startup digital dan sejumah media.
Thursday, 24 May 2018
Pemberitaan Kasus Terorisme Berdampak Buruk Terhadap Kepentingan Bangsa dan Negara
MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mendorong komitmen semua pihak termasuk media penyiaran untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara menyangkut pemberitaan kasus terorisme. Hal itu dinyatakan Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, pada saat diskusi terbatas bertajuk “Pemberitaan Berlebihan Terhadap Aksi Terorisme”, di Dewan Pers.
“Komitmen bersama ini dibutuhkan jika suatu saat terjadi lagi kasus teror yang sama. Komitmen menjaga stabilitas keamanan dengan menginformasi pemberitaan yang meneduhkan, mengangkat optimisme dan bukan informasi yang berdampak negatif,” kata Yuliandre.
Menurut Dia, setiap pemberitaan menyangkut terorisme sebaiknya media mengedepankan pedoman peliputan terorisme yang dikeluarkan Dewan Pers dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012. Selain itu, kata Yuliandre, prinsip-prinsip jurnalistik dan kode etik jurnalistik harus menjadi patokan para jurnalis ketika peliputan di lapangan.
“Hal lain yang tidak boleh ditinggalkan adalah uji informasi dengan melakukan investigasi dan verifikasi. Dan yang paling utama adalah adanya quality kontrol jurnalis di lapangan untuk meminimalisir dampak dari informasi yang akan kita siarkan. Meskipun terkadang hal ini akan mengalami perubahan seiring adanya tututan dari produser dan lainnya,” kata Ketua KPI Pusat didampingi Kepala Pusat Penerangan TNI, M Sabrar Fadhilah, Kepala Divisi Humas Polri, Setyo Wasisto, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dan Perwakilan dari BNPT.
Yuliandre mengharapkan, sudah saatnya masing-masing institusi penyiaran melakukan literasi agar penyampaian informai yang berulang dan terus menerus tak terulang. “Mari kita sama-sama mendiskusi hal ini untuk mengingatkan bersama bahwa kita harus bicara atas nama kebangsaan dan nasionalisme,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, menyatakan perlunya kepekaan dan mengedepankan etika dalam peliputan kasus seperti ini. Informasi juga harus melalui proses penundaan untuk edit dan verifikasi. “Jangan sekonyong-konyong informasi dari media sosial muncul di media,” katanya.
Stanley, panggilan Ketua Dewan Pers, mengapresiasi langkah yang dilakukan Polri dalam menunda informasi keluar mengenai kejadian di Kelapa Dua. Menurutnya, hal itu bukan untuk menyembunyikan tapi untuk mengendalikan situasi.
“Berita-berita seperti ini harus kita pahami. Kita bisa ambil contoh siaran live teroris tidak ada lagi di India. Ini bisa jadi contoh di Indonesia. Kita bisa menjaga hal ini. Untuk menekan dan mengendalikan situasi. Kalo infonya terbuka orang akan cemas dan hal ini juga dimanfaatkan kalangan peneror karena ada kesempatan,” jelas Stanley.
Kadiv Humas Polri, Setyo Wasisto, menyadari kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan itu melalui media. Namun, keterbukaan itu bukan berarti harus benar-benar telajang. Ada rambu-rambu yang mengatur keterbukaan tersebut.
“Mari kita sama-sama menjaga ini karena media bertanggungjawab terhadap berkembangannya situasi di masyarakat. Kita bisa keep berita gugurnya rekan rekan kami. Kami menahan hal itu bukan berarti tidak memberikan. Karena ada hal lain,” jelas Setyo.
Menurut Dia, Humas Polri selalu berusaha memberikan informasi kepada wartawan untuk mengupdate informasi. Tapi, informasi yang diberikan harus terlebih dahulu diverifikasi, mana yang boleh dan tidak. “Rekan-rekan wartawan harusnya memahami mana yang boleh dan tidak boleh. Dan setiap informasi itu harusnya sumber dari Polri. Tidak boleh ada sumber dari yang lain yang tidak resmi. Kita harus menghindari hal ini, karena itu informasi dari kita harus diverifikasi, supaya tidak salah,” jelas Setyo.