Monday, 27 August 2018

KPID Babel Terpilih Kuatkan Pengawasan Konten Jelang Pemilu 2019

MAJALAH ICT – Jakarta. Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Sudjarwanto Rachmat Arifin memberikan masukan serta arahan kepada anggota Komisi Penyiaran Informasi Daerah  ( KPID ) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2018-2021 untuk dapat meningkatkan fungsi pengawasan lembaga negara independen menjelang masuknya tahun politik pada tahun 2019 mendatang.

Disampaikan Sudjarwanto bahwa berdasarkan pasal 8 Undang – Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002, KPID memiliki strategis, yaitu pertama pengawasan isi siaran dan kedua membantu pengaturan infrastruktur siaran terkait dengan perizinan.

“Diantara dua fungsi utama ini, saya meminta kepada teman teman KPID Babel untuk lebih fokus pada pengawasan isi siaran,” jelasnya saat ditemui awak media sesaat setelah usai acara pelantikan yang berlangsung di Aula Pertemuan Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Pada tahun 2019 Indonesia akan melaksanakan event nasional yang besar yaitu berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di seluruh wilayah Indonesia secara serentak.

Dalam event seperti itu anggota KPID Babel harus menjaga informasi yang bertebaran dalam dunia penyiaran terutama dunia pertelevisian dan radio yang baik dan benar agar informasi yang didapat masyarakat layak dikonsumsi publik secara luas. walaupun seandainya terjadinya riak – riak kecil permasalah di tengah masyarakat atau dinamika sosial yang timbul karena panasnya situasi politik, KPID harus dapat menjaga semua itu agar suasana dapat menjadi sejuk dan kondusif serta kestabilitas sosial didalam lingkungan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

“Saya berharap pada dua event besar tersebut KPID Babel harus dapat menjaga situasi kondisi kondusif yang ada di daerah,” harap Sudjarwanto.

 



LINE CREATIVATE 2018 Jadi Ajang Kompetisi untuk Kreator Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. LINE Indonesia hari ini mengumumkan awal dari ajang kompetisi digital dan kreatif terbesar miliknya, LINE CREATIVATE. Memasuki tahun keempat, LINE CREATIVATE 2018 menghadirkan tampilan terbaru di bawah tema baru yaitu ‘BANGGA INDONESIA’. Bertujuan untuk meningkatkan relevansi dengan masyarakat lebih luas, LINE CREATIVATE 2018 berkomitmen untuk mempersembahkan konten yang lebih kaya, salah satu cara dengan memunculkan kategori kompetisi baru. Selain kompetisi LINE Sticker, LINE Webtoon, dan Chat Bot yang sudah ada, LINE CREATIVATE kini menghadirkan kompetisi LINE Shopping Business Competition dan LINE Today Video Creation.

“Tema tahun ini adalah kelanjutan dari tema-tema sebelumnya. Tahun lalu, di bawah tema ‘Unjuk Indonesia Kreatif’, kami ingin mendorong para pencipta untuk menunjukkan dan mengekspresikan kreatifitas mereka. Melalui ‘BANGGA INDONESIA’, kami berharap bahwa kami bisa memacu bukan saja para pencipta, tapi juga semua generasi muda Indonesia untuk merayakan dan mengapresiasi karya cipta dan pencapaian bakat-bakat Indonesia. Maka itu, kami akan menghadirkan konten yang lebih segar dan beraneka ragam, agar bergema ke lebih banyak orang,” kata Dale Kim, Managing Director LINE Indonesia.

Selain kompetisi yang disebutkan di atas, LINE CREATIVATE 2018 akan menyelengarakan LINE Let’s Get Rich World Championship sebagai bagian dari ajang ini, dengan demikian memunculkan enam kompetisi berbeda. “Dengan memperluas kategori kompetisi, kami berharap bahwa LINE CREATIVATE dapat menjaga posisinya sebagai kompetisi digital dan kreatif terbesar di Indonesia, selain sebagai wadah kreatif terpercaya bagi semua orang kreatif,” lanjut Dale Kim.

Tahun ini, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia sekali lagi memberikan dukungannya untuk LINE CREATIVATE 2018. “LINE selalu menjadi wadah kreatif penting yang membantu mengembangkan ekosistem kreatif Indonesia. LINE CREATIVATE juga sudah terbukti sebagai wadah yang sukses untuk mencari dan memupuk bakat-bakat lokal.

Dengan adanya kategori kompetisi baru, kami berharap bahwa lebih banyak bakat-bakat lokal bisa turut berpartisipasi di LINE CREATIVATE 2018,” kata Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif. BEKRAF sedang mendorong pemahaman akan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual di antara para pencipta Indonesia. “LINE CREATIVATE merupakan platform yang tepat untuk memberikan pendidikan bagaimana Hak Kekayan Intelektual bisa menguntungkan dan membantu para pencipta dalam mengembangkan dan memperluas kreasi mereka,” kata Ari Juliano Gema.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kompetisi-kompetisi ini akan berpuncak pada perayaan LINE CREATIVATE yang akan diselenggarakan pada 16-18 November 2018. Selain upacara penghargaan dan pameran, LINE Indonesia telah mempersiapkan konsep baru untuk perhelatan ini agar bisa mendorong pesan BANGGA INDONESIA di antara khalayak umum. Dengan konsep baru, LINE Indonesia berharap untuk memikat khalayak lebih luas untuk datang ke perayaan ini. Informasi lebih lanjut tentang perayaan ini akan diumumkan melalui berbagai kanal milik LINE Indonesia.

Periode pengumpulan karya kompetisi LINE CREATIVATE 2018 sebagian besar akan dimulai dari akhir Agustus sampai dengan akhir Oktober. Namun, untuk kompetisi Webtoon, akan dimulai pada tanggal 1 September. Untuk kompetisi Chat Bot, tenggat waktu pengumpulan akan lebih awal, yaitu 7 Oktober. LINE Let’s Get Rich World Championship memiliki tenggat yang berbeda, yaitu mulai dari 1 September – 18 November 2018. Informasi lebih lanjut mengenai kompetisi dan mekasnismenya dapat ditemukan di linecreativate.com dan LINE CREATIVATE Official Account. “Kami mengundang dan mendorong semua individu kreatif untuk ikut serta dalam kompetisi LINE CREATIVATE dan kami harap bahwa keseluruhan ajang LINE CREATIVATE bisa membangkitkan BANGGA INDONESIA,” kata Dale Kim.

Adapun Kompetisi LINE CREATIVATE 2018 terdiri dari:

1. Kompetisi Komik LINE Webtoon
Periode kompetisi: 1 September – 31 Oktober 2018
Kali ini, kompetisi komik LINE Webtoon akan mengambil tema “Wanita Indonesia”, atau “Indonesian Women”, sebagai pengakuan terhadap hebatnya para perempuan Indonesia. Peserta kompetisi harus menciptakan tiga episode berturut-turut berisikan 30 panel per episode.

2. Kompetisi LINE Stickers
Periode kompetisi: 27 Agustus –31 Oktober 2018
Para pencipta harus merancang stiker bertemakan “Draw Your Feelings”. Karakter di stiker harus fleksibel untuk komunikasi sehari-hari dan memiliki konsep yang bisa dipahami oleh target audience.

3. LINE Chatbot Competition
Periode kompetisi: 27 Agustus – 7 Oktober 2018
Para developer bisa berpartisipasi di LINE CREATIVATE 2018 melalui kompetisi LINE Chatbot. Developer harus menciptakan chatbot menggunakan LINE Messaging API untuk platform LINE. Kompetisi ini dibagi ke dalam lima sub-kategori: Fun, Productivity, Knowledge, Student, Prototype.

4. Kompetisi Rencana Bisnis LINE Shopping
Periode kompetisi: 27 Agustus – 20 Oktober 2018
Kategori ini dikhususkan untuk wiraswata. Bertemakan “Made in Indonesia”, brand lokal bisa menyerahkan produk atau layanan mereka yang berada di bawah kategori kecantikan, fashion, dan gaya hidup untuk dipertimbangkan oleh para juri.

5. Kreasi Konten LINE Today
Periode kompetisi: 27 Agustus – 20 Oktober 2018
Peserta harus menciptakan video mp4 maksimum 60 detik bertemakan “This is Indonesia!” atau “Ini Indonesia!”. Video paling kreatif yang dikirimkan oleh individu, kelompok, atau institusi akan menang.

6. LINE Game Let’s Get Rich World Cup 2018
Periode kompetisi: 1 September – 18 November 2018
Ronde kualifikasi pertama akan berlangsung di September, dengan lomba final diselenggarakan pada hari ketiga (18 November 2018) perhelatan LINE CREATIVATE 2018. Dua pemenang terakhir akan mewakili Indonesia di Let’s Get Rich World Cup 2018 di Korea Selatan.

 



Zahir Capital Hub Siap Salurkan Modal Hingga Rp.100 Milyar

MAJALAH ICT – Jakarta. Dengan berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun dan memiliki puluhan ribu pelanggan, mulai dari UMKM hingga bisnis skala besar, PT Zahir Internasional (Zahir) kini meluncurkan layanan fintech syariah dengan nama Zahir Capital Hub. Untuk menyediakan layanan ini, Zahir bekerja sama dengan institusi fintech syariah yaitu Alami, Asy-syirkah, Ethis dan Kapital Boost.

Zahir merupakan pengembang aplikasi bisnis terkenal di Indonesia yang sudah berpengalaman lebih dari 20 tahun. Dengan 70 ribu pelanggan saat ini, Zahir telah menghadirkan layanan cloud computing dan mobile apps. Sampai dengan saat ini Zahir sudah berhasil menjadi market leader aplikasi bisnis di Indonesia.

“Zahir Capital Hub hadir untuk menjawab perkembangan teknologi yang luar biasa di bidang teknologi finansial. Zahir punya potensi besar untuk meraih sukses di industri fintech. Zahir Capital Hub adalah fintech syariah yang siap membantu perusahaan mendapatkan akses permodalan yang berpotensi hingga ratusan milyar rupiah dengan mudah,” papar Muhamad Ismail, CEO PT Zahir Internasional.

Financial Technology (Fintech) syariah dipilih karena konsep permodalan ini memiliki banyak keunggulan. “Zahir Capital Hub merupakan salah satu fintech syariah yang siap membantu perusahaan mendapatkan permodalan dari fintech syariah. Permodalan berbasis syariah banyak dipilih karena konsepnya permodalan yang transparan dan juga menguntungkan semua pihak yang terlibat. Program ini diprioritaskan untuk customer existing dan tidak menutup pintu untuk yang baru menggunakan Zahir,” tambah Muhamad.

Data Asosiasi Fintech Indonesia menunjukkan jumlah perusahaan fintech berkembang pesat dari tahun 2011 hingga tahun 2017. Mulai dari 25 perusahaan pada tahun 2011 saat ini sudah mencapai 235 perusahaan. Berdasarkan data dari Asosiasi Fintech Indonesia tahun 2018, saat ini terdapat 235 perusahaan fintech dimana 26 di antaranya bergerak di bidang market aggregator. Salah satunya Alami, perusahaan fintech ini merupakan aggregator syariah pertama di Indonesia.

Muhamad mengemukakan, ada beberapa keuntungan menggunakan jasa fintech syariah. Pertama, sifatnya transparan (terbuka). Kedua, menguntungkan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Ketiga, menggunakan sistem bagi hasil. Dan yang keempat, plafon yang bisa disalurkan berpotensi hingga milyaran rupiah. “Ini menjadi layanan pintar dan mudah bagi perusahaan untuk mendapatkan investasi permodalan dari fintech syariah yang kredibel dan terpercaya.” paparnya.

Zahir saat ini sudah tergabung menjadi Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) yang juga sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wijaya mengatakan potensi pertumbuhan fintech syariah sangat besar. “Hal itu karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak dengan jumlah pengguna internet yang sangat besar,” kata Ronald di sela Konferensi Keuangan Syariah ke-3 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ia juga menyambut baik kehadiran layanan Zahir Capital Hub. “Kehadiran Zahir Capital Hub sangat positif,” kata Ronald Yusuf Wijaya.

 



Virtual YouTuber Pertama di Indonesia “Maya Putri” Debut dalam Penampilan di Anime Festival Asia

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Citra Wahana Teknologi (disebut Shinta VR), merupakan perusahaan developer konten AR/VR yang akan memulai menayangkan YouTuber yang disebut Virtual YouTuber di Indonesia.

Virtual YouTuber ini menggunakan teknologi motion capture pada karakter original yang berupa 3D, dan ditayangkan dalam bentuk video di YouTube. Shinta VR telah menayangkan video pertama yang berjudul “Perkenalan Maya Putri” secara resmi pada pertengahan Agustus lalu.

Maya Putri akan tampil di acara C3 Anime Festival Asia (C3AFA) yang berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2018 sampai tanggal 2 September 2018. Dalam acara tersebut Maya Putri direncanakan akan melakukan live performance menyanyikan lagu cover serta melakukan sesi tanya-jawab dengan pengunjung acara.

Ke depannya, Shinta VR tidak hanya akan meluaskan bisnis karakter Maya Putri saja tetapi juga akan Membantu perusahaan-perusahaan yang ingin membuat karakter mereka sendiri dari segi masalah teknikal know-howproses pembuatan Virtual YouTuber, mengelola talenta, produksi video, dan lain-lain.

 



Kominfo Gandeng Qlue Bikin Aduan Konten Negatif di Internet

MAJALAHJ ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak Qlue berkolaborasi memerangi konten negatif di dunia maya. Kerja sama itu diwujudkan dalam pembuatan Dashboard Khusus Aduan Konten yang diluncurkan melalui kerjasama Kementerian Kominfo dan Qlue “Indonesia Menolak Dipecah Belah!”.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, kolaborasi itu ditujukan untuk mencegah dampak penyebaran konten negatif dan berita palsu.  “Komitmen kedua-belah pihak untuk mencegah dampak dari konten negatif dan berita palsu yang memecah-belah bangsa Indonesia,” katanya dalam peluncuran kerjasama dan Talkshow “Bahu Membahu Melawan Berita Palsu” di Cocowork D.Lab, Menteng, Jakarta.

Melalui Dashboard itu, Kementerian Kominfo dapat menganalisis lebih dalam mengenai penyebaran konten negatif yang memecah-belah bangsa. “Nantinya, dashboard ini dapat melihat tren konten negatif yang banyak beredar seperti intoleransi, berita palsu dan provokasi,” ungkap Semuel yang aktif di Seknas Jokowi saat Pilpres 2014 ini.

Hingga Bulan Juli 2018, Kementerian Kominfo telah mendata sekitar 800.000 situs di Indonesia yang telah terindikasi sebagai penyebar informasi palsu. “Angka ini menunjukkan bahwa telah banyak oknum yang menyalahgunakan internet untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya dengan cara menyebarkan konten-konten negatif yang menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelas Dirjen Semuel.

Menurut Dirjen Aptika, saat ini Kementerian Kominfo tengah menggarap peraturan menteri (Permen) berdasarkan studi banding ke Malaysia dan Jerman mengenai pengendalian berita hoax dan ujaran kebencian.  “Jadi permen tentang pengendalian konten. Di dalamnya ada fake news. Yang ilegal bukan hanya fake news tapi banyak, saya tidak lagi sebut hoaks,” ujar Semuel.

Aduan Konten Kominfo merupakan fasilitas pengaduan konten negatif baik berupa situs, URL, akun media sosial, aplikasi mobile, dan software yang memenuhi kriteria sebagai Informasi dan/atau dokumen elektronik bermuatan negatif sesuai peraturan perundang-undangan.

Melalui layanan Aduan Konten, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan konten negatif dengan cara mendaftarkan diri, mengunggah tautan (link) serta screenshot situs atau konten yang dilaporkan disertai alasan, dan memantau proses penanganan yang dilakukan oleh Tim Aduan Konten.

Ide Komunitas

Qlue adalah  pionir teknologi smart city di Indonesia yang mempermudah komunikasi antara pemerintah dan warga sekaligus mengorganisir partisipasi publik dalam manajemen kota.

Ide pembuatan dashboard merupakan usulan dari komunitas yang ada di berbagai pelosok Tanah Air. “Ternyata, isu konten negatif ini cukup banyak ditemukan di daerah dan masyarakat pun sesungguhnya resah karena merusak persaudaraan mereka dengan kerabat terdekat,” jelas kata Chief Executive Officer Qlue Raditya Maulana Rusdi.

Dashboard itu memungkinkan Tim Aduan Konten dari Kominfo mengintegrasikan data yang didapat dari laporan masyarakat baik melalui aplikasi Qlue maupun situs Aduan Konten Kominfo.

“Qlue bersama Kominfo bersama berkomitmen untuk mencegah persebaran konten negatif dan menanggulangi dampak dari konten negatif seperti isu provokasi, intoleransi, hoax dan ujaran kebencian,” jelas Raditya Maulana Rusdi.

Usai peluncuran juga digelar Talkshow bertemakan “Bahu-membahu Melawan Berita Palsu”. Talkshow mengupas cara untuk dan peran berbagai pemegang kepentingan dalam bersama mengurangi konten negatif yang tersebar di internet.

Talkshow ini dimoderasi oleh Willy Winarko sebagai content creator dan digital influencer muda  dengan pembicara Raditya Maulana dari Qlue, Semuel A. Pangerapan dari Kominfo, A. Sapto Anggoro dari Tirto.id, dan Yosi Mokalu dari Cameo Project.

 



Desain Galaxy Watch Diperbaharui

MAJALAH ICT – Jakarta. Ketika Samsung Electronics memperkenalkan Galaxy Note 9 awal bulan ini, di saat bersamaan juga mata publik menyorot pada produk baru lainnya termasuk wearable Galaxy Watch pertama. Untuk sebagian besar, Galaxy Watch adalah pengganti Samsung untuk seri Gear Galaxy-nya. Tetapi tim desain di belakangnya berpikir itu lebih dari itu.

Samsung Newsroom duduk bersama para desainer Galaxy Watch, Tommy Choi, Hyemin Bae, Jaehyung Hong, dan Sanhui Oh baru-baru ini untuk berbicara tentang tambahan terbaru untuk perangkat keluarga Galaxy. Bagi mereka, Galaxy Watch adalah representasi dari pertemuan konektivitas, kesehatan dan desain. Ini adalah penyempurnaan terhadap kesempurnaan yang berfungsi sebagai pendamping pengatur waktu cerdas.

Jadi, bagaimana tim ini membuat desain Galaxy Watch? Choi dan rekan-rekannya mengatakan bahwa mereka memikirkan Millennials saat merancang desain perangkat. Bagi mereka, Generasi Millenial adalah generasi yang memprioritaskan gaya dan mencintai gaya hidup yang aktif, jadi mereka mengingat hal ini saat mereka membayangkan munculnya seri wearable baru dari Samsung.

“Jawaban kami untuk kebutuhan generasi ini adalah desain luar yang mencakup berbagai gaya – dari suasana klasik dengan keanggunan hingga suasana santai dengan dosis kebebasan,” kata tim. “Kami juga memastikan untuk melestarikan warisan filosofi jam tangan nyata yang telah kami tahan selama bertahun-tahun untuk menanamkan jam tangan dengan identitas lengkap.”

Tim mengakui bahwa mereka memilih desain yang lebih sensitif untuk Galaxy Watch dibandingkan dengan pendahulunya, yang menampilkan identitas yang lebih maskulin dengan ketebalan tebal dan berat badannya. Mereka sengaja datang dengan hasil rajutan yang ketat dan berpotongan rendah untuk bingkai sehingga menciptakan gaya yang cocok untuk wanita juga dan salah satu yang meminimalkan malfungsi.

Berbicara tentang masa pakai baterai, tim desain mengatakan bahwa itu selalu menjadi tantangan bagi mereka untuk datang dengan upgrade perangkat yang memiliki daya tahan baterai lebih baik dari pendahulunya. Dengan Galaxy Watch, bagaimanapun, mereka dengan mudah mengatasi tantangan melalui masuknya chipset 10nm. Prosesor yang lebih kecil lebih kuat dalam hal kinerja tetapi mengkonsumsi daya lebih kecil dari model sebelumnya, sehingga Galaxy Watch mampu berjalan selama 80 jam lebih dengan sekali pengisian.

Choi dan rekan-rekan desainernya juga menangani perubahan perangkat keras pada Galaxy Watch. Yang paling jelas adalah peningkatan jumlah sensor di bagian belakang tubuh smartwatch. Tim tersebut mengatakan bahwa mereka perlu melakukan ini agar mereka dapat meningkatkan ketepatan dari perangkat yang dapat dikenakan dalam mendeteksi informasi tentang kondisi pengguna.

Terakhir, tim menjelaskan mengapa mereka datang dengan beberapa tali untuk Samsung Galaxy Watch. Mereka mengatakan bahwa agar mereka dapat menangkap preferensi banyak pengguna, mereka menciptakan berbagai tali dalam berbagai warna. Dengan cara ini, setiap pengguna dapat mencampur dan mencocokkan tali dengan tubuh arloji untuk desain yang lebih pribadi yang sesuai dengan suasana hati pemakai.

Selain memberi pemilik banyak pilihan untuk kombinasi warna jam tangan pintar, para desainer juga mengambil kesempatan untuk membuat tali warna-warni yang sesuai dengan kasus Galaxy Note 9. Ini memungkinkan konsumen untuk memiliki smartwatch dan smartphone yang saling melengkapi.

 



XL Axiata Raih Penghargaan Frost and Sullivan “2018 Asia-Pacific Mobile Data Service Provider of the Year”

MAJALAH ICT – Jakarta. PT XL Axiata (XL Axiata) kembali meraih 4 penghargaan bergengsi dari ajang internasional. 3 kategori penghargaan diraih dari Lembaga konsultan bisnis terkemuka dunia, Frost & Sullivan di ajang 2018 Asia Pacific ICT Awards. Ketiga penghargaan tersebut, adalah 2018 Asia-Pacific Mobile Data Service Provider of the Year, 2018 Indonesia Mobile Data Service Provider of the Year serta 2018 Indonesia Mobile Service Provider of the Year. Direktur Komersial XL Axiata, Allan Bonke menerima langsung penghargaan paling prestisius di industri telekomunikasi dan data tersebut di Singapura, pekan lalu.

Allan Bonke mengatakan, “Penghargaan ini sangat prestisius bagi kami sebagai operator penyedia layanan data terkemuka di Indonesia. Kami telah bekerja keras untuk terus meningkatkan kualitas layanan data, baik dari sisi produk maupun pembangunan jaringan data yang sangat massif ke hampir seluruh penjuru wilayah Indonesia. Saat ini jaringan 4G LTE XL Axiata telah menjangkau lebih dari 380 kota, sementara jaringan 3G di lebih dari 460 kota, melayani lebih dari 52 juta pelanggan, dimana sekitar 79% nya merupakan pelanggan data. Berbagai produk layanan data juga telah kamu luncurkan, yang semua inovatif dan sesuai dengan kebutuhan setiap segmen pelanggan.”

Menurut Allan, raihan predikat sebagai “2018 Asia Pacific Mobile Data Service Provider of the Year ” untuk XL Axiata ini, tentunya merupakan pengakuan dari kalangan Industri ICT terhadap segala upaya yang telah XL Axiata lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan data. Allan berharap, pengakuan dari Frost & Sullivan ini bisa turut meningkatkan kepercayaan pelanggan di Indonesia atas kesungguhan perusahaan dalam memberikan layanan yang terbaik.

Asia Pacific ICT Awards merupakan ajang tahunan yang memberikan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di bidang industri ICT di wilayah Asia Pasifik. Penilaian dalam ajang ini dilakukan dengan melihat berbagai indikator kinerja pasar paling aktual yang meliputi pertumbuhan pendapatan, pertumbuhan pangsa pasar, kepemimpinan dalam inovasi produk, luasnya produk dan solusi, akuisisi pelanggan utama, dan strategi bisnis dan pasar.

Digital Transformation Leader of the Year 2018

Penghargaan lainnya yang diraih XL Axiata di bulan Agustus 2018 ini adalah penghargaan dalam ajang 2018 Hewlett Packard Enterprise Asia Pacific Digital Transformation Awards. Penghargaan tersebut untuk kategori “Digital Transformation Leader of the Year 2018”. Penghargaan ini diberikan kepada XL Axiata karena dinilai telah berhasil melakukan transformasi digital pada berbagai sisi bisnis sehingga mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Group Head Unified Network XL Axiata, Pradeep Kutty, menerima penghargaan ini di Singapura, pekan lalu.

2018 Hewlett Packard Enterprise Asia Pacific Digital Transformation Awards juga merupakan ajang tahunan yang diinisiasi oleh Hewlett Packard Enterprise (HPE) dan diikuti oleh perusahaan-perusahaan dari kawasan Asia Pasifik. Tujuan dari ajang ini adalah untuk mendorong dunia usaha bisa lebih fokus lagi dalam mencapai kinerja yang positif melalui peningkatan standar keunggulan bisnis serta kepuasan pelanggan untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kuat.