Wednesday, 26 June 2019

Team dari Indonesia Berhasil Masuk Global Final PUBG Mobile Club Open 2019

MAJALAH ICT – Jakarta. PUBG Mobile sukses menggelar turnamen terbesar nya di Tangerang, Indonesia; tahapan Final Asia Tenggara PUBG Mobile Club Open 2019 berhasil menarik perhatian peminat esport dari seluruh kalangan tidak hanya di Indonesia, namun diseluruh wilayah Asia Tenggara. Acara yang juga disponsori oleh Vivo sebagai sponsor utama ini mempertandingkan 16 team yang berasal dari berbagai negara di Kawasan Asia Tenggara untuk memperebutkan tempat di tahapan final dunia dan berkesempatan untuk mendapatkan total hadiah sebesar Rp. 28 miliar.

Dari ke 16 team yang bertanding, team RRQ yang berasal dari Thailand berhasil mendominasi jalannya pertandingan yang diadakan selama dua hari pada tanggal 22 dan 23 Juni 2019 di ICE BSD, Tangerang, dan menjadi Juara utama. Namun hal yang sangat membanggakan adalah dimana salah satu team dari Indonesia, Bigetron, berhasil menduduki peringkat kedua dan mendapatkan kesempatan untuk melaju langsung ke tahapan Final Dunia yang akan diadakan di Berlin, Jerman pada Juli mendatang. Selain itu, PUBG Mobile juga memberikan kesempatan kepada juara ketiga dan keempat untuk masuk ke babak kualifikasi tahapan final yaitu team Purple Mood yang berasal dari Thailand dan team Secret yang berasal dari negara Malaysia.

Untuk detail perolehan points dari tiap team, Team RRQ dari Thailand mendapatkan total 305 points, Team Bigetron dari Indonesia mendapatkan total 270 points, Team Purple Mood dari Thailand mendapatkan total 205 points dan Team Secret dari Malaysia mendapatkan total 193 points.

Sedangkan untuk team Indonesia lainnya; team Victim berhasil menempati posisi kesembilan, team Evos menempati posisi ke 12 disusul oleh team Onic diposisi 13 dan team WAW diposisi 14.

Robby “Natic” Mahardika Saputra, selaku perwakilan dari team Bigetron mengatakan, “Sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami untuk dapat mewakili Indonesia dan melaju langsung ke tahapan Global Final PUBG Mobile Club Open 2019 nanti di Berlin, Jerman. Sebelumnya di tahapan kualifikasi Asia Tenggara, kami berhasil menjadi juara 3, dan sekarang di tahapan final Asia Tenggara, kami berhasil menjadi juara 2; untuk kedepannya, kami optimis bisa menjadi Juara pertama.” Robby juga menambahkan, “Semoga turnamen-turnamen seperti ini terus diadakan karena memberikan impact positive dan skala ini merupakan skala turnamen yang sangat besar.”

Dengan lebih dari 400 Juta unduhan, PUBG Mobile berkomitmen untuk memberikan pengalaman positif dan semangat sportifitas tinggi; melalui turnamen terbesarnya, PMCO 2019; terutama tahapan Final Asia Tenggara yang baru saja digelar di Indonesia, Oliver Ye selaku PUBG Mobile Marketing Director untuk Asia Tenggara mengatakan, “Suatu kebanggaan tersendiri bagi kami, PUBG Mobile, untuk dapat mengadakan turnamen skala internasional pertama di Indonesia. PUBG Mobile telah berhasil membawa semangat sportifitas, memberikan pengalaman positif bagi para pemain, serta dapat memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menjalin persahabat dengan para pemain lainnya di seluruh dunia. Melalui turnamen PMCO 2019 dan turnamen-turnamen kedepannya, kami juga terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik serta berbagi pengalaman positif kepada para pencinta e-sport diseluruh dunia. Yang paling utama, terima kasih untuk Indonesia, kami ucapkan terima kasih banyak atas sambutan yang hangat dan selamat atas lolosnya salah satu perwakilan team Indonesia yang melaju ke tahapan Global Final PMCO 2019. Sukses untuk team Indonesia!”

Dengan berakhirnya turnamen tahap Final Asia Tenggara PMCO 2019, perwakilan dari Indonesia diharapkan dapat menjadi bintang dan mengharumkan nama Indonesia di tahapan Global Final PMCO 2019. Jadi, ayo dukung team Indonesia yang akan bertanding di tahapan Global Final PMCO 2019 di Berlin, Jerman, pada bulan July.

 

Loading...



Hargai Kerja Keras Mitra Driver, GOJEK Fasilitasi Pelatihan Pengelolaan Keuangan

MAJALAH ICT – Jakarta. Sebagai perusahaan super-app terdepan di Indonesia, GOJEK berkomitmen untuk menyejahterakan mitra driver serta para pelaku ekonomi mikro lain yang tergabung dalam ekosistemnya. Dalam memastikan kesejahteraan terus berjalan GOJEK selalu melihat secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek pendapatan yang berkesinambungan, tapi juga dari segi pengelolaan keuangan yang baik, serta pengembangan skill dan pengetahuan. Untuk mewujudkan komitmen tersebut, GOJEK terus menjalankan ragam inisiatif, salah satunya Bengkel Belajar Mitra (BBM). Sebagai wadah pengembangan keterampilan pertama dan paling komprehensif di industri ride-hailing di Indonesia, BBM kembali menggandeng Jouska Indonesia, konsultan keuangan independen, untuk memberikan Pelatihan Pengelolaan Keuangan khusus mitra driver.

Pingkan Irwin, Head of Communications Transport Marketing GOJEK mengatakan, “Mitra driver merupakan garda depan pelayanan GOJEK sekaligus bagian penting dalam ekosistem. Kami sangat menghargai perjuangan mitra driver kami, setiap hari mereka mengabdi dan bekerja keras untuk kesejahteraan keluarganya. Melalui BBM kali ini kami memfasilitasi pelatihan agar mitra GOJEK terampil mengelola keuangan sehingga semakin mapan dan aman secara finansial.”

Inisiatif BBM dihadirkan secara rutin tiap bulan untuk mitra driver di Jakarta agar menjadi sumber daya yang unggul dan berkualitas. Ada dua jenis pelatihan pengembangan keterampilan di BBM yang disesuaikan dengan aspirasi dan kebutuhan mitra, yaitu Pengembangan Layanan Prima dengan Pelatihan Bahasa Inggris, P3K, dan Anti Kekerasan Seksual, serta Pengembangan Kemampuan Diri dengan Pelatihan Wirausaha dan Pengelolaan Keuangan.

Pelatihan Pengelolaan Keuangan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta pada November 2019 dan kembali digelar karena tingginya permintaan dari mitra. Kali ini BBM akan hadir bersama Jouska Indonesia dengan membawakan materi pengelolaan keuangan yang telah dirancang khusus agar sesuai dengan kondisi keseharian mitra GOJEK di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Farah Dini Novita, CO-CEO Jouska Indonesia menjelaskan, “Mendapatkan kesempatan untuk berbagi ilmu mengenai pengelolaan keuangan bagi para mitra GOJEK memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Apalagi, Jouska Indonesia memiliki visi untuk meningkatkan literasi finansial masyarakat Indonesia. Peran mitra GOJEK dalam membuat hidup kita menjadi lebih mudah patutlah diapresiasi dengan membantu membuat hidup mereka menjadi lebih sejahtera. Salah satunya adalah dengan meningkatkan literasi keuangan untuk para mitra.”

Materi yang dibawakan oleh Jouska Indonesia dalam pelatihan BBM juga diintegrasikan dengan program GOJEK SWADAYA agar mitra dapat semakin mudah mengelola keuangan dengan baik. Melalui program GOJEK SWADAYA, GOJEK bekerja sama dengan ragam institusi yang memiliki kesamaan visi untuk memberikan mitra driver akses khusus terhadap ragam layanan finansial, keringanan biaya operasional, dan produk asuransi terjangkau.

Farah Dini Novita menambahkan, “Inisiatif GOJEK yang menyeluruh untuk mitra drivernya ini tak hanya bisa meningkatkan taraf hidup para mitra mereka, tetapi juga mengangkat kesejahteraan keluarganya. Apalagi selain BBM, GOJEK memiliki program GOJEK SWADAYA, di mana mitra driver bisa langsung memilih kebutuhan finansial yang sesuai dan dikombinasikan dengan ilmu mengelola keuangan yang telah didapat.”

Farah Dini Novita juga berharap bahwa dengan pengetahuan pengelolaan keuangan yang baik dan juga perkenalan mengenai produk keuangan, maka para mitra GOJEK dapat memiliki kehidupan finansial yang lebih baik kedepannya dan tujuan keuangan yang diinginkan dapat terpenuhi.

Sejak Oktober 2018, BBM telah menjangkau lebih dari 2.000 mitra yang bisa menambah kemampuan diri mereka sekaligus lebih banyak konsumen yang merasakan pelayanan prima dari mitra driver GOJEK. Selain itu, GOJEK berencana menghadirkan BBM di seluruh Indonesia secara bertahap dengan mengembangkan topik sehingga mampu menjawab tantangan yang dihadapi mitra dan konsumen. GOJEK juga mengundang para pakar pengetahuan untuk berkolaborasi dan bersama-sama memberikan dampak sosial yang lebih besar lagi ke mitra GOJEK di Indonesia.

Dengan rencana pengembangan ini, Pingkan berharap agar program BBM dapat menjangkau dan menaikkelaskan lebih banyak mitra driver dari Sabang sampai Merauke. “Kami mengajak mitra GOJEK untuk gali ilmu baru dalam program BBM sehingga teman-teman mitra makin sejahtera.” tutup Pingkan.

 

Loading...



Kemendag Dorong Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Ekspor melalui E-Commerce

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku usaha untuk melakukan ekspor dengan memanfaatkan ekonomi digital, yaitu melalui e-commerce (niaga elektronik/niaga-el). Untuk mendorong hal itu, Kemendag menyelenggarakan seminar dan klinik bisnis bertema “Perluasan Pangsa Produk Indonesia di Pasar Luar Negeri Melalui Pemanfaatan E-Commerce” pada 19 Juni 2019 di Malang, Jawa Timur. Seminar berlangsung atas kerja sama Kemendag dengan Korean International Trade Association (KITA), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Ralali.com beserta mitra mereknya, Tokoin. Kegiatan ini juga didukung Dinas Perdagangan Kota Malang.

Dalam seminar tersebut, Kemendag tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan pelatihan praktis kepada 150 peserta yang hadir. Diharapkan, usai mengikuti seminar tersebut, para pelaku usaha dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat. Hadir sebagai pembicara yaitu Nofia Kartika Sari, KITA; Achmad Ichsan, LPEI; Zebedeus Rizal, Ralali.com; serta Mutia Rachmi, Tokoin.

“Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku usaha bisa lebih siap memanfaatkan niaga-el untuk memasarkan produknya, baik di dalam maupun luar negeri secara daring. Pemanfaatan niaga-el ini juga dapat mendorong ekspor nonmigas Indonesia yang tahun ini ditargetkan meningkat sebesar 7,5 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Direktur Kerja sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan.

Menurut Marolop, niaga-el memberi kemudahan bagi para pelaku usaha yang ingin mengekspor produk-produknya tanpa harus membuka toko di negara tujuan. Dengan cara ini, para pelaku usaha pun dapat menjual produk-produknya lebih banyak lagi.

Salah satu program yang memfasilitasi para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital, terutama niaga-el, yaitu Digital Handholding Program (DHP). DHP adalah program jasa konsultasi Indonesia di bidang teknologi informasi (digital) yang dilakukan oleh LPEI. Program ini memberikan pendampingan, fasilitasi, dan pemberdayaan bagi pelaku UKM berorientasi ekspor untuk mampu memasarkan, memperluas akses pasar, mempromosikan, serta meningkatkan daya saing produk unggulannya di market place global (global niaga-el).

“Dengan mengikuti program ini, para pelaku usaha bisa mengembangkan kapasitas, mendapatkan penasihat bisnis, dan mengikuti program khusus pelatihan ekspor,” imbuh Marolop.

Marolop menambahkan, platform daring dapat dimanfaatkan untuk menyiasati keterbatasan anggaran promosi dan pemasaran. Promosi dan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi sebenarnya memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha. Tanpa biaya tinggi dan hanya dengan menggunakan jaringan internet, pelaku usaha sudah bisa memasarkan produk atau jasa secara luas ke masyarakat.

Bahkan, para pelaku usaha dapat memanfaatkan perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprice Resource Planning/ERP). ERP adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi, maupun distribusi di perusahaan bersangkutan. ERP meliputi sistem pencatatan, dari mulai transaksi hingga informasi lainnya dari sebuah usaha yang dapat diakses secara daring.

Selain itu menurut Maralop, para pelaku usaha juga mendapatkan pelatihan praktis dalam melakukan promosi dan solusi bisnis ERP. Dengan metode lokakarya seperti ini diharapkan para peserta dapat langsung mempraktikkan ke dunia nyata dan dapat menjadi lebih andal dalam memanfaatkan teknologi digital baik dalam melakukan promosi, transaksi, hingga pencarian solusi.

“Bukan hanya bagi para pelaku usaha, keuntungan penerapan niaga-el juga dapat dirasakan oleh konsumen, masyarakat luas, dan pemerintah. Niaga-el juga menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan usaha-usaha kecil dan menengah dan juga mempermudah komunikasi antara penjual dan pembeli,” pungkas Marolop.

Lokakarya diselenggarakan di Malang sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur. Malang dipilih karena merupakan salah satu kota yang perekonomiannya didukung oleh kegiatan industri yang memberikan kontribusi sebanyak 33,05 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, sektor perdagangan di kota ini memberikan kontribusi sebanyak 29,68 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Saat ini Malang juga menerapkan sistem ekonomi kreatif. Hal ini terlihat dari tingginya peran UKM dalam roda ekonomi dan penggunaan terhadap aplikasi serta permainan digital sebagai subsektornya.

 

Loading...



Astragraphia Perkenalkan Dua Ser Produk Printer Monokrom untuk UKM

MAJALAH ICT – Jakarta. Astragraphia Document Solution memperkenalkan dua rangkaian seri produk printer monokrom terbaru yaitu, Fuji Xerox DocuPrint Seri 3205 dan Fuji Xerox DocuPrint Seri 375 untuk menjawab kebutuhan cetak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Printer monokrom terbaru yang ditawarkan PT Astra Graphia Tbk merupakan printer ramah lingkungan dengan keandalan dan keamanan mencetak yang tinggi untuk memberikan kualitas cetak yang prima bagi pelanggan.

Mangara Pangaribuan – Direktur PT Astra Graphia Tbk mengatakan, “Sebagai distributor eksklusif Fuji Xerox, Astragraphia terus menghadirkan mesin printer yang dapat mendukung aktivitas bisnis pelanggan. Hadirnya DocuPrint Seri 3205 dan DocuPrint Seri 375 merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan usaha kecil dan menengah melalui inovasi teknologi cetak yang lebih bagus dan andal. Kami berharap, kecanggihan, keamanan, dan keramahan yang diberikan DocuPrint Seri 3205 dan DocuPrint Seri 375 dapat memberikan kinerja yang profesional dan hasil cetak yang berkualitas.”

Hasil Cetak Docuprint Seri 3205 yang Berkualitas dengan Eco Toner Ramah Lingkungan

Printer Seri DocuPrint 3205 terdiri dari DocuPrint 3205d dan 3505d untuk cetak hitam putih ukuran A3. Docuprint 3205 menggunakan Super EA (Emulsion Aggregation)- Eco Toner yang ramah lingkungan, di mana EA Eco Toner dapat mereduksi emisi CO2 yang dihasilkan printer sebanyak 35%. Seri ini mendukung fitur tambahan untuk konektivitas WiFi sehingga pencetakan dapat dilakukan hanya dengan mengakses jaringan WiFi. Printer ini memungkinkan pencetakan pada berbagai kertas, amplop, dan kartu dengan beragam ukuran dan ketebalan (60 hingga 220 gsm) dengan resolusi cetak 1200 x 1200 dpi.

Jaminan Keamanan Akses Mencetak dari DocuPrint Seri 375

Sementara itu, Seri DocuPrint 375 terdiri dari DocuPrint M375z, M375df, P375dw untuk cetak hitam putih ukuran A4. Docuprint 375 unggul dengan beberapa fitur kemanan seperti fitur Secure Print di mana sebelum melakukan pencetakan dokumen, pengguna perlu memasukkan pin terlebih dahulu, sehingga dokumen yang dicetak menjadi lebih aman.

Selanjutnya fitur Secure Function Lock, merupakan fitur yang memungkinkan fitur-fitur pada mesin dikunci sehingga hanya dapat diakses oleh pengguna tertentu saja. Fitur USB Port, pengguna dapat langsung menggunakan USB pribadi untuk mencetak dan scan dokumen. Selain itu, terdapat fitur Single Pass pada Automatic Document Feeder yang akan membantu proses scan dan copy pada dokumen dengan dua sisi secara bersamaan.

“DocuPrint Seri 3205 dan DocuPrint Seri 375 merupakan printer dengan harga terjangkau dilengkapi beragam fitur dan teknologi yang memudahkan pengguna, sehingga sangat cocok bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah. Kedua rangkaian seri mesin ini memiliki ukuran yang sangat compact yang dilengkapi dengan berbagai fitur canggih dan sesuai dengan kebutuhan aktivitas bisnis usaha kecil dan menengah.” ujar Rudy Sunarto, Head of Product Marketing PT Astra Graphia Tbk.

Rudy menambahkan, “Terdapat banyak keuntungan bagi usaha kecil dan menengah apabila memilih kedua rangkaian seri mesin printer ini. Tak hanya dipasarkan dalam keadaan baru 100%, pelanggan juga akan mendapatkan after sales service berupa jaminan garansi service dan garansi sparepart selama 1 tahun langsung dari service center Astragraphia yang tersebar di 92 titik layanan di seluruh Indonesia.”

Kedua rangkaian printer DocuPrint seri 3205 dan DocuPrint seri 375 dilengkapi tiga keunggulan yang dapat menjadi daya tarik bagi pelaku bisnis skala kecil dan menengah, yaitu:

1. Mobility & Convenience

Kedua rangkaian seri ini memungkinnkan pengguna mencetak dokumen dari smartphone menggunakan aplikasi Fuji Xerox Print Utility. Seri DocuPrint 3205 dan Seri DocuPrint 375 memiliki standar pencetakan 2 sisi otomatis dan mampu mencetak di berbagai jenis kertas dengan ketebalan/berat beragam mulai dari 60-200 gsm untuk seri DocuPrint M375 dan 60-220 gsm untuk seri DocuPrint 3205. Seri DocuPrint 375 memiliki fitur Carbon Copy untuk mencetak dokumen yang sama ke berbagai jenis kertas.

2. Security

Mesin multifungsi seri DocuPrint 375 memiliki fitur Secure Function Lock yang memungkinkan administrator mengontrol siapa yang dapat mengakses dan menggunakan berbagai fungsi pada mesin seperti scan, copy, atau mengirim faks. Sementara itu seri DocuPrint 3205 dapat dihubungkan ke dua jaringan terpisah secara bersamaan sehingga memungkinkan komunikasi yang aman di tempat kerja.

3. Low Cost & Efficiency

Printer hitam putih Seri DocuPrint 3205 dan Seri DocuPrint 375 andal dan efisien untuk memenuhi kebutuhan bisnis skala kecil dan menengah dengan harga terjangkau. Khusus untuk mesin seri DocuPrint 3205 mampu mencetak hingga 1,8 juta lembar, di mana satu toner dapat mencetak hingga 15.000 halaman.

 

Loading...



Tuesday, 25 June 2019

Situs Web DDoS Bayaran Kembali Berulah Meskipun Telah Dilakukan Penumpasan

MAJALAH ICT – Jakarta. Serangan DDoS “bayaran” kembali terjadi pada awal tahun ini, dengan serangan yang berasal dari booter menguat kembali menjadi lebih dari dua kali lipat jumlahnya pada kuartal keempat tahun 2018, menurut Nexusguard dalam “Laporan Ancaman Kuartal 1 Tahun 2019.” Meskipun sebelumnya FBI telah melakukan penumpasan, namun jenis serangan DDoS dengan amplifikasi DNS terus menjadi yang paling sering ditemukan dalam situs web DDoS bayaran, melonjak sampai lebih dari 40 kali dari volume serangan tersebut jika dibandingkan dengan kuartal terakhir. Kebangkitan DDoS sebagai layanan berbayar dan pertumbuhan botnet memperkuat serangan siber yang terus berkembang dalam bentuk serangan DDoS bagi perusahaan dan penyedia layanan komunikasi (communications service providers / CSP).

Laporan kuartal ini, yang mengukur ribuan serangan DDoS di seluruh dunia, mengungkap serangan amplifikasi DNS sebagai jenis serangan yang paling sering ditemukan terhadap CSP dan perusahaan telkom di Brasil pada kuartal ini. Salah satu bank terbesar di Amerika Selatan menanggung pukulan akibat serangan amplifikasi DNS yang terjadi di Brasil tersebut — lebih dari 17% dari seluruh serangan. Jenis serangan sedikit demi sedikit atau “bit and piece”, atau serangan DDoS yang ukurannya lebih kecil dari satu Gbps, terus menimbulkan berbagai persoalan pada awal tahun 2019 karena menjadi lebih otomatis dan bertarget, sehingga terlepas dari deteksi. Para peneliti Nexusguard memberikan peringatan bahwa CSP perlu melakukan pendekatan terhadap serangan-serangan yang terus berkembang ini dengan deteksi DDoS yang terukur, berbasis cloud, dan mitigasi dengan tujuan untuk megurangi kerugian yang mungkin terjadi. CSP yang menjadi korban serangan bit-and-piece dan meneruskan traffic yang berbahaya tanpa disadari akan berisiko merusak kepercayaan pelanggan.

“Karena permintaan terhadap layanan serangan DDoS yang terus meningkat dan lonjakan dalam perangkat yang terhubung, para peretas bayaran telah berlipat ganda, dan kampanye DDoS tidak akan menjauh dari organisasi,” kata Juniman Kasman, pejabat teknologi tertinggi untuk Nexusguard. “Pelaku usaha perlu memastikan tindakan pencegahan mereka terhadap serangan bisa terus dikembangkan dengan lancar melalui vektor dan taktik baru yang terus dicari-cari oleh penyerang, yang memastikan uptime layanan, mencegah kerugian legal atau kerusakan reputasi, dan mempertahankan kepuasan pelanggan.”

Temuan-temuan dari Nexusguard menegaskan bahwa pergeseran yang berlangsung terhadap pendayagunaan perangkat bergerak dalam serangan, yang telah menciptakan rangkaian botnet baru yang menimbulkan durasi serangan maksimum melonjak hingga lebih dari 40.000 menit sekaligus, atau lebih dari 27 hari. Orang-orang yang mengalami performa yang lamban, serangan dalam penggunaan data atau penurunan masa pakai baterai ponsel pintar yang terlihat nyata mungkin sedang menghadapi tanda-tanda peringatan terhadap serangan dari perangkat perusak. Pengguna ponsel pintar seharusnya terus memperbarui perangkat dengan patch terbaru, menghapus aplikasi mencurigakan yang telah diunduh, dan menjalankan perangkat anti virus, inilah beberapa cara agar tetap aman dari perangkat perusak.

Penelitian ancaman DDoS kuartal Nexusguard mengumpulkan data serangan dari pemindaian botnet, honeypot, CSP, dan lalu lintas yang bergerak antara pihak penyerang dan target mereka untuk membantu perusahaan mengidentifikasi kerentanan dan tetap mengetahui tentang tren keamanan siber global. Baca “Laporan Ancaman Kuartal 1 Tahun 2019” selengkapnya untuk detail lebih lanjut.

 

Loading...



Ketua Dewan Pers: Perkembangan TI Jadi Kunci Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat akan Informasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Perkembangan teknologi informasi kini menjadi kunci pemenuhan kebutuhan masyarakat saat ini. Namun, selalu ada tantangan bagi yang menerima maupun yang menyampaikan informasi melalui teknologi tersebut. 

Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022, Muhammad Nuh mengibaratkan informasi seperti oksigen. “Setiap orang tentu membutuhkan oksigen untuk bernafas. Namun, setiap orang mendapatkan oksigen dengan cara yang berbeda-beda,” ungkapnya melalui Program Tok Tok Kominfo Kepoin Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta.

Menurut Nuh, layaknya oksigen saat ini setiap orang pasti membutuhkan. Meskipun demikian, Ketua Dewan Pers menekankan persoalan bagaimana menerima informasi.

“Intinya kita itu butuh informasi, esensinya itu. Oleh karena itu, sering saya istilahkan informasi itu ibaratnya oksigen, semua orang butuh oksigen. Tinggal bagaimana persoalannya, gimana saya bisa dapat oksigen itu,” kata M Nuh. 

Mantan Menkominfo itu kembali mencontohkan, informasi ibarat oksigen itu harus yang murni. Artinya, oksigen yang murni dan tidak terkontaminasi.  Jika ada oksigen yang terkontaminasi, maka setiap orang bisa memfilter atau memilah dan memilih.

“Jadi ilustrasinya seperti itu. Oleh karena itu, kita sekarang sudah masuk pada era masyarakat yang berbasis informasi dan pengetahuan. Maka, mau tidak mau, yang namanya informasi itu jadi ruh nya,” jelasnya

Menurut M. Nuh yang juga mantan Mendiknas, jika setiap orang meletakkan informasi sebagai ruh dalam pribadi masing-masing, maka informasi yang dikatakan baik, haruslah berbasis pada data. 

“Semuanya (informasi) harus basisnya data. Dari data ini kalau diolah jadi informasi, (dari) informasi ini kalau dicari keterkaitan antara informasi yang satu dengan informasi yang lain, nanti jadinya knowladge (pengetahuan),” tegasnya.

Melalai penjabaran esensi informasi berbasis data, kemudian menghasilkan pengetahuan, M. Nuh menyatakan, informasi tersebut akan berkembang menjadi wisdom (kebijaksanaan).

“Kalau kita cari keterkaitan dengan perkembangan masyarakat di era sekarang ini, maka motornya itu ilmu pengetahuan, kreatifitas dan inovasi. Karena untuk kreatif itu harus punya imajinasi,” tuturnya.

 

Loading...



Kementerian Perdagangan Dorong Generasi Jadi Wirausaha di Era Industri 4.0

MAJALAH ICT – Jakarta. Menyikapi cepatnya perkembangan digitalisasi perdagangan dan industri, Kementerian Perdagangan mendorong generasi muda khususnya para mahasiswa untuk menjadi wirausaha di era revolusi industri 4.0 ini. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Suhanto dalam acara Diseminasi Kebijakan Perdagangan di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Sosialisasi ini mengambil tema “Muda, Kreatif, dan Produktif di Era Digital 4.0”.

“Kemajuan suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran wirausaha. Untuk itu, guna meningkatkan daya saing di era revolusi industri 4.0, menjadi tugas pemerintah untuk mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Berniaga adalah pekerjaan yang mulia, sehingga, kegiatan perniagaan atau perdagangan harus didukung dan diatur agar mudah dan aman secara hukum,” ujar Suhanto.

Menurut Global Entrepreneurship Index 2018, jumlah wirausaha di negara maju mencapai 14 persen, sementara di Indonesia baru mencapai 3,1 persen dan masih lebih kecil dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018, pengguna internet di Indonesia baru mencapai 54,68 persen dari total penduduk, sedangkan pengguna internet yang melakukan kegiatan bertransaksi di niaga elektronik (niaga-el) baru sebesar 63,5 persennya.

Bagi kaum muda, menurut Suhanto, ‘melek’ teknologi telah menjadi sebuah keharusan agar tidak kehilangan kesempatan. “Bidang perdagangan telah mengalami transformasi, dari bentuk perdagangan konvensional kini bergerak ke era digital. Menyikapi hal tersebut, kita harus mengikuti perkembangan yang ada agar tidak tertinggal. Dengan memanfaatkan teknologi pula kita dapat membuka peluang usaha yang akan menciptakan wirausaha-wirausaha baru sebagai penopang ekonomi bangsa,” imbuhnya.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan program dan visi universitas. Kami harapkan para mahasiswa dapat beradaptasi dan siap bersaing dalam ekosistem digital yang terus berkembang ini,” jelas Rektor Universitas Tanjungpura Garuda Wiko.

Pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi 14 telah membuat peta jalan (roadmap) niaga-el. Program peta jalan tersebut adalah menciptakan 1.000 wirausahawan berbasis digital. Tujuan dilaksanakannya peta jalan tersebut antara lain untuk mendorong peningkatan ekonomi yang efisien dan terkoneksi secara global, meningkatkan keahlian SDM pelaku niaga elektronik, dan sebagai acuan dalam menyusun kebijakan sektoral.

“Yang penting sebagai wirausaha saat ini adalah memiliki kecepatan dalam menyampaikan dan menjual ide. Bagi para mahasiswa, jadikanlah kampus sebagai kawah candradimuka, media untuk meneliti, memulai, dan menumbuhkan kewirausahaan,” pungkas Suhanto.

Loading...