Monday, 29 June 2020

HP Dukung UKM Beradaptasi dengan Inovasi Perangkat yang Aman, Terhubung, dan Kolaboratif

MAJALAH ICT – Jakarta. HP meluncurkankan seri HP ProBook 405 terbaru untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) melalui inovasi teknologi yang powerful, aman, dan tahan lama. Sebagai bagian dari portofolio HP for Business, HP bertujuan untuk mendukung transformasi digital pelaku UKM beradaptasi dengan new normal, baik yang bekerja dari rumah atau bersiap untuk kembali ke kantor.

Tercatat satu juta pekerja di Jakarta bekerja dari rumah1 , ditandai dengan meningkatnya waktu yang dihabiskan untuk konferensi video. Pelaku bisnis kini bekerja lebih keras untuk menjaga produktivitas tetap tinggi dan downtime rendah. Riset menemukan 48% UKM di Indonesia percaya bahwa investasi pada teknologi dapat mendorong performa bisnis mereka. Gangguan terhadap gaya kerja mengakibatkan meningkatnya permintaan untuk teknologi terpercaya yang dapat diandalkan, platform kolaborasi, serta tools penting lainnya untuk mendukung kesuksesan UKM.

“Peluncuran seri HP ProBook 405 adalah bentuk dukungan HP untuk membantu transformasi digital UKM dengan solusi yang aman, berperforma tinggi, terhubung, dan kolaboratif, selagi mereka menjaga keberlangsungan bisnisnya,” ujar Ricky Handrian, Indonesian Head of Personal System Category, HP Inc. “Dengan HP for Business, kami bertujuan untuk mendukung UKM dengan teknologi, pengetahuan dan inovasi yang mereka butuhkan agar bisa berkembang dari mana pun mereka bekerja. Ekosistem menyeluruh ini diharapkan dapat membantu UKM beradaptasi terhadap new normal berdasarkan kebutuhan gaya kerja mereka.”

“AMD terus berinovasi dalam memimpin momentum penjualan melalui prosesor AMD Ryzen PRO 4000 Mobile Series, kami sangat bergembira menjadi rekanan HP. Sekali lagi kami memperluas penawaran dan jangkauan kami terhadap target market dan industri vertikal yang baru. Seri HP ProBook 405 membawa kinerja yang unggul, dengan daya tahan baterai lebih lama untuk UKM. Bersama dengan HP, AMD berkomitmen untuk memberikan inovasi teknologi terbaru yang akan mentransformasi kehidupan yang lebih baik,” kata Peter Chambers, APAC Managing Director – AMD.

Seri HP ProBook 405 terbaru memprioritaskan performa dan keamanan. Perangkat ini cocok untuk pelaku UKM yang menginginkan teknologi terpercaya dan dapat diandalkan, sehingga memungkinkan gaya kerja pilihan mereka. Dengan ketahanan yang teruji, convertible serbabisa ini telah menjalani 19 jenis pengujian berstandar militer. Hal ini menjawab kebutuhan pembuat keputusan IT yang mengutamakan daya tahan perangkat ketika mempertimbangkan PC yang berkelanjutan.

Seri ini dilengkapi keamanan kelas bisnis, seperti HP Sure Start for AMD3 dengan self-healing BIOS yang secara otomatis memulihkan diri dari serangan atau system corruption, HP Sure Sense4 memanfaatkan tenaga deep learning AI untuk mengidentifikasi serangan yang belum pernah dikenali sebelumnya sehingga membantu pencegahan infeksi, HP Sure View Gen35 secara langsung menghadang ancaman pengintaian, serta HP Sure Click6 yang mengamankan PC dari ancaman situs dan dapat diunduh secara gratis di bit.ly/SureClick sampai 30 September 2020, dan HP Privacy Camera7 dengan shutter fisik yang sudah terpasang.

Seri HP ProBook x360 405 G7 dilengkapi prosesor terbaru AMD Ryzen 4000 Mobile Series dan terintegrasi dengan teknologi kartu grafis AMD Radeon yang mengedepankan performa sambil menjaga sistem Anda tetap cool & quiet. Generasi terbaru HP ProBook mempermudah pengguna berkolaborasi dan tetap produktif dengan kamera world-facing auto-focus, serta HP Pro Pen.

Notebook kelas bisnis terbaru HP juga tersedia dengan prosesor AMD Ryzen PRO 4000 Mobile Series yakni AMD Ryzen 3 PRO 4450U, AMD® Ryzen 5 PRO 4650U, dan AMD Ryzen 7 PRO 4750U. Deretan prosesor seri PRO memiliki beberapa fitur keamanan tambahan seperti enkripsi memori dan perlindungan BIOS yang ditujukan bagi pengembangan bisnis yang memerlukan beragam fitur keamanan tambahan dalam melindungi integritas bisnis.

Fitur-fitur utama seri HP ProBook 405 termasuk performa bertenaga dari prosesor AMD Ryzen PRO 4000 mobile series: hadapi hari-hari sibuk penuh deadline dan multitasking dengan prosesor AMD Ryzen PRO 4000 Mobile Series dan Radeon Vega Graphics yang didesain untuk memenuhi kebutuhan komputasi bisnis masa kini. Daya tahan teruji, PC ramping dan tahan lama ini dirancang dengan keyboard deck dan top over aluminium anodized, serta telah melalui 120.000 jam serangkaian tes berstandar militer 19-MILSTD8 . Tes berstandar militer ini termasuk tes jatuh, tahan guncangan, getaran, dan tes lainnya yang sudah disesuaikan untuk mengukur daya tahan sebuah perangkat secara spesifik. Keamanan kelas bisnis dengan terus terlindungi dengan self-healing BIOS HP Sure Start for AMD 9 , identifikasi dan lokalisir serangan yang belum pernah dikenali sebelumnya dengan HP Sure Sense10, hadang pihak-pihak yang ingin mengintai dengan HP Sure View Gen311, dan dapatkan ketenangan dengan HP Privacy Camera12 terpasang.

HP memperkuat komitmen untuk UKM Indonesia

UKM di Indonesia menginginkan teknologi berperforma tinggi, aman, dan kolaboratif yang bisa mendukung keberlangsungan bisnis mereka dan memastikan mereka dapat terus berkembang. Mereka juga menginginkan ekosistem produk, serta pengetahuan dan keahlian yang bisa menjawab kebutuhan bisnis mereka di luar urusan teknologi.

HP for Business mendukung UKM Indonesia dengan menyediakan pengetahuan dan insight bisnis, serta produk dan layanan yang menjawab kebutuhan bisnis lokal. Bersama Binar Academy—jalur karir satu atap yang merupakan platform pembelajaran web development menyeluruh, desain UI/UX, dan android engineering—HP terus menunjukkan dukungan bagi UKM yang ingin meningkatkan kemampuan dalam menghadapi masa depan digital. Mulai Agustus, sebanyak 24 pelajar dan profesional bisa mendaftar untuk program beasiswa penuh 4 bulan dari HP di Binar Academy untuk belajar desain UI / UX secara mendalam. Informasi lebih lanjut terkait beasiswa akan hadir di Facebook, Instagram, dan Twitter HP serta situs Binar Academy.

Kami telah meningkatkan dukungan pelanggan dengan infrastruktur yang lebih tangguh untuk melayani pelanggan kami di new normal. HP Support hadir di WhatsApp dengan jam operasional Senin sampai Jumat, 08:00 sampai 17:00 WIB. Kunjungi http://hp.care/digital-ID untuk status reparasi, lokasi service centre, cek garansi, pemesanan layanan, dan video support. Seluruh service centre kami beroperasi mengikuti protokol dan regulasi pemerintah. Informasi lebih lanjut terkait dukungan pelanggan dan service centre hadir di HP Facebook page. HP menyediakan layanan penjemputan, perbaikan, pengembalian laptop di kota yang tidak memiliki HP Authorized Service Center atau Authorized Service Point. Dukungan pelanggan di hari kerja yang sama tersedia untuk pengganti print head HP Smart Tank Printer dan dukungan di akhir pekan tersedia untuk HP Smart Tank Printer.

Harga dan ketersediaan

HP ProBook x360 435 G7 akan tersedia mulai bulan Juli dengan harga mulai dari Rp 11,000,000. Hadir dengan touch display 13.3” dan webcam, prosesor AMD Ryzen 3 4300U, UMA, memori 8GB, SSD storage 256GB, Windows 10, dan garansi satu tahun.

HP ProBook 445 G7 akan tersedia mulai bulan Juli dengan harga mulai dari Rp 9,000,000. Hadir dengan display 14”, webcam, prosesor AMD Ryzen 3 4300U, UMA, memori 8GB, storage SSD 256GB, WiFi + Bluetooth, Windows 10, dan garansi satu tahun. Seri ini dapat di beli dengan pemesanan melalui HP call center di 007 803 321 2220. Konsumen dapat menghubungi nomor bebas pulsa ini untuk pertanyaan seputar seri HP ProBook terbaru.

 

Loading...



Sunday, 28 June 2020

Fitur Ultra Game Mode Vivo V19 Ternyata Bukan Hanya untuk Main Game

MAJAALH ICT – Jakarta. Sejalan dengan inovasi dan fitur yang selalu dihadirkan vivo berdasarkan kebutuhan konsumen, variasi serta preferensi fitur smartphone terus dieksplorasi agar dapat menghadirkan fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai aktivitas konsumen. Seperti pada salah satu fitur pendukung gaming experience pada vivo V19, yakni Ultra Game Mode.

Kehadiran fitur ini tidak hanya berfungsi untuk mengoptimalkan performa aplikasi pada game, namun dapat juga dimanfaatkan untuk aplikasi chatting, media sosial, e-commerce platform, hingga aplikasi lainnya penunjang kegiatan harian. Bahkan saat bekerja dan mengedit dokumen, presentasi, atau meeting virtual melalui smartphone pun dapat tetap optimal, karena Ultra Game Mode akan meminimalisir gangguan eksternal dengan secara sementara memblokir notifikasi sosial media, pesan dan telepon yang masuk

Edy Kusuma, Senior Brand Director, vivo Indonesia, mengungkapkan “Bukan cuma bisa diandalkan untuk meningkatkan gaming experience, yang menariknya Ultra Game Mode bisa diimplementasikan untuk aplikasi lain yang dapat menunjang pengguna ketika harus bekerja dengan smartphone. Karena fitur ini akan mengintegrasikan kemampuan AI untuk mendorong performa aplikasi yang sedang digunakan menjadi lebih optimal.”

Melalui laman setting di vivo V19, konsumen dapat memilih dan mendaftarkan aplikasi mana saja yang ingin diaktifkan. Ultra Game Mode vivo V19 juga dilengkapi dengan fitur Multi Turbo yang akan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) untuk memberi performa aplikasi bebas lag, menstabilkan jaringan, dan efisiensi penggunaan daya saat aplikasi tersebut sedang dijalankan.

Adapun beberapa fitur Multi-Turbo adalah Turbo Center, dapat meningkatkan kecepatan sistem inti dan mengurangi frame drop hingga 78%. AI Turbo,  bermanfaat untuk meluncurkan aplikasi dengan 20% lebih cepat. Cooling Turbo yang merupakan sistem manajemen suhu untuk performa maksimal dan mesin yang lebih sejuk. Game Turbo untuk mengoptimalkan dan meningkatkan performa aplikasi dengan mengalokasikan sumber smartphone ke satu aplikasi untuk pengalaman maksimal dan ART++ Turbo dapat membuka aplikasi 11% lebih cepat di awal.

Selain itu, berkat kapasita baterai 4500mAh pada vivo V19, bekerja melalui smartphone tetap maksimal tanpa perlu khawatir baterai smartphone cepat habis saat digunakan. Ditambah fitur Dual-Engine Fast Charging dengan daya 9V/2A yang akan mempercepat waktu isi ulang sehari-hari. Sehingga jika digabungkan dengan manfaat dari Ultra Game Mode, maka daya baterai di vivo 19 bisa bertahan lebih efisien serta membuat aktivitas pengguna menjadi tidak terganggu.

“Kombinasi teknologi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pengguna terutama saat bekerja melalui smartphone, aplikasi akan lebih optimal, minim lag dan distraksi dari notifikasi saat sedang bekerja.” lanjut Edy.

 

Loading...



Pertemuan Pemimpin ASEAN dan ASEAN-BAC Dukung Penguatan Ekonomi Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, Indonesia bersama Pemimpin ASEAN lainnya menyambut baik rekomendasi ASEAN-BAC untuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19, terutama mengenai penguatan kerja sama ekonomi digital.

Hal tersebut disampaikan Mendag Agus usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Presiden RI dalam pertemuan ASEAN Leaders’ Interface with ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) secara virtual. Pertemuan tersebut membahas sejumlah rekomendasi ASEAN-BAC bagi pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Penguatan ekonomi digital ini dinilai relevan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pascapandemi Covid-19 dengan berbagai upaya peningkatan fasilitasi perdagangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kelancaran arus perdagangan di tengah kebijakan pembatasan sosial (social-distancing) dan ‘new normal’ yang masih akan terus berlanjut bahkan di masa pascapandemic Covid-19,” jelas Mendag.

Mendag juga menjelaskan, pada pertemuan tersebut, Indonesia menekankan tiga fokus dalam menghadapi gejolak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ketiga langkah tersebut yaitu, pertama, mendorong kerja sama ekonomi digital melalui pemanfaatan niaga elektronik (e-commerce) untuk meningkatkan daya saing dan operasionalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Mendag, ekonomi digital sudah menjadi realitas ekonomi saat ini sehingga pemanfaatan niaga elektronik perlu didorong guna mencapai tujuan tersebut di berbagai kondisi.

Kedua, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) melalui penyusunan kurikulum pengembangan industri 4.0 untuk memenuhi kebutuhan industri di era Revolusi Industri 4.0. Mendag Agus mengungkapkan, saat ini Indonesia tengah menjajaki penyusunan kurikulum tersebut dan ASEAN juga telah berupaya mentransformasi pendidikan vokasi melalui pendidikan pelatihan teknik dan vokasi (Technical and Vocational Education Training/TVET).

Ketiga, Indonesia bersama negara anggota ASEAN lain berkomitmen menyelesaikan perundingan RCEP untuk meningkatkan integrasi ekonomi di kawasan. Untuk itu, masukan dari pelaku bisnis, seperti yang ditunjukkan oleh ASEAN-BAC sangat diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan RCEP bagi ekonomi kawasan.

Sementara itu, selaku perwakilan pelaku usaha di ASEAN, ASEAN-BAC menyampaikan usulan penanganan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi dan pascapandemi Covid-19 kepada Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN untuk fokus pada tiga hal, yaitu pembentukan ASEAN High Level Special Commission on COVID-19, peningkatan kapasitas tes massal Covid-19, dan rencana pembukaan ekonomi pascapandemi.

“Para Pemimpin ASEAN menyambut baik rencana pembentukan ASEAN High Level Commission on COVID-19 Response and Economic Recovery yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara pemerintah Negara anggota ASEAN dengan sektor swasta dalam upaya membantu penanganan dan pemulihan kesehatan, sosial, dan ekonomi pascapandemi Covid-19,” tegas Mendag.

Selain itu, para Pemimpin ASEAN juga menyambut baik ASEAN-BAC yang juga mendorong penyelesaian perundingan RCEP tahun ini untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan, serta sebagai sinyal bahwa ASEAN sebagai kawasan yang tetap terbuka bagi perdagangan dan investasi.

Pada pertemuan itu, para Pemimpin ASEAN turut membahas hal-hal terkait peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) untuk menunjang revolusi industri 4.0 melalui program pendidikan pelatihan teknik dan vokasi (TVET). Program ini diharapkan dapat menghasilkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

 

Loading...



Lapak Ibu, Solusi Digital untuk Para Ibu dan Pedagang Pasar Tradisional

MAJALAH ICT – Jakarta. Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia memberikan dampak besar terhadap ekonomi terutama para pelaku bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya yang berada di pasar tradisional. Adanya kondisi pandemi membuat masyarakat tidak berani berbelanja ke pasar karena rentan terpapar COVID-19 sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian di pasar. Menyadari hal tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) hadir memberikan solusi digital bagi pedagang dan pembeli di pasar tradisional. Lapak Ibu, merupakan aplikasi digitalisasi pasar yang memudahkan pedagang pasar dan pembeli untuk bertransaksi. Kick off Lapak Ibu ini dilakukan secara virtual oleh Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid. Pasar tradisional BSD Tangerang menjadi pilot project untuk implementasi aplikasi Lapak Ibu.

Dalam sambutannya, Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan bahwa kehadiran Lapak Ibu ini berangkat dari problem di pasar yang diharapkan dapat membawa masyarakat khususnya UMKM untuk lebih mengembangkan potensi digitalnya. “Lapak Ibu adalah amanah bagi Telkom untuk menjawab tantagan transformasi digital baik di dalam maupun di luar Telkom. Semoga pilot project ini dapat menjadi pelajaran dan berkembang lagi ke depannya,” ujar Fajrin.

Untuk saat ini, Lapak Ibu menyasar segmen ibu rumah tangga yang biasa berbelanja di pasar tradisonal. Secara umum, alur transaksinya adalah pembeli membuat pesanan dan pembayaran di website Lapak Ibu yang disediakan oleh Sakoo, startup binaan Telkom. Selanjutnya middle man yang bertindak sebagai personal shopper akan menerima pesanan tersebut dan berkoordinasi dengan pedagang yang ada di pasar tradisional, kemudian membeli belanjaan tersebut. Hasil belanjaan kemudian dikirimkan melalui kurir ke pembeli.

“Lapak Ibu masih dalam tahap product validation. Validasi terus kami lakukan demi dapat menghasilkan solusi yang tepat untuk kebutuhan mereka (pedagang dan pembeli). Pemilihan Pasar BSD Tangerang sebagai pilot project karena merupakan area zona merah terdampak COVID-19 dan ibu-ibu yang berbelanja di sekitar pasar sudah familiar menggunakan aplikasi untuk berbelanja demi mementingkan keamanan. Ke depannya semoga pasar online Lapak Ibu ini dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia,” tambah Executive Vice President Digital & Next Business Telkom, Joddy Hernady.

Lapak Ibu dioperasikan oleh Sakoo (Satu Toko Online) yang merupakan aplikasi berbasis web yang menyediakan dan mengintegrasikan channel penjualan offline dan online sehingga dapat membantu pemilik bisnis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam berjualan. Sakoo menyediakan fitur – fitur berupa pengelolaan stok, transaksi, data pelanggan, dan katalog produk.

“Semoga dengan kehadiran Lapak Ibu, Telkom dapat terus mendukung pemberdayaan UMKM demi menggerakkan kembali roda perekonomian Indonesia dan membantu masyarakat untuk beraktivitas meski dari rumah,” tutup Fajrin.

 

Loading...



Dukung UMKM Go Online, Kominfo Kurangi Kesenjangan Talenta Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan digital skills gap atau kesenjangan talenta digital. Hal itu terjadi karena kebutuhan tenaga kerja ahli dalam bidang digital masih belum tercukupi. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya membekali tenaga kerja di Indonesia dengan Program Stimulus Pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS ) 2020.

Menurut Staf Khusus Menteri Kominfo Dedy Permadi, Kementerian Kominfo memetakan tiga level kecakapan digital, yang semuanya menjadi prasyarat untuk percepatan UMKM Go Online atau Go Digital.

“Di level paling bawah itu kita punya basic digital skill atau orang menyebutnya sebagai literasi digital. Kedua, di level yang lebih atas Kominfo memiliki intermediate digital skill. Ini yang dibutuhkan adalah technician level. Yang terakhir, kami ingin garap betul adalah di sektor UMKM,” jelas saat menjadi pembicara Virtual Series Jaga UMKM Indonesia: Kebangkitan UMKM di Era Pandemi melalui tayangan youtube pada Channel Katadata, Jakarta.

Pada level pertama, menurut Dedy, jika berbicara UMKM digital yang membutuhkan teknologi teksnisi-teknisi dalam bidang digital. Saat ini Indonesia membutuhkan berbagai talenta yang memiliki keahlian industri 4.0.

“Kita saat ini sangat membutuhkan beberapa jenis hard skills untuk menghadapi revolusi industri 4.0, seperti Big Data Analytics, Artificial Intelligence, Cybersecurity, Cloud Computing, Internet of Things, Machine Learning, dan sebagainya,” paparnya.

Dedy menuturkan, tantangan ke depan untuk pelaku UMKM diharapkan tidak hanya bisa on boarding saja tetapi mereka bisa upskilling, rescaling, bahkan mereka bisa masuk ke dalam dunia usaha yang jauh lebih advance dari sebelumnya.

“Nah, ini sumber daya di era digital ini yang terakhir adalah advance digital skill di mana kita membekali para C-level atau Chief Level untuk publik sektor dan privat sektor,” jelasnya.

Dalam hal UMKM, Dedy menjelaskan bahwa hal yang sangat penting adalah C-Level untuk privat sektor di mana CEO, CTO, COO dan dari pelaku industri ini bisa dibekali bagaimana mereka mengakselerasi bisnis mereka di tengah-tengah transformasi digital yang peraaingannya semakin besar. “Yang terakhir, kami ingin garap betul adalah di sektor UMKM ini,” imbuhnya.

Inisiasi UMKM Go Online

Dalam perbincangan, Dedy menyampaikan diperkirakan akan ada 26 juta pekerjaan baru di tahun 2022 akibat dari ekonomi digital ini yang kebanyakan dipengaruhi oleh perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Menurut laporan McKinsey (2018), perdagangan online memberi manfaat yang dahsyat bagi ekonomi suatu bangsa misalnya Indonesia sebagai pasar terbesar untuk e-commerce di Asia Tenggara. Ini potensi yang luar biasa besar, apalagi ekonomi digital di Indonesia menurut laporan Google dan Temasek, menyumbang 11% dari GDP di Indonesia,” urainya.

Lebih lanjut, Dedy menuturkan, Kementerian Kominfo sejak tahun 2016 sudah menginisiasi gerakan UMKM Go Online yang bekerja sama dengan marketplace dan ekosistem. Oleh karena itu, UMKM menjadi salah satu fokus utama di Kominfo diantaranya kita akan mengaktivasi kembali gerakan UMKM Go Online, Petani dan Nelayan Go Online. Kemudian, Kominfo sedang menyelenggarakan pelatihan yang on going ini ada sekitar 15.000 peserta yang mengikuti pelatihan gratis kewirausahaan digital melalui program Digital Talent Scholarship dan juga di level literasi digital memiliki gerakan nasional literasi digital Siberkreasi.

“Ini adalah basic knowledge untuk orang bisa masuk ke dalam era digital. Jadi, tiga hal itu yang kita garap bersama-sama menjadi satu kekuatan Digitalisasi Nasional Indonesia menuju masyarakat digital Indonesia,” tutupnya.

 

Loading...



Saturday, 27 June 2020

Sambut New Normal, KPPPA Gandeng Radio Komunitas Lindungi Anak dan Perempuan

MAJALAH ICT – Jakarta. Peran radio komunitas dalam era kenormalan baru harus dioptimalkan dalam melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak, agar tidak menerima dampak negatif dari pandemi Covid-19. Diantaranya dengan melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketahanan keluarga, baik dari segi perekonomian, kesehatan dan kesejahteraan. Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio menyampaikan hal tersebut dalam acara Webinar “Peran Penyiaran Komunitas Dalam Menyambut Era Kenormalan Baru” yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI).

Harus diakui bahwa semenjak pandemi ini aktivitas produksi dan penjualan barang yang dilakukan oleh kaum perempuan meningkat. Selain itu juga, tuntutan untuk kaum perempuan ikut mendidik anak di rumah juga semakin besar, ketika aktivitas *belajar* dipindahkan ke rumah. Agung menilai, radio komunitas punya kesempatan besar menunjukkan peran strategisnya dalam membantu masyarakat lewat pemberdayaan ekonomi ataupun peran pendidikan.

Sejak awal pandemi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan program Belajar Dari Rumah (BDR) melalui TVRI. Namun, ujar Agung, KPI melihat program ini belum dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Masih ada wilayah-wilayah “blank spot” yang tidak terjangkau program BDR tersebut. “Radio atau pun televisi komunitas punya peran mengambil celah kosong ini,” ujarnya.

Di sisi lain, Agung juga memahami kondisi dunia penyiaran secara umum pada masa pandemi mengalami penurunan pemasukan. “Bahkan beberapa radio swasta di daerah harus tutup karena tidak mampu menggung beban operasional yang tinggi,”ujarnya. Sangat dimaklumi kalau lembaga penyiaran berharap adanya insentif pemerintah untuk mengurangi beban yang mereka tanggung saat pandemi.

Terkait penyiaran komunitas, Agung melihat, meski ada perbedaan signifikan dengan penyiaran swasta dalam segi pendapatan, tetap juga membutuhkan insentif. “Memang penyiaran komunitas tidak tergantung pada iklan, melainkan dari iuran anggota,” papar Agung. Namun demikian, Agung menilai penyiaran komunitas juga pantas untuk mendapatkan pengurangan pajak atau pun kelonggaran dalam pembiayaan kewajiban lainnya, untuk tetap dapat bertahan menyelenggarakan siaran.

Agung mengapresiasi langkah Kemeneg PPPA yang menggandeng radio-radio komunitas untuk sosialisasi ke masyarakat di era new normal. “Tepat memang, kalau KPPPA bekerja sama dengan radio komunitas,” tegas Agung. Radio Komunitas tetap “die hard” dalam memberikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat menjadi agen bagi kementerian untuk memaksimalkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan untuk mereka dan anaknya. Bagaimana pun juga, radio komunitas adalah yang paling dekat, paling hangat dan paling akrab kepada pendengar,” tutur Agung.

Terkait kepentingan perempuan dan anak, Asisten Deputi Partisipasi Media KPPPA, Fatahillah, memaparkan data tentang meningkatnya kekerasan pada perempuan di masa pandemi. Selain itu, pandemi ini juga mengganggu perencanaan keluarga seperti terbatasnya akses kesehatan, terbatasnya akses terhadap alat kontrasepsi, ataupun keterbatasan pelayanan publik. Kondisi ini, ujar Fatah, membutuhkan strategi untuk mencerahkan masyarakat, apalagi jika bicara tentang kenormalan baru.

KPPPA sendiri, ujar Fatah, merangkul dunia usaha untuk memberikan bantuan dan advokasi bagi perempuan dan anak. “Bagaimana pun kebutuhan perempuan dan anak berbeda dengan kebutuhan masyarakat umum,” ujarnya. Pilihan KPPPA melakukan sosialisasi melalui radio-radio komunitas juga bertujuan agar pesan-pesan tersebut sampai kepada seluruh lapisan masyarakat. Harus diakui, tidak semua masyarakat dapat mengakses informasi melalui internet, ataupun fasilitas zoom. Radio masih menjadi media yang strategis untuk sosialisasi, lantaran daya jangkaunya yang cukup luas.

Dari JRKI sendiri, Sinam MS mengakui adanya geliat ekonomi perempuan di masa pandemi. “Kalau kita bisa berbelanja di sekitar kita, itu bagian dari mengapresiasi dan pemberdayaan ekonomi,”ujarnya. Namun demikian, radio komunitas juga membutuhkan support yang konkrit dari pemerintah. “Kalau tidak mungkin dihapuskan pajak untuk radio komunitas, minimal diberikan pemotongan pajak setengahnya, untuk membantu radio komunitas tetap bertahan menjaga kualitas informasi masyarakat di era new normal,” pungkasnya.

 

Loading...



Regulasi Media Baru Atas Nama Publik dan Keadilan Berusaha

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengaturan media baru dinilai mendesak untuk segera dibuat. Kepentingan dan perlindungan terhadap masyarakat menjadi alasan utama. Selain juga untuk menegakkan prinsip keadilan dan perlakuan hukum sejajar tanpa terkecuali bagi semua industri penyiaran maupun platform lain.

Ketua KPI Pusat, Agung Suprio, menegaskan Indonesia harus segera memiliki regulasi yang mengatur keberadaan media baru. Pasalnya, banyak negara telah membuat payung hukum untuk media berbasis OTT (over the top) ini.

Saat ini, kata Agung, pertumbuhan industri layanan berbasis OTT makin tinggi dan makin menyudutkan usaha media konvesional seperti TV dan radio. Ragam jenis usaha baru yang berkembang karena kemajuan teknologi ini tidak dibarengi payung hukum yang mengatur. Akibatnya, mereka bebas bergerak yang bahkan tanpa ada kontribusi sepeser pun untuk pendapatan negara.

“Hal ini jelas tidak adil. Harusnya ada perlakuan yang sama bagi pelaku industri. Harus juga ada prinsip keadilan antara TV konvesional dan layanan OTT dalam pengawasan konten,” tutur Agung pada acara Webinar yang diselenggarakan Indonesia Broadcasting Foundation (IBF), Kamis (25/6/2020).

Soal lain yang menjadi perhatian utama KPI, lanjut Agung, aturan dan pengawasan pada media baru akan memberi perlindungan terhadap konsumen dari penyalahgunaan data. Konsumen pun akan diberi perlindungan dari konten yang tidak sesuai dengan norma sosial di tanah air.

“Belum sepenuhnya konten yang disiarkan disini sesuai dengan norma dan etika kita. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan kita karena dampak dari siaran yang tidak pantas dan layak terutama bagi anak-anak akan buruk. Jangan sampai adat dan istiadat dan norma sosial kita digerus oleh siaran luar yang tidak sesuai,” ujarnya.

Sepakat diatur demi kepentingan publik

Dukungan agar regulasi media baru segera dibuat juga disampaikan praktisi penyiaran, Don Bosco Selamun. Menurutnya, perkembangan media baru yang cepat karena tidak dipayungi aturan dapat menghancurkan bisnis industri penyiaran konvensional. Langkah yang adil adalah memberi perlakuan yang sama dengan membuatkan regulasi dan diawasi.

“Pengawasannya bisa dilakukan KPI. Hal ini perlu agar ada keadilan. Dasar pengawasannya adalah perlindungan publik,” kata Don yang juga Presiden Direktur Metro TV.

Terkait revisi UU Penyiaran, Don mendorong agar dibuat menjadi UU yang adaftif dengan perkembangan teknologi. Pasalnya, perkembangan teknologi sangat cepat dari waktu ke waktu. “Pekembangannya setiap tiga tahun termasuk penyiaran. Bahkan, untuk digital perubahannya bisa tiap detik. Sementara itu, teknologi kita masih cukup jauh di belakang. Padahal teknologi itu diadopsi dan kita tidak boleh kaku,” kata mantan Komisioner KPI Pusat periode 2007-2008.

Suara yang sama juga disampaikan Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Iswandi Syahputra. Sebagai mantan Komisioner KPI Pusat periode 2010-2013, Iswandi melihat kemampuan KPI untuk mengawasi media baru cukup mumpuni. Hal ini karena KPI telah memiliki perangkat dan sumber daya pengawasan.

“KPI juga punya P3SPS yang bisa menjadi acuan memonitor tayangan tersebut. KPI sangat siap melakukn ini. Semangat mengatur itu penting ada. Jangan kita kecolongan dengan masalah yang serius ini. Sekarang tinggal bagaimana meredisain undang-undangnya,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Komisi I, Dede Indra Permana, menyatakan jika revisi UU Penyiaran akan menintikberatkan pada sejumlah hal dan salah satunya menyangkut pengawasan media baru atau platform lain.

“Kami menilai penting penguatan KPI terutama penguatan terhadap pengawasan isi siaran dari penyelenggara TV dan radio serta multi-platform. Aturan P3SPS dapat jadi panduan dari semua jenis materi siaran semua media temasuk platform lain tersebut,” katanya di awal diskusi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dede yang juga Politisi dari PDI Perjuangan, meminta masukan dari semua kalangan terkait revisi UU Penyiaran untuk jadi penuntun pembahasan di Komisi I DPR RI.

Ketua Umum IJTI (Ikatan Jurnalis TV Indonesia) Yadi Hendriana, meminta perhatian semua pihak untuk mengawal proses revisi UU Penyiaran. Menurutnya, poin penting tentang kebebasan pers harus tetap ada dan hal itu diselaraskan pada UU Pers.

“UU Penyiaran sekarang yang sedang dibahas jangan sampai menghilangkan in line ke UU Pers. Ini harus dikawal semuanya tidak hanya pers sendiri,” tandasnya.

 

Loading...