Friday, 28 August 2020

Huawei dan ABDI Gelar Diskusi Daring Nasional tentang Tata Kelola Data dan Cloud untuk Mendorong Digitalisasi Nasional

MAJALAH ICT – Jakarta. Huawei Indonesia, berkolaborasi dengan Asosiasi Big Data dan AI (ABDI), menggelar diskusi daring nasional bertema Tata Kelola Data dan Cloud untuk Mendorong Digitalisasi Nasional. Gelaran ini bertujuan untuk menyeleraskan pemahaman, sekaligus memperkuat komitmen bersama masyarakat TIK dan ekosistem industri Cloud dan Data, serta bertukar wawasan tentang Kedaulatan Data dan Cloud serta Tata Kelolanya di Indonesia. Diskusi ini dihadiri oleh sekitar 900 peserta.

Hadir sebagai pembicara utama, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Letjen. TNI (Purn) Hinsa Siburian dan CEO Huawei Indonesia Jacky Chen. Sementara sebagai pembicara di sesi diskusi panel adalah Asdep Deputi VII Kemenko Polhukam, Marsma TNI. Dr. Sigit Priyono, M.Sc, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Hukum Prof. Dr. Henri Subiakto, SH, MA, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN Anton Setiyawan S.Si., M. M, Head of Big Data, Group Head Big Data, IoT and Research PT Telkom Indonesia Komang Budi Aryasa, Ketua ABDI Dr. Rudi Rusdiah, MA dan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi, serta praktisi-praktisi yang lain.

Situasi pandemi global juga telah menempatkan keamanan siber sebagai salah satu isu utama. Ini menjadikan semua pihak dituntut untuk mampu mengelola data secara lebih seksama. Lebih dari itu, langkah-langkah regulasi menunjukkan bahwa dalam hal data, baik yang disimpan di premise ataupun di cloud, privasi dan manajemen lebih dari sekadar komitmen terkait kode etik, tetapi juga terkait dengan kepatuhan hukum. Mendukung semua sektor agar dapat memanfaatkan penyimpanan data yang aman dan telah memenuhi asas kepatuhan secara legal artinya telah mendukung tumbuhnya inovasi yang selaras dengan pertumbuhan industri itu sendiri, serta mendorong bisnis dan berbagai organisasi dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.

Pada saat negara-negara di seluruh dunia sedang mengakselerasi pembangunan kedaulatan data untuk memastikan bahwa data tersebut terlindungi dan dijamin kedaulatan digitalnya, pemerintah Republik Indonesia juga menyerukan isu serupa pada Pertemuan Tingkat Menteri Ekonomi Digital G20 yang diadakan pada Juli 2020. Pemerintah Indonesia menggarisbawahi bahwa proses pertukaran data harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menegaskan pentingnya peningkatan kebutuhan perlindungan dan keamanan data.

Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia berencana membangun Pusat Data Nasional, direncanakan selesai paling lambat tahun 2023. Pusat Data Nasional akan menjadi fondasi bagi realisasi inisiatif digitalisasi nasional, seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.[1] 

Huawei Indonesia, ABDI, dan para pembicara di panel diskusi sepakat bahwa kebutuhan keamanan siber menjadi salah satu fondasi utama dalam perjalanan transformasi digital yang membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) LetJen. TNI (Purn) Hinsa Siburian mengatakan, pemerintah Republik Indonesia membentuk BSSN menjadi Badan Siber kelas dunia seperti pada negara-negara maju lainnya. Dunia siber sangat penting untuk dikelola karena mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi negara. Selain itu, dunia siber harus dikelola agar dampak berupa ancaman bagi negara dapat diantisipasi. 

“Tantangan besar bagi negara ini dalam menghadapi dunia digitalisasi, permasalahan yang terjadi di ranah siber menyangkut masalah keamanan dan kesejahteraan negara. Visi dan misi BSSN adalah menjaga keamanan siber secara efektif dan efisien. Kesadaran ekosistem terhadap keamanan siber dan kedaulatan data sangat penting untuk terus ditingkatkan. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi upaya dan komitmen Huawei dalam meningkatkan literasi pada bidang tersebut, baik melalui diskusi edukatif ini maupun program-program lain yang telah dan akan diselenggarakan berdasarkan MoU,” ujar Kepala BSSN.

Keamanan cloud juga mendapatkan sorotan, dengan fokus utama pada soal keamanan dan kerahasiaan data di lingkungan cloud. Perusahaan-perusahaan juga perlu untuk terus berinvestasi di bidang keahlian dan peranti tata kelola di bidang keamanan guna membangun basis pengetahuan yang dibutuhkan agar terus dapat mengikuti setiap perkembangan teknologi dan inovasi di bidang cloud.

Sementara itu, untuk mewujudkan kedaulatan dan kemakmuran ruang siber, Direktur Proteksi Ekonomi Digital BSSN Anton Setiyawan S.Si., M. M, mengatakan, “Diperlukan kolaborasi, inovasi, dan kemandirian yang merupakan prinsip membangun teknologi, infrastruktur, regulasi, dan SDM. Kerja sama dengan dunia internasional tetap diperlukan untuk memanfaatkan teknologi yang dikembangkan oleh pemain global seperti Huawei, namun dengan tetap mendorong pertumbuhan industri dalam negeri sehingga keamanan sibernya dapat dengan mudah diaplikasikan.”

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia mengatakan, “Huawei berkomitmen untuk mendukung kedaulatan data di semua negara, termasuk Indonesia. Secara global, lebih dari 12 tahun Huawei telah menggelontorkan investasi di ranah komputasi Cloud. Dalam kurun waktu tiga tahun ke belakang, Huawei terus menguatkan komitmennya untuk meningkatkan besaran investasi di bidang Cloud, menghadirkan layanan hingga ke 45 zona di 23 kawasan di dunia. Selama 20 tahun telah hadir dan berkembang di Indonesia, Huawei akan terus berinvestasi pada inovasi teknologi utama terbarukan di Cloud, 5G, dan AI, sesuai dengan peraturan setempat untuk memastikan keamanan dan keandalan informasi dan data. Huawei meyakini perkembangan ekosistem infrastruktur TIK yang kuat di Indonesia dapat mendukung percepatan Digitalisasi Nasional, menuju Indonesia yang cerdas dan saling terhubung sehingga menjadi 10 negara dengan ekonomi teratas dunia pada tahun 2030 dan menjadi negara maju pada tahun 2045.”

Asdep Deputi VII Kemenko Polhukam, Marsma TNI. Dr. Sigit Priyono, M.Sc, “Dalam perspektif politik dan keamanan, pengelolaan data yang tepat akan mampu mengantisipasi ancaman-ancaman kontemporer, termasuk ancaman kejahatan siber, hingga penjajahan digital. Kebijakan-kebijakan transformasi digital yang mendukung ketahanan nasional, kedaulatan data, perlindungan data, dan ekonomi nasional sangat penting keberadaannya. Diperlukan pula sinergi quarter helix antara pemerintah, dunia akademik, masyarakat/komunitas, serta pihak swasta atau pelaku industri. Diskusi hari ini yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, pelaku industri seperti Huawei, ABDI, dan masyarakat luas selaras dengan gagasan tersebut.”

Sementara itu Staf Ahli Bidang Hukum, Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia, Prof. Dr. Henri Subiakto, mengatakan, “Seperti yang telah disampaikan Presiden Jokowi, pandemi Covid19 diharapkan menjadi batu loncatan bagi bangsa ini untuk melakukan upaya percepatan transformasi digital. Terkait dengan upaya tersebut, pemerintah melakukan percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital serta penyediaan layanan internet, serta menyiapkan roadmap transformasi digital di sektor-sektor strategis, baik di sektor pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, maupun penyiaran. Pemerintah juga mempercepat integrasi data nasional, menyiapkan kebutuhan talenta SDM digital, dan menyiapkan skema pendanaan dan pembiayaan yang terkait dengan regulasi secepat-cepatnya.”

Untuk itu, Prof. Henri menambahkan, “Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada Huawei yang telah berkontribusi melalui program peningkatan literasi dan kesadaran digital dan pengembangan SDM TIK melalui pelatihan-pelatihan. Ini bagus sekali.”

 

Loading...



realme Rayakan Dua Tahun Pertumbuhan Fenomenal dengan Pengguna dan Karyawan

MAJALAH ICT – Jakarta. realme, merek smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia, baru-baru ini membagikan rahasia di balik pertumbuhan masif dan kesuksesan internasionalnya dalam sebuah surat terbuka yang ditulis oleh Sky Li, Founder and CEO realme kepada karyawannya dalam perayaan ulang tahun keduanya. Diadakan pada 28 Agustus, perusahaan smartphone berusia dua tahun ini meluncurkan kampanye media sosial untuk menyoroti pencapaian yang telah dicapai sejauh ini.

Sebelum merayakan ulang tahun keduanya, realme mengumpulkan ribuan cerita dari penggemar setianya dengan tajuk: “Dare to be _____.” Banyak penggemar menanggapi hal tersebut dengan pemikiran tentang bagaimana mereka selaras dengan nilai merek dan berani melampaui diri mereka sendiri saat menghadapi kesulitan dan tantangan. realme telah memilih sembilan cerita dan menjadikannya video untuk menunjukkan semangat “Dare to be realme” dari realme Fans.

Dengan memperhatikan pasar internasional sejak awal berdirinya, realme telah berkembang di lebih dari 61 pasar internasional. Atas prestasi ini, realme patut bahagia atas pertumbuhannya yang cepat karena strategi hyperlocal dan pemahaman yang mendalam tentang apa yang konsumen mereka inginkan. Mereka juga menerapkan berbagai strategi internasional yang membawa kesuksesan untuk realme, termasuk light-asset, dan short channel untuk menghadapi konsumen secara langsung.

Sebagai pendatang baru di pasar global, realme membangun reputasinya dengan cepat dan mengutamakan pelanggan. Sky Li – Founder and CEO realme berkata: “Kami membangun tim kami dari bawah ke atas, dan mengizinkan mereka untuk menggunakan sumber daya yang mereka miliki untuk menyebarkan semangat ‘Dare to Leap’ kami kepada anak muda. Kami menyakini ini adalah salah satu ciri khas anak muda di mana pun mereka berada. Strategi pemasaran realme juga melibatkan perekrutan tim lokal untuk mendukung kolaborasi dengan para penggemar dan konsumen untuk bersama-sama membuat konten yang relevan dengan target konsumen mereka.”

realme telah menempatkan dirinya sebagai merek yang menarik di pasar saat ini, menargetkan konsumen muda yang menikmati desain produk berkualitas tinggi dan tren yang selalu terdepan tetapi juga sensitif terhadap harga. Sky Li menambahkan: “realme tumbuh sangat cepat karena kami berpegang teguh pada misi kami yaitu untuk menciptakan produk dengan performa dan desain yang terdepan, serta untuk membangun kehidupan yang lebih pintar bagi anak muda melalui perangkat AIoT. Konsisten dan orisinalitas kami menunjukkan nilai-nilai pada setiap produk yang kami keluarkan, membuat kami mendapatkan kepercayaan, dan hal ini menjadi sebuah kehormatan bagi perusahaan muda seperti kami.”

Pengiriman smartphone realme di Asia Tenggara tumbuh tercepat di Q2-2020 sebesar 141% YoY disaat kondisi pasar sedang menurun

Menurut penelitian terbaru dari Counterpoint Research Market Monitor, realme terus bergerak menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara. realme tumbuh 141% Year-on-Year dan 64% Quartal-on-Quartal dan meraih 13% pangsa pasar. Meskipun pasar smartphone Asia Tenggara menurun 19% Year-on-Year di tengah wabah COVID-19, realme melanjutkan pertumbuhan pesatnya dan menjadi salah satu dari Top 5 merek smartphone di semua pasar utama Asia Tenggara (Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam).

Mengomentari pertumbuhan realme, Abhilash Kumar – Research Analyst dari Counterpoint berkata, “Strategi penyaluran yang tepat, pemasaran yang efektif, dan produk value for money di semua rentang harga membantu realme mengatasi penurunan pasar. Pandemi COVID-19 mengarahkan konsumen ke platform penjualan online di mana realme memiliki kehadiran yang kuat. Inisiatif inovatif seperti pengiriman tanpa perlu bersentuhan langsung dengan pelanggan selama wabah membantu realme menjaga momentum offline juga. Selain itu, realme telah proaktif dalam meluncurkan model baru secara online tanpa ada penundaan. Ditambah dengan kampanye media sosial dan pemasaran dari mulut ke mulut yang kuat, merek ini telah memposisikan dirinya dengan kuat, terutama di antara segmen profil usia yang lebih muda.”

Bagi anak muda pengguna realme, kesuksesan bagi mereka bukan hanya soal harga, tapi juga soal nilai. realme berkomitmen untuk menghadirkan teknologi paling canggih dalam segmen harga yang sesuai kepada konsumennya. Sejalan dengan target konsumennya, realme adalah “Popularizer of 5G”, menjadikan salah satu merek smartphone pertama yang memiliki kemampuan 5G ke dalam produknya, seperti realme X50 Pro 5G.

Untuk tantangan selanjutnya, realme berencana untuk mengambil alih pasar AIoT dan memperkenalkan lebih dari 100 produk AIoT pada tahun 2021 untuk para konsumen. “Kami telah membuktikan dalam dua tahun bahwa merek baru juga dapat memiliki peluang, tetapi ini baru permulaan. Ada banyak kemungkinan lainnya di masa depan. Semangat Dare to Leap akan menemani kami untuk terus maju bersama-sama,” tutup Sky Li dalam surat terbukanya.

 

Loading...



Gojek dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Dorong Penerapan Protokol Kebersihan Pengelola Wisata dan Atraksi

MAJALAH ICT – Jakarta. Sebagai perusahaan anak bangsa, Gojek selalu berupaya menjadi yang terdepan dalam mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru di ruang publik. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara GoTix dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA). GoTix, yang merupakan platform ticketing LOKET serta bagian dari ekosistem Gojek, bersama dengan MASATA memperkenalkan inovasi terkini, GoTix Super Partner, untuk mendorong penerapan standarisasi kebersihan oleh pengelola destinasi wisata dan atraksi.

Melalui GoTix Super Partner, destinasi wisata dan atraksi dipastikan akan memenuhi tiga syarat utama yaitu jumlah pengunjung tidak lebih dari 50%. GoTix mengaktifkan fitur manajemen kapasitas dan sistem yang mendukung alokasi pengaturan waktu bagi pengunjung agar tidak terjadi penumpukan pengunjung dalam sekali kunjungan.

Standar kebersihan terpenuhi. GoTix melakukan penilaian secara berkelanjutan terhadap kebersihan di destinasi wisata dan atraksi, termasuk survei setiap bulan ke destinasi wisata dan atraksi oleh MASATA untuk memastikan pelaksanaan standarisasi kebersihan.

Sosialisasi kebiasaan baru di destinasi wisata. GoTix dan MASATA secara rutin menggelar seminar virtual untuk mensosialisasikan kebiasaan baru yang harus diikuti oleh pengunjung. Seminar virtual akan ditayangkan di situs pengelola destinasi wisata atau atraksi maupun di platform GoTix dan situs www.go-tix.id.

Head of LOKET Tubagus Utama mengungkapkan, “Sebagai perusahaan teknologi manajemen event terpercaya di Indonesia, kami terus berupaya menjalankan komitmen untuk mendukung industri event dan entertainment agar tetap optimal di masa adaptasi kebiasaan baru, dengan semakin mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan (J3K). Selama periode ini, protokol kesehatan dan kebersihan merupakan syarat dasar dalam menjalankan usaha yang melibatkan pengunjung. Sebagai platform ticketing bagian dari LOKET, GoTix hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses dan membeli beragam tiket event hiburan, termasuk destinasi wisata dan atraksi. MASATA yang memiliki komitmen dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Indonesia merupakan mitra yang tepat bagi kami dalam merangkul para pengelola destinasi wisata dan atraksi Indonesia agar bahu-membahu menerapkan protokol kebersihan di lokasi, demi keamanan dan kenyamanan bersama.”

Melalui program GoTix Super Partner, GoTix mendorong para pengelola destinasi wisata dan atraksi untuk menerapkan protokol yang mengacu pada organisasi kesehatan resmi, dengan memanfaatkan platform reservasi online yang dilengkapi fitur manajemen kapasitas. Dengan dukungan MASATA, program GoTix Super Partner juga akan mengedukasi standar-standar yang perlu diterapkan oleh pengelola destinasi wisata dan atraksi selama masa tatanan hidup baru.

Ketua Umum Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Panca R Sarungu menyatakan kerja sama ini adalah sebuah kolaborasi partisipatif antar perusahaan super app dengan gerakan pariwisata berbasis komunitas untuk ikut mendorong perekonomian namun tetap menjaga kenyamanan dan keamanan. “Kami berharap sosialisasi tempat berwisata yang melibatkan banyak UMKM khususnya yang menerapkan protokol kesehatan dapat terinformasi dengan baik kepada masyarakat khususnya 125 juta pengguna Gojek di seluruh indonesia,” lanjut Panca. “Pengurus daerah kami secara suka rela akan bekerja sama dengan pemilik lokasi wisata, untuk turut aktif memikirkan atraksi baru yang dapat ditawarkan pada pengguna aplikasi Gojek.”   

Dalam penerapan kerja sama ini, MASATA mengadaptasi protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu pada prinsip Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Para mitra wisata dan atraksi yang bergabung dalam GoTix Super Partner akan mendapatkan kesempatan untuk memperluas jangkauan pengunjung melalui eksposur optimal di platform GoTix pada aplikasi Gojek dengan mengenakan tanda Hygiene Protocol Applied. Selain itu mitra dapat menjadi percontohan bagi para pelaku destinasi wisata dan atraksi lain di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menyatakan dukungan dalam upaya memastikan standarisasi kebersihan di destinasi wisata dan atraksi, “Kami mengapresiasi Gojek yang secara cepat dan tanggap mendukung pemerintah untuk mensosialisasi dan mengimplementasi protokol kesehatan InDOnesia CARE melalui inisiatif GoTix Super Partner. Upaya untuk menyukseskan ‘InDOnesia CARE’ ini perlu didukung oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk pihak swasta dan kami berharap inisiatif Gojek ini dapat menjadi contoh bagi pihak-pihak lainnya.”

Langkah penerapan protokol kebersihan dalam GoTix Super Partner diharapkan dapat membantu menciptakan kesadaran para pengelola destinasi wisata dan atraksi hiburan untuk menerapkan standar protokol yang tepat demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. GoTix dan MASATA akan secara aktif menyuarakan gerakan standarisasi kebersihan ini demi mendukung penuh tatanan hidup baru di ruang publik wisata dan atraksi.

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung atas kebersihan dan tingkat higienitas destinasi sehingga mereka merasa aman dan nyaman selama kunjungan. Kolaborasi ini pun sejalan dengan Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan ‘InDOnesia CARE’ yang baru-baru ini diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif luncurkan untuk menghadirkan destinasi wisata dan atraksi yang mengedepankan sanitasi, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung.

 

Loading...



Luncurkan Power PDF 4, Kofax Tingkatkan Produktivitas Pekerja dengan Akurasi Digital yang Lebih Baik

MAJALAH ICT – Jakarta. Kofax, pemasok perangkat lunak Automasi Cerdas terkemuka untuk transformasi alur kerja secara digital, hari ini mengumumkan peluncuran Power PDF 4 , edisi terkini dari perangkat lunak #1 di dunia yang digunakan sebagai alternatif Adobe Acrobat dan telah memiliki lebih dari dua juta pengguna. Kofax Power PDF 4, yang dulunya bernama Nuance Power PDF, meningkatkan produktivitas pekerja dengan akurasi digital yang lebih baik dan kemampuan e-signature atau tanda tangan elektronik terintegrasi dari Kofax SignDoc. 

Kofax Power PDF dikembangkan bagi pengguna bisnis untuk mempermudah pembuatan, pengelolaan, dan penyebaran berkas dalam format PDF yang populer digunakan. Power PDF 4 memberikan nilai tambah signifikan bagi perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas sekaligus menghemat biaya. Perangkat lunak ini mendukung tenaga kerja masa kini yang bekerja dari rumah maupun kantor bergerak serta tersebar di berbagai penjuru melalui lompatan besar dalam akurasi pemindaian dokumen, integrasi dengan Microsoft OneDrive, dan akses yang diperluas, sejalan dengan persyaratan Amerika Serikat dan Uni Eropa. Selain itu, Power PDF 4 dapat digunakan lintas perangkat dan platform, dan dokumennya dapat dengan mudah dibagikan melalui penyimpanan awan.

Power PDF 4 terintegrasi sempurna dengan solusi e-signature SignDoc milik Kofax, sehingga perusahaan dapat mengautomasi proses penandatanganan dan pengelolaan dokumen yang biasanya sangat memakan waktu. Solusi dari Kofax ini mampu memenuhi kebutuhan perusahaan segala ukuran—mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks—beserta keragaman tenaga kerjanya, yang sangat penting di era dinamis ini.

“Seiring upaya perusahaan dalam mengelola situasi global yang kerap berubah, Kofax Power PDF 4 menghadirkan solusi yang tepat bagi perusahaan untuk beralih ke teknologi digital, mengatur berkas, dan menerapkan pengelolaan e-signature untuk para pekerja jarak jauh,” ujar Maureen Polte, Vice President Produk Komersial Kofax. “Tim TI dengan beban kerja yang berat akan sangat terbantu karena penggunaan Power PDF sebagai standar dokumen dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengguna, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks, sekaligus menghemat biaya lisensi dan waktu dengan kendali keamanan yang tetap terjaga.”

Perangkat lunak PDF biasanya mahal, menuntut cakupan dukungan yang luas, serta membutuhkan jaminan keamanan. Sebaliknya, Kofax Power PDF 4 bekerja lazimnya produk desktop Microsoft Office lain sehingga mudah dipelajari, dapat digunakan di berbagai perangkat dan platform, sekaligus memberikan kendali keamanan yang sangat penting bagi perusahaan. 

Fitur-fitur utama Kofax Power PDF 4 antara lain pengelolaan e-signature. Hemat waktu melalui integrasi dengan Kofax SignDoc. Pelanggan Power PDF 4 dapat dengan mudah mengakses SignDoc Cloud baru dari Kofax. • OCR yang unggul di bidangnya. Teknologi OCR Kofax versi terbaru menghasilkan versi dokumen yang paling akurat dengan pengenalan bahasa daerah yang lebih baik.

Memenuhi persyaratan aksesibilitas Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kesesuaian terhadap standar melalui output PDF yang dapat diakses dari Office. Penggunaan kode add-in ekspor yang lebih luas untuk meningkatkan konsistensi berkas dan kepatuhan aksesibilitas. Antarmuka pengguna baru yang lebih modern. Penomoran Bates yang lebih lengkap untuk dokumen legal yang diterapkan di seluruh Portofolio PDF.

Menciptakan penghubung alur kerja. Published Connector SDK  siap guna mempercepat penghubungan alur kerja. Pilihan penghubung ke penyimpanan awan OneDrive yang lebih banyak, sekaligus dukungan untuk penggunaan beberapa akun OneDrive sekaligus. Selama waktu tertentu, pengguna Power PDF 3 dapat menghemat 50% biaya lisensi saat melakukan peningkatan ke Power PDF 4.

 

Loading...



Sinergi LinkAja dengan Telkomsel dan Jasa Marga Hadirkan Bantuan CSR untuk Ratusan Yatim di Indonesia melalui Dompet Dhuafa

MAJALAH ICT – Jakarta. Momentum 10 Muharram menjadi Idul Yatama (Hari Raya Anak-anak Yatim), berdasarkan anjuran untuk menyantuni anak-anak yatim. Dalam sebuah hadis menyebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Beliau semakin menyayangi lagi pada Hari Asyura (10 Muharram).

Dalam rangka memperingati Hari Raya Anak Yatim 10 Muharam yang tahun ini jatuh pada tanggal 29 Agustus 2020, LinkAja bersama Telkomsel dan Jasa Marga menyalurkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 312 anak yatim di 5 kota yaitu Aceh, Padang Palembang, Tasikmalaya dan Cirebon melalui Dompet Dhuafa dapat membantu kebutuhan pendidikan anak-anak yatim di tengah pandemi Covid-19.

“Sebagai perusahaan nasional dari dan untuk Indonesia, LinkAja akan selalu berkomitmen untuk mendukung kesejahteraan, kemajuan, dan keberlangsungan ekosistem kami khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya, terutama segmen prasejahtera yang membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Bersama dengan Telkomsel dan Jasa Marga, kami harap bantuan ini, yang diberikan bertepatan dengan Hari Raya Anak Yatim, dapat menjadi berkah penuh manfaat bagi seluruh penerima bantuan, dan menjadi Rahmatan ‘Lil Alamin untuk semua,” sebagaimana diungkapkan Haryati Lawidjaja selaku Direktur Utama LinkAja.

“Lima kota untuk pelaksanaan CSR bagi Kaum Dhuafa ini dipilih mengingat kota tersebut menjadi kota utama dari ekosistem Layanan Syariah LinkAja” demikian imbuh Haryati.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan “Secara konsisten kami terus menunjukkan kepedulian kami kepada seluruh masyarakat melalui kegiatan CSR termasuk dalam menghadapi cobaan pandemi Covid-19. Kami menyadari tanggung jawab Telkomsel yang terus bergerak maju hadir di setiap fase kehidupan untuk membantu memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dalam kondisi apa pun. Maka dari itu, dalam rangka Hari Raya Anak Yatim, kami berinisiatif untuk berkolaborasi dengan Jasa Marga, Dompet Dhuafa dan LinkAja. Harapan kami sinergi bersama dengan mendorong pemanfaatan teknologi digital yang berdampak ini diharapkan mampu meringankan beban anak-anak yatim piatu yang terdampak selama pandemi ini.”

“Kami akan sasar ratusan anak yatim di usia sekolah. Di tahap ini sekitar 312 anak yatim yang tinggal di panti asuhan, menjadi targetnya. Kami memberikan dana tunai dan paket ibadah (sarung atau mukena dan Al Quran). Proses penyalurannya akan melibatkan cabang Dompet Dhuafa dan bekerja sama dengan panti asuhan di lima lokasi.” ujar Doni Marlan selaku Direktur Resources Mobilization Dompet Dhuafa.

Harmoni kebaikan kali ini membuktikan semangat untuk bersatu dalam memberikan keceriaan bagi ratusan anak yatim di penjuru Indonesia. Meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang semoga saja lekas usai.

 

Loading...



Thursday, 27 August 2020

Gara-Gara Covid-19, Penjualan Ponsel Pintar Turun 20 Persen

MAJALAH ICT – Jakarta. Beberapa tahun terakhir ini industri ponsel cerdas mengalami masa sulit, karena penjualan tidak berubah dan akhirnya terkikis. Tapi tidak ada yang bisa mempersiapkan pabrikan untuk tahun 2020. Ini seharusnya menjadi tahun angka mulai bangkit kembali, berkat 5G dan beberapa desain baru yang radikal. Tapi angka sebenarnya benar-benar suram.

Menurut angka baru dari Gartner, penjualan di seluruh dunia turun 20,4% untuk kuartal kedua. Angka-angka tersebut sesuai dengan penurunan yang terlihat di Q1. Pelakunya, tentu saja, COVID-19. Penguncian global dan ekonomi yang melambat telah menyebabkan penurunan minat lebih lanjut pada smartphone. Karena banyak pengguna telah mengalihkan pendapatan yang dapat dibuang untuk meningkatkan kantor pusat mereka, dapat dimaklumi bahwa mereka telah menurunkan prioritas perangkat seluler, mempercepat tren terkini.

Samsung adalah yang paling terpukul dari lima besar, turun 27,1% dari tahun ke tahun. “Permintaan untuk smartphone Seri S andalannya tidak banyak membantu menghidupkan kembali penjualan smartphone secara global,” kata Direktur Riset Senior Gartner Anshul Gupta dalam rilis yang terkait dengan berita tersebut. Perusahaan tidak diragukan lagi mengandalkan peluncuran Galaxy Note 20 baru-baru ini untuk membantu membalikkan arah.

Penurunan Samsung menempatkannya dalam hubungan virtual dengan Huawei di tempat pertama, dengan kedua perusahaan masing-masing menyumbang 18,6% dan 18,4% dari keseluruhan pasar. Sementara penjualan Huawei benar-benar memutuskan 6,8% secara keseluruhan, angkanya masih cukup kuat untuk melihat peningkatan pangsa pasar secara keseluruhan untuk kuartal tersebut. Perusahaan juga melihat peningkatan penjualan sebesar 27,4% antara Q1 dan Q2. Apple, sementara itu, mengalami sedikit penurunan y-o-y 0,4% – kinerja yang relatif kuat, semua hal dipertimbangkan.

Dalam hal pasar, China merosot 7% ​​untuk kuartal tersebut. India, sementara itu, mengalami penurunan terbesar 46%, berkat protokol penguncian.

 

Loading...



Datascrip e-Expo 2020 Dukung Pelaku Bisnis di Tengah Pandemi

MAJALAH ICT – Jakarta. Untuk mendukung perekonomian nasional, aktivitas bisnis di tengah pandemi Covid-19 tetap harus berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan. Optimisme untuk bisa melalui kondisi saat ini harus tetap tertanam dengan menjalankan kebiasaan baru. Informasi terkini seputar kondisi pasar, perilaku konsumen hingga perkembangan teknologi perlu didapat agar bisnis bisa bertahan dan terus berkembang. Oleh karena itu, untuk tetap mendekatkan para pelanggan dan memberikan informasi seputar solusi bisnis dan produk-produk terbaru, pt. Datascrip akan mengadakan Datascrip e-Expo 2020 yang berlangsung 7-12 September 2020.

Pameran yang berlangsung secara online ini akan menghadirkan berbagai booth yang memamerkan produk-produk yang didistribusikan pt. Datascrip. Selain itu, pameran yang bisa dikunjungi melalui situs expo.datascrip.com ini juga akan ada banyak promo, serta webinar dengan tema-tema menarik yang bisa diikuti oleh pengunjung dari mana pun dan tidak dikenakan biaya pendaftaran atau gratis.

Keuntungan pameran digelar secara online yaitu lebih aman untuk menghindari penularan Covid-19. Selain itu, semua orang dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama dan bisa lebih mudah mengunjungi pameran tanpa terkendala oleh jarak, moda transportasi dan biaya, cukup menggunakan akses internet.

“pt. Datascrip di bulan Agustus ini memasuki usia ke-51 tahun, menganggap era new normal sebagai tantangan baru. Tantangan untuk terus produktif dengan tetap menjaga physical distancing, kami wujudkan dalam bentuk Datascrip e-Expo 2020. Pameran online ini ditujukan untuk semua kalangan, mulai dari para pelaku bisnis, profesional, karyawan perusahaan swasta maupun instansi pemerintah hingga pelajar dan mahasiswa,” ujar Liana Setiawan – Direktur pt. Datascrip.

Untuk mengunjungi Datascrip e-Expo 2020 cukup melakukan pendaftaran di expo.datascrip.com/ registrasi  yang saat ini telah dibuka hingga hari terakhir pameran berlangsung. Setelah mendapat e-mail konfirmasi pendaftaran, pengunjung bisa masuk ke dalam pameran yang akan dibuka Senin, 7 September 2020. Pameran ini berlangsung pukul 09.00-17.00 WIB setiap harinya hingga Sabtu, 12 September 2020.

Di Datascrip e-Expo 2020, pengunjung akan menemukan berbagai booth yang memamerkan produk-produk dari merek kenamaan yang didistribusikan pt. Datascrip, mulai dari Canon, ASUS, Huawei, SanDisk, Wacom, Logitech, Panasonic, BenQ, Datalite, Optoma, Secure, Dormakaba, HID, Dahua hingga Datascrip Service Center. Selain itu, akan ada banyak games dan promo menarik, mulai dari diskon hingga program flash sale dari booth yang ada di Datascrip e-Expo 2020 ini.

“Di Datascrip e-Expo 2020, pengunjung dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan berkonsultasi tentang produk dan solusi kebutuhan bisnis karena berkesempatan untuk bertanya secara langsung kepada ahlinya di masing-masing booth melalui fitur live chat. Selain itu, akan ada banyak promo produk yang ditawarkan, pengunjung juga bisa bertransaksi selama acara ini berlangsung,” ujar Rendy Firman Ahmad – Ketua Datascrip e-Expo 2020.

Setiap harinya, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai webinar dengan tema-tema terkini dan diisi oleh pembicara yang kompeten di bidangnya. Untuk mengikuti webinar ini, pengunjung bisa memilih tema yang ingin diikuti saat awal pendaftaran atau jika pengunjung sudah masuk ke dalam Datascrip e-Expo 2020 bisa mendaftar melalui kanal auditorium. Peserta yang mengikuti webinar sampai selesai akan mendapatkan e-certificate sesuai dengan tema yang diikutinya. Untuk mengetahui jadwal webinar yang akan digelar silakan kunjungi expo.datascrip.com.

 

Loading...