Thursday, 27 May 2021

Senyum Manis Karena Para Pemijat Otomatis

Senyum Manis Karena Para Pemijat Otomatis Pernah dipijat, Bro-Sist? Apa justeru sudah memiliki pemijat favorit? Daku menulis postingan ini dalam keadaan lelah. Lelah sekali. Tapi menulis memang kerap berhasil menjadi...

The post Senyum Manis Karena Para Pemijat Otomatis appeared first on Rosediana Diary.



from Rosediana Diary https://ift.tt/2SxGBvs
via IFTTT

Artis Korea yang Lahir pada Bulan Oktober (Lengkap)

Artis Korea yang Lahir pada Bulan Oktober (Lengkap) “Waktu adalah sesuatu yang paling kita inginkan, sekaligus sesuatu yang paling buruk kita gunakan.” Demikian William Penn menerjemahkan waktu. Setujukah, Bro-Sist? Nah,...

The post Artis Korea yang Lahir pada Bulan Oktober (Lengkap) appeared first on Rosediana Diary.



from Rosediana Diary https://ift.tt/3vFJDwp
via IFTTT

Hati dan Otak Ketika Dibentak Orang Terdekat

Hati dan Otak Ketika Dibentak Orang Terdekat Begitu datang ke rumah, I geleng-geleng kepala sendiri. Ibu angkatnya melihat I dengan penuh tanda tanya. Daripada pertanyaan hatinya tak terjawab, ia pun...

The post Hati dan Otak Ketika Dibentak Orang Terdekat appeared first on Rosediana Diary.



from Rosediana Diary https://ift.tt/3up9pDt
via IFTTT

Jasa Raharja Gandeng LinkAja di Program Mudik Online Aman Enak (MOL-AE)

MAJALAH ICT – Jakarta. Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu-lintas dan dalam rangka mendukung program pemerintah tentang peniadaan mudik Lebaran 1442 H karena masih dalam kondisi darurat Pandemi serta demi memutus rantai penyebaran COVID-19, PT Jasa Raharja- member of Indonesia Financial Group (IFG), meniadakan program mudik gratis seperti tahun-tahun sebelumnya dan menggantinya dengan program mudik secara online MOL-AE (Mudik Online Aman Enak).

Direktur Operasional PT. Jasa Raharja, Amos Sampetoding, menjelaskan, “Mudik online ini merupakan solusi agar masyarakat yang berkeinginan silaturahmi dengan keluarga kekampung halamannya bisa tetap dilakukan tanpa mengurangi makna silaturahmi walaupun secara online”.

Dalam Program MOL-AE, PT Jasa Raharja telah memberikan paket kuota internet kepada masyarakat umum yang sudah melakukan registrasi sebanyak 3,542 dan peserta webinar sebanyak 1.798. Adapun dalam program MOL-AE ini Jasa Raharja melakukan rangkaian kegiatan mengenai sosialisasi keselamatan melalui media sosial dengan mengajak beberapa Artis ternama dan memberikan hiburan Web-Series melalui kanal Youtube Jasa Raharja Official untuk masyarakat yang tidak mudik. Disamping itu Jasa Raharja juga menyelenggarakan berbagai kegiatan yaitu Webinar pagi para peserta mudik dengan berbagai lomba dan hadiah yang menarik.

Dalam Pemberian paket kuota data internet, Jasa Raharja bekerja sama dengan LinkAja dalam pendistribusian paket data tersebut yang nantinya para peserta mudik online dapat menggunakanya melalui aplikasi LinkAja yang dapat digunakan untuk berbagai jenis operator.

Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja, mengatakan, “Kami menyambut positif program Mudik Online Aman Enak (MOL-AE) yang diselenggarakan PT Jasa Raharja. Melalui program ini, diharapkan dapat menekan angka penyebaran virus COVID-19 secara signifikan yang dapat terjadi ketika mudik secara fisik dilakukan. Dengan kolaborasi ini, kami siap untuk membantu PT Jasa Raharja agar para pemudik yang tidak bisa pulang secara langsung ke kampung halaman mereka untuk dapat tetap melakukan silaturahmi walaupun secara virtual sehingga kesehatan dan keamanan pun tetap terjaga.”

PT Jasa Raharja berterimakasih kepada LinkAja yang telah mendukung acara ini dan berharap dengan Program #MOL-AE tahun ini masyarakat yang mendapat paket kuota internet bisa memanfaatkannya untuk silaturahmi lewat panggilan video dengan keluarga di kampung halamannya. Selain itu, Program #MOL-AE juga dapat menjadi solusi untuk pencegahan kecelakaan serta tentunya juga membantu Pemerintah menekan penyebaran virus Covid 19 di Indonesia.

 



Riset: Tokopedia Duduki Posisi Puncak Pemain Retail Terbaik di Indonesia dan Asia Tenggara

MAJALAH ICT – Jakarta. Euromonitor International dalam laporannya menyebutkan bahwa Tokopedia menduduki posisi puncak pemain retail terbaik di Indonesia, sekaligus di Asia Tenggara. Tokopedia masuk jajaran Top 100 Peretail di Asia pada 2021 (Top 100 Retailers in Asia 2021).

“Tokopedia juga menempati posisi pertama pemain retail di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara,” demikian dikutip dari laporan Euromonitor International.

Daftar Top 100 Peretail di Asia Pasifik berdasarkan pangsa pasar dan nilai pasar dalam laporan ini, mencatat peringkat satu hingga tiga ditempati oleh Alibaba Group Holding Ltd (367,060 juta USD), JD.com Inc (261,231 juta USD), dan AEON Group (79,987 juta USD).

Perusahaan teknologi buatan Indonesia, Tokopedia masuk sebagai peringkat 26 (11,683 juta USD), mengungguli Apple Inc di peringkat 27 (11,278 juta USD), dan Sea Ltd sebagai induk perusahaan Shopee di peringkat 31 (10,367 juta USD).

Di pasar Asia Tenggara, Tokopedia (11,683 juta USD) menembus peringkat pertama, melampaui Seven & I Holdings Co Ltd (11,532 juta USD) dan Sea Ltd (8,739 juta USD), pemilik merek Shopee.

“Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee dan Lazada memainkan peran besar dalam digitalisasi brand-brand yang tadinya hanya bergerak di ranah offline,” demikian keterangan dalam laporan ini.

Secara keseluruhan, nilai retail Asia Tenggara diperkirakan mampu mencatat pertumbuhan sebesar 6,7 persen selama lima tahun ke depan (2021-2025).

Sementara untuk di Indonesia, peringkat 1-5 secara berurutan ditempati Tokopedia, Sea Ltd (Shopee), Salim Group, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan Bukalapak.

Dukungan Pemerintah Terhadap Transformasi Digital

Pada awal bulan Mei lalu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Perdagangan baru saja menetapkan 5 Mei 2021 sebagai Hari Bangga Buatan Indonesia.

Kedua Kementerian tersebut bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung platform dagang elektronik di Indonesia.

Hari Bangga Buatan Indonesia 2021 mengusung tema “Semakin Bangga Buatan Indonesia” mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menumbuhkan kebanggaan menggunakan produk-produk buatan lokal.

Selain mendorong perekonomian nasional, diharapkan juga akan mendukung percepatan transformasi digital nasional, yaitu penggunaan platform dagang elektronik untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal akan mendorong kemandirian dan kedaulatan digital.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, kecintaan dan kebanggan tersebut perlu diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata dan bentuk yang paling sederhana dari wujud kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri sehingga membantu menggerakan perekonomian nasional.

 



Laporan Terbaru Adjust: Pertumbuhan Aplikasi Seluler Meningkat Sebesar 31% pada Q1 2021

MAJALAH ICT – Jakarta. Adjust, platform pemasaran aplikasi global, meluncurkan laporan Tren Aplikasi Seluler tahunan, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan aplikasi seluler terus mengalami akselerasi di tingkat global pada tahun 2021. Setelah mengalami kenaikan sebesar 50% dalam semua kategori aplikasi dari tahun-ke-tahun (YOY) pada tahun 2020, jumlah instalasi aplikasi meningkat sebesar 31% YoY pada kuartal pertama tahun 2021. Di sisi lain, jumlah sesi yang meningkat sebesar 30% pada tahun 2020, kembali meningkat sebesar 4,5% di tahun 2021.

Laporan tersebut — yang didasarkan pada Top 2000 aplikasi menurut Adjust dan dataset aplikasi yang dilacak untuk kategori game, e-commerce dan fintech — menganalisis tren jangka panjang dari segi jumlah instalasi, jumlah sesi, waktu yang dihabiskan untuk menggunakan aplikasi, tingkat retensi dan re-atribusi di seluruh dunia. Dengan informasi ini, para pengembang dan pemasar dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang audience mereka dan kondisi app economy.

“App economy mengalami pertumbuhan yang luar biasa di tahun 2020, karena masyarakat di seluruh dunia menyadari manfaat dari sektor mobile dalam berbagai aspek kehidupan mereka,” kata Paul H. Müller, Co-Founder dan CEO, Adjust. “Bagi pemasar seluler, potensi untuk menjangkau pengguna baru sangat tinggi, tetapi persaingan juga semakin ketat. Saat kita melewati tahun 2021, dan memulai era baru dengan iOS 14, upaya untuk meningkatkan pemasaran melalui otomatisasi dan informasi tentang perilaku pengguna dalam aplikasi sepanjang perjalanan pengguna menjadi semakin penting.”

Kesimpulan tambahan dari laporan ini adalah:

Aplikasi fintech berhasil mencapai pertumbuhan YoY terbaik dari segi jumlah instalasi untuk semua kategori aplikasi — 51% — pada tahun 2020. Jumlah instalasi kembali meningkat pada tahun 2021, sebesar 12%, dibandingkan dengan rata-rata pada tahun 2020. Hal ini tentunya didukung oleh tingkat pengadopsian yang tinggi bagi aplikasi trading seperti Robinhood, Acorns dan Gatsby. Jumlah sesi aplikasi fintech juga meningkat di tahun 2020 — ini menunjukkan peralihan yang signifikan menuju perbankan dan pembayaran digital. Jumlah sesi meningkat sebesar 85% YoY dan telah meningkat sebesar 35% di tahun 2021.

Kategori game memecahkan rekor di tahun 2020, khususnya untuk kategori hiperkasual, di mana jumlah instalasi meningkat sebesar 43% — dibandingkan dengan peningkatan game non-hiperkasual sebesar 26%. Jumlah sesi untuk game non-hiperkasual meningkat sebesar 27% pada tahun 2020 YoY, sementara jumlah sesi untuk game hiperkasual meningkat sebesar 36%. Sejauh ini untuk tahun 2021, jumlah sesi game hiperkasual menurun sebesar 21%, tetapi karena peningkatan luar biasa di masa “lockdown pertama” yang ketat sudah tidak lagi terjadi, kinerja YoY kurang lebih tetap sama — dan bertumbuh secara konstan, dimana kinerja bulan Februari melampaui kinerja bulan Januari sebesar 47%.

Pertumbuhan jumlah instalasi e-commerce relatif kecil, yakni 6% pada tahun 2020, tetapi kategori ini berhasil mempertahankan kinerja secara konsisten sepanjang tahun. Akan tetapi, jumlah sesi meningkat sebesar 44% — ini menunjukkan bahwa pembeli sangat tertarik untuk melakukan pembelian melalui aplikasi seluler. Awal tahun 2021 sangat menjanjikan dari segi jumlah instalasi dan jumlah sesi — yakni meningkat sebesar 11% dan 14% — dibandingkan dengan rata-rata pada tahun 2020. Jumlah sesi mingguan paling tinggi untuk kategori aplikasi ini berhasil dicapai pada akhir bulan Februari dan awal bulan Maret  2021  — yakni meningkat sebesar 23% YoY.

Seiring dengan meningkatnya persaingan dalam ekosistem seluler dengan iOS 14, aplikasi yang mengembangkan strategi berbasis data dan berfokus pada UX akan berpotensi untuk menempati peringkat teratas. Dengan informasi mengenai perilaku pengguna dalam aplikasi, serta kapan pengguna kembali menggunakan aplikasi dan apa alasannya, para pemasar seluler dapat menciptakan strategi komprehensif, yang mencakup kampanye yang dipersonalisasi dan komunikasi yang memupuk kepercayaan brand.

Laporan Tren Aplikasi Seluler 2021 membahas tentang Top 2000 aplikasi Adjust dan total dataset dari semua aplikasi yang dilacak oleh Adjust. Data ini berasal dari dua sumber, yakni daftar 45 negara dan daftar dengan sekitar ~250 berdasarkan standar ISO 3166-1 selama 1 Januari 2019 – 14 Maret 2021.

 



KemenKopUKM, Grab, dan VIDA Jalin Kerja Sama untuk Mendorong Proses Bisnis yang Lebih Aman, Cepat dan Terjangkau bagi Pelaku UMKM

MAJALAH IUCT – Jakarta. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (KemenkopUKM) meresmikan kerja sama dengan Grab dan PT Indonesia Digital Identity (VIDA) untuk mengembangkan proses bisnis yang lebih aman, cepat dan terjangkau bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui penerapan solusi transaksi digital sebagai peningkatan dari proses bisnis manual guna mendukung perluasan digitalisasi serta peluang ekonomi untuk pelaku UMKM di Indonesia. Otentikasi identitas elektronik dan solusi transaksi digital akan mendorong proses bisnis yang lebih efisien bagi para pelaku UMKM.

Mendorong transformasi digital UMKM melalui penerapan teknologi menjadi prioritas pemerintah. Proses verifikasi dan otentifikasi akan menjadi bagian penting dari aktivitas digital untuk memastikan bahwa tidak ada identitas yang salah dan menjamin adanya otentikasi data. Proses tersebut menjadi signifikan karena dapat meningkat kepercayaan antara para pelaku bisnis dalam digital era, dimana proses ini dapat mendorong percepatan para pelaku UMKM untuk terhubung dengan ekosistem digital.

Arif Rahman Hakim, Sekretaris Kemenkop UKM, Tirza Reinata Munusamy, Director of Central Public Affairs, Grab Indonesia, dan Sati Rasuanto, CEO of VIDA, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta (25 Mei 2021). Dalam kerja sama ini, Grab akan menyambut 200.000 UMKM binaan Kemenkop UKM untuk bergabung dalam platform Grab sebagai mitra merchant GrabFood, GrabMart, dan GrabKios. Sebagai bagian dari proses registrasi, VIDA akan menghadirkan layanan otentikasi identitas elektronik serta tanda tangan digital bersertifikat bagi UMKM untuk menghadirkan proses pengelolaan, kontrak, dan transaksi berbasis kepercayaan untuk transaksi online yang lebih aman.

Identifikasi elektronik memungkinan bisnis dan konsumen untuk membuktikan secara elektronik bahwa identitas mereka adalah benar dan mendapatkan akses terhadap layanan atau melaksanakan transaksi online. Otentikasi identitas elektronik dapat digunakan untuk transaksi business-to-business dan business-to-consumer dan menawarkan pebisnis untuk memperluas basis konsumen mereka dengan menghadirkan otentikasi identitas konsumen dan bisnis yang terpercaya.

Kemenkop UKM mempunyai agenda besar transformasi UMKM salah satunya mendorong UMKM sektor informal menjadi formal. “Saya sangat mengapresiasi komitmen Grab dalam memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Grab telah berjalan dengan baik melalui berbagai kolaborasi program. Dengan tambahan dukungan dari VIDA sebagai mitra layanan teknologi verifikasi dan autentifikasi yang aman dan terpercaya, kami optimis solusi teknologi yang disediakan oleh VIDA dapat turut menjaga keamanan data dalam transaksi yang dilakukan oleh para UMKM mitra binaan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan daya saing sektor UMKM yang didominasi oleh usaha mikro dalam mengembangkan usaha mereka secara lebih produktif, serta bangkit dari pandemi COVID-19,” jelas Arif Rahman Hakim, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Guna mewujudkan pengembangan pembinaan UMKM berbasis digital dan mendorong pemulihan ekonomi Indonesia, kerja sama antara Grab dengan KemenkopUKM ini akan mencakup menghadirkan layanan otentikasi identitas elektronik serta tanda tangan digital bersertifikat bagi UMKM untuk meningkatkan keamanan transaksi elektronik dan proses-proses bisnis yang lebih efisien. Mendorong pengembangan dan pemberdayaan UMKM dengan memberikan pendampingan dalam proses registrasi berbagai layanan seperti GrabFood, GrabMart, dan GrabKios. Menghadirkan dukungan promosi bagi 200.000 UMKM dalam berbagai aktivitas yang akan dilakukan Grab

“VIDA sebagai salah satu perusahaan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) hadir untuk mengakselerasi dunia digital, membantu masalah perlindungan data pribadi, serta keamanan siber melalui solusi teknologi yang terpercaya bagi UMKM. Dengan adopsi solusi teknologi verifikasi dan autentifikasi data, serta tanda tangan elektronik VIDA, proses on-boarding / pendaftaran UMKM mitra binaan menjadi jauh lebih cepat dan mudah. Hal ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap transformasi digital sektor UMKM, serta sejalan dengan komitmen VIDA untuk mewujudkan ekosistem identitas digital di Indonesia yang semakin terintegrasi,” jelas Sati Rasuanto, CEO VIDA.

“Adaptasi dan transformasi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari UMKM terutama di masa pandemi. Grab berkomitmen untuk memastikan bahwa teknologi kami dapat berdampak positif bagi jutaan masyarakat Indonesia dengan menghadirkan ekspansi digital serta dukungan peluang ekonomi yang luas. Otentikasi identitas elektronik dan layanan kepercayaan dapat meningkatkan efisiensi bisnis bagi UKM terutama di saat banyak bisnis bertransaksi online, keamanan layanan dan kepercayaan konsumen menjadi hal yang sangat penting. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi batu loncatan bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dan berkembang di era ekonomi digital melalui proses bisnis yang lebih aman dan efisien,” jelas Tirza Reinata Munusamy, Director of Central Public Affairs, Grab Indonesia.

UMKM memainkan peran penting dalam ekonomi nasional dan berkontribusi 60% terhadap angka produk domestik bruto (PDB) Indonesia serta menyerap 97% tenaga kerja. UMKM adalah elemen penting dalam mencegah hilangnya mata pencaharian dan menurunnya ekonomi. KemenkopUKM melaporkan bahwa 3,79% UMKM telah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya. Melalui sinergi dari berbagai pemangku kepentingan, jumlah UMKM yang hadir dalam ekosistem digital terus meningkat pesat mencapai lebih dari 19% populasi entrepreneur.