Thursday, 16 December 2021

Lampaui Target, Kominfo Apresiasi Mitra Kolaborasi Cetak Talenta Digital

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah melakukan terobosan untuk mempercepat penyediaan talenta digital untuk kebutuhan transformasi digital. Program Digital Talent Scholarship merupakan program ungulan dalam menyiapkan talenta digital di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto menyatakan, Program DTS tahun 2021 sukses melampaui jumlah peserta yang ditargetkan sebanyak 100 ribu.

“Malam ini kegiatan Appreciation Day kita memberikan apresiasi kepada para mitra kita, karena target 100 ribu itu sekarang sudah tercapai 109 ribu para peserta pelatihan talenta digital. Jadi kami mengucapkan banyak terima kasih, kami melaksanakan acara ini kepada para mitra yang telah kita bekerja sama,” ujarnya dalam DTS Appreciation Day di Ayana MidPlaxa Jakarta Pusat.

Pelatihan DTS sendiri diharapkan dapat menjangkau seluruh segmen masyarakat agar dapat mengambil bagian sebagai talenta digital sehingga dapat menumbuhkan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia di era digital.

“Jadi kita melakukan pelatihan terus kemudian kita melakukan sertifikasi kepada para peserta pelatihan agar mereka bisa masuk ke industi, yaitu industri digital secara global dan industri digital nasional. Program pelatihan untuk mewujudkan masyarakat digital adalah salah satu dari arahan Bapak Presiden tentang akselerasi transformasi digital,” jelas Hary Budiarto.

Menurut Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo, program DTS 2021 menggandeng mitra kerja baik dari kalangan akademisi, swasta, platform digital hingga perusahaan global ternama.

“Pelatihan itu bisa berlangsung dengan baik sesuai target dengan dukungan mitra kerja sama, bahkan melampaui target di tahun 2021,” tegasnya.

Melalui DTS Appreciation Day, Kementerian Kominfo juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan pelatihan hingga dinyatakan lulus dan sebagai alumni DTS 2021.

“Mereka mengikuti pelatihan ini dan mengimplementasi ke berbagai hal, ada yang bekerja, ada yang membuat startup sampai mereka mengikuti kejuaraan-kejuaraan di tingkat dunia, seperti ada juga yang difabel mereka mengikuti kejuaraan dunia dan mereka berhasil,” papar Hary Budiarto.

Aplikatif

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo menyatakan, salah satu pilar dalam program DTS adalah terkait dengan ekonomi digital, salah satu pelatihannya untuk menciptakan wirausaha digital dengan menggandeng mitra kerja yang mempunyai marketplace.

“Masyarakat kita latih untuk bisa masuk ke dalam marketplace sebagai wirausaha digital, mitra-mitra kita seperti Grab, Tokopedia, Bukalapak, terus kemudian ada Facebook dan lain sebagainya mereka bersama-sama kita untuk melatih bagaimana masyarakat mempunyai skills mengembangkan atau mengemas suatu produk,” ujarnya.

Di dalam marketplace, menurut Hary Budiarto peserta yang memiliki produk akan didorong untuk mendistribusikan melalui digital marketing yang kemudian melakukan transaksi secara digital. Sehingga setiap peserta mampu untuk menjual berbagai produk baik kuliner, herbal dan jenis produk lain.

“Itu salah satu mitra kita mengambil sama-sama untuk disitu, jadi mitra mendapatkan berbagai macam produk-produk yang ada kemudian masyarakat bisa menjual produk itu ke masyarakat global,” jelasnya.

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo menyatakan melalui pelatihan DTS 2021, Kementerian Kominfo  menargetkan 50% UMKM di Indonesia dapat bermigrasi dari ruang fisik ke ruang digital, termasuk bagi UMKM pemula.

“Jadi kalau yang pemula ini kita ajarkan bagaimana mereka bisa melakukan digital marketing, kita mengajak mitra-mitra kemudian kita membuat modul-modulnya dan kita memantau. Setelah kita latih dan menyiapkan semuanya itu bagaimana dampaknya, apakah mereka dalam waktu beberapa bulan itu bisa jualan di marketplace, kemudian yang sudah bisa berjualan itu berapa omset yang mereka dapatkan dari marketplace tadi,” jelasnya.

Hary Budiarto menyontohkan 30 dari 100 peserta DTS di Makassar yang dilakukan pelatihan intensif hingga membantu menjual produk di pusat-pusat perbelanjaan.

“30 peserta itu kita berikan tempat untuk mereka bisa berjualan di satu mal yang ada di Makassar, kemudian Bea Cukai juga ikut melakukan pelatihan juga supaya masyarakat bisa tahu bagaimana bisa mengekspore dengan menjalankan aplikasi-aplikasi yang sudah ada dibuat oleh Bea Cukai, itu salah satunya,” tandasnya.

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo mengapresasi mitra pelaksana pelatihan karena dengan kolaborasi yang berlangsung dapat melampaui target pelatihan DTS 2021.

“Ada 109.917 ribu peserta yang ikut pelatihan dari target 100 ribu. Ini hasil kerja sama yang baik dengan para mitra dalam melaksanakan pelatihan. Kami sekali lagi mengucapkan terima kasih dan melanjutkan kerja sama yang baik ini,” ungkapnya.

Mengenai penyelenggaraan DTS dan DLA, Hary Budiarto menyatakan Kementerian Kominfo mengharapkan akan makin banyak diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Ke depan kami berupaya memeratakan jangkauan pelatihan ke seluruh Indonesia. Tahun yang akan datang akan menyebar sehingga provinsi di Aceh atau Kepuluan Riau dan wilayah Timur atau Papua dan Papua Barat kita tingkatkan, sehingga ada ribuan lagi masyarakat yang mengikuti pelatihan digital,” harapnya.

Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo menyatakan momentum Appreciation Day Mitra DTS 2021 merupakan penghargaan atas  kerja sama dan kolaborasi yang terjalin antara Kementerian Kominfo dengan mitra pelatihan dari perguruan tinggi, asosiasi dan komunitas, perusahaan global, education technology, perbankan nasional.

“Kami berharap pada tahun-tahun berikutnya kemitraan yang telah terjalin dapat terus berlangsung untuk menjadikan Indonesia Makin Digital, Makin Maju,” ungkapnya.

Mitra DTS 2021

Apresiasi Mitra DTS 2021 diberikan kepada Ditjen BIMAS Islam Kementerian Agama, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Direktur Guru, Tenaga Kependidikan, dan Madrasah Kementerian Agama, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Dari perguruan tinggi apresiasi diberikan kepada Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Indonesia Banten, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Bina Nusantara SOCS, Universitas Bina Nusantara SIS, Fakultas Ilmu Komputer dan  Fakultas Teknik Elektro Universitas Indonesia serta Universitas Terbuka.

Ada pula Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Mercubuana, Universitas Padjadjaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan Universitas Telkom Bandung.

Selain itu juga President University, STMI Bani Saleh, Universitas Indraprasta PGRI, Universitas Kuningan dan Universitas Pamulang.

Penghargaan juga diberikan kepada Politeknik Astra, Politeknik Negeri Jakarta,  Politeknik Negeri Media Kreatif dan Politeknik Negeri Bandung. Penghargaan untuk perusahaan global yang menjadi mitra DTS 2021 diberikan kepada Cisco, Oracle, Red Hat, Huawei, Microsoft, Progate, AWS, IBM, EC – COUNCIL, Alibaba Cloud, Google, dan Facebook.

Untuk perusahaan nasional yang mendapatkan penghargaan antara lain Dicoding,  Rakamin Academy, Terra AI, Codepolitan, Skillvul,  DQLab, PT. Telkom Indonesia, Tbk, PT. Berca Hadya Perkasa, dan PT. Sagara Technology.  Ada pula ThisAble, Xynexis International,  TIP Telkom University,  DIGITS, Universitas Padjajaran,  BRI Institute,  Metrodata Academy, dan Synergy Academy.

Untuk asosiasi dan komunitas penghargaan mitra diberikan kepada  Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE),  International Telecomunication Union (ITU), Indonesia Artificial Intelligencey Society (IAIS), Dewan Pers, Indonesia AI Research Consortium (IARC), Aliansi Jurnalis Independen,  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Artificial Intelligence Center Indonesia (AICI) dan  Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL).

Sektor perbankan, penghargaan mitra DTS 2021 diberikan kepada PT. Bank Negara Indonesia, Tbk,  PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk,  PT. Bank Tabungan Negara, Tbk,  PT. Bank Mandiri, Tbk. Dan untuk marketplace dan perusahaan startup digital penghargaan diberikan kepada Gojek,Grab,  Bukalapak, dan Tokopedia.

Kementerian Kominfo telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024. Terdapat empat pilar yang menjadi pedoman realisasi agenda akselerasi transformasi digital Indonesia.

“Pertama, infrastruktur digital untuk membuka akses seluruh masyarakat agar bisa masuk ke dunia digital, kedua pemerintahan digital agar pemerintah bisa melakukan pelayanan publik kepada masyarakat secara digital, ketiga ekonomi digital dan keempat masyarakat digital,” jelas Hary Budiarto.

Dalam membangun masyarakat digital, Kementerian Kominfo telah menyiapkan Program Digital Leadership Academy, Digital Talent Scholarship dan Gerakan Nasional Literasi Digital. Ketiga program itu dirancang untuk melatih pemimpin digital, fasilitasi peningkatan keahlian atau alih kompetensi dan peningkatan literasi digital

“Pertama melatih pemimpin digital, agar mereka memahami bagaimana  mengelola seluruh data dan aplikasi yang ada di organisasi atau lembaga. Kami punya target sebesar melatih 300 peserta untuk tahun 2021,” tutur Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo.

Mengenai Program DTS 2021, Hary Budiarto menyebutkan pelatihan itu menyediakan keahlian tingkat menengah. Menurutnya, Program DTS ditujukan untuk meningkatkan skill dan memberikan kesempatan alih bidang atau kompetensi.

“Karena di masa pandemi ini banyak yang beralih profesi dan kompetensi. Kami menyediakan talenta digital dalam Program Digital Talent Scholarship. Program ini menargetkan 100 ribu peserta,” tuturnya.

Menurut Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo, pelatihan literasi digital yang di tingkat dasar ditujukan untuk membekali masyarakat agar paham dengan budaya digital, etika digital, keamanan digital, dan menguasai kemampuan dasar untuk memanfaatkan ruang digital. “Target kita adalah 12,5 juta penduduk Indonesia yang mengikuti literasi digital,” ujarnya.

Lewati Target

Untuk melaksanakan semua itu, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan mitra pelatihan dari perguruan tinggi, asosiasi dan komunitas, perusahaan global, education technology, perbankan nasional.

“Kerja sama kita ada 103 perguruan tinggi di Indonesia dan internasional, 15 asosiasi dan komunitas, 13 perusahan global, dan 11 edutech nasional. Ada empat perbankan nasional, BNI, BRI, BTN, dan Bank Mandiri. Bukan memberi modal tapi memberikan fasilitas setelah pelatihan bisa magang mengerjakan proses digital di perbankan dan direkrut jadi pegawai di bank masing-masing,” jelas Hary Budiarto.

Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan mitra yang akan menampung ketika pelatihan diselesaikan. “Mereka merekrut peserta menjadi pegawai di 16 perusahaan tersebut,” ujar Kabalitbang SDM Kementerian Kominfo.

Selain itu, untuk melatih kewirausahaan dan memfasiltasi penjualan produk pelaku UMKM, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan lima marketplace di Indonesia. “Ada Bukapalak, Tokopedia dan Gojek agar bisa menyalurkan produknya dijual secara online,” jelas Hary Budiarto.

 



RS Components Mengumumkan Pertumbuhan Pendapatan Sebesar 28% Pada Tahun 2021

MAJALAH ICT – Jakarta. RS Components, merek dagang Electrocomponents plc (LSE: ECM), penyedia solusi produk dan layanan omni-channel global, mengumumkan pertumbuhan pendapatan sebesar 31% dibandingkan tahun lalu. Kontribusi dari pertumbuhan ini adalah sebesar 7%, trading harian 1% dan terjadinya headwind pada valuta asing 6%, sehingga menghasilkan pertumbuhan pendapatan total perusahaan sebesar 33%.

Selama dua tahun terakhir, RS Components mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 22%, dimana rangkaian produk elektronik telah menyumbang 22% dari pendapatan group.

“Kami bekerja sama dengan para pemasok untuk memastikan ketersediaan produk, pengiriman, serta penawaran layanan. Oleh karena itu perdagangan kami tetap kuat di seluruh wilayah. Hal inilah yang mendorong pertumbuhan pada jumlah pelanggan dan rata-rata jumlah pesanan, sehingga kinerja keuangan kami hingga saat ini dapat lebih baik dari yang diharapkan,” ujar Eileen Yap, Country General Manager, Singapore and SEA Export RS Components.

Seperti yang juga terjadi di pasar Eropa, Timur Tengah dan Afrika (EMEA) dan serupa dengan kondisi di seluruh wilayah pasar utama RS Components. Perusahaan diuntungkan oleh adanya peningkatan pada model dan fokus operasional.

Pertumbuhan Asia Pasifik mencerminkan semakin kuatnya tim manajemen, adanya perubahan budaya dan proses penjualan yang terfokus sehingga mendorong perolehan pangsa pasar yang kuat, baik di industri maupun pasar elektronik.

Dari sisi website juga mengalami pertumbuhan pendapatan selama dua tahun ini sebesar 26%, dimana terjadi partisipasi digital sebesar 63%.

Lebih lanjut, RS PRO yang merupakan produk original dari RS Components juga mengalami peningkatan pendapatan sebesar 28% pada semester kedua tahun 2021 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. RS PRO terdiri dari beberapa produk rangkaian, seperti Wiring Connectivity, Facilities Maintenance, hingga Factory Automation Sensor.

Pertumbuhan positif tersebut ditopang oleh strategi perusahaan, mulai dari kolaborasi, transformasi dan inovasi teknologi hingga optimalisasi produk serta layanan. Selain itu, kinerja pendapatan tetap kuat karena perusahaan terus mengelola ketersediaan produk-produknya secara proaktif.

Pertumbuhan ini merupakan sebuah pencapaian yang akan tetap mendorong RS Components untuk terus menjadi solusi bagi para pelaku industri. Cakupan produk RS Components meliputi jenis-jenis produk berkualitas tinggi, dimana produk-produk tersebut telah menjalani proses audit sesuai standar internasional, melewati proses pengujian daya tahan dan konsistensi, serta mengalami proses pengetesan yang dilakukan oleh insinyur terkemuka. Kualitas produk yang sudah terjamin ini menjadi bentuk konsistensi yang diberikan RS Components kepada pelanggannya dalam jangka waktu yang panjang.

“Kami akan tetap berhati-hati terhadap tantangan eksternal dan dampak yang ditimbulkannya terhadap pasokan industri dan permintaan pelanggan, tetapi tawaran kami yang berbeda menempatkan kami di posisi strategis untuk terus mendapatkan pangsa pasar dan memanfaatkan pertumbuhan signifikan dari peluang yang ada,” tambah Eileen Yap.

Di masa mendatang, RS Components akan menghadapi pembanding yang jauh lebih sulit dan sejumlah tantangan eksternal, termasuk kekurangan rantai pasokan, yang akan mempengaruhi produksi industri dan meningkatkan tekanan biaya. RS Components mengharapkan laba setahun penuh perusahaan akan lebih tertimbang pada paruh pertama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun, dengan kinerja yang kuat di paruh pertama, dan terlepas dari lingkungan perdagangan yang tidak pasti, RS Components sekarang mengantisipasi pertumbuhan pendapatan setahun penuh dan margin laba operasi yang telah disesuaikan sedikit lebih di depan daripada panduan yang disediakan oleh pembaruan Q1.

 



RUPSLB MTDL Menyetujui Rencana Stock Split

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Metrodata Electronics Tbk (“MTDL”), emiten Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”) khususnya di bidang solusi digital serta distribusi hardware dan software, telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan Pemecahan Nilai Nominal Saham (Stock Split) pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 16 Desember 2021 dengan rasio 1:5. Selanjutnya rencana Stock Split ini akan menunggu persetujuan dari Otoritas Pasar Modal untuk efektifnya dan diharapkan saham MTDL dapat semakin liquid dan terjangkau oleh investor ritel.

Jajaran Direksi:
• Susanto Djaja (Presiden Direktur MTDL)
• Randy Kartadinata (Direktur MTDL)
• Agus Honggo Widodo (Direktur MTDL)
• Sjafril Effendi (Direktur MTDL)

Jajaran Komisaris:
• Ben Aristarchus Widyatmodjo (Wakil Presiden Komisaris MTDL)
• Tanan Herwandi Antonius (Komisaris Independen MTDL).




Analisis Kontekstual, Jaring Keamanan Siber, dan Zero-Touch Service Management Akan Mendominasi Sistem TI 2022

MAJALAH ICT – Jakarta. Peran sistem TI (Teknologi Informasi) telah berkembang secara signifikan selama dua tahun terakhir di mana organisasi diharuskan untuk memikirkan kembali dan mengubah cara mereka bekerja. Ke depannya, akan ada penekanan baru pada pemanfaatan kemajuan teknologi untuk mengatasi tantangan bisnis yang muncul dari sistem kerja jarak jauh.

“Setelah pandemi, sistem kerja hybrid akan menjadi harapan dan mungkin menjadi sebuah kebijakan di sebagian besar organisasi di seluruh dunia. Hal ini berarti keamanan siber, AI, otomatisasi, dan analisis data akan memainkan peran yang semakin penting dalam upaya organisasi mendukung cara kerja ini,” jelas Rajesh Ganesan, Vice President of Products at ManageEngine.

Berikut ini adalah lima prediksi teratas tentang manajemen TI di tahun 2022 dari ManageEngine.

1. Wawasan organisasi akan langsung bisa ditindaklanjuti dengan adanya sistem analisis kontekstual
Ketika wawasan disajikan secara langsung dalam aplikasi bisnis, peluang organisasi untuk menindaklanjutinya jauh lebih tinggi daripada ketika wawasan yang sama disajikan dalam perangkat lunak business intelligence yang berdiri sendiri. Misalnya, ketika wawasan tentang efisiensi proyek tersedia dalam perangkat lunak untuk manajemen proyek, lebih mudah bagi manajer proyek untuk menghubungkan apa yang mereka temukan dengan pekerjaan sehari-hari mereka dan menerapkan langkah-langkah untuk memperbaiki inefisiensi pekerjaan.

Cara kami melatih dan menerapkan model AI diperkirakan akan berubah secara signifikan di tahun mendatang. Dengan teknik yang lebih berkelanjutan seperti meta-learning, transfer learning, dan teknologi causal AI yang diharapkan dapat melengkapi proses pembelajaran yang mendalam. Teknologi AI dan Machine Learning pada akhirnya akan menjadi elemen alur kerja analisis kontekstual yang tertanam sepenuhnya.

2. Model jaring keamanan siber akan menawarkan perlindungan yang lebih baik di era sistem kerja hybrid
Karena karyawan terus mengakses sumber daya organisasi dari lokasi yang berbeda, keamanan berbasis jaringan tradisional menjadi usang. Lanskap keamanan telah berkembang sebagian karena percepatan peralihan ke cloud dan penggunaan perangkat pribadi yang tidak terverifikasi. Hal ini mengakibatkan banyak organisasi menjadi sangat rentan terhadap ancaman siber dan serangan dari dalam.

Dalam skenario ini, model jaring keamanan siber, dengan prinsip utama Zero Trust, akan mendapatkan lebih banyak daya tarik. Model jaring keamanan siber adalah pendekatan terdistribusi di mana perimeter keamanan individu yang lebih kecil dibangun di sekitar orang atau objek yang bertindak sebagai titik akses, sehingga menawarkan kontrol keamanan yang lebih baik kepada tim TI.

3. Model operasi TI akan terus berkembang untuk mendukung sistem kerja hybrid
Organisasi, awalnya, mengalami masalah ketika menerapkan rencana bisnis berkesinambungan mereka ketika peraturan lockdown pertama kali diterapkan. Tetapi dengan karyawan yang memilih sistem kerja hybrid dalam jangka waktu yang lama, perubahan lebih lanjut dalam model operasi TI harus dilakukan untuk memastikan pekerjaan sistem hybrid efisien dan berkelanjutan.

Meskipun menggunakan sistem layanan self-service, produktivitas karyawan jarak jauh masih terganggu ketika terjadi kendala. Dalam sistem kerja hybrid, aspek-aspek seperti layanan zero-touch service management (manajemen layanan tanpa sentuhan; penanganan kendala dengan mesin), pemantauan pengalaman digital untuk memastikan ketersediaan tinggi dan peningkatan konstan bagi pengguna akhir, serta peningkatan adopsi desktop sebagai layanan dan VDI akan menjadi lebih penting dari sebelumnya.

4. AIOps dan otomatisasi IT akan menjadi landasan penting bagi sistem arsitektur TI perusahaan
Seiring meluasnya penggunaan AI, dan didukung oleh peningkatan operasionalnya, teknologi AI akan terus memperkuat dirinya sebagai landasan dalam sistem arsitektur TI pada perusahaan. Para pemimpin IT nantinya akan lebih bergantung pada AIOps (Artificial Intelligence for IT Operations) dan otomatisasi TI, yang bisa mendeteksi masalah menggunakan algoritma dan menyelesaikannya secara otomatis sebelum masalah tersebut mengganggu produktivitas atau operasi jaringan. Pemantauan berbasis AIOps akan memainkan peran penting dalam hal prediksi, perencanaan kapasitas, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga sistem keamanan organisasi.

5. Kelangkaan keterampilan di bidang keamanan siber membuat organisasi bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan
Ada ketidakseimbangan jumlah dan kebutuhan akan karyawan terampil di bidang keamanan siber. Untuk memenuhi kebutuhan yang berkembang ini, organisasi akan semakin menggunakan layanan MSSP dan perusahaan penyedia layanan deteksi dan respons yang terkelola. Misalnya, peningkatan karyawan yang bekerja jarak jauh, adopsi cloud, dan kebutuhan untuk memenuhi peraturan kepatuhan membuat IAM (Identity and Access Management) menjadi proses yang membosankan bagi sebagian besar organisasi. Karena banyak organisasi tidak memiliki keterampilan dan sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan solusi IAM, semakin banyak organisasi akan beralih ke perusahaan penyedia layanan IAM untuk mengisi peran tersebut.

 



Kredivo Bermitra dengan IKEA Indonesia, Bisa Cicil Furnitur Idaman Mulai dari 0% Tanpa Kartu Kredit

MAJALAH ICT – Jakarta. Kredivo, platform pembayaran berbasis digital “Buy Now, Pay Later” terdepan di Indonesia dengan lisensi multifinance, terus memperluas jangkauannya di sektor retail. Kali ini, Kredivo menjalin kemitraan strategis dengan IKEA, perusahaan ritel global asal Swedia yang menjual perabot rumah tangga berkualitas. Kemitraan ini memungkinkan masyarakat yang ingin berbelanja produk IKEA menggunakan metode pembayaran Kredivo di situs dan juga store offline IKEA Indonesia dan memilih metode bayar dalam 30 hari atau cicilan 3 bulan dengan bunga 0%, atau metode cicilan 6 dan 12 bulan dengan bunga hanya 2,6% per bulan.

Lily Suriani – General Manager Kredivo mengatakan, “Kami sangat bersemangat bekerjasama dengan IKEA, salah satu brand global ternama di dunia. Ini adalah bukti dan juga merupakan sebuah pengakuan bahwa Kredivo adalah pemimpin di industri Paylater serta menunjukkan komitmen mendalam kami untuk memudahkan pengguna kami berbelanja di retail terbaik, dalam hal ini yaitu mendapatkan furnitur dan perabotan berkualitas dari IKEA tanpa khawatir mengenai cash flow, terutama dalam menyambut perayaan akhir tahun.”

Sementara itu, Dyah Fitrisally – Country Marketing Manager IKEA Indonesia menambahkan, “Kami memiliki visi untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Salah satu langkah nyata yang dilakukan untuk merealisasikan visi kami adalah dengan memperluas aksesibilitas, termasuk perluasan akses pembayaran untuk meningkatkan kemudahan dalam berbelanja. Kemitraan dengan Kredivo membantu kami untuk mewujudkan komitmen tersebut dengan memberikan metode pembayaran kredit yang mempermudah pelanggan membayar secara berkala. Kami percaya melalui kemitraan ini, pelanggan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik di rumah dengan Paylater atau cicilan tanpa kartu kredit yang cepat, mudah, dan terjangkau.”

Banyaknya orang yang merenovasi rumah demi kenyamanan beraktivitas, bekerja maupun belajar di dalam rumah membuat permintaan produk furnitur meningkat terutama di pertengahan masa pandemi. Sampai saat ini, data dari Kementerian Perindustrian juga menyebutkan bahwa industri furnitur pada kuartal 1 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 8,04%. Pertumbuhan ini terjadi akibat adanya peralihan belanja rumah tangga ke pembelian mebel dan furnitur serta meningkatnya aktivitas belanja online dari e-commerce.

Ada beberapa promo yang ditawarkan jika bertransaksi menggunakan Kredivo secara online atau langsung ke store IKEA. Pengguna bisa mendapatkan potongan 5% hingga 100 ribu rupiah bagi pengguna yang bertransaksi secara online dengan minimum transaksi 500 ribu rupiah dengan cicilan 6 dan 12 bulan, khusus untuk transaksi offline di store IKEA, pengguna akan mendapatkan potongan 5% hingga 500 ribu rupiah yang berlaku hingga sampai akhir Desember 2021.

 



Wednesday, 15 December 2021

J&T Express Melampaui Catatan Pengiriman Tertingginya Pada Harbolnas 12.12 Sampai 25 Juta Paket

MAJALAH ICT – Jakarta. J&T Express sebagai brand jasa pengiriman yang berskala global terbias lonjakan permintaan pengiriman pada puncak Harbolnas 12.12 kemarin. Animo masyarakat akan kemeriahan pesta belanja online membuat permintan pengiriman barang meningkat drastis dengan rata-rata pengiriman paling banyak yaitu jenis barang Fashion, produk kecantikan dan elektronik. J&T Express mencatatkan pengiriman mencapai 25 juta paket, kenaikan luar biasa ini telah melampaui angka tertinggi pada pengiriman tahun ini.

CEO J&T Express, Robin Lo mengungkapkan pengirimannya mengalami peningkatan signifikan. “12.12 tahun ini pengiriman kami meningkat sebesar 52% dibandingkan 11.11 bulan lalu, dan cukup baik dari melihat catatan pengiriman tahunan yang tertinggi bisa kami lampaui dengan segala persiapan melalui layanan yang terus kami kembangkan, dan market promosi yang tersedia sehingga dapat membaur dengan kemeriahan promosi e-commerce saat momen 12.12”, ungkapnya.

Tidak hanya e-commerce, pengiriman non-market place kali ini ikut bergerak naik disebabkan dari keseruan promo diskon dan pengiriman tanpa libur dari layanan J&T Express, pada momen ini bertambah sekitar 22,5juta resi dari hari normal, namun 70% pengiriman masih berasal dari e-commerce dan untuk mayoritas masih di pulau Jawa.

Melalui pengalaman bertansaksi online yang dapat dilakukan masyarakat dimana saja, memberikan pengaruh positif bagi jasa pengiriman J&T Express dengan trafik pengiriman normal rata-rata per hari mencapai 2,5 juta paket. Tak bisa dipungkiri imbas pandemi berdampak kepada perubahan sistem penyedia kebutuhan masyarakat baik harian maupun kebutuhan pokok yang ikut beralih melalui akses digital.

Antisipasi peak season pada puncak pesta belanja online sudah lebih dulu dilakukan oleh J&T Express, pasalnya setiap tahun semakin besar gelombang pengiriman yang keluar-masuk, untuk itu penambahan Armada sangat dibutuhkan dalam memaksimalkan lonjakan transaksi akhir tahun ini, begitupun kecakapan SDM yang cukup sebagai penggerak kelancaran sistem pengiriman. Pemeliharaan mesin sortir otomatis pendukung efisiensi pengiriman kerap menjadi persiapan bagi J&T Express yang mana operasionalnya berjalan setiap hari. Sistem tracking dan aplikasi pun terus update memudahkan pelanggan mendapatkan informasi seputar pengiriman.

Meskipun dalam kondisi pandemi, J&T Express tetap sedia dengan layanan regular, COD, J&T Eco, atau layanan baru J&T Super yang sudah tersedia di 30 kota, dapat dimanfaatkan bagi pelanggan dengan kebutuhan waktu pengiriman yang lebih cepat, semua proses pengiriman sudah menerapkan protokol kesehatan yang aman untuk kenyamanan pelanggan.

Selain itu agar cakupan lebih meluas, J&T Express kini menghadirkan layanan dengan nama J&T International Standard Express yang dapat mengirimkan dari Indonesia ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan China. “Kedepannya diharapkan bisa pengiriman dari luar ke Indonesia dan bisa menambah rute baru”, sambung Robin.

 



Kominfo Ajak Anak Muda Perkuat Literasi Digital Masyarakat

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya mewujudkan ekosistem ruang digital yang aman dan sehat melalui sinergi dan kolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia.

“Mari kita terus membangun semangat optimisme dalam meningkatkan ekosistem digital yang aman, berbudaya, beretika dan bermanfaat. Bersama kita siapkan telenta digital Indonesia untuk mewujudkan Indonesia digital nation yang mampu menghadapi tantangan zaman dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang lebih tangguh,” ujarnya dalam acara penutupan Youth Movement for Digital Literacy Jawara Internet Sehat 2021 yang dilaksanakan secara virtual, dari Jakarta Pusat, Rabu (15/12/2021).

Dirjen Semuel mengapreasi Program Jawara Internet Sehat 2021 dalam membangun literasi digital masyarakat agar makin cerdas dalam berpartisipasi di ruang digital.

“Program dari ICT Watch dan WhatsApp yang mengusung konsep anak muda tersebut merupakan langkah yang sangat baik. Karena dikembangkan oleh anak-anak muda yang memiliki diksi kekinian yang lebih mengena bagi anak-anak muda. Kami berharap program jawara dapat dilakukan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kerja Bersama

Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Gerakan Nasional Literasi Digital bulan Mei 2021 lalu. Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo upaya membangun literasi digital masyarakat membutuhkan kerja bersama seluruh elemen bangsa.

“Sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo terkait dengan akselerasi transformasi digital di Indonesia. Literasi digital adalah kerja besar dan pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, perlu mendapatkan dukungan dari seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat yang melek digital,” paparnya.

Dirjen Semuel menjelaskan, Kementerian Kominfo sebagai garda terdepan sudah melakukan kegiatan literasi digital dengan berbagai mitra dalam memimpin upaya nasional mempercepat transformasi digital dengan membangun talenta digital Indonesia.

“Pengembangan talenta digital Indonesia dimulai dengan peningkatan kecakapan digital di tingkat dasar atau yang biasa kita kenal dengan Gerakan Nasional Literasi Digital. Program ini menargetkan 50 juta peserta sampai tahun 2024,” paparnya.

Menurut Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, Gerakan Nasional Literasi Digital berlangsung di tengah peningkatan pengguna internet di Indonesia.

“Sesuai hasil riset We Are Social pada Januari 2021 mencapai 202,6 juta. Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 37 juta pengguna baru dari tahun sebelumnya, dengan 170 juta pengguna aktif media sosial, dan rata-rata mengakses gawai hingga 8 jam, 52 menit setiap hari,” tuturnya.

Dirjen Semuel menyatakan, literasi digital merupakan salah satu pilar penting dalam agenda transformasi digital terutama di tengah kondisi bangsa yang kini tengah mengalami pandemi Covid-19.

“Kondisi ini harus kita manfaatkan sebagai momentum untuk mendorong percepatan transformasi digital Indonesia. Maka dari itu kehadiran program semacam ini menjadi krusial dalam upaya kita untuk memastikan bahwa masyarakat kita memiliki bekal literasi digital untuk mengadopsi teknologi digital dengan aman, beretika, berbudaya dan bermanfaat,” paparnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia, Esther Sambah; Program Manajer ICT Watch, Indriyatno Banyumurti; Kepala Dinas Diskominfotik NTB, Nadamuddin Amy; Tenaga Ahli Kementerian Kominfo, Devie Rahmawati dan peserta dari berbagai daerah Indonesia.