Monday, 3 July 2017

Spektrum Radio untuk Penerbangan Lancar Tanpa Ganggaun Selama Mudik Lebaran 2017

MAJALAH ICT – Jakarta. Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) telah ikut serta dalam Posko Terpadu bersama Airnav di 15 Bandara untuk melakukan pengawasan dan pengamanan spektrum radio penerbangan dari gangguan selama periode Mudik Lebaran 2017.

Keikutsertaan dalam Posko menjaga lalu lintas penerbangan tersebut memberikan manfaat agar peningkatan frekuensi trafik penerbangan yang terjadi selama Mudik Lebaran 2017 dengan memastikan radio penerbangan aman.

Direktur Jenderal SDPPI Ismail dalam kunjungannya ke beberapa lokasi Posko menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi dari Airnav Indonesia setidaknya ada 15 Bandara yang akan mengalami pengingkatan frekuensi trafik penerbangan secara signifikan. “Kementerian Kominfo melakukan pengamanan radio komunikasi penerbangan agar tidak terjadi gangguan dengan melakukan monitoring melaui perangkat monitoring radio yang kita miliki” kata Ismail.

Dari data pada Posko Terpadu di Bandara tersebut, dapat diidentifikasi jumlah pergerakan pesawat dan pada jam-jam sibuk mencapai :  

No

Bandara

*Frek/jam

Keterangan

1

Soekarno-Hatta (CGK)

78

Tangerang, komunikasi lancar

2

Hasanuddin  (UPG)

26

Makassar, komunikasi lancar

3

Kuala Namu (KNO)

31

Medan, komunikasi lancar

4

Sultan Mamud Badaruddin II (PLM)

13

Palembang, komunikasi lancar

5

Adi Sutjipto (JOG)

 

Yogyakarta, komunikasi lancar

6

Juanda (SUB)

31

Surabaya, komunikasi lancar

7

Ngurah Rai Int’l (DPS)

27

Denpasar, komunikasi lancar

8

Sepinggan (BPN)

 

Balikpapan, komunikasi lancar

9

Sentani (DJJ)

 

Jayapura, komunikasi lancar

10

Minangkabau Int’l (PDG)

7

Padang, komunikasi lancar

11

Halim Perdana Kusuma Int’l (HLP)

18

Jakarta, komunikasi lancar

12

Husein Santranegara (BDO)

9

Bandung, komunikasi lancar

13

Achmad Yani (SRG)

14

Semarang, komunikasi lancar

14

Sam Ratulangi (MDC)

5

Manado, komunikasi lancar

15

Pattimura (AMQ)

10

Ambon, komunikasi lancar

Ismail menyampaikan “Penambahan frekuensi trafik penerbangan membutuhkan konsentrasi yang tinggi dari petugas Air Traffic Control (ATC). Kualitas komunikasi sangat dibutuhkan untuk memandu pergerakan pesawat, baik yang take off maupun landing”.

Sementara itu, Koordinator Posko Ditjen SDPPI, Sardjono selaku  Kasubdit Monitoring dan Peneriban Spektrum Frekuensi Radio mengatakan “terdapat kejadian dari suprious radio siaran berpotensi gangguan oleh radio komunitas yang beroperasi di sekitar Bandara. Kejadian ini juga telah dilakukan penghentian di lapangan oleh PPNS dari UPT Kementerian Kominfo sehingga tidak sampai menimbulkan gangguan. Juga di beberapa kota masih ada spurious gelombang radio siaran yang berpotesi menganggu, tim telah melakukan koordinasi dengan penyelenggara agar segera menurunkan power dan modulasi. Berkenaan dengan monitoring dan penanganan di lapangan, ATC  menyatakan selama arus mudik sampai arus balik (H+7) dapat dinyatakan “clear” tanpa gangguan.”

 



No comments:

Post a Comment