MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sedang mempertimbangkan anak usahanya di bidang menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), untuk melantai di bursa. Demikian disampaikan Direktur Digital dan Strategic Portofolio Telekomunikasi Indonesia David Bangun di Jakarta.
Menurut David, perseroan akan mendorong Mitratel untuk masuk ke pasar modal sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Pada tahap pertama, katanya, perseroan akan mengonsolidasikan bisnis tower di internal perseroan dengan menggabungkan Mitratel dan PT Telkomunikasi Seluler (Telkomsel).
Setelah itu, lanjutnya, melalui anak usaha itu, perseroan akan mengakuisisi perusahaan tower lainnya, kemudian mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) maupun “backdoor listing”.
Mengenai rencana melantainya Mitratel di bursa David menegaskan bahwa rencana tersebut tidak terkait dengan kebutuhan dana. “Kami tidak pernah berencana melepas bisnis tower, kami ingin mengonsolidasikan bisnis tower saat ini. Ada sekitar tiga sampai dengan empat perusahaan menara di pasar modal, kami belum tetapkan kriteria perusahaan yang akan disertakan modalnya jika akan melakukan opsi backdoor listing,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pada Semester I 2017, Telkom membukukan pertumbuhan pendapatan mencapai Rp.64,02 triliun atau tumbuh 13,4 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp.56,45 triliun. Pada semester ini, Telkom mencatat pendapatan dari data, internet, dan IT services sebesar Rp.27,12 triliun, sedangkan pendapatan cellular voice dan SMS sebesar Rp.26,02 triliun.
No comments:
Post a Comment