MAJALAH ICT – Jakarta. Di 2017 lalu, pemerintah dan komunitas menggelontorkan aplikasi anti hoax yang dinamakan aplikasi Turn Back Hoax. Sayangnya, aplikasi ini kurang bergigi dan tidak berfungsi untuk melawan hoax yang hingga kini masih ada dan kian mewabah. Untuk menjawab persoalan hoax yang ada, kini dihadirkan aplikasi baru yang dinamakan HBT (Hoax Buster Tools).
Aplikasi ini berfungsi menjadi penyaring informasi yang faktual atau diragukan kebenarannya yang diciptakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), salah satu kelompok masyarakat yang concern terhadap teknologi digital. Aplikasi HBT (Hoax Buster Tools) diharapkan dapat berperan menekan maraknya penyebaran informasi hoax atau tidak jelas kebenarannya.
Menanggapi inovasi teknologi dari Mafindo tersebut, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara mengungkapkan apresiasinya. Rudiantara berharap, Mafindo dan kalangan masyarakat lainnya terus peduli terhadap perbaikan kualitas bangsa dalam penggunaan internet dan merespon perkembangan teknologi digital.
“Teman-teman semua, saya apresiasi apa yang dilakukan Mafindo dan lainnya dalam memerangi hoax. Ke depannya kita harus lebih semangat memerangi lagi,” ujar Rudiantara, di Magelang, Jawa Tengah saat menghadiri Rakernas Mafindo sekaligus Deklarasi Indonesia Anti Hoax. Sedangkan salah seorang pendiri Mafindo, Harry Sufehmi, menuturkan, HBT seperti bentuk mesin pencari dengan cukup memasukan konten yang ingin dipastikan kebenarannya ke dalam aplikasi tersebut. “Aplikasi HBT untuk mengecek status konten berita, foto, video maupun akun di media sosial apakah benar atau hoax,” ucap Harry.
Kendati demikian, kata Harry, aplikasi HBT masih dalam basis domestik dan hanya dapat digunakan pada smartphone android. Harry mengungkapkan, aplikasi HBT akan terus dikembangkan secara sempurna agar memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam menekan konten tidak jelas kebenarannya.
No comments:
Post a Comment