MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream di Indonesia meningkat pada tahun 2017 ke 2018. Merujuk pada Edelman Trust Barometer Global Report 2018, saat ini tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap media sosial tergerus karena tingkat keakurasian yang tidak menjadi prioritasnya.
“Trust terhadap media mainstream ini meningkat. Dari 28 negara, Indonesia berada pada urutan kedua setelah Tiongkok,” paparnya dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Harian Waspada ke-71 di Kota Medan, Sumatera Utara.
Menteri Kominfo berpesan kepada pengelola Harian Waspada agar tidak tergiur dengan media sosial. Pasalnya, momentum seperti ini perlu mereka manfaatkan agar media mainstream tetap menjadi rujukan terpercaya masyarakat. Tanpa perlu mengandalkan kecepatan, Menteri Rudiantara berharap bahwa keakurasian adalah hal yang tetap harus diutamakan dibandingkan dengan kecepatan.
“Kita harapkan konsistensi media mainstream untuk mengedepankan akurasi informasi dibanding kecepatan. Kalau media sosial lebih mengutamakan kecepatan daripada keakurasian,” tambahnya.
Berdasarkan Edelman Trust Barometer Global Report 2018, terdapat sebanyak 5% peningkatan jumlah kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap media mainstream. Sebaliknya, rakyat Indonesia justru menurunkan nilai kepercayaan mereka terhadap media sosial pada tahun ini sebanyak 4%. Maka dari itu, Menteri Rudiantara menegaskan bahwa media mainstream tidak perlu tergoda dengan konten yang ada di media sosial, mereka cukup mengambil pasar pada media online saja.
No comments:
Post a Comment