MAJALAH ICT – Jakarta. Bukti terus mengindikasikan bahwa orang-orang muda kini kurang suka dan mneghapus akun di Facebook sebagai platform sosial. Sebuah studi baru dari Pew Research Center mempelajari kebiasaan pengguna Facebook Amerika Serikat, khususnya setelah pecahnya skandal Cambridge Analytica, dan menemukan bahwa hampir separuh pengguna berusia 18 hingga 29 telah menghapus aplikasi seluler dari ponsel mereka.
Pew mensurvei orang dewasa Amerika antara 29 Mei dan 11 Juni tahun ini, baik setelah kegagalan Cambridge Analytica terungkap pada bulan Maret. Kelompok riset bertanya kepada responden apakah mereka telah melakukan salah satu dari tiga hal dengan akun Facebook mereka di tahun sebelumnya: menyesuaikan pengaturan privasi mereka, mengambil jeda setidaknya “beberapa minggu,” atau menghapus sepenuhnya aplikasi Facebook dari perangkat seluler mereka.
Sebanyak 74 persen responden, tanpa memandang usia, telah melakukan setidaknya satu dari hal-hal tersebut di tahun sebelumnya. Kelompok usia termuda yang disebutkan di atas adalah yang paling mungkin melakukan salah satu dari mereka, dengan 44 persen melaporkan bahwa mereka telah menghapus Facebook sepenuhnya.
Enam puluh empat persen dari kelompok 18 hingga 29 telah mengubah pengaturan privasi mereka, sementara 47 persen telah beristirahat. Sebaliknya, hanya 12 persen responden berusia 65 atau lebih yang telah menghapus Facebook pada tahun lalu.
Data terbaru Pew mencadangkan beberapa laporan terbaru lainnya tentang kebiasaan Facebook pengguna yang lebih muda. Hanya dua tahun yang lalu, Facebook adalah aplikasi pilihan untuk remaja di AS. Namun, awal tahun ini, sebuah studi Pew yang terpisah menemukan bahwa hanya sekitar setengah dari remaja AS yang menggunakan Facebook sama sekali pada tahun 2018.
Sebaliknya, pengguna muda cenderung tertarik ke platform yang lebih berorientasi visual seperti Instagram, Snapchat, dan YouTube. Untuk apa nilainya, Facebook memiliki Instagram. Sebuah penelitian Reuters Institute awal tahun ini menemukan bahwa para pengguna muda juga kecewa dengan Facebook sebagai platform berita, lebih memilih untuk mendapatkan dan berbagi berita di tempat lain.
No comments:
Post a Comment