Showing posts with label Majalah ICT. Show all posts
Showing posts with label Majalah ICT. Show all posts

Monday, 19 December 2016

Ekonomi Digital Dorong Pertumbuhan dan Inklusi Keuangan Indonesia

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Di tengah kondisi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia yang berbasis konsumsi masih memiliki daya tahan. Hal ini ditunjukkan dengan positifnya pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga triwulan III-2016.

Pertumbuhan konsumsi yang cukup tinggi tersebut antara lain didorong oleh semakin mudahnya aktivitas jual beli melalui berbagai platform, yang semakin memudahkan konsumen untuk memperoleh barang dan jasa. “Salah satunya adalah aktivitas belanja daring atau e-dagang (e-commerce),” jelas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara dalam seminar bertajuk ‘Peranan Ekonomi Digital dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional’ di Jakarta.

Aktivitas belanja daring tersebut, lanjutnya, dapat menghubungkan konsumen langsung dengan produsen, termasuk berbagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia. Namun, berbagai kemudahan yang ditawarkan ekonomi digital tersebut disertai pula dengan berbagai risiko, khususnya di sisi stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, cyber security, integritas dan keamanan transaksi keuangan, serta perlindungan konsumen.

Dalam konteks tersebut, teknologi keuangan (financial technology) dipandang dapat menjembatani kebutuhan dan menggerakkan kegiatan sektor UMKM serta masyarakat secara luas, sekaligus turut mendorong inklusi keuangan.

“Dalam konteks memitigasi risiko yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian secara luas, peran regulator dibutuhkan untuk menyusun kerangka pengaturan sebagai respons dari perkembangan teknologi digital atau financial technology yang sangat pesat,” terangnya.

Oleh karena itu, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta inklusi keuangan membutuhkan sinergi antara otoritas terkait. BI sendiri, lanjutnya, akan terus mengawal level of playing field melalui pengaturan yang berimbang dan proporsional, tanpa menahan laju inovasi.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2h1IyL6
via IFTTT

83% Perusahaan di Asia Pasifik dan Jepang Merasa Terancam oleh Start-up Digital

 

MAJALAH ICT – Jakarta. 83% dari perusahaan di APJ yakin bahwa start- up digital akan mengancam organisasi mereka, baik sekarang ataupun di masa depan, menurut riset terbaru dari Dell Technologies yang diumumkan baru-baru ini. Fenomena ini mendorong kemajuan bagi perusahaan-perusahaan yang inovatif dan mematikan bisnis perusahaan- perusahaan lainnya. Lebih dari setengah (52%) dari perusahaan yang diwawancarai khawatir perusahaan mereka akan bangkrut dalam tiga sampai lima tahun ke depan karena kompetisi dari start-up digital baru (Global: 45%).

Beberapa perusahaan telah merasakan dampak langsung dari perubahan yang terjadi sangat cepat. Enam dari sepuluh (61%) pemimpin perusahaan di APJ telah mengalami perubahan signifikan dalam industri mereka dalam tiga tahun terakhir akibat dari teknologi digital dan Internet of Everything, dan 58% dari bisnis di wilayah tersebut tidak tahu bagaimana kondisi industri mereka tiga tahun ke depan.

Seluruh survei tersebut adalah hasil wawancara independen yang dilakukan Vanson Bourne dengan 4.000 pemimpin perusahaan – dari perusahaan skala menengah hingga besar – di 16 negara dan mencakup 12 industri. “Revolusi digital secara signifikan telah memangkas berbagai hambatan untuk masuk ke berbagai industri. Disertai semangat wira usaha dan dukungan kuat pemerintah di kawasan APJ, kita telah menyaksikan munculnya berbagai perusahaan start-up digital,” kata Amit Midha, President, APJ Commercial, Dell EMC. “Ketidakmampuan berinovasi di era digital akan berdampak pada daya saing perusahaan-perusahaan yang saat ini ada di kawasan APJ.”

Kemajuan yang Tidak Jelas atau Ancaman Krisis Digital?

Kemajuan yang terlihat hingga hari ini tidak jelas. Beberapa perusahaan nyaris belum melakukan apa pun untuk memulai transformasi digital mereka. Sementara banyak perusahaan lainnya yang melakukan pendekatan parsial. Hanya sebagian kecil perusahaan yang hampir menyelesaikan proses transformasi digital mereka. Hanya satu dari tiga perusahaan yang disurvei telah

melakukan menguji atribut bisnis digital dengan baik. Sementara di sebagian besar perusahaan, hanya beberapa bagian organisasi yang telah berpikir dan bertindak secara digital, mayoritas (77%) mengakui transformasi digital seharusnya dilakukan lebih merata di seluruh organisasi mereka.

Sekitar enam dari sepuluh perusahaan tidak bisa memenuhi permintaan yang paling banyak diajukan pelanggan mereka, seperti keamanan yang lebih baik dan akses 24/7 ke pusat layanan dan informasi. Hampir dua pertiga (65%) menyatakan perusahaan mereka tidak menindaklanjuti informasi yang diterima real-time.

“Wilayah APJ berada di pusat revolusi industri keempat dan dengan semakin meningkatnya keinginan pelanggan akan pengalaman intuitif dan personal, sangatlah penting bagi perusahaan- perusahaan di kawasan ini untuk melakukan transformasi secara digital agar tetap kompetitif. Meskipun berbagai perusahaan di wilayah menikmati kemajuan, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mempercepat perjalanan transformasi digital mereka, dimulai dengan transformasi TI,” ucap David Webster, President, APJ Enterprise Business, Dell EMC. “Dengan tuntutan akan produk dan layanan digital baru membawa peningkatan jumlah pengguna dan data yang luar biasa, fokus pada modernisasi infrastruktur TI dan investasi pada keterampilan pengembangan perangkat lunak menjadi kunci bagi perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah kepada pelanggan mereka.”

Indeks Transformasi Digital dari Dell Technologies ini melengkapi hasil laporan survei ini dan mengklasifikasi perusahaan global berdasarkan persepsi responden mengenai kinerja transformasi digital perusahaan mereka. Berdasarkan klasifikasi tersebut, hanya 5% dari berbagai perusahaan di 16 negara yang berhasil masuk ke dalam kelompok Pemimpin Digital; sementara hampir setengah lainnya masih jauh tertinggal.

 

Mempertimbangkan ancaman disrupsi yang bisa berdampak fatal, perusahaan-perusahaan di APJ telah mulai meningkatkan upaya untuk menyelamatkan bisnis mereka. Selain itu, sekitar seperempat hingga sepertiga dari perusahaan-perusahaan yang diwawancarai telah menyusun laporan laba-rugi (P&L) digital (34%); bermitra dengan perusahaan start-up untuk mengadopsi model inovasi terbuka (34%); telah menjual sebagian dari perusahaan (31%) atau berencana untuk memperoleh keterampilan dan inovasi yang mereka perlukan melalui proses merger dan akuisisi (M&A) (27%). Hanya 15% berhasil dilihat dari jumlah paten yang mereka ajukan dan hampir setengahnya (46%) telah mengintegrasikan target digital ke semua target departemen dan staff.

“Transformasi Digital adalah hasil dari memadukan kekuatan teknologi dengan budaya melakukan adaptasi secara cepat yang tidak saja mengerti apa yang bisa dilakukan teknologi untuk bisnis perusahaan, tapi juga kenapa teknologi sangat penting bagi masa depan perusahaan,” ujar Daniel Newman, analis utama, Futurum Research. “Setiap pemimpin C-Suite yang ingin meningkatkan investasi transformasi digital mereka perlu memahami ancaman yang dihadapi industri mereka dan bagaimana teknologi dapat membawa bisnis mereka ke tingkat berikutnya agar tetap kompetitif.”

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hZmO4h
via IFTTT

Uber Akhirnya Jalin Kemitraan dengan Taksi Express

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Penyedia taksi online Uber menjalin kerja sama dengan operator taksi terbesar kedua di Indonesia, Express, untuk meluncurkan program pesan taksi sebagai percontohan dimana perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sebelumnya menghadapi hambatan.

Dalam program ini, sopir taksi Express dapat menerima perintah melalui aplikasi Uber ketika mereka tidak menerima pesanan atau permintaan yang berasal dari telepon atau SMS. Meski begitu, belum ada kepastian mengenai kapan dimulainya pilot project ini.

Menurut COO Benny Setiawan, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan armada, sementara juga memberikan kesempatan pada pengemudi untuk mendapatkan keuntungan dari fleksibilitas, eksposur dan meningkatkan peluang ekonomi yang ditawarkan oleh teknologi berbagi kendaraan ini.

Pada bulan Juni, pemerintah memperingatkan operator layanan taksi online, termasuk Uber, dan menyatakan akan menegakkan peraturan baru. Berdasarkan hukum lalu lintas Indonesia adalah ilegal bagi seorang individu untuk memberikan layanan transportasi umum dan pengemudi harus memperoleh izin membawa angkutan umum khusus serta beroperasi sebagai bagian dari perusahaan atau koperasi.

Express Taksi disebut-sebut menghadapi kesulitan dengan kehilangan pelanggan dan para pengemudi harus bersaing dengan Uber, Grab dan Go-Jek dalam dua tahun terakhir ini.

Perusahaan taksi ini juga berencana untuk menyediakan pengemudi dengan pembiayaan untuk membeli mobil, yang memungkinkan mereka untuk memenuhi standar platform Uber.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hi6yrf
via IFTTT

Indosat Ooredoo Siap Layani Trafik Telekomunikasi Liburan Jelang Natal dan Tahun Baru

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Liburan akhir tahun dalam rangka Hari Natal dan Tahun Baru telah tiba. Meningkatnya aktivitas masyarakat dalam merayakan dan mengisi liburan akhir tahun ini tidak terkecuali juga diikuti dengan meningkatnya aktivitas komunikasi seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Mengantisipasi hal ini, Indosat Ooredoo menjamin pelanggannya tetap dapat berkomunikasi dengan lancar dan nyaman walaupun diperkirakan akan terjadi lonjakan trafik telekomunikasi.

Indosat Ooredoo telah menyiapkan jaringannya untuk mengantisipasi kenaikan traffic telekomunikasi yang diprediksi akan terjadi saat libur akhir tahun ini, dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringannya. Perusahaan telah meningkatkan semua kapasitas layanan yang meliputi suara, SMS dan data. Kapasitas suara ditingkatkan menjadi 2,244 Juta menit/hari (37,4 juta Erlang/hari), kapasitas layanan SMS ditingkatkan menjadi 1,892 milyar SMS/hari, dan kapasitas layanan data ditingkatkan menjadi 6,890 Terabyte/hari.

Semua peningkatakan kapasitas tersebut telah memperhitungkan lonjakan traffic berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sehingga tetap dapat melayani 81,6 juta pelanggan Indosat yang didukung dengan total 54.212 BTS secara nasional.

“Kami ingin tetap memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan (best user experience) dalam kondisi apapun. Oleh karena itu kami telah meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan kami khusus untuk libur akhir tahun ini dengan kapasitas yang melebihi traffic reguler agar masyarakat dan pelanggan tetap dapat berkomunikasi dengan nyaman dan lancar baik saat bersilaturahmi atau pun aktivitas liburan lainnya,” demikian disampaikan Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

Dalam rangka memastikan jaringan yang disiapkan dapat melayani pelanggan dengan optimal, Indosat Ooredoo terus memonitor jaringan secara intensif melalui i-NOC (Indosat Ooredoo Network Operation Center), fasilitas monitoring & pengendalian jaringan secara terpadu baik untuk layanan seluler (mobile) maupun layanan Enterprise Corporate (Fixed MIDI), Indosat Ooredoo Business, termasuk yang disediakan oleh anak perusahaan Indosat seperti Lintasarta dan IM2. i-NOC juga berperan untuk meningkatkan fungsi monitoring kontinuitas antar jaringan yang kompleks, peningkatan percepatan penyelesaian gangguan dan pusat koordinasi (Command Center) bagi seluruh perangkat jaringan Indosat Ooredoo secara nasional.

Selain itu pemantauan kualitas layanan juga dilakukan melalui Digital Engagement Center (DEC), yang khusus memonitor percakapan pelanggan di media sosial, sehingga keluhan yang disampaikan pelanggan melalui percakapan media sosial dapat ditangkap dan ditindaklanjuti secara terpadu dengan fungsi i-NOC.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2h1zAhd
via IFTTT

Korea International Cooperation Agency (KOICA) Bantu Program ‘IT Capacity Building for Central and Local Government’

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara, dengan bantuan hibah dari Korea International Cooperation Agency (KOICA). ”Pemerintah Korea Selatan telah berkontribusi dalam melakukan program “Information Technology Capacity Building for Central and Local Government di Infonesia“”, hal ini disampaikan oleh Kapusbang Literasi dan Profesi SDM Kementerian Kominfo, Hedi M Idris saat membuka workshop Final Report on IT Capacity Building for e-Government Development di Jakarta, Senin (19/12/2016).

Hedi mengatakan bawha Program ini dilaksanakan sepanjang tahun 2015 dan 2016. ”Pelatihan ini telah dilaksanakan dalam 50 kelas dan telah melatih sebanyak 1460 aparatur pemerintah Indonesia dan 30 aparatur pemerintah Timor-Leste. Secara garis besar pelatihan tersebut dibagi ke dalam lima kelas, yaitu Chief Information Officer (CIO), Manager, Training of Trainers, Developer, dan Operator”, jelas Hedi.

Kepala BPPTIK Kemenkominfo, Nusirwan juga menjelaskan penggunaan teknologi informasi adalah hal yang penting dalam pelaksanaan tugas, ”Setiap elemen aparatur pemerintah harus memiliki kemampuan dalam bidang IT, karena itulah pelatihan ini diberikan kepada aparatur pemerintah di berbagai kategori”.

Berbagai pihak menyambut baik program ini, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Program ini juga menjawab kebutuhan akan pelatihan IT yang terstandarisasi dan terintegrasi nasional. Selain itu pelatihan ini diharapkan memberikan update pengetahuan untuk pengembangan implementasi e-Government bagi masing-masing institusi, ujarnya

Deputy Resident Representative dari KOICA, Lee Young In juga menyatakan optimisnya mengenai program ini. Lee menyatakan Indonesia berpotensi menjadi negara yang unggul dalam bidang e-Government dan menjadikan IT sebagai budaya di dalam pemerintahan. Pelatihan IT bagi aparatur pemerintah bukan hanya bermanfaat bagi user dan institusinya, namun konsumen juga bisa menikmati pelayanan yang lebih baik.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hLlMZc
via IFTTT

Telkomsel Serahkan Donasi dari Pelanggan untuk Korban Bencana Gempa di Aceh

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Telkomsel menyerahkan donasi sebesar lebih dari Rp 1 miliar kepada para korban bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Donasi yang dikumpulkan dari SMS yang dilakukan pelanggan Telkomsel pada periode 8-15 Desember 2016 tersebut disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk layanan air, sanitasi, serta edukasi kebersihan dan kesehatan keluarga. Sementara untuk pemulihan kondisi, akan dilakukan pembangunan pemukiman warga dan perbaikan sarana ibadah.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, “Kami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian para pelanggan yang menyisihkan sebagian yang dimilikinya untuk membantu saudara-saudara kita di Pidie Jaya. Semoga bantuan ini dapat memberikan kemanfaatan lebih bagi masyarakat dan lingkungan yang tertimpa musibah.

Peduli Bencana: Wakil Bendahara PMI Dwi Hartanto secara simbolis menyerahkan donasi pelanggan Telkomsel sejumlah Rp 1 miliar kepada Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Aceh Anwar Daud disaksikan Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah (kiri) dan Wakil Bupati Pidie Jaya Said Mulyadi (kanan) di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh (18/12). Donasi yang dikumpulkan dari SMS yang dilakukan pelanggan Telkomsel pada periode 8-15 Desember 2016 tersebut disalurkan melalui PMI dalam bentuk layanan air, sanitasi, serta edukasi kebersihan dan kesehatan keluarga. Sementara untuk pemulihan kondisi, akan dilakukan pembangunan pemukiman warga dan perbaikan sarana ibadah.

Telkomsel menyediakan layanan SMS donasi bagi pelanggan yang ingin memberikan sumbangan bagi para korban bencana gempa bumi di Aceh. Pelanggan cukup mengirimkan SMS, ketik DONASI (spasi) ACEH lalu kirim ke 7788. Untuk setiap SMS donasi yang terkirim, pelanggan dikenakan Rp 5.000 yang seluruhnya disalurkan untuk korban bencana. Pelanggan masih berkesempatan untuk memberikan donasi melalui SMS hingga 31 Januari 2017.

Sesaat setelah gempa bumi menghentak Pidie Jaya yang mengakibatkan tidak beroperasinya BTS-BTS di wilayah tersebut, Telkomsel langsung melakukan penanganan secara intensif terhadap seluruh elemen jaringan. Dalam waktu yang relatif cepat, Telkomsel telah berhasil mengoperasikan kembali seluruh BTS yang berlokasi di daerah yang terkena bencana, serta menghadirkan layanan 4G LTE untuk akses layanan data yang lebih cepat.

Layanan Gratis: Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah berbincang dengan warga masyarakat di posko layanan telepon gratis Telkomsel di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh. Untuk memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi di lokasi bencana, Telkomsel menyediakan layanan telepon gratis dan fasilitas charging ponsel gratis di Kota Meureudu, Kecamatan Ulee Gle, dan Kecamatan Trienggadeng.

Sebelumnya Telkomsel telah menyerahkan bantuan kepedulian sosial bagi para korban bencana berupa sembako, obat-obatan, dan fasilitas telekomunikasi yang disalurkan kepada para korban bencana melalui Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Di samping bantuan sosial, untuk memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi di lokasi bencana, Telkomsel juga menyediakan layanan telepon gratis dan fasilitas charging ponsel gratis di Kota Meureudu, Kecamatan Ulee Gle, dan Kecamatan Trienggadeng. Kabupaten Pidie Jaya didukung oleh 92 BTS Telkomsel yang melayani lebih dari 96.000 pelanggan.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hhzXSn
via IFTTT

Kecepatan Rata-Rata Internet Indonesia Nomor 76 di Dunia

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Kecepatan rata-rata internet Indonesia pada kuartal ke-3 (Q3) di tahun 2016 ini mencapai 6,4 Mbps. Dan Indonesia masih harus puas di peringkat nomor 76 di dunia dalam hal kecepatan rata-rata ini. Namun untuk kecepatan tertinggi yang pernah dicapai, Indonesia berhasil mencapai kecepatan 99,3 Mbps dan membuatnya masuk ke posisi ke-4 di dunia. Demikian dilaporkan Akamai dalam State of The Internet (SOTI) Q3-2016.

Dalam laporan Akamai tersebut terlihat, kecepatan rata internet Indonesia naik 9,1% dibanding kuartal sebelumnya, dan naik 115 berdasar tahun-ke-tahun di 2015 lalu. Sementara untuk kecepatan tertinggi, kecepatan internet tertinggi Indonesia naik 8,1 % dibanding kuartal sebelumnya dan 220% dibanding tahun 2015.

Untuk posisi di ASEAN, kecepatan rata-rata internet Indonesia masih berada di bawah Singapura, Thailand dan Malaysia. Kecepatan rata-rata internet di Singapura mencapai 18,2 Mbps dan berada di posisi ke-6. Sementara Thailand dan Malaysia berada di posisi 36 dan 63 dengan kecepatan rata-rata internet masing-masing adalah 11,7 Mbps dan 7,5 Mbps.

Peringkat pertama dunia untuk kecepatan internet rata-rata ditempati Korea Selatan dengan 26,3 Mbps dan Hong Kong di posisi kedua dengan kecepatan 20,1 Mbps.

Sementara itu, untuk top speed, posisi Indonesia masih di bawah Singapura yang menduduki peringkat pertama dengan 162 Mbps. Disusul oleh Hong Kong diperingkat kedua dengan kecepatan internet maksimal 116,2 Mbps dan Korea Selatan di posisi ketiga dengan 114,2 Mbps.

Akamai selalu rutin menyampaikan perkembangan kecepatan internet dunia tiap kuartal.

 

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2h2eXD1
via IFTTT

Sunday, 18 December 2016

Melalui Coding Smart School (CoSS), Pemerintah Siapkan Calon Programmer

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah berkomitmen menyiapkan sumberdaya manusia yang kompetitif untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di bidang teknologi informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong kerjasama aktif dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan TIK dan secara bertahap menghasilkan aplikasi TIK yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui Coding Smart School (CoSS) yang diinisiasi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, pemerintah menyiapkan calon programmer muda agar mampu bersaing. “Upaya itu dapat dimulai dari pelajar menengah pertama terutama sekolah kejuruan,” tutur Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Septiana Tangkary dalam Acara Temu Komunitas Calon Programmer Muda di Jakarta.

Banyaknya industri kreatif berbasis TIK bisa menjadi peluang bagi generasi yang masih sekolah pertama atau kejuruan. Menurut Septriana Tangkary, hal itu dapat mendorong bangsa berdaulat di bidang teknologi informasi. “Untuk menjadi Programer tidak harus aplikasi yang canggih,” tutur Septriana seraya mengingatkan akan Fahma Waluya usia 9 tahu yang dapat membuat aplikasi belajar untjuk adiknya di telepon seluler. Dan aplikasi itu berhasil membuat Fahma mendapat kontrak dari Nokia Corp dengan nilai Rp.1 Miliar per bulan.

Menurut Septriana, menjadi programmer masih kecil pun sudah dapat menghasilkan uang. Dan kedepan, akan dapat mendorong bangsa Indonesia mandiri di bidang teknologi informasi dan komunikasi. “Saya berharap untuk peserta jangan ragu untuk mempelajari Teknologi Informasi sejak dini terutama coding, apalagi menjadi tenaga terampil dan jadikan diri kita yang terhebat untuk Indonesia lebih baik,” katanya seraya memberikan penghargaan kepada peserta calon programmer muda yang hadir di hari libur untuk mengisi ilmu demi membentuk masa depan.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hyYWUl
via IFTTT

Tagihan Pajak Google Temui Jalan Buntu Karena Nilainya Masih Kekecilan

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Persoalan tunggakan pajak raksasa internet Google di Indonesia nampaknya menemui jalan buntu. Pasalnya, nilai pajak yang dibayarkan Google masih terlalu kecil. Direktorat Jenderal Pajak mengungkapkan, pendapatan Google sesungguhnya besar dari Indonesia, namun semua dibubukan dalam laporan keuangan markas Google di Singapura.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Pajak Jakarta Khusus, Muhammad Haniv. Menurut Haniv, dengan kondisi tersebut, nampaknya terjadi jalan buntu dalam penyelesaian masalah pajak terutang Google. “Kami belum mencapai settlement. Proses investigasi masih berlanjut. Kini kami ingin Google membuka pembukuan, kemudian kantor pajak akan menghitung pajak terutang,” tandas Haniv.

Ditambahkannya, Google sendiri telah meminta waktu tambahan untuk mempersiapkan pembayaran. Dalam aturan pajak Indoensia, jika Google menerima temuan kantor pajak, kasus ini tak akan dibawa ke pengadilan. Dalam kondisi ini, Google harus membayar pajak terutang ditambah dengan denda tunggakan, sebesar 150 persen dari jumlah pajak terutang. Namun, jika Google menolak temuan tersebut, Ditjen Pajak bakal membawa ke pengadilan dan Google akan bisa didenda hingga empat kali jumlah utang pajak jika dinyatakan kalah dalam kasus ini.

Beberapa waktu lalu, Haniv sudah mengungkapkan, Ditjen Pajak kesulitan memungut pajak terutama PPH karena Google hanya menyetorkan penghasilan kepada kantor pusat. Haniv mengatakan, investigasi terhadap Google akan dilakukan setelah program amnesti pajak berakhir. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga iklim perpajakan tetap kondusif bagi wajib pajak yang ingin mengikuti pengampunan pajak.

Diungkapkannya juga, awalnya Google mau bernegosiasi. Namun, diduga, Google mendapatkan masukan dari sejumlah pihak dan mengambil langkah menolak diperiksa. Padahal proses tersebut sebenarnya berlangsung sejak beberapa bulan yang lalu. Para petinggi regional Google dari Singapura juga sudah melakukan komunikasi dengan petugas pajak.

”Awalnya, mereka mau menegosiasikan. Tapi, kemudian entah ada masukan dari mana, surat itu dikembalikan,” ujarnya. Bukan cuma menolak, Google tidak mau ditetapkan sebagai badan usaha tetap (BUT) dengan konsekuensi membayar pajak kepada negara.

Mengetahui hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat serius menanggapi penolakan Google ini. Tidak main-main, menteri yang pernah jadi petinggi di Bank Dunia ini mengancam akan membawa Google ke pengadilan pajak bila perusahaa internet raksasa ini mangkir membayar pajak di Indonesia.
Menurut Sri, bila Google tak kunjung bertindak kooperatif maka pemerintah akan menggunakan aturan hukum yang berlaku. Bahkan, Google akan diseret ke peradilan pajak. “Ditjen pajak akan menggunakan pasal yang ada, kita punya wadah untuk mendiskusikan hal itu. Kalau sepakat atau tidak sepakat, ada peradilan pajak,” kata Sri.

Selain itu, Sri Mulyani juga punya strategi lain. Yaitu, membawa kasus pajak Google ke pertemuan internasional, yang bahkan akan dibentuk forum khusus untuk menyatukan persepsi mengenai pajak perusahaan over the top (OTT). “Saya lihat di negara-negara lain kompleksitas pemungutan pajak dari aktivitas ekonomi seperti ini, akan kita sikapi. Dan kalau kita merasa perlu ada forum internasional untuk menteri keuangan-menteri keuangan bisa sepakat sehingga tidak memiliki interpretasi sendiri, akan kita bawa,” yakinnya.

Saat ini, yang dilakukan dirinya adalah memerintahkan kepada jajaran Kementerian Keuangan untuk mempersiapkan segala dokumen. “Saya minta DJP untuk memberikan kajian, proposal proses pemungutan pajak untuk aktivitas seperti itu,” pungkasnya.

Utang Pajak Rp. 5,2 Triliun Lebih

Wajar saja jika Direktorat Jenderal Pajak dan Menteri Keuangan RI akan terus mengejar kewajiban pajak perusahaan internet raksasa Google. Pasalnya, diperkirakan utang kewajiban pajak Google mencapai Rp.5,2 triliun atau senilai 400 juta dolar AS.

Muhammad Haniv menyatakan telah mendatangi kantor lokal Google di Indonesia. Selama lima tahun pajak, Google menghadapi tagihan pajak sebesar 400 juta dolar atau mencapai Rp.5,2 triliun. Kantor pajak menuding, Google hanya membayar 0,1 persen saja dari kewajibannya selama ini.

Selain pajak tertunggak, jika terbukti bersalah, Google mungkin harus membayar denda hingga empat kali lipat kewajiban terutang. Haniv sendiri menolak untuk memberikan perkiraan untuk periode lima tahun.
Sebagian besar dari pendapatan yang dihasilkan dari Indonesia memang dilarikan ke kantor pusat Asia Pasifik Google di Singapura. Google Asia Pacific menolak untuk diaudit pada bulan Juni, mendorong kantor pajak untuk meningkatkan kasus ini menjadi salah satu tindakan pidana, kata Haniv. “Argumen Google adalah bahwa mereka hanya melakukan perencanaan pajak,” kata Haniv. “Perencanaan pajak adalah perencanaan hukum pajak, tapi agresif. Sejauh ini negara tidak mendapatkan pendapatan apapun yang dibuat.”

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bersuara soal Google yang mangkir untuk menunaikan kewajiban pajaknya di Indonesia. Hipmi mendesak pemerintah untuk tegas terhadap Google agar mematuhi aturan perpajakan Indonesia.

Ketua Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif BPP, Hipmi Yaser Palito menyampaikan, sebagai lembaga yang pernah mengajak Google beroperasi di Indonesia, Hipmi menyayangkan sikap Google. tersebut yang menolak untuk diperiksa pajaknya. “Sebagai lembaga yang pernah meminta Google masuk ke Indonesia, kita sesali dia tidak taat pajak,” tandas Yaser.

Menurutnya, adalah tidak baik jika setelah meraup nangguk untung yang besar dari pasar Indonesia yang sangat besar, Google malah menghindari pajak. “Kita harap Google segera menyelesaikan kewajibannya,” ujar Yaser.

Selain itu, atas nama Hipmi Yaser juga mendesak agar pemerintah untuk bersikap tegas dalam mengejar pajak Google. “Silakan berusaha dan ambil untung di Indonesia tapi kewajibannya juga dijalankan. Jangan mau enaknnya saja,” lanjutnya.

Menghindarkan Google dari kewajiban membayar pajak di Indonesia dipercaya akan berakibat membuat media nasional mati. Demikian dikatakan Pengamat Komunikasi Massa, Agus Sudibyo. Menurut Agus, iklim usaha di bidang media dan informasi akan timpang dan tidak adil, jika Google dan perusahaan OTT (Over the Top) lainnya tidak membayar pajak. Selain itu, perusahaan media nasional, cetak, TV, radio maupun online yang selama ini membayar pajak akan sulit untuk bersaing dengan mereka. Karena itu, dirinya mendukung langkah pemerintah untuk memaksa Google Indonesia membayar pajak. “Sebenarnya entitasnya sama, korporasi media,” tandas Agus.

Dijelaskannya, pertumbuhan pendapatan Google, Facebook, Yahoo, dan seterusnya sangat signifikan dan terus mereduksi pendapatan media nasional. Dan karena tidak dibebani pajak, Google cs bisa mengambil margin keuntungan lebih besar dan menerapkan tarif iklan lebih rendah. “Dalam konteks ini, penerapan pajak untuk Google dan perusahaan OTT yang lain adalah instrumen penting untuk melindungi kepentingan media nasional,” yakinnya.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hMGrJF
via IFTTT

Gelar Service 1000 Handphone Gratis, Telkom Catat Rekor MURI

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Menyambut Natal dan Tahun Baru 2016, PT Telkom Indonesia, (Persero) Tbk (Telkom) mulai menyelenggarakan rangkaian program TelkomGroup Berbagi, salah satunya melalui pelaksanaan “Service 1000 Handphone Gratis” di area Car Free Day Jakarta, Minggu (18/12). Kegiatan yang melibatkan 75 teknisi service handphone ini berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yaitu perbaikan handphone terbanyak dalam waktu satu hari.

Direktur Human Capital Management Telkom Herdy Harman mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian TelkomGroup terhadap masyarakat khususnya pengguna telepon selular. Selain itu, acara perbaikan ponsel ini merupakan bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat karena para teknisi handal yang dilibatkan merupakan mitra binaan Telkom. “Perbaikan handphone dilakukan oleh tidak kurang dari 40 teknisi software dan 35 teknisi hardware yang telah rutin kami bina melalui Pelatihan Teknisi Service Handphone,” ujar Herdy.

Pada kesempatan yang sama, TelkomGroup juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi berbagi kasih dengan anak-anak panti asuhan melalui program donasi “Joy of Love” di blanja.com. “Melalui program ini, setiap donasi yang diberikan akan digunakan untuk membeli berbagai hadiah yang diidamkan oleh anak-anak di berbagai panti asuhan,” jelas Herdy didampingi oleh Direktur Utama blanja.com Aulia Ersyah Marinto.

Aulia menambahkan, untuk memudahkan masyarakat, blanja.com menyediakan berbagai pilihan nominal bantuan. “Donasi dapat dilakukan melalui situs belanja online www.blanja.com dengan nominal mulai dari Rp.25.000,- sampai Rp.200.000,-“ tambah Aulia.

“Di tengah gaya hidup digital dan transaksi belanja yang serba mudah, masih ada saudara kita dan anak-anak Indonesia yang kesulitan dan terbatas oleh keadaan dan ekonomi. Penghujung tahun merupakan waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan menyambut tahun baru 2017”, pungkas Aulia.

TelkomGroup Berbagi merupakan wujud komitmen penerapan tanggung jawab sosial perusahaan, dimana TelkomGroup berkesempatan untuk melayani masyarakat secara langsung sekaligus mengajak masyarakat untuk menebar kasih melalui pemberian bantuan bagi masyarakat lain yang membutuhkan.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hUWQz7
via IFTTT

Telkom dan Alex J. Sinaga Kembali Raih Penghargaan Bergengsi

Komitmen PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk (Telkom) untuk selalu menjadi yang terbaik kembali mendapatkan apresiasi. Telkom berhasil meraih predikat BUMN Terbaik 2016 untuk Kategori Bidang Non-Keuangan Sektor Telekomunikasi dan Penyiaran dalam ajang Tokoh Finansial Indonesia 2016. Pada ajang penghargaan bergengsi tersebut, CEO TelkomGroup Alex J. Sinaga juga dinobatkan sebagai Top Executive of Listed Company 2016, sekaligus terpilih menjadi salah satu tokoh finansial Indonesia tahun 2016. Kedua penghargaan bergengsi tersebut diterima oleh Direktur Keuangan Telkom, Harry M. Zen masing-masing dari CEO Berita Satu Holding, Sinyo Harry Sarundajang serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida di Jakarta.

Harry mengatakan, penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Telkom mengingat Telkom harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia. “Penghargaan ini membuktikan komitmen Telkom dalam memberikan yang terbaik bagi kemajuan industri telekomunikasi nasional dan berkontribusi membangun bangsa sehingga mampu membawa industri telekomunikasi Indonesia sejajar dengan perusahaan telekomunikasi global lainnya,” ujar Harry.

Dalam ajang ini, CEO TelkomGroup Alex J. Sinaga juga dinilai sebagai salah satu figur pemimpin yang berhasil mengusung terobosan dan strategi bisnis baru sehingga perusahaan mampu menunjukkan performansi positif, di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Para CEO yang terpilih dinilai memiliki kontribusi penting pada industri yang digeluti sehingga layak menjadi panutan.



from Majalah ICT http://ift.tt/2gOkSqr
via IFTTT

Telkom dan Alex J. Sinaga Kembali Raih Penghargaan Bergengsi

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Komitmen PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk (Telkom) untuk selalu menjadi yang terbaik kembali mendapatkan apresiasi. Telkom berhasil meraih predikat BUMN Terbaik 2016 untuk Kategori Bidang Non-Keuangan Sektor Telekomunikasi dan Penyiaran dalam ajang Tokoh Finansial Indonesia 2016. Pada ajang penghargaan bergengsi tersebut, CEO TelkomGroup Alex J. Sinaga juga dinobatkan sebagai Top Executive of Listed Company 2016, sekaligus terpilih menjadi salah satu tokoh finansial Indonesia tahun 2016. Kedua penghargaan bergengsi tersebut diterima oleh Direktur Keuangan Telkom, Harry M. Zen masing-masing dari CEO Berita Satu Holding, Sinyo Harry Sarundajang serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, Nurhaida di Jakarta.

Harry mengatakan, penghargaan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Telkom mengingat Telkom harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia. “Penghargaan ini membuktikan komitmen Telkom dalam memberikan yang terbaik bagi kemajuan industri telekomunikasi nasional dan berkontribusi membangun bangsa sehingga mampu membawa industri telekomunikasi Indonesia sejajar dengan perusahaan telekomunikasi global lainnya,” ujar Harry.

Dalam ajang ini, CEO TelkomGroup Alex J. Sinaga juga dinilai sebagai salah satu figur pemimpin yang berhasil mengusung terobosan dan strategi bisnis baru sehingga perusahaan mampu menunjukkan performansi positif, di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Para CEO yang terpilih dinilai memiliki kontribusi penting pada industri yang digeluti sehingga layak menjadi panutan.

Harry menambahkan, peraihan award ini menjadi motivasi tidak hanya bagi jajaran pimpinan Telkom namun juga segenap karyawan untuk terus menciptakan inovasi dan meningkatkan kinerja perusahaan. “Ajang ini menjadi tambahan motivasi bagi seluruh jajaran TelkomGroup untuk terus menciptakan inovasi bisnis, terlebih lagi Telkom merupakan perusahaan yang bergerak di industri teknologi informasi dan komunikasi yang berubah dengan cepat dan sangat kompetitif.” tambah Harry.

Tokoh Finansial Indonesia merupakan bentuk penghargaan tertinggi kepada para pemimpin perusahaan di Indonesia yang telah berhasil meningkatkan kinerja perusahaan serta memberikan kontribusi maksimal terhadap pengembangan industri bisnisnya.

Selain itu, penghargaan sebagai perusahaan terbaik diberikan berdasarkan hasil perolehan nilai angka tertinggi terhadap delapan kriteria yakni annual return, pertumbuhan sales selama tiga tahun berturut-turut, net operating margin, return on equity (ROE), asset turn over (ATO), volatilitas saham,likuiditas saham, dan pertumbuhan laba operasi selama tiga tahun.

Penghargaan yang diselenggarakan oleh Majalah Investor ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan BUMN, Multifinance, Sekuritas, dan Obligasi. Proses penilaian terfokus kepada inovasi dan strategi bisnis serta mempertimbangkan sisi tata kelola perusahaan yang baik dan tanggung jawab sosial perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang ikut serta dinilai oleh tim juri yang terdiri dari para expert di bidang finansial dan praktisi keuangan.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hV2Esn
via IFTTT

Menkominfo Rudiantara Yakin akan Konsisten Bangun Internet Broadband

 

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meyakini bahwa dirinya akan tetap konsisten untuk mengembangkan infrastruktur broadband, bisnis turunan internet dan penyiaran. Menurutnya, Indonesia harus mengejar pembangunan infrastruktur dan konektivitas secara fisik agar broadband menjangkau seluruh daerah di Tanah Air, demi meningkatkan posisi Indonesia dalam bidang infrastruktur teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) di ASEAN.

“Pada 2015 saya ditanya mau ngapain. Saya selalu bilang broadband, internet, dan penyiaran (BIP-red). Saya konsisten dengan itu,” ungkap Rudiantara. “Pemerintah bersama-sama dengan para pemain dan juga pemangku kepentingan memiliki visi untuk meningkatkan posisi Indonesia ke peringkat ke-2 pada tahun 2019 dari saat ini di posisi ke-4,” tambahnya.

Dijelaskannya, sejauh ini terdapat 114 ibukota daerah yang belum terhubung melalui broadband, sehingga pemerintah mengambil kebijakan kemitraan antara pemerintah dengan swasta (public-private partnership/PPP), termasuk operator untuk membangun broadband. Namun, lanjut dia, pembangunan infrastruktur untuk seluruh daerah tersebut tidak sepenuhnya dibebankan kepada operator telekomunikasi.

Untuk kawasan yang tidak layak secara bisnis bagi operator, dapat dibangun dengan kontribusi operator melalui dana Universal Service Obligation (USO), dimana Pemerintah pemerintah membangun infrastruktur di daerah-daerah tersebut, salah satunya melalui proyek Palapa Ring. Operator berkomitmen kepada pemerintah di akhir tahun 2018 membangun 57 daerah yang belum terhubung melalui broadband tersebut, sedangkan 57 lainnya dibangun pemerintah, jelas Rudiantara seraya menambahkan, untuk bisnis turunan layanan internet, pemerintah akan fokus pada e-commerce, cyber security, dan government.

Keseriuan pemerintah mengembangkan e-commerce tercermin dari dibuatnya perta jalan (road map) guna membentuk ekosistem dan struktur e-commerce di Indonesia yang saat ini sudah makin pesat, sehingga perlu pedoman agar pertumbuhannya semakin optimal.

Terkait sektor penyiaran, Rudiantara menambahkan bahwa dalam waktu tidak lama lagi akan terjadi migrasi menuju digitalisasi. “Migrasi ke digital tak bisa dihindari di penyiaran. Untuk penyiaran ini saya berfikir ada semacam Universal Service Obligation (USO) agar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ini,” imbuh dia. Dari sekitar Rp.11 triliun PNBP sektor telekomunikasi, kontribusi penyiaran masih relatif kecil hanya sekitar Rp.100 miliar.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2gYktoK
via IFTTT

Saturday, 17 December 2016

Pengguna Instagram Tembus 600 Juta

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengguna Instagram kini menembus angka 600 juta pengguna. Dalam perkembangannya, ada 100 100 juta pengguna bergabung dalam enam bulan terakhir.

Dalam sebuah blog, perusahaan mengatakan pengguna “memiliki lebih banyak cara untuk berbagi dari sebelumnya” setelah pengenalan beberapa fitur baru-baru ini, termasuk Instagram Stories, video, serta dan foto dan video yang dapat hilang.

Fitur-fitur baru telah menutup kesenjangan dengan aplikasi pesaingnya seperti Snapchat, yang memiliki 150 juta pengguna aktif bulanan. Langkah ini tampaknya berdampak positif untuk Instagram, dengan lebih dari 100 juta orang menggunakan Instagram Stories setiap hari

“Dengan fitur keamanan yang diperbarui, memberikan Anda kontrol lebih besar atas komentar dan bagian lain dari pengalaman Anda. Kami bekerja untuk membuat Instagram lebih aman daripada sebelumnya untuk koneksi dan ekspresi diri,” demikian penjelasan tertulis dari Instagram

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2gVXpXL
via IFTTT

KPI dan Kementerian PPPA Sepakat Kerja Sama Wujudkan Tayangan Ramah Perempuan dan Anak

MAJALAH ICT – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyelesaikan draft final MoU (Memorandum of Understanding) antara kedua lembaga untuk periode kedua. MoU ini rencananya ditandatangani bertepatan dengan perayaan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang. Perayaan Hari Ibu secara nasional diselenggarakan di Serang, Banten, dan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Komisioner KPI Pusat, Dewi Setyarini, saat menyampaikan kata sambutan sebelum membahas finalisasi draft MoU mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi adanya MoU antara KPI dan Kementerian PPPA. Dia berharap MoU ini dapat mewujudkan apa yang dicitakan oleh KPI dan juga Kementerian PPPA yakni tayangan yang ramah terhadap perempuan serta anak.

“Sekecil apapun kerjasama, jika itu dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, itu sangat baik dijalankan. Mudah-mudahan ke depan apa yang kita cita-citakan segera terwujud,” kata Dewi di depan peserta pembahasan draft MoU.

Sementara itu, ditempat yang sama, Sekretaris Deputi bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian PPPA, Dewi Yuni Mulati berharap MoU ini dapat mewujudkan adanya perlindungan terhadap perempuan dan anak khususnya dalam bidang penyiaran. “Ini MoU periode kedua kami dengan KPI. Mudah-mudahan harapan yang diinginkan kedua belah pihak akan terwujud,” katanya.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hZt8Vx
via IFTTT

Ketika Radio Kini Didengar Lewat Aplikasi yang Ada di Ponsel

MAJALAH ICT – Jakarta. Keberadaan radio siaran di Indonesia mempunyai hubungan erat dengan sejarah perjuangan bangsa, baik semasa penjajahan, perjuangan, proklamasi kemerdekaan. Dengan perkembangan teknologi saat ini mendengar radio tidak hanya bisa dilakukan melalui perangkat radio.

“Dalam dinamika perjalanan bangsa memperjuangkan kehidupan masyarakat yang demokratis adil dan makmur peran siaran radio merekatkan bangsa ini. Seperti kita tahu, radio terlebih dahulu ada dibandingkan dengan televisi,” papar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Diskusi Polemik Peringatan HUT PRSSNI ke-42 di Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2016). ”Kini Saya mendengar radio dari aplikasi yang ada di handphone sehingga lebih mudah dan tidak ketinggalan informasi,“ ujar Menkominfo.

Menurut data saat ini radio anggota PRSSNI sebanyak 670 anggota siaran radio, namun yang memiliki izin hanya sekitar 1.550 radio, untuk pendengar radio saat ini hanya sebesar 20%, untuk internet besarnya 40 %, dan media cetak hanya dibawah 20 %

Rudiantara menjelaskan di 340 kota di Indonesia sudah dapat diakses Broadband ,400 kota sudah bisa diakses 4 G dengan Palapa ring 514 kabupaten dan kota diharap kan sudah dapat dijangkau broadband hingga dapat dimanfatkan dengan baik, dan PRSSNI dapat menggunakan fasilitas Broadband ini,” Ujarnya

Dikatakan juga bahwa saat ini Pemerintah dan DPR sepakat akan merevisi Undang-Undang Penyiaran karena sumberdaya yang kurang yaitu frekuensi itu masalahnya dan menjadi concern pemerintah, sementara untuk Digital dividen yang menjadi prioritas utama pemerintah yaitu pertelevisin dan harus terjadi agar bermanfaat bagi bangsa.

Digital Dividen dalah hal yang utama dari pemerintah yaitu untuk Kebencanaan karna Indonesia terdiri dari gugusan pulau dan rawan bencana dan yang ke dua adalah pendidikan . Hal ini menurut Rudiantara juga diiringi dengan telah dibuatnya Peraturan Menteri Kominfo tentang Kebijakan ijin penyiaran harus ada ruang usaha namun utk pendidikan tidak perlu sepanjang tidak komersil.

Diakhir ulasannya Menkominfo juga akan menata ulang frekuensi radio dalam waktu dekat . Kegiatan yang bertema satu suara sejuta telinga ini dihadiri oleh ketua KPI Pusat, anggota Komisi 1 DPR Bim Bunyamin , Ketua Umum PRSSNI, Managing Director Nielson Indonesai, Asociate Partner Exchange Mindshare serta pengamat media.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2gVL1XB
via IFTTT

English Edition No.50-2016

Dear ICT readers,

We are here again to update you on the latest ICT info in Indonesia. This November, an interesting fact to elaborate was Government IX Economy Policy related to national ICT, in particular e-commerce. This will be our main report in this edition as our government vision is to make Indonesia as the biggest economy digital capacity in South East Asia by 2020, owing to the fact that Indonesia is one of the biggest internet users in the world and has substantial smart phone users. With such big assets, government targets to create 1,000 technopreneurs of USD 10 billion business valuation and total 130 billion USD e-commerce value in 2020.

In addition to main report on Indonesian E-Commerce Road Map, we will also report on social media which is currently worrying, according to President Joko Widodo because it’s full of slander. Indonesian e-business is also moving and improving so a new set of regulations on financial technology will be issued, easy funding using digital media and the arrival of business accelerator company from Silicon valley, Plug and Play, who will invest in 50 startup companies in Indonesia.

We’re happy to tell you, ICT readers that we just renewed our site, www.majalahict.com to give you more comfort in browsing information, while using PC, laptop or cellular phone and we also add more interesting articles. Keep supporting us by giving us feedbacks and/or critics to our redaksi@majalahict.com for a better and improved magazine.

To download/read english edition Majalah ICT No.50-2016, please click HERE

Happy reading and go forward Indonesian ICT.



from Majalah ICT http://ift.tt/2hZmtuB
via IFTTT

Friday, 16 December 2016

Telkom Kirim Pemenang SocioDigi Leader 2016 Studi Banding ke Silicon Valley

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Telkom mengirim pemenang kompetisi SocioDigi Leader 2016 untuk studi banding ke Silicon Valley. Sementara peringkat kedua dan ketiga mendapat kesempatan bertandang ke Hong Kong dan Singapura.

Disampaikan Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom Group, Herdy Harman, program SocioDigi Leader 2016, berupaya menyiapkan pemimpin masa depan di era digital yang memiliki kepekaan sosial, sekaligus berbakti kepada negeri dalam mendukung program pemerintah menyiapkan 1000 startup pada 2020. Adapun yang akan ke Silicon Valley, Amerika Serikat adalah untuk pemenang pertama yakni Tim Tukangpedia, Hongkong (Tim Vestifarm), serta Singapura (Tim Angkuts).

Ketiga tim berangkat selama seminggu mulai tanggal 20 November hingga akhir November. Mereka bertemu langsung mentor, terutama bidang sociopreneur dan inkubator global yang berhasil. Antara lain Google, Facebook, Plug & Play di Silicon Valley, Pay Pal Incubator di Singapura, serta Net CV di Hongkong.

“Kami harapkan ini dapat menambah pengetahuan, pemahaman, bahkan peluang di masa depan sebagai sebuah startup company dengan bertemu mentor dan investor berpengalaman. Kami pastikan selama ikut program ini, mereka tidak terbebani masalah finansial. Telkom menyediakan uang saku hingga beasiswa, bahkan bagi yang terpilih akan menjadi karyawan kami ke depannya,” kata Herdy.

Ditambahkannya, kesempatan emas ini terbuka bagi seluruh generasi muda dari Sabang hingga Merauke dengan seluruh inisiasi dan pelaksanaan program dilaksanakan Telkom. “Ide-ide mereka kreatif dan segar, a brand new. Saya bangga anak muda Indonesia, di usia semuda itu, mereka sudah punya ide dan solusi untuk masalah sosial di tanah air. Banyak wawasan dan ide baru, ini program mempertemukan orang-orang hebat,” sampai Herdy.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Tukangpedia, Anita Rahmawati, mengatakan bahwa solusi yang ditawarkan pihaknya adalah platform yang menyediakan berbagai jenis tukang yang dibutuhkan. Tukangpedia hadir untuk memberikan kemudahan dalam menemukan kontak dan review tukang yang berada di sekitar kita. “Semudah kita mencari, temukan, dan hubungi sendiri tukang yang dibutuhkan. Tinggal proses sendiri semuanya sesuai yang Anda inginkan,” kata Anita.

Ajang SocioDigi Leader 2016, sebelumnya diikuti 50 kelompok. Setelah melalui proses penjurian yang ketat, terpilihlah posisi 3 besar Socio Digi Leaders 2016 dengan melewati presentasi di depan juri. Ketiga tim juara diumumkan setelah melalui serangkaian tahapan dan presentasi yang dikemas mirip variety show di Telkomsel Smart Office, Jakarta, September lalu.

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hDbQhT
via IFTTT

Dengan Bantuan Pengguna dan Pihak Ketiga, Facebook Siap Lawan Penyebaran dan Hapus Berita Palsu

MAJALAH ICT – Jakarta. Facebook memperkenalkan serangkaian tools baru untuk mengekang penyebaran berita palsu dan menghapus “terburuk dari yang terburuk” pelanggar di platform raksasa media sosial ini. Jaringan jejaring sosial ini akan menapis berita palsu dengan bantuan pengguna serta organisasi pihak ketiga yang akan mengecek fakta dan data yang ada.

“Kami percaya bahwa dalam memberikan orang untuk bersuara dan bahwa kita tidak bisa menjadi penengah dari kebenaran diri kita sendiri, jadi kita mendekati masalah ini dengan hati-hati,” Adam Mosseri, Facebook VP News Feed menulis dalam posting. “Kami sudah memfokuskan usaha kita yang terburuk dari yang terburuk, pada hoax yang jelas disebarkan oleh spammer untuk keuntungan mereka sendiri, dan melibatkan kedua komunitas dan organisasi pihak ketiga.”

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa saat ini sedang menguji beberapa cara untuk membuatnya lebih mudah bagi pengguna 1,8 miliar orang itu untuk menandai (flag) berita palsu pada platform yang kemudian akan dikirim ke sebuah organisasi pengecek fakta lain untuk meninjau dan memverifikasi.

Facebook bekerja sama dengan lima organisasi pemeriksa fakta seperti AP, ABC News, FactCheck.org, Snopes dan PolitiFact untuk memverifikasi keaslian cerita ini. Jika organisasi tersebut mengidentifikasi cerita yang ditandai palsu, itu akan ditandai sebagai “sengketa” dan disertai dengan link ke sebuah artikel yang menjelaskan alasan untuk itu. Meskipun “sengketa”, cerita masih bisa dibagi oleh pengguna, namun ada peringatan dan tidak dapat dipromosikan, kata Facebook.

Perusahaan media sosial ini juga menegaskan rencananya untuk memotong insentif keuangan bagi para spammer posting berita palsu dan menghasilkan pendapatan melalui platform. “Sangat penting bagi kami bahwa cerita yang Anda lihat di Facebook adalah otentik dan bermakna,” tulis Mosseri. “Kami sangat gembira tentang kemajuan ini, tapi kami tahu ada banyak yang harus dilakukan. Kami akan terus bekerja pada masalah ini selama dibutuhkan untuk melakukannya dengan benar.”

Facebook telah menarik kecaman sengit atas masalah berita palsu sejak pemilihan presiden di Amerika Serikat dengan banyak alasan bahwa penyebaran berita palsu dan salah informasi pada platform mungkin telah membantu Donald Trump memenangkan Pilpres untuk menuju Gedung Putih. Hanya beberapa hari setelah kemenangan Trump atas saingan Demokrat Hillary Clinton, Zuckerberg mengatakan itu “cukup gila” untuk berpikir bahwa berita palsu di Facebook bisa mempengaruhi hasil pemilihan.

Sebelum pemilihan, beberapa cerita palsu memenuhi ruang Facebook termasuk salah satunya yang mengklaim Paus Francis telah mendukung  Trump untuk presiden dan lainnya adalah agen federal yang menyelidiki Hillary Clinton yang disebutkan  ditemukan tewas. Mark Zuckerberg mengatakan bahwa sampai saat ini mereka mempertahankan Facebook sebagai perusahaan teknologi, ia mengakui bahwa ia memiliki “tanggung jawab yang lebih besar dari sekadar membangun teknologi informasi yang mengalir melalui Facebook.”

“Meskipun kami tidak menulis berita yang Anda baca dan berbagi, kami juga menyadari kami lebih dari sekedar distributor berita,” tulis Zuckerberg dalam posting Facebook pada hari Kamis. “Kami jenis baru platform untuk wacana publik, dan itu berarti kita memiliki jenis baru tanggung jawab untuk memungkinkan orang memiliki percakapan yang paling bermakna, dan untuk membangun tempat dimana orang dapat dihubungi.”

“Dengan perubahan yang kita buat, kita harus berjuang untuk memberikan semua orang suara dan menolak jalan menjadi arbiter kebenaran diri kita sendiri,” kata Zuckerberg. “Saya percaya kami bisa membangun komunitas yang lebih tepat dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip ini.”

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hOOzwE
via IFTTT

Kominfo Sempurnakan Proses Sertifikasi, Pemilik Merek Global Harap Lapor

MAJALAH ICT – Jakarta. Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan proses sertifikasi untuk perangkat telekomunikasi jenis Pesawat Telepon Selular, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet. Dan berkenaan dengan tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika ( Dirjen SDPPI) pada tanggal 16 Desember 2016 mengirimkan surat kepada Pemilik Merek Alat dan Perangkat Telekomunikasi, agar melaporkan diri sebagai pemegang merek global.

“Dalam rangka penyempurnaan proses sertifikasi untuk perangkat telekomunikasi jenis Pesawat Telepon Selular, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet dengan ini kami memberi kesempatan kepada seluruh pemilik merek alat dan perangkat telekomunikasi asing untuk mengajukan formulir permohonan sebagai Merek Global (formulir terlampir) yang akan dievaluasi lebih lanjut dan mendapatkan penetapan Menteri Komunikasi dan Informatika,” demikian bunyi surat yang ditandatangani Dirjen SDPPI Ismail.

Sebagaimana disampaikan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza, pemegang merek global tersebut diharapkan segera menyampaikan kelengkapan data-data yang dibutuhkan dan dapat diterima selambat-lambatnya pada tanggal 22 Desember 2016 melalui Loket Pelayanan Terpadu Ditjen SDPPI atau melalui surat elektronik dengan alamat gunarto@postel.go.id atau wahyu@postel.go.id. “Penyampaian data-data sebagaimana dimaksud tidak serta merta memperoleh penetapan sebagai merek global,” kata Noor Iza.

Ditambahkan Noor, jika Pemilik Merek Alat dan Perangkat Telekomunikasi belum menerima surat dimaksud, maka Siaran Pers ini menjadi pemberitahuan resmi sekaligus.

Sebagaimana diketahui, perkembangan teknologi perangkat telekomunikasi telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet sangat cepat dan dinamis, membuat diperlukannya percepatan layanan publik bidang Sertifikasi Alat serta Perangkat Telekomunikasi. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan merevisi beleid mengenai Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi Pesawat Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

Dijelaskan Noor Iza, substansi yang diatur dalam Rencana Peraturan Menkominfo (RPM) meliputi sertifikasi perangkat pesawat telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet dapat dilakukan melalui evaluasi dokumen danpengujian. “Perangkat dengan kategori merek global, merek non global dan merek lokal dapat mengajukan sertifikasi melalui dua cara tersbeut,” kata Noor.

Ditambahkannya, evaluasi dokumen dilakukan melalui pernyataan diri (self declaration of conformity) serta ara lain sesuai ketentuan peraturan perundang undangan. “Untuk dapat masuk dalam kategori merek global kami mengusulkan agar harus memenuhi kriteria masuk dalam lima besar pangsa pasar dunia berdasarkan hasil survey lembaga independen internasional dan/atau memiliki sertifikat dari lembaga uji yang bereputasi Internasional,” terangnya.

Sertifikasi melalui pernyataan diri (self declaration on conformity) diperuntukkan bagi perangkat dengan kategori merek global dan merek lokal, dengan ketentuan bagi merek global adalah hanya dapat dilakukan oleh Pemegang Merek dan Distributor resmi yang ditunjuk oleh pemegang merek, dilakukan untuk setiap tipe perangkat yang akan dimasukkan untuk diperdagangkan ke Indonesia, mekanisme pengajuan secara online melalui web e-sertifikasi dengan mengisi data teknis perangkat serta melampirkan hasil uji (test result); dan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian. Sednagkan bagi merek lokal, yang dapat mengajukan sertifikasi melalui pernyataan diri (self declaration on conformity) ditetapkan oleh Dirjen SDPPI berdasarkan hasil supervisi yang dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Dirjen SDPPI. Supervisi dilakukan oleh Tim terhadap semua pabrikan merek lokal. Merek lokal yang tidak mendapatkan penetapan Dirjen SDPPI untuk dapat mengajukan sertifikasi melalui pernyataan diri (self declaration on conformity), harus mengajukan sertifikasi melalui evaluasi dokumen atau pengujian dengan melampirkan hasil uji (test result); dan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari Kementerian Perindustrian.

 

 



from Majalah ICT http://ift.tt/2hCg6AD
via IFTTT