Wednesday, 7 July 2021

Begini 4 Kiat Sukses Tingkatkan Kolaborasi Kerja Selama PPKM Darurat dari Mekari

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah secara resmi menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Penerapan kebijakan ini lantaran adanya lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir. Peraturan ini berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di wilayah Jawa dan Bali.

PPKM Darurat mengatur kegiatan seluruh sektor di masyarakat. Sektor esensial di antaranya keuangan, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-karantina Covid-19, dan industri ekspor melaksanakan sistem 50% WFH (Work From Home) dan 50% WFO (Work From Office). Sementara itu, sektor non-esensial menjalankan skema 100% WFH.

Kondisi ini kembali memunculkan tantangan bagi perusahaan dan para pekerja. Kita dituntut untuk tetap produktif meskipun kerja dari jarak jauh. Berikut 4 cara meningkatkan kolaborasi bagi para karyawan di tengah PPKM Darurat agar kerja tetap produktif.

1. Tentukan tujuan meeting dan pantau progress

Memastikan tujuan dalam setiap meeting dapat mempermudah Anda untuk mengecek target yang diharapkan. Sebaliknya, tanpa tujuan, meeting akan ‘memakan’ waktu Anda sia-sia. Kalau tidak ada tujuan, mengapa harus diadakan meeting, bukan? Untuk memastikan tujuan meeting tercapai, buatlah Minutes of Meeting (MoM) atau notula. Catatan meeting setidaknya merangkum beberapa informasi di antaranya peserta yang hadir, poin penting/ikhtisar meeting, dan tindak lanjut.

2. Pastikan setiap peserta meeting punya peran

Meeting memang bagian dari pekerjaan, tapi jangan sampai mengganti pekerjaan dengan meeting. Jika terdapat anggota tim tidak memiliki peran dalam meeting, jangan dilibatkan. Biarkan dia menyelesaikan pekerjaan lain. Pendekatan ini akan meningkatkan kolaborasi kerja agar berjalan efektif. Beberapa peran dalam meeting yang dapat diadopsi adalah membantu mengidentifikasi masalah, menyampaikan solusi terkait bidang pekerjaan, dan mendokumentasikan meeting.

3. Hargai produktivitas individu

Merencanakan meeting sejak jauh hari akan membantu Anda dan peserta meeting lain untuk mengalokasikan waktu antara satu aktivitas dengan lainnya. Terlalu banyak meeting, apalagi yang terlalu mendadak, menyebabkan turunnya produktivitas individu. Waktu kerja yang produktif juga mesti ‘dilindungi’ dari serbuan notifikasi pesan  yang masuk.

Perusahaan sebaiknya memanfaatkan teknologi yang memiliki fitur untuk mendukung produktivitas karyawan tersebut. Sebagai contoh, aplikasi chat berbasis cloud Mekari Chat memiliki fitur focus-mode agar seluruh notifikasi menjadi senyap ketika Anda harus fokus menyelesaikan pekerjaan lain. Hal ini penting, mengingat setiap terdistraksi, Anda butuh sekitar 25 menit untuk mengembalikan fokus yang sempat hilang.

4. Bantu karyawan baru beradaptasi secara efektif

Selama pandemi Covid-19, tentunya terdapat banyak perusahaan yang masih menerima karyawan baru. Proses onboarding karyawan atau penyesuaian karyawan baru menyisakan tantangan tersendiri. Di tengah kondisi PPKM Darurat, rangkaian kegiatan tersebut biasanya berlangsung secara daring dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang tersedia, di antaranya Mekari Chat. Aplikasi ini terintegrasi dengan sistem HRIS (Human Resource Information System) yang membuat proses onboarding karyawan berjalan efektif.

Itulah empat kiat sukses dari berbagai cara untuk meningkatkan kolaborasi kerja selama PPKM Darurat. Pandemi Covid-19 yang masih berlanjut menuntut kita untuk memanfaatkan teknologi yang cakap dalam mendukung pekerjaan dan tetap menjaga kesehatan selama bekerja. Untuk mendukung para profesional, Mekari menginisasi Mekari Chat, aplikasi chat berbasis cloud, yang dapat dimanfaatkan baik selama WFH maupun kondisi pada umumnya. Aplikasi ini memudahkan meeting menjadi lebih efektif. Ruang chat pun dapat diatur private, antara individu (private) dan public group chat.



No comments:

Post a Comment