MAJALAH ICT – Jakarta. Assemblr, startup aplikasi berbasis Augmented Reality asal Bandung baru saja terpilih sebagai salah satu startup yang akan mengikuti Facebook Accelerator Singapore putaran kedua tahun ini. Program yang akan berlangsung selama 6 bulan ini didukung oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapore dan juga turut menggaet pemain akselerator global Plug and Play untuk mendukung gelaran acara.
Dalam gelaran kali ini, 14 startup telah dipilih dari seluruh wilayah Asia Pasifik setelah melalui proses pendaftaran sejak Oktober 2019. Selain Assemblr, ada dua startup lain yang turut menjadi peserta dari Indonesia, yakni Qiscus dan Halosis.
Pada program besutan Facebook ini, startup-startup terpilih akan memiliki akses ke pelatihan langsung melalui tiga tahapan bootcamp untuk belajar bagaimana meningkatkan skala bisnis dan menangani tantangan dalam berbisnis. Selama program berlangsung, startup akan dibimbing langsung oleh praktisi ahli dari Facebook dan pemerintah Singapura. Program yang sebelumnya dikenal sebagai “Startup Station Singapore” ini memang difokuskan untuk startup yang selaras dengan produk, teknologi, dan platform Facebook, di antaranya yang bergerak di bidang social/conversational commerce, messaging, serta AR dan VR.
Sebagai platform Augmented Reality (AR), tentunya ini merupakan kesempatan tepat bagi Assemblr untuk mempelajari dan mengembangkan lebih jauh bisnis dengan pendekatan data-driven. CEO dan founder Assemblr, Hasbi Asyadiq mengatakan, “Para mentor dari Facebook yang dipilih untuk membimbing tim kami memang khusus dipasangkan untuk membantu kami mengatasi tantangan terbesar di Assemblr maupun industri Augmented Reality secara umum.”
Assemblr sendiri bukanlah startup yang asing dengan program akselerator. Sebelumnya, Assemblr sempat diundang mengikuti wawancara untuk program akselerator Y Combinator di Silicon Valley pada bulan November 2017 dan Mei 2018. Kemudian, Assemblr mengikuti program 10 minggu dari Y Combinator Startup School di tahun yang sama, dan tahun ini akan mengikuti Plug and Play Accelerator Program Indonesia putaran keenam serta BCA SYNRGY Accelerator putaran kedua.
Menanggapi hal ini, CEO dan pendiri Assemblr, Hasbi Asyadiq mengatakan, “Kami sangat senang menjadi bagian dari program ini. Kami percaya Facebook Accelerator dapat memberi Assemblr banyak manfaat baik dalam sisi pengembangan produk maupun di sisi pengembangan bisnis. Kami melihat bahwa Facebook menaruh banyak perhatian terhadap Augmented Reality, dan kami yakin kami dapat belajar banyak tentang pendekatan-pendekatan mereka serta turut menyelaraskan Assemblr dengan rencana-rencana mereka di masa mendatang untuk menghadirkan 3D dan Augmented Reality kepada audiens yang lebih luas.”
No comments:
Post a Comment